Selasa, 28 Mei 2013

BENARKAH ORANG BERAGAMA ISLAM PASTI MASUK SURGA?


Mengapa korupsi merajarela di negeri yang katanya sebagian besar penduduknya beragama islam? Apakah islam mengajarkan korupsi? Tentu saja tidak! Jika tidak, apa penyebabnya? Inilah yang akan diselidiki.

Penulis tidak akan mewancarai para koruptor beragama islam. Penulis akan menyelidikinya dengan mencari tahu ajaran agama islam di Indonesia. Setelah mencari tahu di internet, ada informasi bahwa semua orang islam akan masuk surga jika sebelum meninggal membaca syahadat. Perlu dimaklumi bahwa orang beragama islam membaca syahadat sehingga dapat dikatakan bahwa orang beragama islam membaca syahadat sebelum meninggal dunia. Hanya saja, dosa-dosanya ditebus dahulu dengan siksa neraka. Setelah itu, orang beragama islam akan masuk surga selama-lamanya.

Jangan-jangan, kepercayaan seperti itulah yang menyebabkan orang beragama islam berani melakukan korupsi. Apalah artinya siksaaan di neraka jika ujung-ujungnya masuk surga selama-lamanya? Durasi tinggal di neraka menjadi tidak berarti jika dibandingkan dengan durasi tinggal di surga yang selama-lamanya.

Akan tetapi, benarkah Al Qur’an mengajarkan yang demikian itu? Jawabannya sudah ada dalam makalah CARA MASUK SURGA di blog ini. Meskipun demikian, tidak ada salahnya jika ada sebagian yang diulangi lagi di sini.

Ajaran bahwa semua orang beragama islam akan masuk surga adalah salah. Hal tersebut tersurat dalam ayat 2:80 sampai 2:82 berikut ini.

2:80. Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" (versi Dep. Agama RI)

2:81. (Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (versi Dep. Agama RI)

2:82. Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (versi Dep. Agama RI)

Anggapan bahwa sebelum masuk surga orang islam akan masuk neraka lebih dahulu untuk menebus dosa-dosanya sama dengan yang dianut oleh orang-orang sebelum Nabi Muhammad seperti yang dijelaskan dalam 2:80. Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa orang-orang sebelum Nabi Muhammad ada yang beranggapan bahwa mereka tidak akan disentuh api neraka kecuali hanya sebentar. Maksudnya, sesudah disentuh oleh api neraka sebentar orang-orang itu merasa akan masuk surga. Mengapa mereka beranggapan tidak akan disentuh api neraka kecuali sebentar saja? Menurut penulis, itu karena mereka beranggapan bahwa siksaan yang dialaminya tersebut adalah untuk menghapus dosa-dosanya. Ditegaskan dalam ayat-ayat berikutnya bahwa anggapan tersebut adalah salah. Yang benar adalah seperti yang tertuang dalam 2:81 dan 2:82. Di jelaskan dalam kedua ayat tersebut bahwa yang menjadi penghuni surga selama-lamanya adalah yang beriman dan beramal saleh. Menjadi penghuni surga selama-lamanya berarti tidak pernah masuk neraka walaupun hanya sebentar. Di lain pihak, orang yang berbuat dosa dan dosanya tersebut melebihi amal baiknya akan berada di neraka selama-lamanya. Menjadi penghuni neraka selama-lamanya berarti tidak pernah masuk surga walaupun hanya sebentar. Dengan demikian, manusia hanya mempunyai dua pilihan, yaitu menjadi penghuni surga selama-lamanya atau menjadi penghuni neraka selama-lamanya.

Penjelasan hal ghaib yang disampaikan-Nya melalui Nabi Muhammad yang tersurat dalam ayat 2:80 sampai 2:82 tersebut tidak bisa dibantah kecuali oleh orang yang tidak beriman pada ayat-ayat Al Qur’an. Ayat-ayatnya sangat jelas dan terang-benderang. Penjelasan tersebut hendaknya menjadi bahan renungan bagi orang-orang yang mencantumkan agama islam dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka.

Dari manakah asal ajaran salah yang mengatakan bahwa semua orang beragama islam akan masuk surga tetapi harus menebus dosa-dosanya terlebih dahulu? Konon, ajaran semacam itu ada dalam kitab hadis, yang oleh kebanyakan orang dianggap sebagai penjelas Al Qur’an. Tetapi apa kenyataannya? Kitab hadis tersebut tidak menjelaskan Al Qur’an tetapi malah bertentangan dengan ayat 2:80 sampai 2:82. Jadi, mengapa banyak orang beriman pada kitab hadis?

Jadi, adalah tidak benar anggapan bahwa semua orang beragama islam akan masuk surga. Anggapan bahwa orang beragama islam harus disiksa di neraka lebih dahulu untuk menebus dosa-dosanya sebelum masuk surga adalah salah