Senin, 25 Maret 2013

JALAN EMAS VERSUS JALAN YANG LURUS


PENDAHULUAN
Istilah golden ways (jalan/cara emas) dijumpai dalam sebuah acara stasiun televisi di Indonesia bernama Metro TV. Dalam acara tersebut, seorang motivator bernama Mario Teguh memberikan semacam petunjuk kepada pemirsa dalam memecahkan berbagai masalah kehidupan. Petunjuk yang disampaikannya sering dikaitkan dengan Tuhan walaupun pemirsanya beragama yang bervariasi. Dapat dikatakan bahwa jalan emas itu seperti petunjuk bagi semua orang tanpa memandang agama. Di sisi lain, dalam Al Qur’an terjemahan ada istilah jalan yang lurus. Apa perbedaan antara jalan emas dan jalan yang lurus?

Penulis ingin menjawab pertanyaan tersebut. Sudah barang tentu, penulis menggunakan Al Qur’an untuk menjawab pertanyaan tersebut.

JALAN EMAS
Apakah jalan emas yang dimaksud dalam nama acara TV itu? Menurut penafsiran penulis, jalan emas yang dimaksud adalah jalan yang indah, mulia, dan bernilai, seperti sifat emas. Menurut penafsiran penulis juga, secara garis besar dapat dikatakan bahwa jalan emas yang ditawarkan adalah berlandaskan pada pegangan bahwa orang yang berbuat baik atau berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain akan dimuliakan Tuhan. Kemudian, orang yang dimuliakan Tuhan akan mendapatkan pemecahan masalah kehidupan dengan baik.

Mungkinkah Tuhan memuliakan semua orang tanpa memandang agamanya? Menurut Al Qur’an, orang yang dimuliakan Allah adalah orang yang masuk surga (37:42-37:43 dan 36:26-36:27).

37:42. yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, (versi Dep. Agama RI)

37:43. di dalam syurga-syurga yang penuh nikmat. (versi Dep. Agama RI)

36:26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke syurga. Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui. (versi Dep. Agama RI)

36:27. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan." (versi Dep. Agama RI)

Orang tidak beriman (kafir) tidak masuk surga tetapi masuk neraka (35:56) sehingga orang kafir tidak dimuliakan Allah.

35:36. Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. (versi Dep. Agama RI)

Contoh orang kafir adalah yang percaya bahwa Al Masih anak Maryam (Yesus) adalah Allah (5:72), Al Masih adalah anak Allah (9:30), atau Uzair adalah anak Allah (9:30). Ada agama selain islam yang menganut kepercayaan seperti itu. Jadi, pengikut agama tersebut tidak dimuliakan Allah karena akan masuk neraka.

9:30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (versi Dep. Agama RI)

5:72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (versi Dep. Agama RI)

Jika tidak dimuliakan Allah, mengapa orang kafir mendapatkan kenikmatan hidup di dunia? Mereka mendapat rejeki berupa kesehatan, harta, anak-anak, kekuasaan, dan lain-lain. Memang demikian, Allah memberikannya kepada mereka di dunia tetapi tidak memberikannya kepada mereka di akhirat (11:15 dan 11:16). Dijelaskan pula bahwa yang telah dikerjakannya di dunia ini akan sia-sia. Ini berarti bahwa amal baik atau amal yang bermanfaat bagi orang lain menjadi tidak berguna.

11:15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (versi Dep. Agama RI)

11:16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (versi Dep. Agama RI)

Kebaikan yang diterima orang kafir di dunia bukan tanda bahwa mereka dimuliakan Tuhan. Anggapan bahwa semua orang tanpa memandang agama dapat dimuliakan Tuhan adalah tidak sesuai dengan Al Qur’an. Jadi, kemana jalan emas itu menuju? Jalan emas itu menuju pada kebaikan di dunia yang sedang kita jalani sekarang ini saja. Ini dikarenakan jalan emas diperuntukkan bagi semua orang tanpa memandang agama.

JALAN YANG LURUS
Daripada mengikuti jalan emas, lebih baik kita mengikuti jalan yang lurus yang dibuat Allah. Jalan itu ada di Al Qur’an (17:9 dan 46:30).

17:9. Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (versi Dep. Agama RI)  

46:30. Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. (versi Dep. Agama RI)

Jalan yang lurus menuju ke kebaikan dunia dan akhirat. Hal tersebut terungkap dalam 2:201-2:202.

2:201. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".(versi Dep. Agama RI)

2:202. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (versi Dep. Agama RI)

PENUTUP
Jalan emas menuju ke kebaikan di dunia saja sedangkan jalan yang lurus menuju ke kebaikan dunia dan akhirat. Jalan yang lurus ada di Al Qur’an. Makalah ini akan direvisi jika terjadi perubahan persepsi pada diri penulis.