Sabtu, 11 April 2009

PENGERAS SUARA MASJID

PENDAHULUAN

Pengeras suara sering dipasang di bagian luar masjid pada bagian yang tinggi sehingga suara yang dikeluarkannya dapat terdengar dalam jarak yang relatif jauh. Keluhan masyarakat di sekitar masjid yang merasa terganggu oleh suara dari pengeras suara masjid semacam itu pernah muncul di internet. Benarkah penggunaan pengeras suara di masjid seperti itu merupakan ajaran dalam Al Qur’an? Makalah ini ditulis untuk menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan Al Qur’an terjemahan Dep. Agama RI yang terdapat dalam program komputer Al Qur’an digital versi 2.1.


APAKAH MASJID HARUS DENGAN PENGERAS SUARA?

Jawaban pertanyaan di atas sangat jelas, yaitu ”tidak harus”. Penjelasannya sederhana saja yaitu bahwa pada jaman para nabi, pengeras suara belum ditemukan dan dalam Al Qur’an tidak ada perintah penggunaan pengeras suara di masjid. Artinya, kegiatan keagamaan dapat dilakukan dengan baik tanpa penggunaan pengeras suara. Bahkan, ketika shalat, berdoa, dan menyebut nama Tuhan, kita dilarang mengeraskan suara.


Dalam shalat, kita tidak boleh mengeraskan suaranya (17:110).


17:110. Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu."


Dalam berdoa, kita diperintahkan untuk mengucapkannya dengan suara lembut (7:55; 20:7, dan 19:3).


7:55. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas


20:7. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.


19:3. yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.


Dalam menyebut nama Tuhan, kita diperintahkan untuk mengucapkannya dengan tidak mengeraskan suara (7:205).


7: 205. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.


Bagaimana dengan adzan? Allah Maha Besar adalah termasuk nama Tuhan sehingga tidak boleh diucapkan dengan suara keras. Bahkan, ”Allah” saja merupakan nama Tuhan yang terbaik (17:110). Oleh karena itu, pengucapan Allahu Akbar (yang diartikan dengan Allah Maha Besar) dengan keras dalam adzan adalah melanggar 7:205.


Sampai di sini dapat diringkas bahwa ketika sedang shalat, berdoa, dan menyebut nama Tuhan, kita dilarang mengeraskan suara. Artinya, ketika sedang shalat, berdoa, dan menyebut nama Tuhan, kita tidak membutuhkan pengeras suara.


PERINTAH AGAR TIDAK RIYA

Menurut Dep. Agama RI, riya ialah sesuatu amal perbuatan yang dilakukan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat. Dalam beribadah, kita dilarang untuk bersikap riya (107:4 sampai 107:6).


107:4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,


107:5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,


107:6. orang-orang yang berbuat riya,


Orang tidak boleh menggunakan pengeras suara di masjid dengan maksud agar dipuji orang atau terkenal di tengah masyarakat.


BERBUAT BAIK DAN ADIL

Penggunaan pengeras suara yang posisinya di luar masjid pada bagian yang tinggi dapat mengganggu orang lain. Hak orang lain untuk mendapatkan ketenangan menjadi hilang karena suara yang keluar dari pengeras suara semacam itu. Padahal, Allah memerintahkan kepada kita untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan kepada semua orang (16:90), sepanjang orang itu tidak memerangi karena agama dan mengusir orang Islam (60:8). Dengan kata lain, perbuatan baik dan perilaku adil harus diterapkan pada semua orang tanpa memandang agama dengan syarat bahwa orang itu tidak memerangi karena agama dan mengusir orang Islam.


16:90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.


60:8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.


KESIMPULAN

Penggunaan pengeras suara di bagian luar masjid bukan merupakan ajaran dalam Al Qur’an.