Selasa, 27 April 2010

CARA MASUK SURGA

PENDAHULUAN

Mau pilih yang mana? Surga atau neraka? Surga (kadang ditulis syurga atau sorga) adalah tempat yang penuh kenikmatan (76:20) sedangkan neraka adalah tempat berupa api yang bergolak (75:15). Tentu saja, kita akan memilih surga. Akan tetapi, bagaimana cara masuk surga?

76:20. Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

70:15. Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak,

Penulis akan membahas cara agar dapat dimasukkan ke dalam surga dengan Al Qur’an terjemahan. Al Qur’an terjemahan yang dipakai adalah karya Dep. Agama RI dalam program komputer Al Qur’an digital versi 2.1.

HARI KIAMAT

Pembahasan tentang surga dan neraka tidak bisa lepas dari pembahasan tentang hari kiamat. Hari kiamat terdiri dari dua tahap. Kiamat tahap pertama yang ditandai dengan peniupan sangkakala (semacam terompet) adalah berupa kematian semua yang di langit dan di bumi kecuali yang dikehendaki Allah sedangkan kiamat tahap kedua, yang juga ditandai dengan peniupan sangkakala, adalah berupa kehidupan kembali orang-orang yang sudah mati (39:68). Waktu kejadian hari kiamat hanya diketahui oleh Allah (53:58).

39:68. Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

53:58. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.

PENIUPAN SANGKAKALA PERTAMA

Hari kiamat tahap pertama adalah berupa peristiwa kehancuran langit dan bumi. Dalam Al Qur’an digambarkan tentang keadaan bumi, gunung, laut, matahari, bintang, dan makhluk hidup pada saat kiamat terjadi.

Pada hari itu, bumi dan gunung bergoncang (73:14) dengan goncangan bumi yang dahsyat (56:4). Bumi dan gunung-gunung diangkat dan dibuat saling berbenturan (69:14).

73:14. Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.

56:4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

69:14. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

Gunung berjalan (52:10). Kemudian, gunung-gunung dihancurkan (81:3 dan 56:5) menjadi seperti pasir (73:14) atau debu (77:10 dan 56:6) atau bulu yang berterbangan (70:9) dan berhamburan (101:5). Lautan dibuat meluap (81:6).

52:10. dan gunung benar-benar berjalan.

81:3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

56:5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,

56:6. maka jadilah ia debu yang beterbangan,

73:14. Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.

77:10. dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu,

70:9. dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan),

101:5. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

81:6. dan apabila lautan dijadikan meluap

Langit berguncang (52:9) dan terbelah (69:16 dan 77:9). Langit berwarna merah mawar seperti minyak (53:37) dan menjadi seperti luluhan perak (70:8). Dan, akhirnya langit dilenyapkan (81:11).

52:9. pada hari ketika langit benar-benar bergoncang,

69:16. dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

77:9. dan apabila langit telah dibelah,

55:37. Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.

70:8. Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak,

81:11. dan apabila langit dilenyapkan,

Bintang-bintang berjatuhan (81:2). Matahari dan bintang-bintang dimusnahkan (81:1 dan 77:8).

81:2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

81:1. Apabila matahari digulung,

77:8. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan,

Manusia seperti anai-anai yang bertebaran (101:4). Unta bunting ditinggalkan (81:4) sedangkan binatang liar dikumpulkan (81:5). Pada hari itu, anak-anak menjadi beruban (73:17).

101:4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,

81:4. dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)

81:5. dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

73:17. Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.

Setelah kiamat tahap pertama berupa kehancuran langit dan bumi selesai, Allah menciptakan langit dan bumi yang lain (14:48) (Frase di padang Mahsyar dalam kurung adalah tambahan penerjemah dan tidak ada dalam Al Qur’an.). Di bumi yang lain inilah manusia akan dihidupkan kembali (23:16).

14:48. (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

PENIUPAN SANGKAKALA KEDUA

Manusia Dihidupkan Kembali

Selanjutnya, sangkakala yang kedua ditiup. Pada hari itu, manusia dihidupkan kembali (23:16) dan akan tampak ke luar dari bumi yang terbelah-belah (50:44).

23:16. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.

50:44. (Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.

Tubuh manusia yang semula berupa tulang belulang dan kemudian hancur menyatu dengan tanah akan dihidupkan kembali seperti semula (36:78 dan 36:79). Dijelaskan dalam 75:3 dan 75:4 bahwa jari jemari yang sudah hancur pun akan tersusun kembali dengan sempurna.

36:78. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"

36:79. Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.

75:3. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?

75:4. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

Perhitungan Amal

Selama hidup di dunia, Allah mencatat amal-amal kita dan pada hari kiamat semua amal kita akan diberitakan kepada kita meskipun kita telah melupakannya (58:6).

58:6. Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Setelah dihidupkan kembali, perhitungan amal baik dan amal jahat manusia ketika hidup di dunia dilakukan (99:6 sampai 99:8). Dalam perhitungan itu, Allah menggunakan timbangan (21:47).

99:6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,

99:7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

99:8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula

21:47. Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.

Dalam penimbangan itu, berat amal baik dan berat amal jahat dibandingkan. Amal baik akan menghapus amal jahat (11:114). Jika berat amal baiknya lebih besar daripada berat amal jahatnya, orang itu akan dimasukkan ke dalam surga (101:6; 101:7; dan 23:102). Dan sebaliknya, jika berat amal baiknya lebih kecil daripada berat amal jahatnya, orang itu dimasukkan ke dalam neraka (101:8; 101:9; dan 23:103).

11:114. Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

101:6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

101:7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

101:8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

101:9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah

23:102. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.

23:103. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

Dalam memberikan penilaian berat suatu amal, Allah memberikan penilaian yang lebih besar pada amal baik daripada amal jahat. Tiap amal baik akan diberi bobot 10 kali lipat amalnya sedangkan tiap amal jahat akan diberi bobot seimbang dengan kejahatannya (6:160).

6:160. Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Yang Dimasukkan ke dalam Surga

Orang yang beriman kepada Allah dan beramal saleh (baik) akan dimasukkan ke dalam surga secara kekal karena kesalahan-kesalahannya (amal jahatnya) akan dihapus (64:9). Dengan cara perhitungan amal yang memberikan bobot lebih besar pada amal baik (6:160), berat timbangan amal baik orang beriman kepada Allah dan beramal saleh akan lebih tinggi daripada berat timbangan amal jahatnya sehingga amal jahatnya dihapus dan kemudian ia dimasukkan ke dalam surga.

64:9. (Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.

Mengingat pentingnya ayat ini, penulis akan mempertegas lagi dengan Al Qur’an terjemahan perkata versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri berikut ini.

64:9. The Day He will assemble you for the Day of the Assembly, that will be the Day of mutual loss and gain. And whoever believes in Allah and does righteous deeds, He will remove from him his evil deeds and He will admit him to Gardens underneath which rivers flow, therein they will abide forever. That is the great success. (Hari ketika Dia akan mengumpulkanmu pada Hari Pengumpulan, yang akan menjadi Hari yang merugikan tetapi juga menguntungkan. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan beramal baik, Dia akan menghapus darinya amal-amal jahatnya dan Dia akan mengijinkannya memasuki Surga yang di bawahnya sungai-sungai mengalir, di dalamnya mereka tinggal selamanya. Ini adalah keberhasilan yang besar.) (versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Orang yang ingin dimasukkan ke dalam surga harus beriman kepada Allah dan beramal saleh ketika menjalani hidup di dunia. Perlu digarisbawahi bahwa beriman kepada Allah dan beramal saleh adalah merupakan satu kesatuan. Artinya, amal saleh yang dilakukan harus dilandasi dengan keimanan kepada Allah. Demikian pula, kepercayaan kepada Allah harus dibuktikan dengan menjalankan semua ajaran Allah dalam Al Qur’an.

Percaya pada keberadaan Allah saja tidak sama dengan beriman kepada Allah. Hal ini terjadi pada iblis. Iblis merupakan makhluk Allah yang mengakui keberadaan dan kekuasaan Allah, dan bahkan pernah berdialog dengan Allah ketika penciptaan manusia pertama, yaitu Adam (38:72 sampai 38:76). Meskipun demikian, iblis dikategorikan sebagai kafir (tidak beriman) (38:74) karena tidak tunduk pada perintah Allah agar sujud kepada Adam.

38:72. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya."

38:73. Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,

38:74. kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.

38:75. Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?."

38:76. Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

Amal saleh yang dimaksud adalah amal baik yang dilandasi dengan keimanan kepada Allah, yang diwujudkan dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Dengan demikian, beriman kepada Allah dan beramal shaleh pada dasarnya sama dengan bertakwa kepada Allah. Hal itu terlihat jelas dari kesamaan balasan orang yang beriman kepada Allah dan beramal saleh dan balasan orang yang bertakwa kepada Allah, yaitu akan dihapus kesalahan-kesalahannya (65:5) dan dimasukkan ke dalam surga (68:34)

65:5. Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.

68:34. Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) syurga-syurga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.

Menjadi orang yang bertakwa kepada Allah tidak selalu mudah karena manusia mempunyai kelemahan. Allah memahami hal tersebut dan memerintahkan agar kita bertakwa menurut kesanggupan kita (64:16). Walaupun demikian, Allah memerintahkan kita agar berusaha secara sungguh-sungguh agar menjadi orang yang bertakwa jika ingin dimasukkan ke dalam surga (17:19).

64:16. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

17:19. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.

Selain itu, kita tidak dapat mengetahui secara pasti nasib kita kelak setelah dihidupkan kembali. Kita tidak dapat mengingat semua amal kita (58:6). Dan yang sangat penting untuk selalu diingat adalah bahwa kita tidak boleh merasa diri kita suci dan hanya Allah saja yang paling mengetahui orang-orang yang bertakwa (53:32).

53:32. (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Yang dapat digarisbawahi di sini adalah bahwa orang beriman kepada Allah yang berbuat kejahatan tidak akan disiksa di neraka lebih dahulu agar dapat masuk ke dalam surga. Akan tetapi, orang beriman kepada Allah yang berbuat kejahatan dapat dimasukkan ke dalam surga jika berat amal kebaikannya lebih besar dari berat amal kejahatannya. Selain itu, orang yang dimasukkan ke dalam surga adalah orang yang tidak mempunyai dosa (kesalahan) lagi karena dosanya sudah dihapus Allah.

Persepsi bahwa orang berdosa akan disiksa di neraka lebih dahulu sebelum dimasukkan ke surga telah dimiliki oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Al Qur’an pada jaman Nabi Muhammad. Hal tersebut tersurat dalam 2:80. Persepsi tersebut adalah salah dan yang benar adalah seperti yang dijelaskan dalam 2 ayat berikutnya, yaitu 2:81 dan 2:82. Kedua ayat tersebut menerangkan bahwa orang yang telah ditetapkan masuk neraka karena amalnya di dunia akan berada di neraka selamanya dan orang yang telah ditetapkan masuk surga karena amalnya di dunia akan berada di surga selamanya. Selain itu, kedua ayat tersebut juga menegaskan bahwa surga adalah tempat orang beriman dan beramal saleh sedangkan neraka adalah tempat orang yang tidak beriman dan beramal saleh.

2:80. Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"

2:81. (Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

2:82. Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

Sebelum melangkah lebih lanjut, ada pengertian beberapa istilah yang perlu diklarifikasi agar tidak membingungkan. Dosa adalah sama dengan kesalahan. Amal jahat pada dasarnya juga merupakan kesalahan. Di sisi lain, lawan kata amal baik adalah amal buruk. Oleh karena itu, dosa, kesalahan, amal buruk, dan amal jahat mempunyai arti yang sama.

Yang Dimasukkan ke dalam Neraka

Pada hari kiamat kelak, hanya ada dua pilihan tempat tinggal, yaitu surga atau neraka. Oleh sebab itu, penghuni neraka adalah orang yang tidak beriman kepada Allah dan beramal saleh atau orang yang tidak bertakwa kepada Allah.

Penghuni neraka adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah (kafir) dan mendustakan ayat-ayat Allah (64:10). Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka selama-lamanya.

64:10. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Amal-amal orang kafir akan dihapus (47:8 dan 47:9). Artinya. meskipun beramal saleh, orang kafir akan dimasukkan ke neraka karena amal salehnya akan dihapus Allah.

47:8. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka.

47:9. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka

Selain itu, orang dapat dimasukkan ke dalam neraka karena menyekutukan Allah (mempunyai tuhan selain Allah). Dosa yang diperbuat karena menyekutukan Allah disebut dosa syirik dan dosa ini tidak diampuni Allah (4:48 dan 4:116). Dengan demikian, pada saat dilakukan perhitungan amal, dosa orang itu tidak terhapus sehingga tidak bisa masuk ke dalam surga. Akibatnya, orang yang menyekutukan Allah (orang musyrik) akan dimasukkan ke dalam neraka (9:113).

4:48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

4:116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

9:113. Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.

Jadi, orang yang tidak beriman kepada Allah dan orang yang menyekutukan Allah (mempunyai tuhan selain Allah) akan dimasukkan ke dalam neraka. Dengan demikian, orang yang masuk neraka tidak akan pernah masuk surga, dan sebaliknya, orang yang masuk surga pasti tidak akan pernah masuk neraka.

Bagaimana jika ada orang yang mengaku beriman kepada Allah tetapi berat amal baiknya lebih kecil dari pada amal jahatnya? Orang tersebut tidak termasuk orang yang beriman kepada Allah dan beramal saleh. Orang semacam ini mungkin dijumpai dalam masyarakat. Agama yang tertulis di KTP islam tetapi amal jahatnya lebih banyak daripada amal baiknya. Orang semacam ini tidak tergolong orang yang beriman kepada Allah dan beramal saleh sehingga dosa-dosanya tidak dihapus dan kelak akan dimasukkan ke dalam neraka.

Proses Masuk ke dalam Surga Atau Neraka

Setelah dilakukan perhitungan (hisab) amal, tiap orang akan diberi kitab hasil perhitungan amalnya. Jika kitab itu diberi dari kanan (84:7 sampai 84:9 dan 69:19 sampai 69:22), orang itu dimasukkan ke dalam surga. Jika kitab itu diberi dari belakang (84:10 sampai 84:12) atau dari kiri (69:25 sampai 69:31), orang itu dimasukkan ke dalam neraka.

84:7. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,

84:8. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,

84:9. dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.

84:10. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,

84:11. maka dia akan berteriak: "Celakalah aku."

84:12. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

69:19. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)."

69:20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.

69:21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,

69:22. dalam syurga yang tinggi,

69:25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).

69:26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.

69:27. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.

69:28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.

69:29. Telah hilang kekuasaanku daripadaku."

69:30. (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.

69:31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

Orang yang menerima kitabnya dari kanan termasuk golongan kanan dan termasuk orang-orang yang dimuliakan (56;8). Orang yang menerima kitabnya dari kiri termasuk golongan kiri dan termasuk orang-orang yang sengsara (56:9).

56:8. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.

56:9. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

DUA GOLONGAN PENGHUNI SURGA

Penghuni surga dibagi menjadi 2 golongan. Golongan pertama adalah orang-orang yang beriman paling dahulu, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan beramal saleh pada masa Rasul Allah sedang mengajarkan ajaran Allah. Mereka dimasukkan ke dalam surga (56:10 sampai 56:14). Di antara mereka mungkin ada yang gugur atau meninggal ketika berjuang di jalan Allah (3:157). Amal saleh mereka yang berbobot tinggi adalah perjuangan mereka bersama para Rasul Allah dalam menegakkan agama Allah. Golongan kedua adalah orang-orang beriman kepada Allah dan beramal saleh yang hidup sesudah golongan pertama di atas.

56:10. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,

56:11. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.

56:12. Berada dalam jannah kenikmatan

56:13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

56:14. dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian

3:157. Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.

PENUTUP

Jika ingin masuk surga, kita harus beriman kepada Allah dan beramal saleh (baik). Hanya itu caranya. Cara beriman kepada Allah dan beramal saleh dijelaskan dalam Al Qur’an. Pengajian Al Qur’an terjemahan tentang cara masuk surga dicukupkan sampai di sini dahulu.