Selasa, 28 Januari 2014

WARISAN RASUL

PENDAHULUAN
Seringkali kita dengar atau baca tentang informasi bahwa Rasul Allah meninggalkan dua perkara, yaitu kitab Allah (Al Qur’an) dan sunnahnya. Disebutkan pula dalam informasi tersebut bahwa orang tidak akan sesat jika berpegang pada kedua perkara tersebut. Konon, informasi tersebut bersunber pada kitab hadis yang dinilai sebagai shahih walaupun ada juga juga yang meragukannya. Beredar pula informasi bahwa ada 3 informasi yang mirip tetapi tidak sama.  Dua perkara tersebut juga sering disebut sebagai warisan Rasul Allah. Barangkali, dua perkara tersebut dianggap sebagai tinggalan Rasul Allah sehingga disebut warisan Rasul Allah.

Benarkah orang akan sesat jika meninggalkan Al Qur’an dan sunnah rasul? Benarkah Al Qur’an adalah warisan Rasul Allah? Makalah ini ditulis untuk membahas masalah tersebut. Untuk menjawabnya, Al Qur’an terjemahan digunakan.

JIKA MENINGGALKAN Al QUR’AN DAN SUNNAH RASUL
Jika Meninggalkan Al Qur’an
Al Qur’an adalah petunjuk Allah (2:185 dan 22:77). Orang yang mengikuti petunjuk Allah tidak akan sesat (20:123). Dengan demikian, orang yang mengikuti ajaran Allah dalam Al Qur’an tidak akan sesat. Dengan kalimat lain, orang yang meninggalkan ajaran dalam Al Qur’an akan sesat. Jadi, memang benar bahwa orang yang tidak berpegang pada Al Qur’akan sesat.

2:185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (versi Dep. Agama RI)

27:77. Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (versi Dep. Agama RI)

20:123. Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (versi Dep. Agama RI)

Jika Meninggalkan Sunnah Rasul
Sudah dijelaskan di depan bahwa menurut Al Qur’an, yang dimaksud dengan petunjuk Allah adalah Al Qur’an. Sejak jaman Nabi Muhammad, kitab selain Al Qur’an adalah bukan petunjuk Allah. Oleh sebab itu, kitab hadis yang dianggap berisi sunnah rasul juga bukan merupakan petunjuk Allah. Ini berarti bahwa sunnah rasul yang terdapat dalam kitab hadis adalah bukan petunjuk Allah. Jadi, orang yang meninggalkan sunnah rasul yang terdapat dalam kitab hadis tidak akan sesat selama orang tersebut tidak meninggalkan ajaran Allah dalam Al Qur’an.

TENTANG WARISAN
Warisan adalah milik seseorang yang diberikan kepada ahli waris. Jika Al Qur’an adalah warisan Rasul Allah, Al Qur’an adalah milik Rasul Allah bernama Muhammad. Dalam hal ini, Allah dianggap memberi Al Qur’an kepada Nabi Muhammad dan kemudian oleh Nabi Muhamad Al Qur’an diwariskan kepada orang lain. Padahal, Al Qur’an berasal dari Allah dan diberikan kepada manusia semuanya (2:185). Jadi, Al Qur’an adalah bukan warisan Nabi Muhammad tetapi pemberian Allah untuk semua manusia. Yang diutus untuk menyampaikan Al Qur’an kepada semua manusia adalah Nabi Muhammad. Jadi, tidak benar anggapan bahwa Al Qur’an adalah warisan Nabi Muhammad.

Sunnah rasul yang ada sekarang ini ada di kitab hadis yang tidak pernah dimiliki, dipegang, dibaca, diketahui, dan di-edit oleh Nabi Muhammad. Apakah kitab hadis bisa dianggap sebagai warisan Nabi Muhammad? Tentu saja, tidak! Kitab hadis adalah warisan penulis kitab hadis yang tidak pernah berinteraksi dengan Nabi Muhammad. Jadi, sunnah rasul yang dianut oleh banyak orang sebenarnya adalah warisan para penulis kitab hadis..

BAHAYA SYIRIK
Orang yang beranggapan bahwa sunnah rasul yang tertulis dalam kitab hadis dapat menentukan seseorang termasuk sesat atau tidak adalah orang yang memaksakan diri untuk beranggapan bahwa sunnah rasul yang tertulis dalam kitab hadis adalah petunjuk Allah. Sudah dijelaskan di muka bahwa hanya petunjuk Allah saja yang dapat menentukan seseorang termasuk sesat atau tidak. Dengan demikian, orang yang memaksakan diri untuk beranggapan bahwa kitab hadis berisi petunjuk Allah secara tidak sadar telah menganggap Nabi Muhammad sebagai tuhan selain Allah karena perbuatan, perkataan, dan sikapnya dianggap sama dengan petunjuk Allah. Anggapan seperti itu termasuk syirik (mempersekutukan Allah). Orang yang syirik (musyrik) adalah orang sesat (4:116) dan akan masuk neraka (9:113). Di sinilah letak bahayanya.

4:116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (versi Dep. Agama RI)

9:113. Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. (versi Dep. Agama RI)

PENUTUP

Penulis menyadari bahwa pendapat penulis berbeda dengan anggapan sebagian besar orang. Walaupun demikian, pendapat tersebut berdasarkan pada Al Qur’an. Makalah ini akan direvisi jika terdapat perubahan persepsi pada diri penulis.