Sabtu, 24 November 2012

MENYEMBUNYIKAN IMAN


Isitilah menyembunyikan iman terdapat dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI, yaitu pada ayat 40:28.

40:28. Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu." Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.

Alasan menyembunyikan iman dalam ayat tersebut, menurut penulis, yaitu karena ketakutan akan disiksa oleh Fir’aun jika keimanannya diketahui. Dijelaskan dalam Al Qur’an bahwa orang-orang yang beriman kepada Nabi Musa dan Nabi Harun akan disiksa dengan cara memotong tangan dan kaki dengan bersilang secara bertimbal balik sebelum mereka disalib. Menurut penulis, memotong tangan dan kaki dengan bersilang secara bertimbal balik dilakukan dengan cara memotong tangan kanan dan kaki kiri atau memotong tangan kiri dan kaki kanan. Penjelasan tersebut tersurat dalam 7:121 sampai 7:124.

7:121. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,

7:122. "(yaitu) Tuhan Musa dan Harun."

7:123. Fir'aun berkata: "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?, sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini);

7:124. demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya."

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah di atas adalah bahwa menyembunyikan iman dapat dilakukan oleh orang-orang yang keselamatannya terancam jika keimanannya diketahui. Penafsiran seperti ini dikuatkan oleh ayat 3:28.

3:28. Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Adakah relevansi menyembunyikan iman di Indonesia? Rasa-rasanya, kita semua yang hidup di Indonesia sudah mengerti bahwa di negeri ini ada orang-orang yang membanggakan kelompoknya sendiri. Orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka akan dinyatakan sesat. Kemudian, orang-orang yang dinyatakan sesat tersebut akan dikucilkan, diusir, ditekan, ditindak dengan kekerasan atau bahkan dibunuh. Oleh sebab itu, menyembunyikan iman tampaknya merupakan solusi yang tepat jika keimanan kita menyebabkan hidup kita menjadi terancam.