Jumat, 18 Februari 2011

JODOH DI TANGAN TUHAN?

PENDAHULUAN

Jodoh bermakna pasangan hidup. Bagi seorang pria, jodohnya adalah seorang wanita. Dan sebaliknya, jodoh seorang wanita adalah seorang pria. Untuk menemukan jodohnya, manusia harus mencarinya. Jika sudah bertemu jodohnya, pasangan pria-wanita kemudian melakukan pernikahan.

Ada ungkapan yang menyebutkan bahwa jodoh di tangan Tuhan. Bagi yang belum beristri, ungkapan tersebut mempunyai arti yang sangat penting. Benarkah ungkapan tersebut? Untuk menjawabnya, penulis akan membahasnya dengan menggunakan Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI yang terdapat dalam program komputer Al Qur’an Digital versi 2.1.

MANUSIA PERTAMA DAN JODOHNYA

Manusia sekarang adalah keturunan seorang pria yang diberi jodoh yang diciptakan dari dirinya (4:1). Ayat 4:1 menjelaskan tentang manusia pertama dan istrinya. Setelah manusia pertama tercipta, seorang istri diciptakan dari tubuh manusia pertama tersebut. Tidak dijelaskan proses penciptaan istrinya tersebut. Barangkali, penciptaan tersebut dilakukan melalui suatu rekayasa genetika yang belum dipahami manusia. Dalam ayat tersebut, jodoh manusia pertama benar-benar ditentukan Tuhan. Jadi, ayat tersebut tidak mengandung informasi bahwa jodoh manusia sekarang ditentukan Tuhan.

4:1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

PASANGAN PRIA DAN WANITA

Memang benar bahwa Allah menciptakan pasangan pria dan wanita (53:45). Namun, ini tidak berarti bahwa penciptaan seorang pria atau seorang wanita disertai penciptaan masing-masing jodohnya dan kemudian keduanya bertemu dalam perkawinan. Ayat tersebut hanya menjelaskan bahwa pria dan wanita adalah berpasangan dalam kehidupan ini. Masing-masing saling membutuhkan.

53:45. dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.

Menurut kodratnya, seorang manusia akan hidup normal jika ditemani pasangan hidupnya. Suatu pasangan suami-istri akan merasakan ketenteraman yang tidak didapatkan jika masing-masing hidup sendiri (30:21). Mereka diikat oleh rasa kasih sayang yang diciptakan-Nya.

30:21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Rasa kasih sayang yang dijelaskan dalam 30:21 merupakan fenomenon umum yang dapat terjadi ketika pria dan wanita berinteraksi. Rasa tersebut dapat menyebabkan seseorang merasakan rindu, cemas, benci, salah tingkah, berdebar-debar, semangat, dan perasaan yang dialami orang sedang jatuh cinta lainnya. Rasa kasih sayang memang merupakan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Namun, seseorang yang sudah punya pasangan hidup atau pacar dapat pula mempunyai rasa kasih sayang kepada lawan jenis yang lain. Dengan demikian, rasa kasih sayang yang dimiliki seseorang bukan merupakan petunjuk bahwa orang yang disayanginya adalah jodoh yang dikehendaki Tuhan.

Tambahan, rasa suka kepada seorang lawan jenis belum menjamin pencapaian keadaan yang lebih baik. Demikian pula, rasa benci kepada seorang lawan jenis belum tentu akan berbuah keburukan. Pendapat tersebut didasarkan pada 2:216. Oleh karena itu, rasa kasih sayang tidak selalu dapat dijadikan pegangan seseorang ketika memilih jodohnya.

2:216. Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

PERANAN TUHAN

Jodoh adalah kebutuhan hidup manusia. Dengan kalimat lain, jodoh adalah rejeki. Ada orang yang dengan mudah menemukan jodohnya. Akan tetapi, ada pula yang mengalami kesulitan mendapatkan jodohnya. Ini sesungguhnya sesuai dengan sifat jodoh sebagai rejeki. Selain itu, rejeki seseorang juga ditentukan oleh rejeki pasangan hidupnya. Padahal, yang melapangkan dan menyempitkan rejeki seseorang adalah Tuhan (17:30). Oleh karena itu, jodoh memang ditentukan Tuhan.

17:30. Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Jodoh juga berkaitan dengan perilaku manusia. Tuhan memberikan pasangan hidup kepada orang sesuai dengan perilakunya (24:26). Jadi, jodoh ditentukan Tuhan.

24:26. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).

PERANAN MANUSIA

Akan tetapi, benarkah Tuhan menciptakan satu orang tertentu yang akan menjadi jodoh kita? Ataukah, Tuhan memberi keleluasaan kepada kita untuk menentukan pilihan?

Tampaknya, Tuhan memberikan kebebasan hamba-Nya untuk memilih jodohnya. Hal ini tercermin pada jodoh Nabi Muhammad. Dijelaskan dalam 66:5 bahwa Nabi boleh menceraikan istrinya dan akan diganti dengan yang baru jika benar-benar Nabi menceraikannya. Selain itu, Nabi juga diberi kebebasan memilih istrinya (33:50). Tambahan, perceraian adalah suatu peristiwa yang wajar terjadi dalam sebuah perkawinan. Pasangan yang bercerai diberikan rejeki oleh Allah (4:130). Ini berarti bahwa jodoh seseorang juga ditentukan oleh pilihan manusia dan dapat berubah tergantung pada perkembangan selama menjalin hubungan.

66:5. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

33:50. Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

4:130. Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.

PENUTUP

Jodoh seseorang tergantung pada pilihannya sendiri dan kehendak Tuhan. Perbaikan makalah ini mungkin akan dilakukan jika terjadi perubahan persepsi pada diri pnulis.