Sabtu, 19 Mei 2012

AL QUR'AN TERJEMAHAN


PENDAHULUAN
Blog ini ditulis berdasarkan Al Qur’an terjemahan karena penulisnya hanyalah orang yang buta huruf Arab. Di satu sisi, penulis ingin mempelajari Al Qur’an. Di sisi lain, Al Qur’an tertulis dalam huruf Arab. Jadi, tidak ada cara lain selain menggunakan Al Qur’an terjemahan.

Bolehkah Al Qur’an diterjemahkan ke dalam bahasa selain bahasa Arab? Bolehkah kita menggunakan Al Qur’an terjemahan? Makalah ini ditulis untuk membahas dua permasalah tersebut. Al Qur’an terjemahan yang digunakan dalam makalah ini adalah Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI yang terdapat dalam program komputer Al Qur’an digital versi 2.1.

DEFINISI AL QUR’AN
Al Qur’an adalah Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang tertulis dalam bahasa Arab. Ayat-ayat yang menjelaskan bahwa Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah 69:40; 28:86; 15:87; 76:23; dan 27:6 sedangkan yang menjelaskan bahwa Al Qur’an ditulis dalam bahasa Arab adalah 20:113; 18:97; 42:7; 12:2; 39:28; dan 43:3.

69:40. Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

28:86. Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir.

15:87. Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.

76:23. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.

27:6. Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al Qur'an dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

20:113. Dan demikianlah Kami menurunkan Al Quran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Quran itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.

18:97. Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.

42:7. Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.

12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

39:28. (Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.

43:3. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).

Penyebutan kata Arab dalam ayat-ayat Al Qur’an mempunyai arti sangat penting. Kata tersebut berfungsi sebagai penjaga keaslian Al Qur’an. Kata tersebut tidak bisa berubah ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau bahasa yang lain. Dengan demikian, orang akan dengan mudah mengatakan bahwa Al Qur’an terjemahan dalam bahasa Indonesia adalah bukan Al Qur’an karena Al Qur’an berbahasa Arab. Artinya, orang tidak bisa mengatakan bahwa Al Qur’an terjemahan adalah sama dengan Al Qur’an. Agar lebih jelas maksudnya, penulis akan menggunakan contoh berupa kasus ketika orang membaca Al Qur’an terjemahan ayat 43:3 yang tidak menyertakan naskah asli berupa tulisan Arab. Pembaca tersebut akan mengatakan bahwa yang dibaca bukan Al Qur’an karena yang dibaca tidak berbahasa Arab seperti yang  dijelaskan dalam ayat terjemahan tersebut. Jika seorang penerjemah mengatakan bahwa Al Qur’an terjemahan karyanya adalah Al Qur’an, kita bisa mengatakan bahwa penerjemah tersebut berbohong.

BOLEHKAH AL QUR’AN DITERJEMAHKAN?
Menurut penulis, Al Qur’an boleh diterjemahkan karena Al Qur’an diturunkan untuk seluruh umat (68:52). Sebagaimana kita ketahui bahwa bahasa umat manusia bervariasi. Agar hal itu bisa terwujud, penerjemahan Al Qur’an tidak bisa dihindari. Menjadikan bahasa manusia menjadi satu, yaitu bahasa Arab saja adalah tidak mungkin. Allah menjadikan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku (49:13). Tiap bangsa dan tiap suku dicirikan oleh bahasanya. Bisa dikatakan bahwa keanekaragaman bahasa adalah kehendak Allah. Oleh karena itu, agar bisa menjadi peringatan bagi seluruh umat, Al Qur’an harus diterjemahkan.

68:52. Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.

49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Selain itu, penulisan Al Qur’an ke dalam bahasa Arab adalah agar mudah dipelajari oleh Nabi Muhammad beserta umatnya pada saat itu (44:58). Dengan bahasa Arab, mereka tidak lagi menanyakan tentang penjelasannya (41:44). Tambahan, penegasan bahwa Al Qur’an dibuat agar mudah dipelajari tercermin dalam pengulangan ayat tentang hal tersebut beberapa kali (54:17; 54:22; 54:32; dan 54:40).

44:58. Sesungguhnya Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.

41:44. Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh."

54:17. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

54:22. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

54:32. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

54:40. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Dapat diringkas bahwa Al Qur’an perlu diterjemahkan ke dalam bahasa selain Arab agar dapat dipelajari oleh seluruh umat manusia dengan mudah.

MEMBACA AL QUR’AN
Al Qur’an adalah bacaan (56:77). Membaca dapat dilakukan dengan pengucapan tetapi dapat pula dilakukan dalam hati. Ada perintah membaca yang mudah dari Al Qur’an (73:20). Bolehkah kita membaca Al Qur’an terjemahan dalam menjalankan perintah tersebut? Menurut penulis, Al Qur’an terjemahan bukan Al Qur’an. Al Qur’an ditulis dalam bahasa Arab. Jadi, kita tidak membaca Al Qur’an terjemahan dalam menjalankan perintah tersebut tetapi membaca Al Qur’an.

56:77. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,

73:20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jika tujuan membaca adalah agar mendapatkan pelajaran dengan mudah, kita boleh membaca Al Qur’an terjemahan. Dalam hal ini, Al Qur’an terjemahan berfungsi sebagai alat untuk memahami ajaran Al Qur’an. Al Qur’an terjemahan tidak berfungsi sebagai pengganti Al Qur’an.

Ketika membaca Al Qur’an, kita diperintahkan agar berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk (16:98). Bagaimana caranya? Caranya dijelaskan dalam ayat berikutnya. Caranya yaitu dengan menjadi orang yang beriman dan berserah diri (bertawakal) kepada Allah (16:99). Dengan kalimat lain, orang yang membaca Al Qur’an harus beriman dan berserah diri kepada Allah agar tidak termakan godaan syaitan terkutuk.

16:98. Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

16:99. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

Haruskah kita berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika membaca Al Qur’an terjemahan? Tujuan membaca Al Qur’an terjemahan adalah untuk mempelajari Al Qur’an. Oleh sebab itu, ketika membaca Al Qur’an terjemahan, kita harus berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Penerjemah Al Qur’an juga harus berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Dengan demikian, penerjemah Al Qur’an harus beriman dan berserah diri kepada Allah agar tidak termakan godaan syaitan terkutuk.

CARA MENGGUNAKAN AL QUR’AN TERJEMAHAN
Orang buta bahasa Arab seperti penulis sangat tergantung pada penerjemah Al Qur’an. Padahal, kita hanya diperintahkan agar beriman kepada manusia yang menjadi Rasul Allah. Penerjemah Al Qur’an bukan Rasul Allah sehingga tidak boleh diimani. Di sisi lain, jika tidak menggunakan Al Qur’an terjemahan, kita tidak bisa mempelajari Al Qur’an. Bagaimana sikap kita? Menurut penulis, kita harus berusaha agar bisa mempelajari Al Qur’an tanpa harus beriman kepada penerjemahnya. Caranya, kita perlu menggunakan beberapa Al Qur’an terjemahan sebagai pembanding dan kamus Al Qur’an dengan disertai doa agar Allah memberi petunjuk-Nya.

PENUTUP
Al Qur’an terjemahan dibutuhkan oleh umat tidak berbahasa Arab sebagai alat untuk mempelajari Al Qur’an. Makalah ini akan direvisi jika terjadi perubahan persepsi pada diri penulis.