Sabtu, 20 Maret 2010

ZIKIR ALLAH

PENDAHULUAN

Akhir-akhir ini, di televisi sering ada tayangan kegiatan yang disebut dengan zikir. Dalam acara itu, orang yang berzikir berseragam putih dan seringkali memakai topi putih pula. Pesertanya banyak dan tentu saja diliput oleh wartawan televisi. Mereka membaca sesuatu berulang-ulang dengan suara yang penuh semangat sambil menggerakkan tubuh dan kepalanya. Ada di antara mereka yang meneteskan air mata dan ada pula yang seperti dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kegiatan itu pun mempunyai tujuan beranekaragam. Ada yang bertujuan untuk kesembuhan dari penyakit tetapi ada pula yang bertujuan lain.

Fenomena di atas mendorong penulis untuk mempelajari zikir menurut Al Qur’an. Al Qur’an terjemahan yang dipakai bervariasi. Apabila tidak disebut versinya, Al Qur’an terjemahan yang dimaksud adalah versi Dep. Agama RI yang ada dalam program komputer Al Qur’an digital versi 2.1.

ARTI KATA ZIKIR

Menurut kamus Arab Al Huda Arab-Indonesia karya Abu Khalid, MA (terbitan Penerbit Fajar Mulya, Surabaya), dzikrun berarti zikir, ingat, dan nama baik. Tampak bahwa kata zikir berasal dari bahasa Arab yang berarti ingat dan nama baik. Dalam konteks topik makalah ini, zikir berarti ingat. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata ingat termasuk dalam kelas kata verba atau kata kerja, yang berarti : berada dalam pikiran; tidak lupa; timbul kembali dalam pikiran; sadar; siuman; menaruh perhatian; memikirkan akan; hati-hati; berwas-was; mempertimbangkan (memikirkan akan nasib dsb). Ingat merupakan pekerjaan pikiran. Kata yang menerangkan pekerjaan orang agar menjadi ingat adalah mengingat. Meskipun zikir adalah sinomim ingat, penambahan awalan me pada zikir menjadi menzikir sebagai sinonim mengingat tampaknya belum lazim.

PERINTAH AGAR INGAT ALLAH (ZIKIR ALLAH)

Perintah agar kita ingat Allah ada dalam 33:41.

33:41. Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

Tampak dalam terjemahan di atas bahwa penerjemah menganggap zikir sebagai kata benda sehingga yang digunakan adalah berzikirlah, bukan zikirlah. Selain itu, tambahan dengan menyebut nama dalam kurung adalah tambahan yang diberikan oleh penerjemah. Terjemahan dari ayat tersebut yang lebih tepat mungkin adalah sbb. :

Hai orang-orang yang beriman, zikirlah/ingatlah Allah, penzikiran/pengingatan yang sebanyak-banyaknya.

Terjemahan hasil modifikasi penulis tersebut sesuai dengan terjemahan versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri berikut ini.

33:41. O you who believe! Remember Allah with much remembrance. (Hai orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan pengingatan yang banyak.) (Versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Ayat 33:41 dapat ditafsirkan bahwa kita diperintahkan agar ingat Allah dengan cara mengingat Allah sebanyak-banyaknya. Pengertian ingat Allah dan mengingat Allah perlu ditegaskan perbedaannya agar tidak membingungkan. Sebenarnya, yang diharapkan Allah adalah agar kita ingat Allah. Agar kita menjadi ingat Allah, kita diperintahkan mengingat Allah. Ingat Allah adalah tujuannya dan mengingat Allah adalah cara mencapainya.

Ayat-ayat lain yang menegaskan bahwa mengingat Allah adalah perintah Allah adalah 20:42 dan 62:10.

20:42. Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku;

62:10. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Yang tidak kalah pentingnya untuk dipahami adalah bahwa mengingat Allah adalah perintah Allah yang paling penting (29:45).

29:45. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Yang berada dalam kurung adalah tambahan penerjemah. Agar lebih jelas tentang kandungan dalam 29:45, terjemahan versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri disajikan di bawah ini.

29:45. Recite what has been revealed to you of the Book and establish prayer. Indeed, prayer prevents from immorality and evil deeds, and surely the remembrance of Allah is greatest. And Allah knows what you do. (Bacalah yang diwahyukan kepadamu dari Al Qur’an dan shalatlah! Sungguh, shalat mencegah dari perbuatan tidak bermoral dan jahat, dan sungguh pengingatan Allah adalah yang paling utama. Dan Allah mengetahui yang kamu kerjakan.) (Versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Sebagai perintah Allah, ingat Allah wajib diwujudkan dalam kehidupan kita. Orang-orang yang lupa mengingat Allah termasuk golongan syaitan (58:19).

58:19. Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.

RINTANGAN DALAM MENGINGAT ALLAH

Rintangan untuk mewujudkan pikiran yang ingat Allah kadang-kadang terjadi. Di antara rintangan tersebut adalah harta dan anak-anak (63:9), kesenangan (hobi) (38:32), dan gangguan syaitan (5:91).

63:9. Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

38:32. maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan."

5:91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

CARA MENGINGAT ALLAH

Cara mengingat Allah yang pertama adalah melakukan shalat (20:14).

20:14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Cara mengingat Allah yang kedua adalah dengan mengingat nama Tuhan (73:8), yaitu Nama-nama Paling Bagus (20:8).

73:8. And remember the name of your Lord and devote yourself to Him with a (complete) devotion. (Dan ingatlah nama Tuhanmu dan abdikanlah dirimu untuk Dia dengan pengabdian yang sebenar-benarnya.) (Versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

20:8. Allah - there is no god except Him. To Him belong the Most Beautiful Names. (Allah-tidak ada tuhan kecuali Dia. Dia mempunyai Nama-nama Paling Bagus.) (Versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Kita dapat mengingat nama Tuhan yang mudah yaitu Allah atau Ar-Rahman (17:110). Karena Allah mengetahui segala bahasa, dapat saja kita mengingat nama-Nya dalam bahasa Indonesia.

17:110. Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu."

Nama-nama Tuhan yang lain banyak disebutkan dalam Al Qur’an. Satu contoh ayat yang mengandung nama Tuhan adalah 59:24.

59:24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Mengingat bahwa Tuhan mempunyai Nama-nama Paling Bagus, mengingat nama Tuhan pada dasarnya merupakan bentuk Pujian untuk-Nya. Memuji Allah adalah perintah Allah (25:58).

25:58. Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

Dalam terjemahan di atas ada kata yang masih perlu diterjemahkan lagi, yaitu bertasbihlah. Kata tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut karena orang sering mengaitkannya dengan benda bernama tasbih, yaitu sejenis kalung yang tersusun oleh benda bulat dengan jumlah tertentu. Untuk itu, Al Qur’an terjemahan perkata versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri disajikan berikut ini.

25:58. And put your trust in the Ever-Living, One Who does not die, and glorify with His Praise. And sufficient is He as being All-Aware regarding the sins of His slaves, (Percayakanlah kepada Yang Hidup Kekal, Yang Tidak Mati, dan memujilah dengan Pujian untuk-Nya. Dan cukuplah Dia sebagai yang mengetahui segala dosa-dosa hamba-Nya.) (Versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Tampak dalam terjemahan di atas bahwa yang dimasuksud dengan bertasbihlah adalah memujilah. Ini berarti bahwa ketika memuji Allah, kita tidak memerlukan benda bernama tasbih.

Cara mengingat nama Tuhan adalah seperti yang dijelaskan dalam 7:205 berikut ini.

7:205. And remember your Lord within yourself in humility and in fear and without loudness in words in the mornings and evenings. And do not be among the heedless. (Dan ingatlah Tuhanmu dalam dirimu dengan sikap rendah hati dan rasa takut dan tanpa kata-kata yang keras pada waktu pagi dan petang.) (Versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Implikasi dari 7:205 adalah bahwa ketika kita mengingat nama Tuhan, kita harus bersikap merendahkan hati dan disertai rasa takut. Selain itu, mengingat Allah dengan tanpa kata-kata yang keras berarti bahwa ketika mengingat Allah, kita tidak harus mengeluarkan suara atau kita dapat melakukannya di dalam hati. Artinya, kita dapat melakukannya dengan mengeluarkan suara yang lembut atau dengan melakukannya di dalam hati.

Cara mengingat Allah yang ketiga adalah dengan berdiri, duduk, atau berbaring sambil memikirkan penciptaan langit dan bumi (3:191). Yang dapat dipikirkan tentang penciptaan langit dan bumi mencakup semua ciptaan Allah di langit dan bumi, seperti sistem tubuh manusia, sistem planet, sistem ekologis, perilaku binatang, budaya, hukum fisika, hukum kimia, dll. Memikirkan penciptaan langit dan bumi adalah suatu bentuk pemujian Allah yang lain karena hal tersebut akan menunjukkan kehebatan dan kebesaran kekuasaan-Nya. Selanjutnya, kekaguman yang muncul akan mendorong hati kita untuk memuji-Nya.

3:191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Dapat disampaikan dengan sistematika yang berbeda bahwa mengingat Allah dapat dilakukan dengan shalat dan pemujian Allah. Pemujian Allah dapat berupa pengingatan nama Tuhan dan perenungan penciptaan langit dan bumi.

Cara shalat dan cara pemujian Allah berserta waktu pelaksanaannya sudah dibahas dalam makalah berjudul “Waktu dan Cara Shalat Menurut Al Qur’an” dalam blog ini. Silakan klik di sini di sini agar diperoleh penjelasan yang lebih rinci.

MANFAAT ZIKIR (INGAT) ALLAH

Zikir (ingat) Allah menyebabkan hati kita menjadi tenteram (13:28).

13:28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Selain itu, orang yang ingat Allah akan ditolong Allah. Hal itu pernah dialami oleh Nabi Yunus, seperti dikisahkan dalam Al Qur’an (37:143 dan 37:144). Dalam kisah itu, Beliau dikeluarkan dari perut ikan karena termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah.

37:143. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,

37:144. niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

Selain itu, dalam 29:45 disebutkan bahwa shalat dapat mencegah perbuatan tidak bermoral dan jahat. Padahal, shalat adalah cara untuk mengingat Allah. Jadi, ingat Allah dapat mencegah perbuatan tidak bermoral dan jahat.

PENUTUP

Demikianlah hasil pengajian Al Qur’an tentang zikir yang dilakukan penulis sampai hari ini. Menurut penulis, cara zikir yang benar adalah yang diajarkan Allah dalam Al Qur’an.