Jumat, 23 Maret 2012

AWAS ADA SYAITAN!

PENDAHULUAN

Judul di atas merupakan suatu ungkapan untuk mengingatkan semua orang agar waspada terhadap godaan syaitan. Kewaspadaan tersebut perlu diwujudkan mengingat bahwa syaitan tidak kelihatan oleh mata manusia (7:27) sehingga berpotensi menyebabkan kelengahan manusia terhadap godaan syaitan.

7:27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

Makalah ini ditulis untuk menumbuhkan kewaspadaan terhafap godaan syaitan. Al Qur’an terjemaham yang digunakan adalah versi Dep. Depag. RI yang terdapat dalam program komputer Al Qur’an digital. Jika terjemahan lain digunakan, versinya akan disebutkan.

KISAH ADAM DAN IBLIS

Godaan syaitan terhadap manusia berhubungan dengan kisah Adam dan Iblis. Kisah tentang permusuhan Iblis dan Adam berserta keturunannya dalam ayat-ayat Al Qur’an terjemahan adalah seperti berikut ini.

17:61. Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"

17:62. Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil."

17:63. Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.

17:64. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.

17:65. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga."

Ayat-ayat lain yang menjelaskan sikap permusuhan Iblis kepada Adam dan kerurunannya juga dijumpai dalam ayat 7:16 sampai 7:18, 15:39 sampai 15:43, dan 38:82 sampai 38:83.

7:16. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

7:17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

17:18. Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya."

15:39. Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

15:40. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka."

15:41. Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).

15:42. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

15:43. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.

38:82. Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,

38:83. kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.

Paparan ayat-ayat terjemahan Al Qur’an di atas menunjukkan bahwa kisah sikap permusuhan Iblis kepada Adam dan keturunannya diulang berkali-kali yaitu disampaikan sampai 4 kali. Bagi penulis, ini merupakan pertanda bahwa kisah tersebut mengandung pelajaran yang sangat penting. Sebelum membahas pelajaran tersebut, alangkah baiknya jika membahas hubungan antara Iblis dan syaitan lebih dahulu karena dalam judul makalah ini tidak disebutkan kata Iblis.

Dalam 20:120 dan 20:121 diterangkan bahwa yang menggoda Adam dan istrinya sehingga tersesat adalah syaitan, bukan Iblis. Ini berarti bahwa Iblis dan syaitan menerangkan makhluk yang sama. Artinya, Iblis adalah nama syaitan. Dengan kalimat lain, Adam adalah nama manusia sedangkan Iblis adalah nama syaitan. Oleh karena itu, yang dikatakan Iblis dalam ayat-ayat yang dipaparkan sebelumnya adalah sama dengan yang dikatakan syaitan.

20:120. Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"

20:121. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.

Di samping itu, dalam terjemahan versi Dep. Agama RI ada terjemahan yang menyebutkan istilah mukhlis (15:40 dan 38:83). Penulis merasa kurang jelas dengan terjemahan tersebut sehingga perlu menggunakan terjemahan versi lain.

15:40. Except, among them,Your sincere slaves.” (“Kecuali, di antara mereka, hamba-Mu yang sungguh-sungguh.”) (versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

15:83. Except Your chosen slaves among them.” (“Kecuali hamba-Mu terpilih di antara mereka.”) (versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Meskipun demikian, terjemahan kedua ayat versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri tersebut masih membingungkan juga karena keduanya berbeda meskipun kedua ayat tersebut berbunyi sama persis. Berikut ini adalah transliterasinya yang dikopi dari DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910.

015.040 Ill[a] AAib[a]daka minhumu almukhla[s]een(a)

038.083 Ill[a] AAib[a]daka minhumu almukhla[s]een(a)

Agar lebih mantap penulis mengeceknya dengan arti kata menurut akar (root) yang ada di The Project Root List dalam http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm. Berikut ini adalah kutipannya.

Kh-Lam-Sad = To be pure/genuine/unmixed/clear, to be safe/secure/free from embarrassment or difficulty or destruction, to withdraw/retire/part from the company of people, to come/approach/reach, make a thing clear or pure, explain/expound/interpret, act with reciprocal purity towards someone, to be pure and sincere, to appropriate a thing or person purely to oneself, to purely or sincerely believe (free of hypocrisy).

khalasa vb. (1)
perf. act. 12:80
pcple. act. 2:94, 6:139, 7:32, 16:66, 33:50, 38:46, 39:3

akhlasa vb. (4)
perf. act. 4:146, 38:46
pcple. act. 2:139, 7:29, 10:22, 29:65, 31:32, 39:2, 39:11, 39:14, 40:14, 40:65, 98:5
pcple. pass.
12:24, 15:40, 19:51, 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, 37:169, 38:83

istakhlasa vb. (10) impf. act. 12:54

Dalam kutipan di atas, tampak bahwa akar Kh-Lam-Sad terdapat dalam 15:40 dan 38:83 dalam bentuk akhlasa. Menurut penulis, arti akar Kh-Lam-Sad dalam kedua ayat tersebut yang sesuai adalah to be pure/genuine/unmixed/clear yang terjemahannya murni/tulus/tidak tercampur/jernih. Menurut penulis, arti akar tersebut dapat dinyatakan dengan satu kata yaitu murni. Hamba Allah yang murni berarti budak Allah yang tidak palsu atau budak Allah sebenar-benarnya atau budak Allah yang sungguh-sungguh, yaitu budak yang mengabdikan dirinya hanya kepada Allah semata.

Hamba berarti budak. Hamba Allah adalah budak Allah. Kewajiban budak adalah mengabdi kepada majikannya. Jika majikannya adalah Allah, budak tersebut wajib hanya mengikuti semua keiinginan Allah semata. Artinya, seorang hamba Allah wajib taat kepada Allah secara murni. Jadi, cara mencegah godaan syaitan ialah dengan menjadikan diri kita sebagai hamba Allah yang sebenar-benarnya.

Secara ringkas, kisah Adam dan Ibllis tersebut menunjukkan bahwa sejak penciptaannya, manusia sudah mempunyai musuh yaitu makhluk dari golongan syaitan. Syaitan diberi ijin oleh Allah dengan selonggar-longgarnya untuk menggoda manusia agar tersesat sehingga menjadi penghuni neraka.

SYAITAN MUSUH MANUSIA

Sudah dijelaskan dalam kisah Adam di atas bahwa syaitan adalah musuh manusia. Hal tersebut juga ditegaskan oleh ayat 35:6.

35:6. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Meskipun musuh manusia adalah syaitan, manusia justeru sering bermusuhan dengan sesama manusia. Perkelahian, bentrok antar warga, dan perang adalah contoh permusuhan di antara manusia yang selalu terjadi. Ini adalah suatu kesalahan. Seharusnya, manusia harus saling tolong-menolong dalam berbuat kebaikan (5:2). Mengapa ini bisa terjadi? Ini semua terjadi karena perbuatan syaitan yang berhasil membelokkan permusuhan manusia dengan syaitan berubah menjadi permusuhan di antara manusia. Bukankah ini suatu bukti bahwa syaitan sangat cerdas?

5:2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Sesungguhnya, perilaku orang yang tergoda oleh syaitan perlu disikapi dengan hati-hati. Mereka mungkin hanyalah korban godaan syaitan sehingga jangan dimusuhi karena musuh yang sesungguhnya adalah syaitan. Meskipun demikian, kita kadang-kadang lupa dan kemudian memusuhi korban godaan syaitan. Padahal, yang harus dimusuhi adalah syaitan. Memang syaitan pandai membuat lupa (18:63; 12:42; dan 6:68) dan pandai menipu (35:5). Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada terhadap godaan syaitan.

18:63. Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."

12:42. Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua: "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu." Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.

6:68. Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

35:5. Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.

JURUS SYAITAN UNTUK MENYESATKAN MANUSIA

Dalam ayat-ayat tentang kisah Adam dan Iblis yang disajikan di muka terungkap bahwa syaitan ingin menyesatkan manusia sehingga masuk nereka. Bermacam-macam cara dilakukan syaitan untuk menyesatkan manusia. Jurus (istilah dalam film silat yang berarti cara atau metode) andalan mereka adalah merubah petunjuk Allah. Pernahkah pembaca menonton film kartun yang di dalamnya ada adegan tokoh jahat merubah rambu arah jalan sehingga yang lainnya menjadi tersesat? Demikianlah kira-kira gambaran salah satu jurus syaitan dalam menyesatkan manusia.

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita mengingat pesan Allah kepada Adam sebelum diturunkan ke bumi. Allah berpesan agar Adam dan keturunannya mengikuti petunjuk-Nya (2:38).

2:38. Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Petunjuk Allah adalah kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul. Kitab-kitab Allah inilah yang dijadikan sasaran oleh syaitan dalam rangka menyesatkan manusia. Caranya, syaitan menggoda manusia untuk merubah kitab-kitab Allah. Kitab-kitab Allah sebelum Al Qur’an sudah berubah. Perubahan tersebut terjadi karena kecerdikan syaitan dalam menggoda manusia. Perubahan besar yang terjadi dalam kitab Allah sebelum Al Qur’an tercermin pada ajaran yang menyatakan bahwa Allah mempunyai anak. Ayat yang menerangkan hal tersebut adalah 9:30.

9:30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?

Diterangkan dalam 9:30 bahwa anggapan bahwa Allah mempunyai anak adalah sama dengan anggapan orang-orang kafir. Dengan kalimat lain, orang yang percaya bahwa Allah mempunyai anak adalah sama dengan orang kafir. Anggapan tersebut tentunya bersumber dari kitab Allah yang telah berubah. Perubahan lain yang terjadi dalam kitab Allah adalah ajaran bahwa Allah adalah Al Masih putera Maryam alias Yesus. Orang yang percaya pada ajaran tersebut dinyatakan kafir oleh Allah (5:17). Perlu diingat bahwa orang kafir akan dimasukkan neraka (64:10).

5:17. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam." Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?." Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

64:10. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Kehebatan syaitan dalam menyesatkan manusia tidak hanya sampai di situ. Orang-orang yang telah disesatkan oleh syaitan akan merasa seperti mendapatkan petunjuk Allah (43:37). Orang yang merasa mendapatkan petunjuk Allah tersebut berperilaku seperti orang yang berjalan di jalan yang lurus. Mereka berbuat kebaikan dan dinilai sebagai orang saleh oleh masyarakat. Bukankah ini sangat menyedihkan?

43:37. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

Bagaimana dengan jurus syaitan dalam menyesatkan manusia setelah kitab Allah bernama Al Qur’an turun? Syaitan memang tidak mampu merubah Al Qur’an. Tetapi, apakah syaitan terus kekurangan akal? Apakah syaitan terus tidak berdaya? Tampaknya tidak! Syaitan mengerahkan segala cara dan kekuatan untuk menyesatkan manusia. Untuk menyesatkan manusia, syaitan membuat petunjuk palsu. Caranya, syaitan menggoda manusia untuk membuat kitab selain Al Qur’an dan kemudian menggoda manusia agar beriman kepada kitab tersebut. Melalui kitab itulah syaitan melancarkan jurus-jurus untuk menyesatkan manusia. Para korbannya tidak sadar bahwa mereka telah terperangkap godaan syaitan, seperti yang dialami Adam dan istrinya pada jaman dahulu. Para korban godaan syaitan akan merasa seperti mendapatkan petunjuk (43:37). Itulah sebabnya mereka memegang teguh keyakinannya. Mereka berperilaku seperti orang mendapatkan petunjuk, yaitu berprilaku baik dan taat beribadah.

CARA MENCEGAH GODAAN SYAITAN

Sudah dijelaskan di depan bahwa cara mencegah godaan syaitan adalah dengan menjadikan diri kita sebagai hamba atau budak Allah yang sebenar-benarnya. Sebagai hamba Allah, kita wajib mematuhi semua yang diperintahkan majikan kita, yakni Allah. Kita menjadi milik majikan kita, yaitu Allah. Allah tidak menginginkan ada majikan lain yang ikut memiliki kita. Allah tidak ingin ada majikan lain yang memerintah kita. Jadi, sebagai hamba Allah yang sebenar-benarnya, kita hanya mempunyai satu majikan, yakni Allah yang wajib dikerjakan semua perintah-Nya.

Perintah majikan kita, yaitu Allah, disampaikan kepada utusan-Nya bernama Muhammad dalam bentuk Al Qur’an. Hamba Allah yang sebenar-benarnya hanya mengerjakan perintah Allah yang ada dalam Al Qur’an. Hamba Allah yang sebenar-benarnya tidak menjalankan perintah dari selain Allah.

Rasul Allah bukan majikan kita. Rasul Allah juga seorang hamba atau budak Allah (37:71). Bahkan semua yang ada di langit dan bumi adalah hamba Allah (19:93). Nabi Muhammad adalah hamba Allah (2:23). Sebagai sesama hamba Allah, kita dan para Rasul Allah sama-sama mengerjakan semua perintah majikannya, yakni Allah. Oleh karena itu, tidak ada istilah ajaran rasul atau perintah dan larangan rasul bagi seorang hamba Allah yang sebenar-benarnya. Bagi seorang hamba Allah yang sebenar-benarnya, yang ada hanyalah ajaran atau perintah dan larangan Allah.

37:171. Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,

19:93. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.

2:23. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

PENUTUP

Semoga makalah ini dapat meningkatkan tingkat kewaspadaan kita terhadap godaan syaitan. Makalah ini mungkin akan direvisi jika terjadi perubahan persepsi pada diri penulis.