Sabtu, 10 Oktober 2009

MASJID MEGAH DAN MEWAH

PENDAHULUAN

Kita kadang-kadang melihat masjid yang megah dan mewah. Ada yang dihiasi dengan emas dan permata. Biaya pembuatannya pun tentu sangat besar pula. Padahal, masjid adalah milik Allah (72:18).


72:18. Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.


Mengingat bahwa masjid adalah milik Allah, perlakuan terhadap masjid dengan cara membuatnya mewah dan megah dapat diartikan bahwa Allah dianggap membutuhkan atau menyukai tempat yang mewah dan megah. Benarkah tindakan orang yang membuat masjid yang megah dan mewah? Makalah ini dibuat untuk membahas hal tersebut dengan menggunakan Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI yang terdapat dalam program Al Qur’an digital versi 2.1.


TAQWA SEBAGAI DASAR PENDIRIAN MASJID

Allah menerangkan bahwa suatu masjid hendaknya didirikan atas dasar taqwa (9:108 dan 9:109).


9:108. Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.


9:109. Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim.


Dapat dikatakan bahwa masjid adalah bentuk ekspresi orang bertaqwa. Konsekuensinya, pendiriannya pun harus memperhatikan perilaku orang bertaqwa. Salah satu ciri orang bertaqwa adalah menafkahkan harta di waktu lapang dan sempit (3:133 dan 3:144).


3:133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,


3:134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.


Dengan demikian, kemewahan dan kemegahan dalam suatu masjid tidak diperlukan. Biaya yang akan digunakan untuk membuat masjid yang mewah dan megah lebih baik diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (2:215).


2:215. Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.


Apakah ada orang yang mengira bahwa Allah membutuhkan harta? Coba kita simak ayat 47:36; 47:37; dan 47:38 berikut ini!


47:36. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.


47:37. Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu.


47:38. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.


Ketiga ayat tersebut menerangkan bahwa Allah tidak meminta harta kepada manusia. Jika Allah memerintahkan untuk memberikan sebagian hartanya di jalan Allah, itu tidak berarti bahwa Allah membutuhkan harta dari manusia. Allah adalah Maha Kaya. Jika kita kaya dan kemudian ingin mengekspresikan ketaqwaan kita, kita memberikan sebagian harta kita itu kepada orang yang berhak seperti disebutkan dalam 2:215, bukan mempersembahkannya ke Allah dengan cara mendirikan masjid yang megah dan mewah.


Allah-lah yang menjadikan perhiasan bagi manusia (3:14 dan 43:35). Kita tidak boleh memperlakukan Allah sama seperti manusia yang membutuhkan perhiasan.


3:14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).


43:35. Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.


Sebelum ditutup, marilah kita renungkan tentang berikut ini. Apakah mungkin Allah membiarkan banyak orang menderita sedangkan masjid yang menjadi milik Allah dalam kemewahan dan kemegahan?


PENUTUP

Masjid harus dibangun atas dasar taqwa. Masjid yang mewah dan megah tidak sesuai dengan ajaran Allah.