Rabu, 29 Desember 2010

MAKHLUK HIDUP GHAIB : MALAIKAT, JIN, SYAITAN, DAN IBLIS

PENDAHULUAN

Di samping flora, fauna, dan manusia, Allah menciptakan makhluk hidup yang ghaib (tidak kelihatan). Makhluk hidup ghaib yang disebutkan dalam Al Qur’an meliputi malaikat, iblis, syaitan, dan jin. Penulis tertarik untuk mengungkap gambaran makhluk ghaib tersebut dalam makalah ini. Pengungkapan tersebut dilakukan dengan bantuan Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI yang terdapat dalam program Al Qur’an Digital versi 2.1.

JIN

Jin diciptakan agar mengabdi kepada Allah (51:56). Jin diciptakan dari api (55:15), lebih dahulu dari penciptaan manusia (15:27).

51:56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

55:15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

15:27. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.

IBLIS

Iblis adalah nama jin yang tidak mau bersujud kepada Adam ketika Adam baru diciptakan (18:50). Ayat 18:50 juga menegaskan bahwa Iblis adalah bukan malaikat yang membangkang, seperti yang kadang-kadang dinyatakan oleh sejumlah orang.

18:50. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.

Nama jin lain yang disebut dalam Al Qur’an adalah ‘Ifrit (27:39).

27:39. Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."

SYAITAN

Syaitan adalah sebutan lain untuk jin. Dalam 21:82 dan 38:37 disebutkan bahwa yang bekerja untuk Sulaiman adalah syaitan sedangkan dalam 34:12 dan 27:12 disebutkan bahwa yang bekerja untuk Sulaiman adalah jin. Jadi, syaitan dan jin adalah sebutan untuk makhluk ghaib yang sama.

21:82. Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu,

38:37. dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam,

34:12. Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

27:17. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

Selain itu, petunjuk bahwa jin dan syaitan adalah sama juga terdapat dalam ayat-ayat yang menceritakan kisah pembangkangan Iblis pada waktu Adam diciptakan (38:75 sampai 38:83). Dalam 38:82, Iblis bertekad akan menyesatkan manusia. Namun, yang disebut sebagai pihak yang menyesatkan manusia bernama Adam adalah syaitan, bukan Iblis (20:120 dan 20:121). Padahal, Iblis adalah nama makhluk ghaib dari golongan jin (18:50). Oleh karena itu, syaitan dan jin adalah sebutan untuk makhluk ghaib yang sama.

38:75. Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?."

38:76. Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

38:77. Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,

38:78. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan."

38:79. Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan."

38:80. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

38:81. sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)."

38:82. Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,

38:83. kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.

20:120. Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"

20:121. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.

Petunjuk lain bahwa jin dan syaitan adalah sama terdapat dalam 72:8 dan 15:18. Dalam 72:8 (Surat Jin ayat 8), kami adalah jin. Dengan demikian, jin atau syaitan akan diserang dengan api jika mencoba mengetahui rahasia atau berita dari langit. Jadi, sekali lagi ini menegaskan bahwa syaitan adalah sama dengan jin.

72:8. dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,

15:18. kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.

GOLONGAN JIN ATAU SYAITAN BERDASARKAN KETAATAN

Ada jin atau syaitan yang taat dan yang tidak taat kepada Allah. Petunjuk bahwa ada jin atau syaitan yang taat dan tidak taat kepada Allah adalah 72:11. Dalam ayat tersebut, kami adalah para jin. Perlu diingat bahwa penggunaan kata orang-orang dalam 72:11 sesungguhnya tidak tepat karena orang-orang adalah kata ganti untuk manusia.

72:11. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

Contoh jin atau syaitan yang taat kepada Allah adalah yang bekerja untuk Sulaiman (34:12). Contoh jin atau syaitan yang tidak taat kepada Allah adalah jin bernama Iblis dan jin yang mengganggu Ayyub (38:41).

34:12. Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

38:41. Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan."

Jin atau syaitan yang tidak taat kepada Allah disebut dengan syaitan yang terkutuk.

15:17. dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk,

16:98. Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Sebagai tambahan, Iblis adalah jin yang terkutuk (38:76 dan 38:77). Dengan kalimat lain, Iblis adalah syaitan yang terkutuk. Penggunaan kata orang dalam 39:77 sesungguhnya tidak tepat karena orang adalah kata ganti untuk manusia.

38:76. Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

38:77. Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,

Kata syaitan juga digunakan untuk menyatakan manusia atau jin yang berperilaku seperti syaitan yang tidak taat kepada Allah. Hal ini dijumpai dalam 6:112. Jadi, di samping berarti sama dengan jin, syaitan juga berarti makhluk hidup yang berperilaku seperti syaitan yang terkutuk (tidak taat kepada Allah).

6:112. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

SIFAT JIN ATAU SYAITAN YANG TIDAK TAAT

Syaitan yang tidak taat kepada Allah mampu membuat seseorang menjadi lupa terhadap sesuatu (18:63, 12:42, dan 6:68).

18:63. Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."

12:42. Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua: "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu." Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.

6:68. Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

Syaitan yang tidak taat kepada Allah adalah pandai menipu (35:5).

35:5. Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.

Syaitan yang tidak taat kepada Allah tidak mau menolong manusia (25:29).

25:29. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

Gangguan syaitan yang tidak taat kepada Allah dapat menyebabkan seseorang menjadi memandang baik perbuatan-perbuatannya yang buruk, terhalang dari jalan (Allah), dan mempunyai angan-angan kosong, dan tertipu oleh janji-janjinya yang penuh tipuan (29:38 dan 4:120).

29:38. Dan (juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam,

4:120. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.

SYAITAN MUSUH MANUSIA

Syaitan adalah masuh manusia yang menginginkan manusia menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (35:6). Menurut penulis, syaitan yang dimaksud adalah syaitan atau jin yang tidak taat kepada Allah.

35:6. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Bagaimana dengan syaitan atau jin yang taat kepada Allah? Apakah mereka juga musuh kita? Menurut penulis, kita tidak bisa membedakan syaitan yang taat dan yang tidak taat kepada Allah. Bahkan melihatnya pun kita tidak bisa (7:27). Karena keterbatasan pengetahuan manusia yang terbatas tersebut, kita tidak boleh berteman dengan syaitan atau jin (22:4). Selain itu, disebutkan dalam Surat Al Jin bahwa jin yang taat kepada Allah mengetahui bahwa meminta perlindungan kepada jin adalah dilarang (72:6) sehingga mereka juga tidak akan mendorong manusia agar berteman dengan jin dan mau menjadi pelindung manusia.

7:27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

22:4. yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.

72:6. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Tambahan, manusia akan terdorong untuk menuhankan jin atau syaitan karena mereka tidak kelihatan meskipun jin atau syaitan tersebut taat kepada Allah. Sejarah menunjukkan bahwa manusia pernah menuhankan malaikat (43:20). Hal serupa mungkin akan dilakukan manusia terhadap para jin. Oleh karena itu, manusia dilarang berteman dengan semua jin atau syaitan.

43:20. Dan mereka berkata: "Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)." Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka.

Syaitan yang bekerja untuk Sulaiman adalah mereka yang dikehendaki Allah. Apakah mungkin Allah akan menghendaki yang dialami Sulaiman terjadi pada diri kita? Menurut penulis, kita tidak perlu mempersoalkannya. Yang jelas, Allah tidak mengijinkan hambanya untuk berteman dengan syaitan atau jin.

MALAIKAT

Malaikat adalah Utusan Allah (Rasul Allah) yang mempunyai sayap dengan jumlah yang bervariasi, yaitu 2 sayap, 3 sayap, atau 4 sayap (35:1). Dalam menjalankan tugasnya sebagai Utusan Allah ketika berinteraksi dengan manusia, malaikat menampakkan dirinya sebagai manusia. Hal ini terungkap dalam pertemuan Ibrahim dengan malaikat (11:70). Selain itu, kejadian tersebut juga menerangkan secara tidak langsung bahwa manusia tidak dapat melihat malaikat dalam wujudnya yang asli.

35:1. Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

11:70. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth."

Berbeda dengan jin atau syaitan, semua malaikat taat kepada Allah (7:206).

7:206. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud.

Ada pula malaikat yang diturunkan ke bumi sebagai godaan bagi manusia. Hal ini terungkap dalam surat 2:102. Dikisahkan secara singkat dalam ayat tersebut bahwa ada dua malaikat bernama Harut dan Marut yang mempunyai kemampuan melakukan sihir di Babilon. Mereka berdua tidak bersedia mengajarkan sihir kepada manusia tetapi orang-orang di sana mempelajarinya dari dua malaikat tersebut. Menurut penulis, dalam hal ini, orang-orang tersebut memaksa kedua malaikat tersebut agar bersedia mengajari sihir kepada mereka.

2:102. And they followed what the devils had recited over the kingdom of Sulaiman. It was not Sulaiman who disbelieved, but the devils disbelieved, teaching people magic and that which was sent down to the two angels, Harut and Marut in Babylon. But neither of these two taught anyone unless they had said, “We are only a trial, so do not disbelieve (by practicing magic).” And (yet) they learnt from those two that by which they cause separation between a man and his wife. But they could not harm anyone with it except by Allah’s permission. And they learn that which harms them and does not profit them. And indeed they knew that whoever purchased it (i.e., magic) would not have any share in the Hereafter. And surely evil is that for which they sold themselves, if they only knew. (Dan mereka mengikuti yang syaitan-syaitan baca pada masa kerajaan Sulaiman. Bukanlah Sulaiman yang tidak beriman, tetapi syaitan-syaitanlah yang tidak beriman, mengajari sihir dan itulah yang diberikan kepada dua malaikat, Harut dan Marut di Babilon. Tetapi, kedua-duanya tidak mengajari siapapun kecuali mereka berkata, “Kami hanya suatu godaan, maka jangan tidak beriman (dengan melakukan sihir).” Dan (walupun demikian) mereka belajar dari dua malaikat tersebut bahwa dengan sihir itu mereka membuat perceraian antara seorang suami dan istrinya. Tetapi mereka tidak dapat membuat menderita siapapun dengan sihir itu kecuali dengan ijin Allah. Dan mereka mempelajarinya yang membuat menderita diri mereka dan tidak menguntungkan mereka. Dan sungguh mereka mengetahui bahwa siapapun yang membelinya (sihir) akan tidak mempunyai tempat di Akhirat. Dan pastilah kejahatan bahwa mereka menjual diri mereka sendiri, jika saja mereka mengetahui.) (versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Dijelaskan juga dalam 2:102 bahwa kemampuan melakukan sihir diperoleh dengan membeli. Kemampuan melakukan sihir dibeli dengan kenikmatan kehidupan di akhirat. Artinya, orang yang membeli kemampuan melakukan sihir akan merugi dan menderita di akhirat kelak.

Ada malaikat-malaikat yang bertugas menjaga manusia (13:11). Dalam transliterasinya, sesungguhnya tidak ada kata yang berarti malaikat dalam 13:11. Penafsiran seperti itu dapat dipahami karena makhluk hidup ghaib yang paling mungkin menjalankan tugas tersebut adalah malaikat. Selain itu, kita sendiri tidak dapat merasakan keberadaan mereka.

13:11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

013.011 Lahu muAAaqqib[a]tun min bayni yadayhi wamin khalfihi ya[h]fa{th}oonahu min amri All[a]hi inna All[a]ha l[a] yughayyiru m[a] biqawmin [h]att[a] yughayyiroo m[a] bi-anfusihim wa-i[tha] ar[a]da All[a]hu biqawmin soo-an fal[a] maradda lahu wam[a] lahum min doonihi min w[a]l(in) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

PENUTUP

Makalah tentang makhluk ghaib dalam Al Qur’an dicukupkan sampai di sini. Perubahan mungkin akan terjadi mengikuti perubahan persepsi penulis.