Minggu, 23 Januari 2011

KONSER AMAL

PENDAHULUAN

Ketika terjadi bencana, seringkali diselenggarakan konser musik yang bertujuan untuk penggalangan dana. Ada yang menyebutnya dengan konser amal. Para musisi dan penyanyi bersedia tidak dibayar atas jasanya dalam konser semacam itu. Menurut mereka, keuntungan dari konser tersebut akan diberikan kepada para korban bencana. Sepintas lalu, kegiatan semacam itu adalah baik karena tujuannya adalah ingin membantu orang lain yang dalam penderitaan. Akan tetapi, bagaimana jika kegiatan tersebut ditinjau dari Al Qur’an?

KONSER AMAL DAN SEDEKAH

Membantu korban dalam suatu bencana dapat disamakan dengan bersedekah. Korban bencana yang semula termasuk orang kaya dapat menjadi miskin secara tiba-tiba. Bagi orang miskin, bencana hanya akan menambah kemiskinannya. Sudah barang tentu, ada juga korban bencana yang masih tetap kaya meskipun bencana menimpanya. Korban bencana yang masih tetap kaya tersebut tidak berhak mendapat sedekah karena sedekah diberikan kepada orang miskin (2:215).

2:215. Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (versi Dep. Agama RI)

Siapa yang bersedekah dalam konser amal? Penonton, para artis, atau panitia? Marilah kita bahas satu per satu. Sepintas lalu, para penonton adalah pihak yang bersedekah karena mereka yang mengeluarkan uang. Akan tetapi, uang tersebut kemudian menjadi milik panitia sebagai bentuk keuntungan penyelenggaraan konser. Dapat dikatakan bahwa setelah konser, uang penonton telah menjadi milik panitia konser. Penonton bukan pihak yang bersedekah karena mereka menyerahkan uangnya untuk menonton konser. Selanjutnya, para artis tidak mengambil honornya dan menyerahkannya kepada panitia untuk diberikan kepada para korban bencana. Dengan demikian, uang yang terkumpul menjadi milik panitia dan kemudian diberikan kepada para korban bencana. Oleh karena itu, yang bersedekah dalam konser amal adalah panitia dan para artis. Panitia bersedekah dengan keuntungan konser sedangkan para artis bersedekah dengan honor konser.

Meskipun panitia konser mengatakan bahwa uang tersebut adalah sumbangan dari para penonton, tetap saja uang tersebut adalah sumbangan panitia dan para artis. Dengan kalimat lain, panitia dan para artis mencari uang untuk membantu bencana dengan cara meminta uang kepada penonton konser. Jadi, para penonton konser tidak bersedekah dalam konser amal.

Persoalan selanjutnya, apakah para penonton merasa telah bersedekah? Konser amal bertujuan untuk menolong korban bencana. Dapat dikatakan bahwa kata amal di situ sesungguhnya bermaksud amal sedekah. Jika ingin bersedekah, orang harus melakukannya dengan hanya mengharap keridhaan Allah (2:272). Artinya, sedekah tersebut harus dilakukan hanya karena Allah.

2:272. Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan). (versi Dep. Agama RI)

Dalam konser amal, para penonton membeli tiket konser. Uang penonton yang digunakan untuk membeli tiket konser adalah bukan merupakan sedekah tetapi merupakan ongkos untuk melihat konser. Dengan kalimat lain, uang tersebut dikeluarkan bukan karena mengharapkan ridha Allah saja. Hal ini menjadi sangat berbahaya karena konser amal mendorong penonton bersedekah secara keliru.

Persoalannya akan menjadi lain jika niat si pembeli tiket konser adalah memang ingin melihat konser. Mungkin saja seseorang sudah memberi sedekah kepada korban bencana secara mandiri sebelum melihat konser amal. Dalam hal ini, uang yang digunakan untuk membeli tiket adalah untuk membeli jasa hiburan.

Bagi panitia konser dan para artis, uang yang diberikan kepada para korban bencana merupakan sedekah mereka jika diberikan dengan hanya mengharap keridhaan Allah saja. Di sisi lain, para penonton dianggap tidak sedang bersedekah karena mereka hanya membayar konser amal. Tampak di sini ketidakadilan dalam konser amal.

Jika para penonton berdalih bahwa mereka menonton konser amal sambil bersedekah, perbuatan musyrik terselubung telah hadir dalam konser tersebut. Dalam hal ini, niatnya menjadi bersifat mendua, yaitu beramal karena Allah dan karena konser. Tidak tertutup kemungkinan, posisi konser dapat lebih utama daripada Allah. Inilah yang perlu diwaspadai.

Perlu diingat pula bahwa yang menjadi daya tarik konser amal adalah para artis pendukung konser tersebut. Para penonton rela membeli tiket untuk menonton artis pujaannya. Para artis harus memahami bahwa mereka telah dijadikan idola oleh para penggemarnya. Dalam bahasa Inggris, idola sama dengan idol yang berarti berhala. Dengan demikian, para artis dijadikan sebagai berhala oleh para penggemarnya. Mereka memuja berhala-berhala mereka dan bersedia melakukan sesuatu demi berhala-berhala mereka. Sangat mungkin terjadi, para penonton berbondong-bondong ke konser amal karena artis berhala mereka. Dan perlu kita ingat bahwa menyembah berhala adalah perbuatan dosa besar yang membawa kita ke neraka (29:25).

29:25. Dan berkata Ibrahim: "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu mela'nati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali- kali tak ada bagimu para penolongpun. (versi Dep. Agama RI)

Ada baiknya, terjemahan 29:25 dalam bahasa Inggris disajikan untuk memperlihatkan bahwa idol sama dengan berhala. Kata idols yang bergaris bawah berikut ini diterjemahkan menjadi berhala-berhala dalam terjemahan versi Dep. Agama RI,

029.025 And he said: "For you, ye have taken (for worship) idols besides Allah, out of mutual love and regard between yourselves in this life; but on the Day of Judgment ye shall disown each other and curse each other: and your abode will be the Fire, and ye shall have none to help." (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

Jika benar-benar ingin memberi bantuan kepada korban bencana karena Allah, panitia penyelenggara dan para artis tidak perlu menyelenggarakan konser amal. Panitia dapat mengerahkan para artis untuk menghimpun dana sukarela dari para penggemarnya tanpa melalui konser. Dalam hal ini, para artis hendaknya menanggalkan baju keartisannya untuk menghapus citra sebagai berhala bagi para penggemarnya. Para artis juga dapat mengambil sebagian kekayaannya. Kemudian, mereka dapat mengumpulkan kekayaan lagi dalam konser-konser bersifat bisnis pada kesempatan yang lain.

KONSER AMAL DAN KEPANTASAN

Konser amal juga tidak pantas dilakukan karena kemeriahan dalam konser bertentangan dengan kesedihan yang dirasakan para korban bencana. Berbuat yang pantas termasuk perbuatan yang diperintahkan dalam Al Qur’an ( 17:28). Meskipun ayat tersebut tidak menerangkan tentang kepantasan dalam konser amal, di dalamnya terkandung ajaran bahwa berbuat yang pantas adalah diperintahkan.

17:28. Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas. (versi Dep. Agama RI)

PENUTUP

Konser amal sebaiknya tidak diselenggarakan karena mendorong penonton tidak memahami arti bersedekah, menimbulkan kemusyrikan terselubung, dan bertentangan dengan kesedihan yang dirasakan para korban bencana. Panitia pengumpul bantuan bencana cukup meminta bantuan kepada para artis. Para artis juga dapat menghimpun bantuan dari para penggemarnya tanpa melalui konser.