Kamis, 31 Juli 2014

BERSEDEKAH WAJIB HUKUMNYA

PENDAHULUAN
Bersedekah dipercaya oleh sebagian besar orang beragama islam sebagai kegiatan bersifat opsional atau tidak wajib. Artnya, jika itu dikerjakan, orang akan mendapatkan pahala tetapi jika tidak dikerjakan, orang tidak berdosa. Benarkah bersedekah tidak wajib dilakukan oleh orang islam?

Makalah ini ditulis untuk menjawab pertanyaan tersebut. Untuk menjawabnya, Al Qur’an terjemahan digunakan.

PERINTAH MENAFKAHKAN SEBAGIAN REJEKI DARI ALLAH
Perintah menafkahkan atau membelanjakan atau mengeluarkan sebagian rejeki yang diberikan oleh Allah terdapat dalam 2:2 dan 2:3. Dalam kedua ayat tersebut dijelaskan bahwa menafkahkan sebagian rejeki adalah amal yang harus dikerjakan orang yang ingin dikategorikan sebagai orang bertaqwa. Dengan kalimat lain, menafkahkan sebagian rejeki dari Allah adalah suatu kewajiban.

2:2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (versi Dep. Agama RI)

2:3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (versi Dep. Agama RI)

002.003 Alla[th]eena yu/minoona bi(a)lghaybi wayuqeemoona a(l)[ss]al[a]ta wamimm[a] razaqn[a]hum yunfiqoon(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Kata yunfiqoon(a) terbentuk dari akar kata nun-fa-qaf. Artinya adalah membelanjakan atau mengeluarkan atau menafkahkan.

Menafkahkan sebagian rejeki yang disebut dalam 2:3 dilakukan sesuai dengan ketentuan yang dibuat Allah. Artinya, pembelanjaan tersebut tidak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Dalam proses pembelanjaan tersebut, ada sebagian rejeki dari Allah yang diberikan kepada orang lain.

ARTI SEDEKAH DAN ZAKAT
Sebagian rejeki dari Allah yang diberikan kepada orang lain dinyatakan dengan istilah apa? Istilah tersebut ada dalam ayat-ayat yang lain. Di antaranya adalah sebagai berikut.

4:114. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (versi Dep. Agama RI)

004.114 L[a] khayra fee katheerin min najw[a]hum ill[a] man amara bi[s]adaqatin aw maAAroofin aw i[s]l[ah]in bayna a(l)nn[a]si waman yafAAal [tha]lika ibtigh[a]a mar[da]ti All[a]hi fasawfa nu/teehi ajran AAa{th}eem[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Istilah untuk menyatakan sebagian rejeki dari Allah yang diberikan kepada orang lain dalam bahasa Indonesia adalah sedekah. Sedekah adalah terjemahan dari [s]adaqatin. Bagaimana dengan zakat? Ternyata, zakat adalah kata benda yang menerangkan suatu aktivitas, bukan yang menerangkan sebagian rejeki dari Allah yang dibelanjakan. Ayat 2:43 berikut ini akan menjelaskan hal tersebut.

2:43. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku. (versi Dep. Agama RI)

002.043 Waaqeemoo a(l)[ss]al[a]ta wa[a]too a(l)zzak[a]ta wa(i)rkaAAoo maAAa a(l)rr[a]kiAAeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Perlu diperhatikan bahwa zakat dalam teks terjemahan versi Dep.Agama RI adalah terjemahan dari a(l)zzak[a]ta. Dalam ayat tersebut, zakat dirangkaikan dengan tunaikanlah. Arti tunaikanlah adalah kerjakanlah! Dengan demikian, tunaikanlah zakat berarti kerjakanlah zakat. Jadi, sekali lagi, zakat adalah suatu aktivitas. Terjemahan 2:43 versi Abdullah Yusuf Ali berikut ini menegaskan hal tersebut. Disebutkan dalam terjemahan tersebut bahwa frase yang diterjemahkan menjadi tunaikanlah zakat diterjemahkan menjadi kerjakanlah kedermawanan secara teratur (practise regular charity). Oleh sebab itu, zakat tidak berarti sebagian rejeki yang diberikan Allah yang dibelanjakan. Zakat berarti kedermawanan. Kedermawanan berarti memberikan sebagian rejeki dari Allah kepada orang lain. Jadi, zakat berarti memberikan atau mengeluarkan atau menafkahkan sebagian rejeki dari Allah kepada orang lain.

002.043 And be steadfast in prayer; practise regular charity; and bow down your heads with those who bow down (in worship). (versi Abdullah Yusuf Ali)

Sampai di sini, dapat disampaikan kembali bahwa zakat adalah istilah yang berarti menafkahkan sebagian rejeki dari Allah seperti yang disebutkan dalam 2;3. Dengan demikian, zakat merupakan aktivitas yang harus dilakukan oleh orang yang bertaqwa. Jadi, hukum zakat adalah wajib bagi orang-orang yang ingin digolongkan sebagai orang bertaqwa.

Perlu disayangkan, penerjemah Dep.Agama RI memaknai zakat sebagai bukan aktivitas melainkan sebagai sebagian rejeki dari Allah yang diberikan kepada orang lain. Hal ini tercermin dari hasil terjemahan ayat–ayat Al Qur’an versi mereka berikut ini.

9:58. Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah. (versi Dep. Agama RI)

9:60. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (versi Dep. Agama RI)

9:103. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (versi Dep. Agama RI)

9:104. Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? (versi Dep. Agama RI)

Jika kita membaca terjemahan di atas, kita akan berpersepsi bahwa zakat berarti sebagian rejeki dari Allah yang diberikan kepada orang lain. Benarkah terjemahan di atas? Marilah kita cek terjemahan di atas dengan transliterasi ayat-ayat di atas dalam DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913.

009.058 Waminhum man yalmizuka fee a(l)[ss]adaq[a]ti fa-in oAA[t]oo minh[a] ra[d]oo wa-in lam yuAA[t]aw minh[a] i[tha] hum yaskha[t]oon(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

009.060 Innam[a] a(l)[ss]adaq[a]tu lilfuqar[a]-i wa(a)lmas[a]keeni wa(a)lAA[a]mileena AAalayh[a] wa(a)lmu-allafati quloobuhum wafee a(l)rriq[a]bi wa(a)lgh[a]rimeena wafee sabeeli All[a]hi wa(i)bni a(l)ssabeeli faree[d]atan mina All[a]hi wa(A)ll[a]hu AAaleemun [h]akeemun (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

009.103 Khu[th] min amw[a]lihim [s]adaqatan tu[t]ahhiruhum watuzakkeehim bih[a] wa[s]alli AAalayhim inna [s]al[a]taka sakanun lahum wa(A)ll[a]hu sameeAAun AAaleem(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

009.104 Alam yaAAlamoo anna All[a]ha huwa yaqbalu a(l)ttawbata AAan AAib[a]dihi waya/khu[th]u a(l)[ss]adaq[a]ti waanna All[a]ha huwa a(l)ttaww[a]bu a(l)rra[h]eem(u) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Ternyata, yang diterjemahkan menjadi zakat adalah kata-kata yang seharusnya diterjemahkan menjadi sedekah. Kata-kata tersebut adalah a(l)[ss]adaq[a]ti, [s]adaqatan, dan a(l)[ss]adaq[a]tu. Jadi, penerjemah Dep. Agama RI telah melakukan kesalahan. Padahal, mereka sudah mengetahui bahwa ada kata a(l)zzak[a]ta yang terjemahannya adalah zakat (Silakan periksa 2:43 di muka!). Seharusnya, kata zakat bergaris bawah dalam terjemahan ayat-ayat di atas diganti dengan sedekah.

Anehnya, penerjemah dari Dep. Agama RI menerjemahkan kata yang mempunyai akar kata sad-dal-qaf, yaitu bi[s]adaqatin menjadi sedekah pada ayat 4:114, yang kutipannya sudah dipaparkan di muka). Hal serupa juga terjadi pada penerjemahan ayat-ayat berikut ini.

2:263. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

002.263 Qawlun maAAroofun wamaghfiratun khayrun min [s]adaqatin yatbaAAuh[a] a[th]an wa(A)ll[a]hu ghaniyyun [h]aleem(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

2:264. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir

002.264 Y[a] ayyuh[a] alla[th]eena [a]manoo l[a] tub[t]iloo [s]adaq[a]tikum bi(a)lmanni wa(a)l-a[tha] ka(a)lla[th]ee yunfiqu m[a]lahu ri-[a]a a(l)nn[a]si wal[a] yu/minu bi(A)ll[a]hi wa(a)lyawmi al-[a]khiri famathaluhu kamathali [s]afw[a]nin AAalayhi tur[a]bun faa[sa]bahu w[a]bilun fatarakahu [s]aldan l[a] yaqdiroona AAal[a] shay-in mimm[a] kasaboo wa(A)ll[a]hu l[a] yahdee alqawma alk[a]fireen(a). (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

2:271. Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

002.271 In tubdoo a(l)[ss]adaq[a]ti faniAAimm[a] hiya wa-in tukhfooh[a] watu/tooh[a] alfuqar[a]a fahuwa khayrun lakum wayukaffiru AAankum min sayyi-[a]tikum wa(A)ll[a]hu bim[a] taAAmaloona khabeer(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

2:276. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

002.276 Yam[h]aqu All[a]hu a(l)rrib[a] wayurbee a(l)[ss]adaq[a]ti wa(A)ll[a]hu l[a] yu[h]ibbu kulla kaff[a]rin atheem(in) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

9:79. (Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.

009.079 Alla[th]eena yalmizoona almu[tt]awwiAAeena mina almu/mineena fee a(l)[ss]adaq[a]ti wa(a)lla[th]eena l[a] yajidoona ill[a] juhdahum fayaskharoona minhum sakhira All[a]hu minhum walahum AAa[tha]bun aleem(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

58:12. Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

058.012 Y[a] ayyuh[a] alla[th]eena [a]manoo i[tha] n[a]jaytumu a(l)rrasoola faqaddimoo bayna yaday najw[a]kum [s]adaqatan [tha]lika khayrun lakum waa[t]haru fa-in lam tajidoo fa-inna All[a]ha ghafoorun ra[h]eem(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

58:13. Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

058.013 Aashfaqtum an tuqaddimoo bayna yaday najw[a]kum [s]adaq[a]tin fa-i[th] lam tafAAaloo wat[a]ba All[a]hu AAalaykum faaqeemoo a(l)[ss]al[a]ta wa[a]too a(l)zzak[a]ta waa[t]eeAAoo All[a]ha warasoolahu wa(A)ll[a]hu khabeerun bim[a] taAAmaloon(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Jadi, anggapan bahwa zakat adalah sebagian rejeki dari Allah yang diberikan kepada orang lain adalah salah karena tidak sesuai dengan Al Qur’an. Yang benar adalah bahwa zakat adalah menafkahkan atau membelanjakan atau mengeluarkan sebagaian rejeki dari Allah kepada orang lain. Sebagian rejeki dari Allah yang diberikan kepada orang lain disebut sedekah.

Sebagai tambahan, arti zakat dan sedekah berdasarkan akar katanya juga akan dibahas secara singkat. Kutipan arti menurut akar kata yang ada dalam project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm  adalah sebagai berikut.

Sad-Dal-Qaf = to be truthful, true, sincere, speak the truth, establish or confirm the truth of what another has said, verify, keep faith, observe a promise faithfully, fulfill, speak veraciously, hold anyone as trustworthy. sadaqa fi al-qitaali - to fight gallantly. tsaddaqa - to give alms. sidqun - truth, veracity, sincerity, soundness, excellence in a variety of different objects, salubrious and agreeable, favourable entrance, praise. saadiqun - one who is true and sincere, one who speaks the truth. saadiqah - perfect woman. sadaqat (pl. saduqaat) - dowry. siddiiq - person who is trustworthy, sincere. saddaqa - to confirm, verify, fulfil. asdaqu - more true.

Zay-Kaf-Waw = it increased/augmented, it throve/grew well/flourished/prospered and produced fruit, it was/became pure, purification, goodness/righteousness, lead/enjoy a plentiful/easy/soft/delicate life, put into a good/right state/condition, alms, poor-rate/due

Tampak bahwa zakat dapat bermakna penyucian (purification) sedangkan sedekah dapat berarti ketulusan (sincerity). Dengan demikian, zakat adalah aktivitas yang berakibat pada penyucian diri, yaitu penghapusan dosa. Di pihak lain, sedekah adalah sebagian rejeki dari Allah yang diberikan kepada orang lain dengan tulus/ikhlas.

HUKUM BERSEDEKAH
Apakah sedekah tidak wajib hukumnya? Kita tidak bisa menjawabnya karena sedekah bukan merupakan suatu aktivitas. Yang bisa ditentukan hukumnya adalah aktivitas. Yang bisa dijawab adalah, apakah memberi sedekah atau bersedekah tidak wajib hukumnya?

Jawabannya adalah bahwa bersedekah atau memberi sedekah adalah wajib hukumnya. Alasannya, sedekah berarti sebagian rejeki dari Allah yang diberikan kepada orang lain. Memberi sedekah atau bersedekah berarti menafkahkan atau membelanjakan atau mengeluarkan sebagian rejeki dari Allah kepada orang lain. Tampak jelas di sini bahwa bersedekah mempunyai arti yang sama dengan zakat. Sudah dibahas di muka bahwa zakat adalah aktivitas menafkahkan atau membelanjakan atau mengeluarkan sebagian rejeki dari Allah kepada orang lain. Jadi, hukum bersedekah atau memberi sedekah adalah wajib, seperti hukum yang berlaku pada zakat. 

PENUTUP

Bersedekah adalah wajib hukumnya. Makalah ini akan direvisi jika terjadi perubahan persepsi pada diri penulis.