Senin, 30 Desember 2013

PENAFSIRAN ALTERNATIF TENTANG NABI SULAIMAN, BURUNG, DAN SEMUT

PENDAHULUAN
Sebelumnya, penulis punya persepsi bahwa Nabi Sulaiman dapat mengerti bahasa binatang. Persepsi tersebut terbangun dari buku-buku, pelajaran di sekolah, dan cerita orang. Setelah membaca Al Qur’an terjemahan, penulis menjadi tahu bahwa cerita tersebut bersumber dari penafsiran penerjemah Al Qur’an. Penerjemah Al Qur’an mungkin juga dipengaruhi oleh penafsiran orang-orang sebelumnya. Dalam terjemahan tersebut, Nabi Sulaiaman diceritakan dapat mengerti bahasa burung Hudhud dan bahasa semut. Selama bertahun-tahun, penulis tidak mempermasalahkan tentang persepsi tersebut. Dengan kalimat lain, penulis mempercayai bahwa Nabi Sulaiman bisa mengerti bahasa binatang selama bertahun-tahun.

Akan tetapi, kejadian-kejadian yang melibatkan semut  di rumah membuat penulis mempertanyakan kembali persepsi tersebut. Penulis sering jengkel karena beras, mie instan, dan roti di rumah diserang semut. Tidak hanya itu, semut sering masuk ke telinga ibu penulis. Di satu sisi, ingin rasanya membunuh semut-semut itu. Di sisi lain, penulis merasa agak ragu-ragu untuk membunuh semut karena mereka diceritakan sebagai bintang yang lucu dan tidak berdosa dalam Al Qur’an terjemahan. Dalam Al Qur’an terjemahan, Nabi Sulaiman tersenyum dan tertawa mendengar ucapan semut. Pernah juga penulis memarahi semut-semut itu dengan alasan bahwa mungkin mereka mengetahui ucapan penulis walaupun penulis tidak mengetahui ucapan mereka. Tentu saja, mereka tidak mengetahui ucapan penulis dan mereka terus memangsa bahan makanan atau kadang-kadang menggigit penulis.

Semuanya itu membuat penulis menjadi ragu-ragu tentang penafsiran bahwa Nabi Sulaiman dapat mengerti bahasa binatang. Oleh karena itu, makalah untuk manjawab keragu-raguan tersebut ditulis d sini.

AYAT-AYAT KISAH NABI SULAIMAN DAN BINATANG DALAM AL QUR’AN TERJEMAHAN

Berikut ini adalah terjemahan ayat-ayat Al Qur’an versi Dep. Agama RI yang mengandung cerita tentang Nabi Sulaiman, burung, dan semut.

27:15. Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman."

27:16. Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata."

27:17. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

27:18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

27:19. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

27:20. Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

27:21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang."

27:22. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

27:23. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

27:24. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

27:25. agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

27:26. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar."

27:27. Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

27:28. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan"

27:29. Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.

27:30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

27:31. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."

27:32. Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)."

27:33. Mereka menjawab: "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan."

27:34. Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

27:35. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu."

27:36. Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

27:37. Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina."

27:38. Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."

27:39. Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."

27:40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."

27:41. Dia berkata: "Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)."

27:42. Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya[1098] dan kami adalah orang-orang yang berserah diri."

27:43. Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

27:44. Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana." Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca." Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam."

PENAFSIRAN YANG MERAGUKAN
Burung Berperilaku Seperti manusia
Dalam Al Qur’an terjemahan, burung bernama Hudhud mampu menjelaskan informasi yang kompleks seperti layaknya manusia (27:22 sampai 22:26). Informasi tersebut mencakup nama kerajaan, jenis kelamin pemimpin kerjaaan, keadaan kerajaan, dan yang disembah pemimpin dan rakyatnya. Selain itu, burung tersebut juga mampu menjelaskan ajaran Allah seperti layaknya seorang manusia. Perilaku burung seperti manusia juga terlihat pada ayat yang menjelaskan sifat  burung yang bisa berbohong (27:27) dan bisa mencari-cari alasan-alasan agar tidak dimarahi (27:21).

Tambahan, ketika terjadi percakapan antara Nabi Sulaiman dan burung bernama Hudhud, apakah Nabi Sulaiman bersuara seperti burung? Atau, apakah burungnya yang bersuara seperti manusia? Rasa-rasanya, keduanya tidak mungkin.

Pada jaman sekarang, ada burung bernama Hudhud yang wujud dan perilakunya dapat dilihat di video. Pembaca dapat melihatnya ketika sedang mencari makan di http://www.youtube.com/watch?v=T3eqNy6_yPQ dan ketika sedang memberi makanan anaknya di sarangnya di http://www.youtube.com/watch?v=dMSthccjLLM. Jika benar burung Hudhud seperti itu, apakah mungkin mereka secerdas manusia?

Tambahan, yang dikatakan diberi pengertian suara burung adalah dua orang, yaitu Nabi Daud dan Nabi Sulaiman (disebut sebagai “kami”). Jika benar penafsiran tersebut, berarti Nabi Daud juga dapat bercakap-cakap dengan burung. Akan tetapi, mengapa yang dianggap bisa berbicara dengan burung hanya Nabi Sulaiman? Hal ini menjadi petunjuk lain bahwa penafsiran bahwa Nabi Sulaiman dapat bercakap-cakap dengan burung bersifat tidak unik (tidak satu penafsiran). Oleh sebab itu, cukup beralasan bagi penulis untuk membuat penafsiran berbeda.

Semut Berperilaku Seperti Manusia  
Dalam kasus ini, semut dapat menyebut nama “Sulaiman” dan istilah “tentara” (27:18). Mungkinkah sistem syaraf semut menyimpan informasi seperti itu dan mengekspresikannya dengan kata-kata? Untuk bisa menyebut “Sulaiman” dan “tentera”, semut harus memahami isi percakapan manusia atau membaca tulisan manusia. Mungkinkah semut bisa memahami percakapan manusia melalui indera pendengarannya atau bisa membaca tulisan manusia?

Demikianlah kurang lebih alasan untuk meragukan penafsiran yang berkembang sampai saat ini. Sejauh yang penulis ketahui, semua penerjemah Al Qur’an mempunyai penafsiran seperti itu. Di sini, penulis menyodorkan penafsiran alternatif tentang Nabi Sulaiman, burung, dan semut seperti yang ada dalam surat 27.

PENAFSIRAN ALTERNATIF
Penafsiran alternatif dilakukan dengan menerjemahkan beberapa kata kunci secara berbeda yang masih sesuai dengan arti menurut akar kata. Arti akar kata yang dipakai adalah yang ada di project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm.

Burung
Kemunculan kata burung dalam Al Qur’an terjemahan berasal dari penerjemahan akar kata ط ي ر atau Tay-Ya-Ra. Transliterasi ayat-ayat yang ada kata burung dalam terjemahannya adalah sebagai berikut (DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913).

027.016 Wawaritha sulaym[a]nu d[a]wooda waq[a]la y[a] ayyuh[a] a(l)nn[a]su AAullimn[a] man[t]iqa a(l)[tt]ayri waooteen[a] min kulli shay-in inna h[atha] lahuwa alfa[d]lu almubeen(u)

027.016 And Solomon was David's heir. He said: "O ye people! We have been taught the speech of birds, and on us has been bestowed (a little) of all things: this is indeed Grace manifest (from Allah.)"

027.017 Wa[h]ushira lisulaym[a]na junooduhu mina aljinni wa(a)l-insi wa(al)[tt]ayri fahum yoozaAAoon(a)

027.017 And before Solomon were marshalled his hosts,- of Jinns and men and birds, and they were all kept in order and ranks.

027.020 Watafaqqada a(l)[tt]ayra faq[a]la m[a] liya l[a] ar[a] alhudhuda am k[a]na mina algh[a]-ibeen(a)

027.020 And he took a muster of the Birds; and he said: "Why is it I see not the Hoopoe? Or is he among the absentees?

Kutipan arti Tay-Ya-Ra dalam project root list adalah sebagai berikut.

ط ي ر = Tay-Ya-Ra = flew, hasten to it, outstripped, become foremost, fled, love, become attached, famous, conceive, scatter/disperse, fortune.

tara vb. (1) impf. act. 6:38
pcple. act. 6:38, 7:131, 17:13, 27:47, 36:19

tayr n.m. (coll) 2:260, 3:49, 3:49, 5:110, 5:110, 12:36, 12:41, 16:79, 21:79, 22:31, 24:41, 27:16, 27:17, 27:20, 34:10, 38:19, 56:21, 67:19, 105:3

ittayyara vb. (5) perf. act. 27:47, 36:18
impf. act. 7:131

istatara vb. (10) pcple. act. 76:7

Lane's Lexicon, Volume 5, pages: 188189190

Tampak dalam kuripan tersebut bahwa tidak ada arti kata yang menyebutkan bird (burung) secara eksplisit. Yang disebutkan berkaitan dengan burung adalah flew (bentuk past tense dari to fly (terbang)). Padahal, dalam ayat 27:16, 27:17, dan 27:20, Tay-Ya-Ra adalah kata benda. Dengan demikian, kata benda dari terbang dalam hal ini adalah yang terbang. Oleh para penerjemah, yang terbang diartikan sama dengan burung walaupun sebenarnya yang terbang tidak selalu berupa burung. Jika Tay-Ya-Ra diartikan sama dengan burung, hasilnya adalah kutipan Al Qur’an terjemahan di atas.

Di sini, penulis akan mengartikan Tay-Ya-Ra sama dengan fled (bentuk past tense dari to flee). Kutipan arti to flee menurut http://www.thefreedictionary.com/fled) adalah sebagai berikut :

(flee (fli)

v. fled, flee•ing. v.i.
1. to run away, as from danger or pursuers; take flight.
2. to move or pass swiftly; fly; speed.
v.t.
3. to run away from.

Secara umum, artinya mengandung unsur berlari. Menurut Google Translate, to take flight sama dengan berlari dengan cepat. To move or pass swiftly sama dengan bergerak/berlalu dengan cepat. Dengan demikian, artinya dapat disamakan dengan berlari dengan cepat.

Apa kata benda dari berlari dengan cepat dalam hal ini? Menurut penulis, kata bendanya adalah yang berlari dengan cepat. Dalam konteks ini, yang berlari dengan cepat adalah kuda, bukan burung. Kuda adalah binatang yang dikendarai oleh manusia. Dengan demikian, jika diterapkan pada ayat 27:17, yang menjadi tentara Sulaiman adalah manusia, jin, dan kuda. Sangat masuk akal jika dalam sebuah sistem pertahanan ada pasukan berkuda. Artinya, kuda yang dapat berlari cepat dikendarai oleh tentara Sulaiman.

Bagaimana dengan Hudhud yang disebutkan dalam 27:18? Menurut penulis, Hudhud adalah nama seorang tentara berkuda Sulaiman yang pada saat dilakukan inspeksi oleh Sulaiman tidak hadir. Artinya, percakapan yang disebutkan dalam 27:22 sampai 27:28 adalah percakapan antara Nabi Sulaiman dan seorang tentara berkuda bernama Hudhud.

Bagaimana dengan “diberi pengertian tentang suara burung” dalam 27:16? Apakah akan berganti menjadi “diberi pengertian tentang suara kuda”? Ya! Mengapa, tidak? Untuk menjelaskannya, penulis menggunakan Al Qur’an terjemahan versi Muhamed dan Samira Ahmed. .Menurut versi ini, Nabi Daud dan Sulaiman telah diajari perkataan (bahasa)/logika burung (we had been taught the birds' speech (language)/logic). Jika burung diganti dengan kuda, frase tersebut akan menjadi “Nabi Daud dan Sulaiman telah diajari perkataan (bahasa)/logika kuda”.

27:16 And Soliman inherited David, and he said: "You, you the people we had been taught the birds' speech (language)/logic, and we were given from every thing, that truly that it is (E) the grace/favour/blessing, the clear/evident." (versi Muhamed dan Samira Ahmed)

27:16 And Soliman inherited David, and he said: "You, you the people we had been taught the horses' speech (language)/logic, and we were given from every thing, that truly that it is (E) the grace/favour/blessing, the clear/evident." (modifikasi versi Muhamed dan Samira Ahmed menurut persepsi penulis)

Apakah yang dimaksud dengan perkataan (bahasa) logika kuda di sini? Jelas, kuda tidak berkata-kata seperti manusia. Sebaliknya, manusia juga tidak bersuara persis seperti kuda. Meskipun demikian, kuda bisa berkomunikasi. Oleh sebab itu, perkataan atau logika yang dimaksud adalah alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dengan kuda. Artinya, Allah mengajari Nabi Daud dan Nabi Sulaiman cara berkomunikasi dengan kuda sehingga mereka dapat memerintahkan kuda untuk melakukan sesuatu yang diinginkan mereka. Dengan kemampuan berkomunikasi dengan kuda tersebut, mereka dapat membangun pasukan berkuda yang tangguh.

Bagaimana kira-kira cara Allah mengajari perkataan atau logika kuda kepada Nabi Daud dan Nabi Sulaiman? Menurut penulis, itu seperti cara Allah mengajari manusia dengan pena atau alat tulis (96:4). Maksudnya, mereka juga melakukan usaha dengan cara mempelajarinya melalui percobaan atau penelitian.

96:4 Who taught/instructed by the pen/writing utensil. (Yang mengajarkan dengan pena/alat tulis).(versi Muhamed dan Samira Ahmed)

Bagaimana dengan frase “Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka” dalam 27:28? Penerjemahan seperti itu sangat jelas dipengaruhi oleh persepsi bahwa Hudhud adalah burung yang bisa terbang. Sambil terbang, burung tersebut kemudian menjatuhkan surat Nabi Sulaiman. Menurut penulis, frase bergarisbawah tersebut adalah “dan kirimkanlah surat tersebut kepada mereka” (and deliver it to them), seperti yang tertera dalam terjemahan versi Abdullah yusuf Ali. Jadi, seorang tentara berkuda bernama Hudhud dapat menyampaikan surat tanpa harus menjatuhkannya dari langit.

027.028 "Go thou, with this letter of mine, and deliver it to them: then draw back from them, and (wait to) see what answer they return". (versi Abdullah yusuf Ali) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Semut
Penafsiran tentang kisah semut secara berbeda dilakukan dengan mengartikan arti akar kata secara berbeda pula. Berikut ini adalah transliterasi dan terjemahan ayat-ayat tentang semut dan Nabi Sulaiman versi Abdullah Yusuf Ali dalam DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913.

027.018 [H]att[a] i[tha] ataw AAal[a] w[a]di a(l)nnamli q[a]lat namlatun y[a] ayyuh[a] a(l)nnamlu odkhuloo mas[a]kinakum l[a] ya[ht]imannakum sulaym[a]nu wajunooduhu wahum l[a] yashAAuroon(a)

027.018 At length, when they came to a (lowly) valley of ants, one of the ants said: "O ye ants, get into your habitations, lest Solomon and his hosts crush you (under foot) without knowing it." (Akhirnya, ketika mereka sampai ke lembah semut (yang rendah), salah satu semut berkata: "Hai semut, masuklah ke tempat tinggalmu, jangan sampai Sulaiman dan tentaranya menghancurkan kamu (di bawah kaki) tanpa menyadarinya.”)

Ternyata yang diterjemahkan menjadi semut adalah a(l)nnamli, namlatun, dan a(l)nnamlu. Kutipan sebagaian arti kata berdasarkan akar kata Nun-Miim-Lam  dalam project root list adalah seperti berikut ini.

Nun-Miim-Lam = to slander, disclose a thing maliciously, climb. Ant. namil - clever man. Name of a valley situated between Jibrin and Asqalaan a town on the seacost 12 miles to the north of Gaza, in Sinai and namlah is the name of a tribe living in this valley. anaamil - fingers.

anamil n.f. (pl. of ammulah) 3:119

namlah n.f. (pl. naml) 27:18, 27:18, 27:18

Lane's Lexicon, Volume 8, pages: 292

Tampak dalam kutipan di atas bahwa salah satu arti kata dari akar kata Nun-Miim-Lam adalah nama suatu lembah di antara Jibrin dan Azqalaan, sebuah kota di pantai laut (seacoast), 12 mil ke utara Gaza, di Sinai. Dijelaskan lebih lanjut bahwa namlah adalah nama suatu suku yang tinggal di lembah tersebut. Berdasarkan keterangan tersebut, pemulis berusaha untuk membuat penyesuaian terjemahan versi Muhamed dan Samira Ahmed.

27:18 Until when they passed by the ants' valley, an ant said: "You, you the ants, enter your residences, (let) not Soliman and his warriors smash/destroy you (E) and they are not feeling/sensing (Hingga ketika mereka melewati lembahnya semut, seekor semut : “Kamu, kamu para semut, masuklah ke tempat tinggalmu, (agar) Sulaiman dan tentaranya tidak menghancurkan kamu dan mereka tidak merasakan/mengetahui) (versi Muhamed dan Samira Ahmed yang asli)

Hasil penyesuaiannya adalah sebagai berikut.

Hingga ketika mereka melewati Lembah Semut, seorang Namlah : “Kamu, kamu orang-orang Namlah, masuklah ke tempat tinggalmu, (sehingga) Sulaiman dan tentaranya tidak mengancurkan kamu dan mereka tidak merasakan/mengetahui.” (hasil penyesuaian)

Orang-orang pada saat itu memang takut pada raja yang memasuki suatu negeri karena takut jika raja tersebut membinasakan dan menghinakan penduduknya yang mulia (27:34). Ketika mengetahui Nabi Sulaiman dan tentaranya datang, Suku Semut diminta bersembunyi oleh seorang pemimpinnya agar tidak dibinasakan dan dihinakan oleh Sulaiman dan tentaranya dan agar Sulaiman dan tentaranya tidak mengetahui keberadaan Suku Semut. Jadi, tujuan bersembunyi tersebut ada dua.

27:34. Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

Jika yang berkata di situ adalah manusia dari Suku Namlah, bagaimana Nabi Sulaiman bisa mengetahui perkataan tersebut? Jika perkataan tersebut dikatakan dihadapan Nabi Sulaiman, Suku Semut akan ditaklukkan dan tujuan agar keberadaan Suku Semut tidak diketahui Nabi Sulaiman dan tentaranya akan tidak tercapai. Jika tidak dikatakan secara langsung dihadapan Nabi Sulaiman, bagaimana Nabi Sulaiman bisa mengetahuinya? Menurut penulis, ada seorang pasukan Nabi Sulaiman yang berada di depan dan bertugas mencari informasi. Mungkin, orang tersebut adalah orang seperti Hudhud yang diceritakan mencari informasi tentang negeri Saba. Informasi tentang perkataan tersebut kemudian disampaikan kepada Nabi Sulaiman. Mendengar perkataan yang disampaikan informan tersebut, Nabi Sulaiman tersennyum dan tertawa (27:19). Senyum dan tawa tersebut bukan karena sesuatu yang lucu, tetapi karena senang bahwa ia diberi kerajaan yang kuat dan besar. Kemungkinan yang lain, yang menceritakan perkataan suku semut tersebut adalah tentara dari golongan jin. Perlu diingat bahwa Nabi Sulaiman bisa bercakap-cakap dengan jin (27:39),

Selaramg, akan kita bahas jika yang berkata-kata adalah semut. Bagaimana Nabi Sulaiman bisa mendengar suara semut dalam jarak yang jauh (dari telinga sampai tanah) tanpa alat bantu pendengaran dan di tengah situasi yang gaduh oleh suara kaki manusia dan kuda? Rasa-rasanya, itu tidak mungkin. Oleh sebab itu, penafsiran bahwa semut dapat berkata-kata seperti manusia adalah tidak tepat.

PENUTUP

Sebagai penutup, perlu disampaikan kembali bahwa Nabi Sulaiman tidak dapat mengetahui bahasa binatang. Penafsiran dalam makalah ini memang berbeda dengan penafsiran sebagian besar penerjemah Al Qur’an. Bagi penulis, hal tersebut tidak menjadi masalah karena inilah persepsi yang ada dalam diri penulis sampai saat ini. Jika terjadi perubahan persepsi pada diri penulis, revisi makalah akan dilakukan.