Selasa, 29 April 2014

ALLAH DAN RASULNYA

PENDAHULUAN
Bulan lalu, penulis menulis makalah berjudul “Dwi Tunggal”. Dipaparkan dalam makalah tersebut bahwa Allah dan Nabi Muhammad telah dianggap sebagai dua yang tidak terpisahkan. Dalam hal ini, Nabi Muhammad dianggap seperti Tuhan. Penulis menduga anggapan tersebut terjadi karena penafsiran yang keliru tentang hubungan antara Allah dan Rasul-Nya. Oleh sebab itu, pembahasan tentang hubungan antara Allah dan Rasul-Nya akan dilakukan dalam makalah ini.

ALLAH DAN RASULNYA DALAM PROSES PEMBERIAN PETUNJUK ALLAH
Setelah Adam diciptakan, Allah berpesan bahwa kelak keturunannya akan diberi petunjuk-Nya. Dengan petunjuk tersebut, manusia keturunannya tidak akan sesat dan celaka (20:123), serta tidak perlu khawatir dan bersedih hati (2:38).

20:123. Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (versi Dep. Agama RI)

2:38. Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (versi Dep. Agama RI)

Berdasarkan keterangan dalam ayat 20:123 dan 2:38 di atas, dapat dimengerti bahwa pemberian petunjuk Allah kepada manusia adalah sesuatu yang sudah direncanakan oleh Allah sejak penciptaan manusia pertama. Ini berarti pula bahwa pemberian petunjuk Allah untuk manusia adalah murni kehendak Allah, bukan permintaan manusia. Dalam proses pemberian petunjuk, Allah tidak memberikannya secara langsung kepada setiap manusia melainkan melalui para rasul atau utusan, yaitu para Rasul Allah atau Utusan Allah berupa manusia. Dengan demikian, Rasul Allah yang membawa petunjuk Allah adalah manusia yang memang diciptakan untuk menjadi Rasul Allah, yang sudah direncanakan sebelumnya.

Dalam proses pemberian petunjuk Allah, ada dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok pemberi petunjuk Allah, yaitu Allah dan Rasul-Nya sedangkan kelompok kedua adalah kelompok yang diberi petunjuk Allah, yaitu manusia. Oleh sebab itu, dalam Al Qur’an banyak dijumpai frasa Allah dan Rasul-Nya. Berikut ini adalah beberapa ayat yang mengandung frasa Allah dan Rasul-Nya.

4:13. (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (versi Dep. Agama RI)

33:57.Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan. (versi Dep. Agama RI)

9:7. Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (versi Dep. Agama RI)

59:8. (Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar. (versi Dep. Agama RI)

9:59. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka). (versi Dep. Agama RI)

9:29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (versi Dep. Agama RI)

58:20. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. (versi Dep. Agama RI)

Sebagai kelompok, Allah dan Rasul-Nya tidak bisa dipisahkan. Dengan kalimat lain, Allah dan Rasul-Nya adalah sebuah tim. Tanpa Rasul Allah, pemberian petunjuk Allah tidak akan berjalan. Demikian pula, tanpa Allah, Rasul Allah tidak ada.

Walaupun demikian, ada yang perlu diperhatikan dengan seksama terhadap frasa Allah dan Rasul-Nya. Walaupun Muhammad seorang Rasul Allah, frasa Allah dan Rasul_Nya tidak sama dengan frasa Allah dan Muhammad. Sebagai manusia, Muhammad mempunyai aktivitas kehidupan pribadi yang mungkin tidak berkaitan dengan tugasnya sebagai Rasul Allah. Dengan demikian, penafsiran frasa Allah dan Rasul-Nya dalam Al Qur’an tidak boleh dikacaukan dengan kehidupan pribadi Muhammad sebagai manusia biasa. Penafsiran Rasul-Nya hanya berlaku ketika Muhammad menjalankan tugas sebagai seorang Rasul Allah, yaitu menyampaikan petunjuk Allah kepada manusia.

Sekarang, kita dapat membaca petunjuk Allah untuk manusia yang disampaikan Nabi Muhammad ketika berfungsi menjadi Rasul Allah dalam kitab Al Qur’an. Semua petunjuk Allah sudah disampaikan kepada manusia sehingga bisa dikatakan bahwa Nabi Muhammad sudah berhasil mmenjalankan tugasnya sebagai seorang Rasul Allah. Semua informasi tentang petunjuk Allah ada di Al Qur’an.

PENAFSIRAN ALLAH DAN RASULNYA
Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Ayat 4:13 menyebutkan perintah taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Apakah arti taat kepada Allah dan Rasul-Nya? Artinya adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai kelompok yang memberi petunjuk Allah. Bagi manusia sekarang, apa yang harus ditaati dari mereka? Tentu saja taat kepada yang disampaikan kelompok yang memberi petunjuk Allah, yaitu petunjuk Allah dalam Al Qur’an.

Diharamkan Allah dan Rasul-Nya
Ayat 9:29 menyebutkan tentang yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Apakah arti yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya? Yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya adalah yang diharamkan oleh kelompok yang memberi petunjuk Allah. Dengan demikian, yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya adalah yang ada di Al Qur’an.

Menyakiti Allah dan Rasul-Nya
Ayat 33:57 menyebutkan tentang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Apakah arti menyakiti Allah dan Rasul-Nya? Menyakiti Allah dan Rasul-Nya berarti menyakiti kelompok yang memberi petunjuk Allah. Kata menyakiti di sini mungkin lebih tepat apabila diganti dengan mengganggu (annoy) seperti yang ditafsirkan oleh Abdullah Yusuf Ali. Maksudnya, orang-orang pada saat itu tidak boleh mengganggu kelompok Allah dan Rasul-Nya dalam proses pemberian petunjuk Allah. Berikut ini adalah kutipan terjemahan ayat 33:57.

033.057 Those who annoy Allah and His Messenger - Allah has cursed them in this World and in the Hereafter, and has prepared for them a humiliating Punishment. (versi Abdullah Yusuf Ali)

Menolong Allah dan Rasul-Nya
Ayat 59:8 menyebutkan tentang menolong Allah dan Rasul-Nya. Apa arti menolong Allah dan Rasul-Nya? Menolong Allah dan Rasul-Nya berarti membantu kelompok Allah dan Rasul-Nya dalam proses pemberian petunjuk Allah agar berjalan lancar.

Menentang Allah dan Rasul-Nya
Ayat 58:20 menyebutkan tentang menentang Allah dan Rasul-Nya. Apa artinya? Menentang Allah dan Rasul-Nya berarti menentang yang disampaikan kelompok Allah dan Rasul-Nya dalam proses pemberian petunjuk Allah.

Mengadakan Perjanjian dengan Allah dan Rasul-Nya
Ayat 9:7 menyebutkan tentang perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya. Apa arti perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya? Perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya berarti perjanjian dengan kelompok Allah dan Rasul-Nya.

Yang Diberikan Allah dan Rasul-Nya
Ayat 9:59 menyebutkan tentang yang diberikan Allah dan Rasul-Nya. Apa arti yang diberikan Allah dan Rasul-Nya? Artinya adalah yang diberikan oleh kelompok Allah dan Rasul-Nya.

PENUTUP

Allah dan Rasul-Nya adalah dua yang tidak bisa dipisahkan dalam proses pemberian petunjuk Allah untuk manusia. Dalam hal ini, Allah berperan sebagai pemberi petunjuk sedangkan Rasul Allah berperan sebagai penyampai petunjuk Allah kepada manusia. Makalah ini akan direvisi jika terdapat perubahan persepsi pada diri penulis.