Minggu, 28 Februari 2010

MENGAPA BERIMAN KEPADA BUKHARI DAN MUSLIM?

PENDAHULUAN

Apakah anda beriman kepada penulis hadis bernama Bukhari dan Muslim? Jika jawabannya ”ya!”, maka penghuni neraka terbanyak adalah wanita. Mengapa bisa begitu? Dalam http://khairunnisahafizhah.multiply.com/journal/item/27 , disebutkan bahwa ada hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim yang isinya :


Rasulullah bersabda untuk para wanita:

"Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni neraka terbanyak."


Rasulullah saw. bersabda:

"Sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit jumlahnya adalah kaum wanita."


Orang yang percaya pada isi kitab hadis harus beriman kepada penulisnya lebih dahulu. Dalam contoh di atas, penulis kitab hadisnya adalah Bukhari dan Muslim. Hadisnya berisi berita bahwa penghuni neraka terbanyak adalah wanita. Orang yang percaya isi hadis tersebut adalah orang yang beriman kepada Bukhari dan Muslim. Mengapa orang tersebut tidak bisa dikatakan sebagai orang yang beriman kepada Nabi Muhammad? Jawabannya adalah karena Nabi Muhammad hanya menjadi tokoh dalam berita itu dan yang menyampaikan berita itu adalah Bukhari dan Muslim.


Penulis menggunakan kutipan hadis tersebut untuk menunjukkan bahwa beriman kepada penulis kitab hadis adalah perbuatan dosa. Al Qur’an terjemahan yang digunakan untuk membahas adalah karya Dep. Agama RI yang terdapat dalam Al Qur’an Digital versi 2.1.


CARA MEMBACA HADIS

Ketika membaca hadis, kita tidak boleh terpukau dengan frase ”Rasulullah bersabda”, ”Nabi bersabda”, dan yang sejenisnya. Jika itu dilakukan, kita akan seperti tersihir atau terpengaruh dan mungkin beranggapan bahwa yang bersabda di situ memang benar-benar Nabi Muhammad. Kemudian, karena kita beriman kepada Nabi Muhammad, lalu kita mempercayai isi hadis tersebut. Jika demikian, apa yang harus dilakukan? Yang harus dilakukan adalah menyadari bahwa isi hadis itu dikutip dari suatu kitab hadis yang ditulis oleh penulis kitab hadis.


Dalam kutipan hadis di bab pendahulan, penulis kitab hadis itu adalah Bukhari dan Muslim. Siapakah Bukhari dan Muslim? Apakah mereka Rasul Allah? Bukan! Oleh sebab itu, kita tidak boleh percaya atau beriman kepada Bukhari dan Muslim. Konsekuensinya, kita juga tidak boleh percaya pada isi kitab hadis itu. Jika kita beriman kepada Bukhari dan Muslim, kita akan termasuk orang yang berdosa karena tidak mematuhi perintah Allah! Allah sudah memerintahkan kepada kita agar hanya beriman pada manusia yang menjadi Rasul Allah (57:7).


57:7. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.


Berita bahwa penghuni neraka terbanyak adalah wanita merupakan berita yang dibuat oleh Bukhari dan Muslim sehingga berita tersebut tidak boleh dipercaya. Jika kita mempercayainya, kita termasuk orang berdosa. Jika ada orang yang mempercayainya, orang itu mengingkari ayat Allah dalam 57:7. Bagaimana penilaian Allah terhadap orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah? Jawabnya ada di ayat 29:49 berikut ini.


29:49. Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.


WANITA PENGHUNI SURGA

Berita yang wajib dipercaya atau diimani sepenuh hati adalah yang ada dalam Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, Rasul Allah. Menurut Al Qur’an, wanita yang beriman dan mengerjakan amal saleh akan dimasukkan surga (4:124).


4:124. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.


Agar menjadi orang beriman dan beramal saleh, wanita perlu mempelajari ajaran Allah dalam Al Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, para wanita hendaknya tidak boleh beriman kepada Bukhari dan Muslim dan penulis kitab hadis lainnya karena mereka bukan Rasul Allah.


BERITA BOHONG

Berita yang disampaikan Bukhari dan Muslim bahwa penghuni neraka terbanyak adalah wanita adalah berita bohong yang mencemarkan nama Nabi Muhammad. Dalam kasus ini, Nabi dijadikan sebagai seorang tokoh yang seolah-olah tidak mengetahui bahwa sesuatu yang ghaib adalah hanya Allah yang tahu. Setiap orang mengetahui bahwa peristiwa orang masuk surga adalah termasuk hal ghaib. Padahal, Nabi Muhammad telah menerima wahyu berupa Al Qur’an yang menjelaskan bahwa tidak ada orang yang mengetahui perkara yang ghaib, termasuk Nabi Muhammad, kecuali Allah (72:26, 27:65, dan 6:50).


72:26. (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.


27:65. Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.


6:50. Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"


Sesuatu yang semula ghaib menjadi tidak ghaib setelah Allah menceritakannya dalam Al Qur’an. Hal tersebut tersirat dalam 11:49.


11:49. Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.


Jadi, sekali lagi, berita bahwa penghuni neraka terbanyak adalah wanita merupakan berita bohong yang disampaikan Bukhari dan Muslim. Isi berita itu 100% adalah tanggungjawab Bukhari dan Muslim.


PENUTUP

Beriman kepada Bukhari dan Muslim dan para penulis kitab hadis lainya adalah perbuatan dosa karena mereka bukan Rasul Allah. Kita hanya diperintahkan beriman kepada manusia yang menjadi Rasul Allah. Orang yang beriman kepada Bukhari dan Muslim dan para penulis hadis lainnya telah mengingkari ayat Allah berikut ini.


57:7. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.