Jumat, 29 November 2013

NAMA TUHAN

PENDAHULUAN
Tuhan mempunyai nama. Bagaimana kita mengetahui nama Tuhan? Tentu saja, kita harus menanyakannya kepada Tuhan itu sendiri. Jawabannya ada di kitab berisi perkataan Tuhan, yaitu Al Qur’an. Dalam kitab itulah nama Tuhan dijumpai.

Tuhan adalah yang menciptakan manusia. Artinya, Tuhan adalah subyek dan manusia adalah obyek. Tuhan bukanlah tokoh ciptaan manusia. Oleh sebab itu, manusia tidak boleh memberi nama Tuhan. Tuhan sendirilah yang memperkenalkan diri-Nya. Tuhan sendirilah yang menyebutkan nama diri-Nya. Siapakah nama Tuhan itu? Pertanyaan tersebut akan dijawab dengan Al Qur’an terjemahan dalam makalah ini.

TUHAN
Bahasa Arab Tuhan adalah rabb (dibaca : robb). Secara mudah, kata rabb dijumpai dalam surat 1 ayat 2, yaitu :

1:2 Alhamdulillaahi rabbi al’aalamiina (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Terjemahannya adalah sebagai berikut.

1:2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (versi Dep. Agama RI)

Penulusuran dalam project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm mendapatkan bahwa rabb bermakna yang bervariasi. Kutipan akar kata ra-ba-ba dalam project root list sampai dengan bagian yang menyebutkan ayat 1:7 adalah sebagai berikut.
Ra-Ba-Ba = to be a lord and master, collect, possess/owner, rule, increase, complete, bring up, preserve, chief, determiner, provider, sustainer, perfecter, rewarder, creator, maintainer, reposer of properties, developer, former of rules and laws of the growth, foster a thing in such a manner as to make it attain one condition after another until it reaches its goal of completion.
rabb n.m. (pl. arbab)
1:2,”
Arti rabb menurut akar kata ra-ba-ba dalam project root list yang dipandang cocok di sini adalah menjadi tuan dan pemilik (to be a lord and master). Artinya, Rabb adalah tuan dan pemilik alam semesta, termasuk di dalamnya adalah manusia. Dengan demikian, Rabb adalah tuan dan pemilik manusia. Dapat disampaikan dengan kalimat lain bahwa manusia adalah sebagai budak sedangkan Rabb adalah sebagai tuan dan pemiliknya. Selanjutnya, tuan dan pemilik alam semesta diistilahkan dengan Tuhan. Jadi, Tuhan berarti tuan dan pemilik alam semesta.
Semua manusia adalah budak Tuhan. Yang menjadi tuan dan pemilik para budak berupa manusia adalah Tuhan. Ada analogi antara hubungan antara budak dan tuannya dalam kebudayaan manusia dan hubungan antara budak dan Tuhan penciptanya. Secara kebetulan atau tidak, tuan dan Tuhan berbeda hanya satu huruf, yaitu ”h”.

NAMA TUHAN
Tuhan mempunyai nama. Nama Tuhan lebih dari satu. Hal tersebut terungkap dalam 17:110. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa contoh nama Tuhan adalah Allah dan Ar-Rahman.

17:110. Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu." (versi Dep. Agama RI)

Penulis sudah mencoba mencari arti Allah dalam project root list dengan akar kata yang dimulai dengan alif dan lam tetapi tidak menemukan artinya. Di sisi lain, arti Ar-Rahman sudah diketahui banyak orang dijumpai dalam terjemahan 1:3, yaitu Maha Penyayang..

1:3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (versi Dep. Agama RI)

001.003 A(l)rra[h]m[a]ni a(l)rra[h]eem(i) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Sampai di sini dapat dimengerti bahwa Allah adalah nama Tuhan yang diinformasikan-Nya kepada manusia. Hanya Allah sendiri yang mengetahui maknanya. Nama Tuhan yang lain berupa kata yang artinya diketahui manusia. Dengan demikian, nama Tuhan lebih dari satu, yaitu Allah dan nama lainnya yang bersifat paling baik. Jumlahnya tidak disebutkan di Al Qur’an.

Beberapa nama Tuhan kadang-kadang disebutkan secara bersamaan. Contohnya terdapat dalam 1:1.

1:1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (versi Dep. Agama RI)

Dalam 1:1 ada 3 nama Tuhan yang disebutkan secara berturut-turut, yaitu Allah, Yang Maha Pemurah, dan Yang Maha Penyayang. Terjemahan di atas tidak tepat karena Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang diperlakukan sebagai satu nama karena tidak ada kata Yang di depan Maha Penyayang. Selain itu, antara Allah dan Yang Maha Pemurah tidak dipisahkan oleh tanda baca koma sehingga penekanan nama Tuhan menjadi tidak ada.  Terjemahan yang menekankan 3 nama Tuhan yang lebih tepat adalah, “Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang”. Argumen yang menguatkan bahwa dalam 1:1 disebutkan 3 nama adalah terjemahan versi Abdullah Yusuf Ali. Dalam terjemahan tersebut tampak bahwa ada 3 nama Tuhan, yaitu Allah, Most Gracious, dan Most Merciful.

001.001 In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Apa yang dimaksud dengan baik dalam nama-nama yang terbaik dalam terjemahan versi Dep. Agama RI? Penulis berpendapat bahwa baik yang dimaksud adalah baik menurut Allah. Oleh sebab itu, manusia (termasuk para Nabi) tidak boleh mencari-cari atau membuatkan nama untuk Tuhan. Nama Tuhan sudah ada di Al Qur’an.

Nama Tuhan selain Allah, Pemurah, dan Penyayang seperti apa? Untuk menjawabnya, kita mungkin bisa mencari sifat Tuhan yang baik yang disebutkan dalam Al Qur’an dengan memperhatikan contoh nama Tuhan yang menggambarkan sifat Tuhan yang sudah disebutkan secara eksplisit dalam 1:7, yaitu Pemurah dan Penyayang. Dengan pendekatan seperti itu, nama Tuhan lainnya dalam Al Qur’an dapat ditemukan.  Sudah barang tentu, Al Qur’an terjemahan digunakan di sini. Hasil inventarisasi sifat Tuhan yang menjadi nama Tuhan menurut penulis dan nama Tuhan di 1:7 dalam Al Qur’an terjemahan versi Abdullah Yusuf Ali dalam program Al Qur’an Viewer versi 2.910 dapat dilihat dalam tabel berikut ini.  

Nama Tuhan Dalam Bahasa Arab
Nama Tuhan Dalam Bahasa Inggris
Nama Tuhan  Dalam Bahasa Indonesia
Ayat
Allah
Allah
Allah
59:23
Almaliku
the Sovereign
Raja Yang Berkuasa
59:23
alquddoosi
the Holy one
Yang Suci
59:23
a(l)ssal[a]mu
Source of Peace
Sumber Perdamaian
59:23
Almu/minu (almuu’minu?)
the Guardian of Faith
Pelindung Keimanan
59:23
almuhayminu
the Preserver of Safety
Penjaga Keamanan
59:23
alAAazeezi
the Exalted in Might
Yang Mulia dalam Keperkasaan
59:23
aljabb[a]ru
the Irresistible
Yang Sangat Menarik
59:23
almutakabbiru
the Supreme
Yang Paling Berkuasa
59:23
a(l)ssameeAAu
the One Who heareth (all things).
Yang Mendengar Semuanya
17:1
alba[s]eer(u),

the One Who seeth (all things).
Yang Melihat Semuanya
17:1
al[h]akeem(i)
the Wise
Yang Bijaksana
62:1
a(l)rra[h]m[a]ni
Most Gracious
Yang Paling Pemurah
1:1
a(l)rra[h]eem(i)
Most Merciful
Yang Paling Penyayang
1:1
alAAaliyyu
the Most High
Yang Paling Tinggi
2:255
alghafoor(u)
Oft-Forgiving
Yang Maha Pengampun
67:2
a[h]ad(un)
the One and Only
Yang Esa
112:1
w[a]siAAun
all-Pervading
Yang Meliputi Segala Sesuatu
2:115
AAaleem(un)
all-Knowing
Yang Mengetahui Segalanya
2:115
alkhall[a]qu
the Master-Creator
Pencipta
15:86
alghaniyyu
the One Free of all wants
Yang Kaya
35:15
alAAa{th}eem(u)
the Supreme (in glory).
Yang Agung
2:255
shakoorun
Ready to appreciate
Yang Menghargai
64:17
[h]aleem(un)
Most Forbearing
Yang Paling Sabar
64:17
alwaliyyu
the Protector
Pelindung
42:28
al[h]ameed(u)
Worthy of all Praise
Yang Terpuji
42:28
a(l)ttaww[a]bu
the Oft-Returning
Penerima Taubat
9:104
kareem(un)
Supreme in Honour
Yang Paling Terhormat
27:40
a(l)rrazz[a]qu
Who gives (all) Sustenance
Pemberi Rejeki
51:58
alquwwati
Lord of Power
Pemilik Kekuasaan
51:58
almateen(u)
Steadfast (for ever).
Yang Kuat
51:58

ALLAH SUBHAANAHUWATA’AALAA
Banyak orang menyebut Allah Subhaanahuwata’aalaa. Yang disebutkan tadi sering ditulis menjadi Allah Swt. Dengan demikian, Swt adalah singkatan dari Subhaanahuwata’aalaa. Dalam penulisan, huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar. Dipandang dari cara penyebutan dan cara penulisannya, Allah Subhaanahuwata’aalaa diperlakukan seperti nama Tuhan. Benarkah Allah Subhaana huwata’aalaa adalah nama Tuhan?

Allah adalah sebuah nama Tuhan (17:110). Ini berarti bahwa Allah Subhaanahuwata’aala terdiri dari sebuah nama Tuhan dan tambahan Subhaanahuwata’aala. Tambahan Subhaanahuwata’aala setelah Allah dibenarkan jika Tuhan memperkenalkan dirinya dalam Al Qur’an sebagai Allah Subhaanahuwata’aala. Atau, Subhaanahuwata’aala adalah sifat Allah yang diposisikan sebagai nama Tuhan, sepeti yang berlaku pada Ar-rahman (17:110). Jika demikian kasusnya, Allah Subhaanahuwata’aala adalah 2 nama Tuhan yang disebut secara bersama-sama. Sudah dibahas di muka bahwa penyebutan lebih dari satu nama Tuhan, yaitu 3 nama Tuhan sekaligus dijumpai dalam ayat 1:1. Oleh sebab itu, marilah kita cek keberadaan frase ”Allah Subhaanahuwata’aala” dalam Al Qur’an!

Frase ”Allah Subhaanahuwata’aala” tidak ada dalam Al Qur’an. Yang ada dalam Al Qur’an adalah frase ”Subhaanahuwata’aala” yang dijumpai dalam ayat 16:1 dan 30:40. Transliterasi dan terjemahannya dalam bahasa Inggris ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut.

016.001 At[a] amru All[a]hi fal[a] tastaAAjiloohu sub[ha]nahu wataAA[a]l[a] AAamm[a] yushrikoon(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.910)

016.001 (Inevitable) cometh (to pass) the Command of Allah: seek ye not then to hasten it: Glory to Him, and far is He above having the partners they ascribe unto Him! (versi Abdullah Yusuf Ali)

030.040 All[a]hu alla[th]ee khalaqakum thumma razaqakum thumma yumeetukum thumma yu[h]yeekum hal min shurak[a]-ikum man yafAAalu min [tha]likum min shay-in sub[ha]nahu wataAA[a]l[a] AAamm[a] yushrikoon(a)

030.040 It is Allah Who has created you: further, He has provided for your sustenance; then He will cause you to die; and again He will give you life. Are there any of your (false) "Partners" who can do any single one of these things? Glory to Him! and high is He above the partners they attribute (to him)!

Di sini, hanya yang bergarisbawah saja yang dibahas. Terjemahan frase yang bergarisbawah adalah sebagai berikut.

sub[ha]nahu wataAA[a]l[a]  = Glory to Him, and far (Kemuliaan untuk Dia, dan jauh/tinggi)

AAamm[a] = above (di atas)

yushrikoon(a) = having the partners they ascribe unto Him! (mempunyai sekutu-sekutu yang mereka anggap ada pada-Nya!)

sub[ha]nahu wataAA[a]l[a] AAamm[a] yushrikoon(a) = Kemuliaan untuk Dia, dan jauh/tinggi di atas mempunyai sekutu-sekutu yang mereka anggap ada pada-Nya!

Sekali lagi, tidak ada frase “Allah Subhaanahuwata’aalaa” dalam Al Qur’am. Ini berarti bahwa Allah Subhaanahuwata’aalaa bukan sebuah nama Tuhan yang diberikan oleh Tuhan sendiri.

Yang ada dalam Al Qur’an dalam hal ini adalah ”subhaanahuwata’aalaa”. Itu pun hanya merupakan bagian suatu frase dalam suatu ayat yang tidak bisa dipisahkan. Dengan demikian, jika ”subhaanahuwata’aalaa” dipisahkan menjadi bagian tersendiri, artinya menjadi tidak jelas. Apa arti, ”Kemuliaan untuk Dia, dan jauh/tinggi?” Tidak jelas bukan? Frase yang lengkap dan mempunyai arti jelas adalah, “Kemuliaan untuk Dia, dan jauh/timggi di atas mempunyai sekutu-sekutu yang mereka anggap ada pada-Nya!”. Maksudnya, Allah adalah jauh dari sifat mempunyai sekutu. Allah yang mempunyai sifat mulia tidak mempunyai sekutu. Perlu diperhatikan pula bahwa frase yang lengkap tersebut merupakan sebuah kalimat seru yang ditandai dengan tanda baca seru, yaitu “!”. Oleh sebab itu, subhaanahuwata’aalaa” bukan salah satu dari nama Tuhan tetapi hanya bagian dari sebuah frase dalam sebuah ayat Al Qur’an yang tidak bisa berdiri sendiri.

Apakah subhaanahuwata’aalaa (kemuliaan untuk Dia, dan jauh/timggi) layak diperlakukan sebagai nama Tuhan yang dapat berdiri sendiri seperti yang terjadi pada Ar-rahman (Yang Pemurah)? Perlu kita ingat bahwa nama Tuhan bisa berdiri sendiri (17:110). Kita dapat melakukan simulasi dengan cara mengganti Tuhan dengan Kemuliaan untuk Dia, dan Jauh/Timggi dan Yang Pemurah pada kalimat berikut ini.

Semua terjadi karena kehendak Tuhan. (kalimat asli)

Semua terjadi karena kehendak Kemuliaan untuk Dia, dan Jauh/Timggi. (hasil simulasi 1)

Semua terjadi karena kehendak Yang Pemurah. (hasil simulasi 2)

Hasil simulasi 1 terasa janggal. Kejanggalan tersebut menjadi semakin jelas jika tanda seru dicantumkan. Hasilnya akan menjadi seperti berikut ini.

Semua terjadi karena kehendak Kemuliaan untuk Dia, dan Jauh/Timggi!. (hasil simulasi 3)

Ini berarti bahwa subhaanahuwata’aalaa (Kemuliaan untuk Dia, dan Jauh/Timggi) tidak layak untuk menggantikan nama Tuhan. Di sisi lain, simulasi 2 menunjukkan bahwa Yang Pemurah layak menggantikan nama Tuhan. Oleh karena itu, subhaanahuwata’aalaa (kemuliaan untuk Dia, dan jauh/timggi) adalah bukan nama Tuhan.

Sampai di sini dapat disampaikan kembali bahwa Allah Subhaanahuwata’aalaa adalah bukan nama Tuhan. Jika frase tersebut diperlakukan seperti nama Tuhan, kita dapat dianggap telah memperlakukan Tuhan seperti obyek atau tokoh ciptaan manusia.

PENUTUP

Allah Subhaanahuwata’aalaa adalah bukan nama Tuhan yang disebutkan dalam Al Qur’an. Subhaanahuwata’aalaa (kemuliaan untuk Dia, dan jauh/timggi) tidak layak dijadikan sebagai nama Tuhan. Makalah ini akan direvisi jika terjadi perubahan persepsi pada diri penulis.