Minggu, 23 Desember 2012

EMPAT TAHUN UMUR BLOG


Tidak terasa, umur blog ini sudah mencapai 4 tahun. Teringat waktu itu, ketika pertama kali belajar cara membuat sebuah blog. Ternyata blog dapat digunakan untuk menuangkan buah pikiran kepada orang lain dengan mudah secara gratis. Sebelumnya, pernah terpikir untuk belajar cara membuat situs dengan label www- dot- com. Walaupun demikian, saya sudah menyadari bahwa umur blog ini tergantung pada google. Jika google tutup atau menutup blog ini, blog ini juga ikut tutup.

Sebenarnya, saya dahulu tidak ingin membuat situs sendiri. Waktu itu, saya hanya ingin buah pikiran saya dapat masuk internet. Pernah naskah saya dikirimkan ke sebuah situs internet dengan maksud agar dimuat tetapi tidak mendapat tanggapan. Oleh sebab itu, saya kemudian membuat blog ini.

Pertama kali mem-posting makalah, saya merasa agak takut. Selain takut membuat kesalahan, saya juga takut menghadapi respon pembaca. Benar juga, ada respon yang bernada tidak suka yang ditunjukkan dengan kata-kata bernada menghujat seperti kafir, sesat dan menyesatkan, atau masuk neraka. Akhirnya, saya memutuskan untuk menghilangkan ruang komentar. Selain tidak suka dengan hujatan, saya juga tidak punya waktu untuk memberi tanggapan atau berdiskusi dengan pembaca. Kadang-kadang, saya merasa bahwa tidak ada gunanya mempunyai pembaca yang banyak tetapi hanya menghujat saja. Pembacanya sedikit tidak menjadi masalah. Jika tidak ada yang berminat membaca, biarlah saya sendiri yang akan membacanya. Yang penting, saya sudah menuangkan buah pikiran saya kepada orang lain.

Bagi saya, blog ini merupakan alat untuk menjalankan perintah untuk saling ingat-mengingatkan di antara manusia. Kalau disampaikan secara langsung kepada orang lain mungkin akan terasa seperti menggurui. Selain itu, jangan-jangan orang yang diingatkan malah marah-marah. Blog ini juga merupakan sarana bagi saya dalam mempelajari Al Qur’an. Jika ada pertanyaan tentang agama, saya sering membaca tulisan saya sendiri. Maklum, saya sendiri tidak hafal dengan semua yang pernah saya tulis. Kadang-kadang, saya merasa heran bisa menulis seperti itu.

Barangkali, ada yang ingin mengetahui tentang diri saya. Saya hanyalah orang biasa. Saya buta bahasa Arab. Saya bukan pemuka agama. Saya juga bukan cendikiawan. Saya tidak mempunyai kelompok pengajian. Saya benar-benar sendiri. Saya tidak mempunyai guru dan tidak mempunyai murid. Saya menuliskan buah pikiran saya sendiri. Saya hidup di tengah masyarakat dengan cara menyembunyikan pemahaman saya tentang islam.

Sebelumnya, saya belajar agama dari guru-guru sekolah formal dan buku-buku. Sejak kecil saya sudah mempunyai kecenderungan menyukai kutipan terjemahan Al Qur’an di buku-buku sekolah daripada kutipan kitab hadis. Al Qur’an, meskipun hanya dalam bentuk kutipan terjemahan, terasa lebih meyakinkan. Setelah lulus SMA, saya membeli Al Qur’an dan terjemahannya versi Dep. Agama yang berukuran kecil tetapi tebal. Waktu itu, saya kadang-kadang membacanya meskipun sering merasa kesulitan memahami isinya.

Setelah umur semakin bertambah, saya bertekad untuk membaca Al Qur’an terjemahan dari awal sampai akhir. Saya berpikir bahwa selagi masih hidup, saya harus pernah membaca Al Qur’an sampai habis, walaupun hanya terjemahannya. Kemudian saya menyisihkan waktu khusus yaitu tiap akhir pekan untuk membacanya. Kalau tidak salah ingat, mungkin sudah sampai 4 kali atau malah lebih saya membacanya dari awal sampai akhir. Dari pengalaman batin membaca Al Qur’an terjemahan tersebut, saya merasakan kesan ada perbedaan-perbedaan dengan yang dipahami banyak orang. Semakin lama, perasaan tersebut semakin menguat. Waktu itu, saya tidak tahu internet. Setelah dapat mengakses internet, saya mengetahui bahwa ternyata ada orang-orang yang kurang lebih senasib dengan saya. Kemudian, saya menyadari bahwa orang aneh seperti saya ternyata tidak sendiri di dunia ini.

Demikianlah sekadar tulisan untuk mengingat riwayat blog ini.