Sabtu, 22 Mei 2010

ISLAM SEBAGAI AGAMA

PENDAHULUAN

Bagaimana cara masuk islam? Itulah pertanyaan yang kadang-kadang kita dengar. Benarkah pertanyaan seperti itu? Mengapa memakai masuk islam? Apakah islam suatu perkumpulan atau organisasi sehingga orang harus memasukinya?


Makalah ini membahas tentang islam sebagai agama secara singkat menurut Al Qur’an. Al Qur’an terjemahan yang digunakan terutama adalah karya Dep. Agama RI dalam Al Qur’an digital 2.1. Jika Al Qur’an terjemahan lain digunakan, versinya disebutkan.


ISTILAH AGAMA ISLAM DALAM AL QUR’AN

Dalam Al Qur’an, tidak ada kata agama. Kata agama dalam Al Qur’an terjemahan adalah terjemahan dari kata diin, yang ada dalam beberapa bentuk, antara lain diinikum, diinakum, dan diinan (5:3); lilddiini dan alddiinu (30:30); alddiina (3:19); bidiinikum (49:16); alddiini (2:256); serta diinukum dan diini (109:6). Pembaca yang tidak bisa membaca tulisan Arab, seperti penulis sendiri, dapat mengecek transliterasi ayat-ayat tersebut dalam Qur'an Viewer software v2.913.


Apakah agama islam merupakan terjemahan dari kata-kata dalam ayat-ayat Al Qur’an? Marilah kita cermati ayat 3:85 terjemahan berikut ini!


3:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.


003.085 Waman yabtaghi ghayra al-isl[a]mi deenan falan yuqbala minhu wahuwa fee al-[a]khirati mina alkh[a]sireen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)


Dalam terjemahan di atas ada agama islam. Akan tetapi, agama islam di situ adalah terjemahan dari al-isl[a]mi deenan atau dalam transliterasi lain al-islaami diinan. Frase tersebut akan menjadi islam agama jika diterjemahkan. Tentu saja, islam agama tidak mempunyai arti logis. Agar menjadi lebih jelas, ada baiknya kita pelajari terjemahan kata-perkata versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri berikut ini.















Jika terjemahan perkata dari ayat 3:85 disusun secara literal, akan diperoleh terjemahan sbb:


Dan siapapun mencari selain islam (sebagai) agama maka tidak akan pernah diterima darinya dan ia dalam akhirat (akan menjadi) dari yang kalah.


Oleh Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri, terjemahan itu dibuat menjadi sebagai berikut.


3:85. And whoever seeks a religion other than Islam - it will never be accepted from him, and he, in the Hereafter, will be among the losers. (Dan siapapun yang mencari suatu agama selain islam-tidak akan diterima darinya, dan ia, dalam Akhirat akan menjadi di antara yang kalah.) (versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)


Sampai di sini dapat disampaikan bahwa agama islam bukan merupakan terjemahan dari kata-kata dalam ayat-ayat Al Qur’an. Yang ada adalah bahwa islam (al-islaami) dan agama (diinan) merupakan dua kata yang terpisah. Jika digabung, keduanya akan menjadi islam sebagai agama. Artinya, islam adalah suatu agama. Penggunaan agama dalam agama islam sebenarnya mubazir karena dalam islam sudah terkandung pengertian agama. Artinya, dengan menyebut islam, kita sudah memahaminya sebagai suatu agama.


ISLAM SEBAGAI AGAMA

Dalam 42:13 dijelaskan bahwa wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah merupakan suatu agama. Dengan kata-kata lain, islam yang dikenal sekarang adalah suatu agama berupa wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad.


042.013 The same religion has He established for you as that which He enjoined on Noah - the which We have sent by inspiration to thee - and that which We enjoined on Abraham, Moses, and Jesus: Namely, that ye should remain steadfast in religion, and make no divisions therein: to those who worship other things than Allah, hard is the (way) to which thou callest them. Allah chooses to Himself those whom He pleases, and guides to Himself those who turn (to Him). (Agama yang sama telah Dia tetapkan bagimu seperti agama yang Dia perintahkan kepada Nuh -agama yang Kami sampaikan melalui wahyu kepada kamu -dan agama yang Kami perintahkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa: Yaitu, bahwa kamu harus tetap setia dalam agama, dan tidak membuat bagian-bagian di situ: bagi yang menyembah selain Allah, adalah sulit bagimu untuk menyeru mereka. Allah memilih untuk diri-Nya orang yang Dia kehendaki, dan membimbing kepada diri-Nya orang yang mendekati-Nya.) (Versi Abdullah Yusuf Ali.)


Agama yang ditetapkan Allah kepada Nuh, Muhammad, Ibrahim, Musa, dan Isa adalah sama (42:13). Memang, Allah menyatakan bahwa di sisi-Nya hanya ada satu agama, yaitu islam (3:19). Dengan kalimat lain, agama yang diajarkan Nuh, Muhammad, Ibrahim, Musa, dan Isa adalah islam.


3:19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.


Dalam DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913, islam berarti submission to the will of Allah, yang dalam bahasa Indonesia berarti penyerahan diri pada kehendak Allah. Islam berarti penyerahan diri pada kehendak Allah. Di sisi lain, islam ialah agama yang disampaikan kepada Rasul Allah berupa wahyu dari Allah. Jadi, islam sebagai suatu agama adalah kehendak Allah yang diwahyukan kepada Rasul Allah yang harus ditaati manusia.


Dalam 42:13, Allah memerintahkan orang islam (termasuk umat Nuh, umat Ibrahim, umat Musa, umat Isa, dan umat Muhammad) agar tetap setia pada islam dan melarang orang islam menjadi terpecah-belah menjadi beberapa bagian atau golongan atau kelompok. Yang menarik untuk diperhatikan adalah bahwa perpecahan agama yang terjadi disebabkan oleh perilaku mempersekutukan Allah (30:31 dan 30:32). Hal ini mudah diterima akal karena jika orang islam (termasuk umat Nuh, umat Ibrahim, umat Musa, umat Isa, dan umat Muhammad) hanya beriman kepada Allah saja, islam tidak akan terpecah belah. Yang menyebabkan perpecahan dalam islam adalah keberadaan orang yang beriman kepada selain wahyu yang diturunkan kepada para Rasul Allah, yang itu dapat berupa wahyu Allah yang telah dirubah atau memang bukan wahyu dari Allah. Dengan kata-kata lain, di antara kelompok-kelompok atau bagian-bagian atau golongan-golongan yang saling berseberangan, ada yang mempunyai tuhan selain Allah, baik secara terang-terangan maupun secara terselubung. Selain itu, dalam 30:32, Allah menunjukkan ciri-ciri kelompok-kelompok itu, yaitu membanggakan kelompoknya masing-masing. Di antara tanda kebanggaan itu adalah sikap menganggap kelompok yang berbeda dari kelompoknya sebagai kelompok sesat.


30:31. dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,


30:32. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.


Hubungan antara orang-orang yang menyekutukan Allah dan perpecahan agama penting untuk dicermati. Apakah islam yang kita anut terdapat ajaran yang berasal dari wahyu Allah yang telah dirubah atau ajaran yang memang bukan wahyu dari Allah? Jangan sampai kita mengikuti ajaran dari selain Allah karena jika demikian, kita secara tidak langsung dapat dianggap telah menempatkan yang memberi ajaran tersebut sebagai tuhan selain Allah. Ini penting untuk direnungkan karena orang yang mempersekutukan Allah akan dimasukkan neraka (5:72).


5:72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.


Sampai hari ini, kita masih dapat mengamati perilaku membentuk bagian atau kelompok atau golongan dalam islam yang diajarkan para Rasul Allah (Nuh, Muhammad, Ibrahim, Musa, dan Isa). Kelompok-kelompok tersebut antara lain islam versi sunni, islam versi shi’ah, islam versi ahlul sunnah wal jama’ah, islam versi ahmadiyah, islam vesi muhammadiyah, islam versi NU, kristen, katolik, yahudi, dan kelompok-kelompok lainnya yang mungkin ada. Tampaknya mereka lupa bahwa membentuk bagian atau kelompok atau golongan dalam islam adalah bentuk pelanggaran perintah Allah dalam 42:13.


MUSLIM

Kata muslim dijumpai dalam berbagai bentuk kata, yaitu almuslimeen(a), muslimoon(a), musliman, dan muslimeen(a). Semuanya bermakna berserah diri. Dalam konteks ini, muslim adalah julukan yang diberikan kepada orang yang berserah diri pada kehendak Allah. Silakan pembaca memperhatikan terjemahan dan transliterasi ayat-ayat Al Qur’an berikut ini!


039.012 Waomirtu li-an akoona awwala almuslimeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)


39:12. Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri."


027.042 Falamm[a] j[a]at qeela ah[a]ka[tha] AAarshuki q[a]lat kaannahu huwa waooteen[a] alAAilma min qablih[a] wakunn[a] muslimeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)


27:42. Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri."


010.090 Waj[a]wazn[a] bibanee isr[a]-eela alba[h]ra faatbaAAahum firAAawnu wajunooduhu baghyan waAAadwan [h]att[a] i[tha] adrakahu algharaqu q[a]la [a]mantu annahu l[a] il[a]ha ill[a] alla[th]ee [a]manat bihi banoo isr[a]-eela waan[a] mina almuslimeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)


10:90. Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."


003.067 M[a] k[a]na ibr[a]heemu yahoodiyyan wal[a] na[s]r[a]niyyan wal[a]kin k[a]na [h]aneefan musliman wam[a] k[a]na mina almushrikeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)


3:67. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.


003.052 Falamm[a] a[h]assa AAees[a] minhumu alkufra q[a]la man an[sa]ree il[a] All[a]hi q[a]la al[h]aw[a]riyyoona na[h]nu an[sa]ru All[a]hi [a]mann[a] bi(A)ll[a]hi wa(i)shhad bi-ann[a] muslimoon(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)


3:52. Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.


Muslim adalah istilah yang berlaku pada jaman Nabi Sulaiman (27:42), Nabi Musa (10:90), Nabi Ibrahim (3:67), Nabi Isa (3:52), dan Nabi Muhammad (39:12). Dengan demikian, pengikut Nabi Sulaiman, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad disebut muslim. Nabi Muhammad adalah orang pertama yang diperintahkan menjadi muslim (berserah diri) pada jamannya (39:12).


Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa islam bukan merupakan perkumpulan atau organisasi. Frase masuk islam adalah tidak tepat. Yang tepat adalah menjadi muslim.


CARA MENJADI MUSLIM

Orang yang berserah diri pada kehendak Allah disebut muslim. Oleh karena itu, cara menjadi muslim adalah dengan berserah diri pada kehendak Allah. Persoalannya, seperti apakah kehendak Allah yang dimaksud? Di dunia ini, ada banyak informasi yang oleh orang yang mempercayainya dianggap sebagai informasi dari Allah. Akan tetapi, bagaimana cara memilihnya sedangkan kita tidak pernah bisa bertanya pada para Rasul Allah? Menurut penulis, caranya adalah dengan mencari suatu kitab yang dibuat oleh Tuhan yang menciptakan kita semua.


Orang membutuhkan agama karena ingin mencari tahu tentang Tuhannya. Banyak masalah dalam hidup ini yang segera membutuhkan jawaban. Siapakah aku? Mengapa aku menjadi ada? Untuk apa? Ada banyak pertanyaan lainnya. Akhirnya, dia akan bertanya tentang penciptanya. Penciptanya itulah Tuhannya. Oleh karena itu, orang perlu mencari informasi dari Tuhan yang menciptakan manusia.


Dua ayat pertama dari wahyu yang diterima pertama kali oleh Nabi Muhammad seperti tertulis dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut.


96:1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,


96:2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.


Rasa-rasanya, kedua ayat tersebut menjawab pertanyaan orang yang mencari informasi dari Tuhan yang menciptakan manusia. Dalam kedua ayat tersebut, Tuhan memperkenalkan diri sebagai pencipta manusia. Selanjutnya, informasi dari Tuhan akan diperoleh jika orang membaca Al Qur’an. Dengan mempelajari Al Qur’an, orang akan mengetahui kehendak Tuhan yang harus dipatuhi. Jadi, Al Qur’an adalah kitab yang tepat untuk mengetahui kehendak Allah.


Apa bedanya Tuhan dan Allah? Tuhan mempunyai banyak nama. Allah adalah salah satu nama Tuhan (17:110).


17:110. Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu."


Sampai di sini dapat disampaikan bahwa untuk menjadi muslim, orang harus beriman (percaya) kepada Al Qur’an karena di dalamnya terkandung kehendak Allah. Agar bisa beriman kepada Al Qur’an, orang harus beriman kepada orang yang menerima wahyu Allah, yaitu Nabi Muhammad. Meskipun demikian, dalam kenyataan, sebagian masyarakat menganggap bahwa seseorang yang ingin menjadi muslim dituntut untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Jika kita diminta mengucapkannya, ucapan tersebut hendaknya dipandang sebagai bentuk penyesuaian dengan budaya masyarakat setempat yang mungkin dibutuhkan dalam pergaulan. Ini penting untuk disadari karena kita tidak perlu memberitahukan agama kita kepada Allah karena Allah Maha Mengetahu (49:16).


49:16. Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?"


Akhirnya, untuk menjadi muslim, orang harus mengetahui dan mematuhi semua kehendak Allah seperti yang tertulis dalam Al Qur’an. Inilah yang paling penting. Selain itu, sikap berserah diri kepada kehendak Allah merupakan bukti keislaman seseorang.


PENUTUP

Makalah tentang islam sebagai agama sampai di sini dahulu.