Sabtu, 19 November 2011

TERJEMAHAN AYAT AL QURAN BERMASALAH

Suatu hari, penulis menjumpai terjemahan Al Qur’an ayat 16:44 dalam buku Sifat Shalat Nabi karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang diterjemahkan oleh Muhammad Thalib terbitan Media Hidayah, Yogyakarta, halaman 41. Kutipan terjemahan tersebut adalah sbb. :
Dan Kami telah menurunkan kepadamu Adz-Dzikir untuk engkau jelaskan kepada manusia dengan rinci apa yang Kami turunkan kepada mereka.“ (QS An-Nahl 16:44).
Kesan yang dapat ditangkap dari terjemahan tersebut adalah bahwa Nabi Muhammad (di situ disebut dengan engkau) diperintahkan supaya menjelaskan Adz-Dzikir kepada manusia dengan rinci apa yang diturunkan Allah kepada umat manusia. Yang dimaksud dengan Adz-Dzikir adalah Peringatan (sesuatu yang membuat orang menjadi ingat). Kemudian, kita terpengaruh untuk menafsirkan frase yang Kami turunkan kepada mereka adalah Al Qur’an karena dalam ayat ini disebutkan engkau (Nabi Muhammad). Yang diturunkan kepada Nabi adalah Peringatan sedangkan yang Kami turunkan kepada mereka adalah Al Qur’an. Padahal, Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad. Jadi, Peringatan yang dimaksud adalah Al Qur’an. Oleh karena itu, terjemahan di atas akan membuat yang membacanya berpersepsi bahwa Nabi Muhammad diperintahkan supaya menjelaskan Al Qur’an kepada manusia dengan rinci. Terjemahan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk menggunakan kitab hadis sebagai pedoman.
Benarkah terjemahan 16:44 dalam buku tersebut? Marilah kita bandingkan dengan terjemahan versi Dep. Agama RI berikut ini.
16:44. keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, (versi Dep. Agama RI)
Ternyata, kutipan terjemahan dalam buku tersebut tidak lengkap karena kurang dua frase yaitu keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab dan supaya mereka memikirkan. Selain itu, tidak ada frase yang artinya sama atau kurang lebih sama dengan dengan rinci. Dengan demikian, dengan rinci hanyalah rekayasa penerjemah. Dari sini saja kita dapat berkesimpulan bahwa terjemahan 16:44 dalam buku tersebut tidak dapat dipercaya.
Lalu, apa kandungan atau pesan dalam 16:44? Penulis akan menggunakan terjemahan versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri untuk menjawab pertanyaan tersebut.
16:44. (We sent them) with clear proofs and the Books. And We sent Remembrance that you may make clear to mankind what has been sent down to them and that they may reflect. (Kami mengirim mereka) dengan bukti-bukti yang jelas dan Kitab-kitab. Dan Kami mengirim Peringatan sehingga kamu bisa membuat jelas kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan semoga mereka merenungkan.) (Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)
Mereka yang dimaksud adalah umat manusia. Maksudnya, Allah telah mengirim para Rasul dengan bukti-bukti yang jelas beserta Kitab-kitab-Nya kepada umat manusia. Nabi Muhammad dikirimi Peringatan dalam bentuk Al Qur’an agar bisa membuat jelas Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya kepada umat manusia. Barangkali, sejalan dengan perubahan waktu, ada isi Kitab-kitab Allah yang telah berubah sehingga menjadi tidak jelas. Oleh karena itu, mereka dihimbau agar mau memikirkan, atau merenungkan kembali.
Sampai di sini dapat diketahui bahwa kutipan terjemahan 16:44 dalam buku tersebut menimbulkan persepsi yang salah. Sebagai peringatan untuk kita semua, perilaku mengutip Al Qur’an terjemahan secara tidak lengkap sebenarnya termasuk perbuatan menyembunyikan ayat Al Qur’an sehingga termasuk perbuatan dosa (2:159). Selain itu, merekayasa sesuatu agar menyimpang dari kebenaran, termasuk merekayasa Al Qur’an terjemahan, demi memenuhi hawa nafsu juga termasuk perbuatan dosa (4:135).
2:159. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela'nati, (versi Dep. Agama RI)
4:135. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (versi Dep. Agama RI)