Minggu, 05 April 2009

PENGGUNAAN ALLAHU AKBAR

PENDAHULUAN

Kita kadang-kadang mendengar orang meneriakkan Allahu Akbar dalam suatu demonstrasi. Penulis juga pernah mendengar teriakan Allahu Akbar disertai kepalan tangan ke atas dalam suatu debat antar sesama muslim di sebuah stasiun televisi. Kita juga mendengar Allahu Akbar dalam suara yang keras ketika adzan dikumandangkan. Sudah benarkah cara penggunaan Allahu Akbar seperti itu? Makalah ini ditulis untuk menjawab hal tersebut berdasarkan Al Qur’an terjemahan Dep. Agama RI dalam program Al Qur’an digital versi 2.1.

ARTI ALLAHU AKBAR

Allahu akbar sering diartikan dengan Allah Maha Besar. Itu dapat dibaca dalam buku-buku pelajaran shalat dan teks terjemahan adzan di televisi. Akan tetapi, frase kata yang berarti Maha Besar dalam Al Qur’an bukan Akbar. Dalam Al Qur’an, ada 2 kata yang diartikan dengan Maha Besar, yaitu :

1. alkabiir (di antaranya dijumpai dalam 13:09 dan 40:12)

013.009 AA[a]limu alghaybi wa(al)shshah[a]dati alkabeeru almutaAA[a]l(i) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

013.009 He knoweth the unseen and that which is open: He is the Great, the Most High. (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

040.012 [Tha]likum bi-annahu i[tha] duAAiya All[a]hu wa[h]dahu kafartum wa-in yushrak bihi tu/minoo fa(a)l[h]ukmu lill[a]hi alAAaliyyi alkabeer(i) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

040.012 (The answer will be:) "This is because, when Allah was invoked as the Only (object of worship), ye did reject Faith, but when partners were joined to Him, ye believed! the Command is with Allah, Most High, Most Great!" (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

2. al’adhiim (di antaranya dijumpai dalam 69:52 dan 42:4)

069.052 Fasabbi[h] bi(i)smi rabbika alAAa{th}eem(i) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

069.052 So glorify the name of thy Lord Most High. (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

69:52. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar. (versi Dep. Agama RI)

042.004 Lahu m[a] fee a(l)ssam[a]w[a]ti wam[a] fee al-ar[d]i wahuwa alAAaliyyu alAAa{th}eem(u) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

042.004 To Him belongs all that is in the heavens and on earth: and He is Most High, Most Great. (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

Lalu, bagaimana dengan arti akbar? Berikut ini adalah transliterasi dan terjemahan 17:21 yang mengandung kata akbar.

17:21 On{th}ur kayfa fa[dd]aln[a] baAA[d]ahum AAal[a] baAA[d]in walal-[a]khiratu akbaru daraj[a]tin waakbaru taf[d]eel[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

17:21. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.

Cetakan tebal pada dua kutipan tersebut memnunjukkan bahwa arti akbaru atau akbar adalah lebih besar. Jadi, Allahu Akbar berarti Allah Lebih Besar, bukan Allah Maha Besar.

Mengapa Allahu Akbar tidak diterjemahakan dengan Allah Lebih Besar? Apakah penerjemahnya tidak mengetahuinya? Rasa-rasanya, itu tidak mungkin. Lalu, apakah ini merupakan usaha untuk menutupi suatu kesalahan? Seperti kita ketahui bahwa nama untuk menggambarkan kebesaran-Nya yang menggunakan kata Akbar tidak ada dalam Al Qur’an. Di sisi lain, nama Tuhan dalam Al Qur’an untuk menggambarkan kebesaran_Nya adalah Yang Maha Besar. Barangkali, agar kesalahan tersebut tidak kelihatan, Allahu Akbar kemudian diterjemahkan menjadi Allah Maha Besar. Informasi yang membingungkan semacam itu tentu berasal dari kitab yang tidak dibawa Nabi Muhammad. Kitab yang bukan berasal dari Allah dijumpai banyak hal-hal yang bertentangan (4:82). Kekeliruan semacam itu tidak terjadi jika kita hanya beriman kepada Nabi Muhammad yang membawa Al Qur’an.

4:82. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

PENGGUNAAN ALLAHU AKBAR

Sampai sekarang, Allahu Akbar diartikan sama dengan Allah Maha Besar. Dengan arti seperti itu, Allahu Akbar seharusnya diperlakukan sebagai nama Tuhan dan sebagai bacaan untuk memuji Allah. Konsekuensinya, penggunaan Allahu Akbar harus memperhatikan cara penyebutan nama Tuhan. Dalam penyebutan nama Tuhan, kita harus bersikap merendahkan diri dengan disertai rasa takut serta tidak mengeraskan suara (7:205).

7:205. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

Dalam kenyataan, Allahu Akbar yang diartikan sama dengan Allah Maha Besar digunakan sebagai pembakar semangat, misalnya dalam demonstrasi atau perdebatan. Dalam pengucapannya, Allahu Akbar diteriakan dengan keras yang kadang-kadang disertai kepalan tangan ke atas dengan ekspresi wajah bersemangat seolah-olah siap bertempur. Cara penggunaan Allahu Akbar yang seperti itu melanggar perintah Allah dalam 7:205 karena Allahu Akbar diucapkan dengan suara keras, dengan sikap tidak merendahkan diri, dan dengan sikap sedang tidak takut kepada Allah. Dalam hal ini, nama Tuhan telah disetarakan dengan pembakar semangat seperti Merdeka!, Maju terus!, atau Jangan menyerah!, dll.

Allah Maha Besar adalah nama Tuhan yang diperintahkan untuk digunakan dalam pemujian Allah (69:52) sehingga penggunaan nama Tuhan sebagai pembakar semangat dan alat untuk memanggil orang shalat adalah tindakan keliru. Tambahan, pengucapan nama Tuhan dengan keras dalam adzan juga tidak sesuai dengan perintah Allah dalam 7:205.

69:52. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.

PENUTUP

Meskipun sebenarnya berarti Allah Lebih Besar, Allahu Akbar diartikan sama dengan Allah Maha Besar. Penggunaan Allahu Akbar sebagai pembakar semangat dan pemanggil orang shalat tidak sesuai dengan Al Qur’an.