Rabu, 27 Februari 2013

SHALAWAT


PENDAHULUAN
Ada baliho berisi informasi tentang ajakan mengikuti acara bershalawat bersama seorang tokoh agama. Ada pula tulisan di sebuah bis berbunyi ”utamakan shalawat”. Ada pula kesenian daerah dengan nama slawatan. Di sisi lain, ada ajaran bahwa shalawat dapat membuahkan syafaat dari Nabi Muhammad. Ada pula ajaran yang menyebutkan bahwa ketika berdoa hendaknya disertai bacaan shalawat. Masih ada lagi hal-hal lain yang berkaitan dengan shalawat. Semua ini mendorong penulis untuk mempelajari Al Qur’an berkaitan dengan shalawat.

ISTILAH SHALAWAT DALAM AL QUR’AN
Istilah shalawat dijumpai dalam Al Qur’an dalam ayat 2:238 sebagai al shshalawaati.

002.238 [Ha]fi{th}oo AAal[a] a(l)[ss]alaw[a]ti wa(al)[ss]al[a]ti alwus[ta] waqoomoo lill[a]hi q[a]niteen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

002.238 Guard strictly your (habit of) prayers, especially the Middle Prayer; and stand before Allah in a devout (frame of mind). (versi Abdullah Yusuf Ali)

Dalam ayat tersebut, shalawat diartikan sama dengan shalat-shalat (prayers), yaitu bentuk jamak dari shalat.

Di pihak lain, istilah bershalawat dijumpai dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI dalam 33:56.

33:56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (versi Dep. Agama RI)

Apakah shalawat dalam 2:238 sama dengan yang dalam 33:56? Berikut ini kutipan transliterasi 33:56.

033.056 Inna All[a]ha wamal[a]-ikatahu yu[s]alloona AAal[a] a(l)nnabiyyi y[a] ayyuh[a] alla[th]eena [a]manoo [s]alloo AAalayhi wasallimoo tasleem[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

Ternyata tidak ada kata shalawat dalam 33:56. Kata yang diterjemahkan menjadi bershalawat tersebut adalah yushalluuna sedangkan kata yang diterjemahkan menjadi bershalawatlah adalah shalluu. Ada yang menarik di sini. Jika shalawat diartikan sama dengan shalat-shalat seperti yang ada di 2:238, bershalawat seharusnya berarti sama dengan bershalat atau melakukan shalat. Dapat pula, bershalawat diartikan sama dengan mempunyai shalat-shalat. Akan tetapi jika demikian kasusnya, isi 33:56 menjadi tidak masuk akal karena tidak mungkin Allah melakukan shalat atau mempunyai shalat-shalat untuk Nabi. Jadi, terjemahan 33:56 versi Dep. Agama tersebut bermasalah.

Sekarang, ada baiknya kita simak terjemahan 33:56 versi Abdullah Yusuf Ali berikut ini.

033.056 Allah and His angels send blessings on the Prophet: O ye that believe! Send ye blessings on him, and salute him with all respect. (Allah dan Malaikat-Nya memberikan berkah-berkah ke Nabi; wahai orang beriman! Berikanlah berkah-berkah kepadanya, dan berilah hormat kepadanya dengan sepenuh hati) (versi Abdullah Yusuf Ali)

Dijelaskan dalam 33:56 terjemahan versi Abdullah Yusuf Ali bahwa Allah memberikan berkah-berkah untuk Nabi Muhammad. Dijelaskan pula di situ bahwa orang beriman diperintahkan agar memberikan berkah-berkah dan penghormatan dengan sepenuh hati kepadanya.

Apa yang dimaksud dengan memberi berkah-berkah kepada Nabi Muhammad? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, berkah adalah karunia Tuhan yg mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia. Meskipun yang benar-benar dapat memberikan berkah adalah Allah, manusia pun dapat melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain meskipun itu hanya dapat terjadi karena ijin-Nya. Artinya, manusia dapat memberikan berkah kepada orang lain. Oleh karena itu, dalam menjalankan perintah itu, orang beriman dapat melakukan perbuatan yang berakibat pada kebaikan Nabi Muhammad. Contoh perbuatan itu adalah menyayangi, menolong, mendukung, melindungi, dan perbuatan lain yang berakibat pada kebaikan Nabi Muhammad ketika beliau masih hidup. Sesudah beliau wafat, yang dapat kita lakukan berkaitan dengan perintah tersebut adalah melakukan perbuatan yang berakibat pada kebaikan agama yang dibawanya. Bentuk nyatanya adalah membantu tugas Rasul Allah dalam memberi peringatan dan kabar gembira dengan wahyu Allah yang didokumentasikan dalam Al Qur’an semampu kita.

Mengapa Dep. Agama RI menerjemahkan shalluu menjadi bershalawatlah? Rupanya, Dep. Agama RI menggunakan pengertian shalawat yang dianut oleh sebagain besar pemeluk agama islam. Menurut mereka, shalawat adalah bacaan “Allahumma shalli ‘ala Muhammad”. Dengan demikian, bershalawat berarti membaca bacaan tersebut. Apa arti bacaan tersebut?

Marilah kita terjemahkan kata demi kata bacaan tersebut.

Allahumma = Ya Allah

Shalli = berkahilah

’ala = untuk

Muhammad = Nabi Muhammad

Perlu dijelaskan bahwa kata shalli adalah bentuk imperative (bentuk perintah). Oleh karena itu, shalli diterjemahkan menjadi berkahilah! Agar lebih jelas tentang hal tersebut, kutipan arti kata berdasarkan akar kata Sad-Lam-Waw yang terdapat dalam project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm  disajikan.

”  و ل  ص  = Sad-Lam-Waw = prayer, supplication, petition, oration, eulogy, benediction, commendation, blessing, honour, magnifiy, bring forth, follow closely, walk/follow behind closely, to remain attached.

In a horse race when the second horse follows the first one so closely that its head always overlaps the first horse’s body that horse is calledAL-MUSSALLI (i.e. the one who follows closely / remains attached).

Central portion of the back, portion from where the tail of an animal comes out, the rump.

musalla (مصلي) n. m. - 2:125
salat (صلاة) n. f. sing. - 2:3, 2:43, 2:45, 2:83, 2:110, 2:153, 2:177, 2:238, 2:277, 4:43, 4:77, 4:101, 4:102, 4:103, 4:103, 4:103, 4:142, 4:162, 5:6, 5:12, 5:55, 5:58, 5:91, 5:106, 6:72, 6:92, 6:162, 7:170, 8:3, 8:35, 9:5, 9:11, 9:18, 9:54, 9:71, 9:103, 10:87, 11:87, 11:114, 13:22, 14:31, 14:37, 14:40, 17:78, 17:110, 19:31, 19:55, 19:59, 20:14, 20:132, 21:73, 22:35, 22:41, 22:78, 23:2, 24:37, 24:41, 24:56, 24:58, 24:58, 27:3, 29:45, 29:45, 30:31, 31:4, 31:17, 33:33, 35:18, 35:29, 42:38, 58:13, 62:9, 62:10, 70:23, 70:34, 73:20, 98:5, 107:5
salawat (صلوات) nom. gen. n. plu. - 2:157, 2:238, 9:99, 22:40, 23:9
salla (صلي) vb.II m.
perf. act. 75:31, 87:15, 96:10
impf. act. 3:39, plu. neg. 4:102, plu. 4:102, tusalli (تصل) neg. 9:84, yusallee (يصلي) sing. 33:43, yusalloona (يصلون) plu. 33:56
salli (صل) impv. 9:103, salloo (صلوا) plu. 33:56, 108:2
musalleena (مصلين) pcple. act. plu. acc. gen. 70:22, 74:43, 107:4

LL, V4, p: 444445

Terjemahan kata yang mempunyai akar kata sad-lam-waw adalah : prayer (shalat), supplication (doa, permohonan), petition (petisi), oration (orasi), eulogy (pujian), benediction (doa), commendation (pujian), blessing (berkah), honour (kehormatan), magnifiy (memperbesar), bring forth (beranak), follow closely (mengikukti secara dekat), walk/follow behind closely (berjalan/mengikuti di belakang secara ketat), to remain attached (tetap melekat). Penjelasan arti kata yang lain tidak diterjemahkan karena artinya sudah berkaitan secara spesifik dengan binatang.

Tidak mungkin shalli diterjemahkan menjadi shalatlah, berdoalah, atau memujilah. Jika itu dilakukan, arti ”Allahumma shalli ’ala Muhammad” akan menjadi : ”Ya Allah shalatlah/berdoalah/memujilah untuk Muhammad!” Tidak mungkin orang menyuruh Allah agar shalat, berdoa, atau memuji untuk Muhammad.

Jadi, ”Allahumma shalli ’ala Muhammad”secara literal berarti ”Ya Allah berkahilah untuk Muhammad!” Artinya yang lebih mudah dimengerti adalah ”Ya Allah berilah berkah untuk Muhammad!” Di sini ada keanehan karena maknanya sama dengan memberi perintah agar Allah memberi berkah. Padahal, alasan membaca bacaan tersebut adalah dalam rangka menjalankan perintah Allah dalam 33:56, yaitu agar orang memberi berkah kepada Muhammad. Dalam hal ini, orang disuruh memberi berkah malah berbalik memerintah yang memberi perintah, yaitu Allah. Selain itu, jika Allah mengatakan bahwa Allah memberi berkah-berkah untuk untuk Nabi Muhammad seperti disebutkan pada awal ayat 33:56, tentu berkah-berkah tersebut akan benar-benar sampai kepadanya. Jadi, mengapa orang-orang itu masih memohon agar Allah memberi berkah-berkah kepadanya? Apa mereka tidak percaya kepada Allah? Oleh karena itu, bacaan ”Allahumma shalli ’ala Muhammad” yang dianggap sebagai shalawat adalah tidak masuk akal dan tidak berdasarkan Al Qur’an.

PENUTUP
Shalawat berupa bacaan ”Allahumma shalli ’ala Muhammad” tidak sesuai dengan yang dijelaskan dalam Al Qur’an. Makalah ini akan direvisi jika terjadi perubahan persepsi pada diri penulis.