Kamis, 22 Mei 2014

KAMU TIDAK AKAN LUPA

Persepsi penerjemah Al Qur’an bahwa Nabi Muhammad adalah buta huruf tercermin dalam terjemahan Al Qur’an ayat 87:6 versi Dep. Agama RI berikut ini.

87:6. Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, (versi Dep. Agama RI)

Dengan persepsi bahwa bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang buta huruf, Nabi Muhammad dianggap tidak akan bisa mencatat wahyu yang diterimanya sehingga Nabi Muhammad hanya akan mengandalkan ingatan saja. Agar tidak bisa lupa, Nabi Muhammad dibuat menjadi manusia yang tidak bisa lupa sesudah Al Qur’an dibacakannya kepadanya. Demikianlah kurang lebih maksud yang terkandung dalam terjemahan ayat 87:6 versi Dep. Agama RI. Benarkah penerjemahan seperti itu? Jawaban pertanyaan di atas ada di ayat berikutnya.

86:7. kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. (versi Dep. Agama RI)

Dengan masih berpijak pada persepsi yang sama, ayat 86:7 menerangkan bahwa kalau Allah menghendaki, Nabi Muhammad dapat menjadi lupa tentang semua wahyu yang diterimanya. Mungkinkah Allah berbuat kekeliruan dalam menyusun kata-kata atau membuat Al Qur’an sehingga menghapus ingatan berisi wahyu Allah yang keliru yang ada di otak Nabi Muhammad? Tidak mungkin! Allah tidak mungkin berbuat kekeliruan. Oleh sebab itu, penafsiran seperti itu adalah salah.

Walaupun buta bahasa Arab, penulis akan berusaha mencari tahu penafsiran yang benar. Untuk itu, terjemahan versi lain digunakan.

87:6 We will make you read, so do not forget. (Kami akan membuat kamu membaca, sehingga tidak lupa.) (versi Muhamed dan Samira Ahmed)

87:7 Except what God willed/wanted/intended, that He truly knows the declared/publicized and what hides. (Kecuali yang Allah kehendaki, bahwa Dia sesungguhnya mengetahui yang dipublikasikan dan yang tersembunyi.) (versi Muhamed dan Samira Ahmed)

87:6. We will make you recite, so you will not forget, (Kami akan membuat kamu membaca, sehingga kamu tidak akan lupa.) (versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

87:7. Except what Allah wills. Indeed, He knows the manifest and what is hidden. (Kecuali yang Allah kehendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang nyata dan yang disembunyikan.) (versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Menurut terjemahan versi Muhamed dan Samira Ahmed dan versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri, yang membaca adalah kamu. Di pihak lain, menurut versi Dep. Agama RI, yang membaca adalah Kami. Ini adalah suatu perbedaan yang sangat nyata. Perbedaan tersebut semakin menegaskan bahwa penafsiran penerjemah Al Qur’an dari Dep. Agama RI adalah salah. Tampaknya, penafsiran yang salah tersebut terjadi karena persepsi yang salah pula.


Menurut penulis, ayat 87:6 dan 87:7 menerangkan bahwa Allah berkehendak membuat manusia membaca. Dengan kemampuan membaca tersebut, orang tidak akan lupa. Caranya, manusia mencatat segala sesuatu yang dianggap perlu. Dengan catatan itulah manusia tidak bisa lupa. Walaupun demikian, catatan yang dibuat dapat saja hilang jika Allah menghendaki. Jika catatan hilang, manusia akan menjadi tidak bisa mengingat informasi yang pernah ada. Penyebab kehilangan catatan antara lain kebakaran, banjir, sunami, angin besar, letusan gunung, gempa bumi, dan kerusakan dokumen. Demikianlah, penafsiran ayat 87:6 yang benar menurut penulis. Jadi, ayat 87:6 bukan ayat yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad buta huruf.