Selasa, 23 Desember 2014

TUGAS RASUL ALLAH

PENDAHULUAN
Kali ini, penulis akan membahas tentang tugas Rasul Allah. Walaupun pernah disinggung pada makalah sebelumnya, topik ini dibahas lagi dengan sudut pandang dan tingkat kedalaman yang berbeda. Setidak-tidaknya, ini akan semakin menambah keyakinan terhadap persepsi yang sudah terbentuk sebelumnya.

Sebagai manusia yang diutus Allah, seorang Rasul Allah hanya menjalankan tugas yang diberikan Allah kepadanya. Di sisi lain, sebagai manusia biasa, seorang Rasul Allah juga menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti manusia lainnya. Kedua aktivitas tersebut bercampur menjadi satu sehingga aktivitas seorang Rasul Allah ketika menjalani hidup sebagai manusia biasa berpotensi untuk direkayasa menjadi aktivitas ketika menjalankan tugas sebagai seorang Rasul Allah. Untuk menghindari hal tersebut, pemahaman tentang tugas Rasul Allah perlu dimiliki oleh orang yang beriman kepada Allah. Oleh sebab itu, makalah ini ditulis.

TUGAS RASUL ALLAH
Tugas Rasul Allah ada 3, yaitu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan. Ayat-ayatya adalah sebagai berikut (33:45 dan 48:8).

33:45. Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, (versi Dep. Agama RI)

48:8. Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, (versi Dep. Agama RI)

Tugas sebagai saksi dijalankan pada saat hari kiamat, saat manusia dihidupkan kembali. Tugas sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan dilaksanakan ketika Rasul Allah masih hidup di dunia. Ayat-ayat yang hanya menerangkan tugas Rasul Allah ketika masih hidup di dunia adalah sebagai berikut (25:56 dan 6:48).

25:56. Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. (versi Dep. Agama RI)

6:48. Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. (versi Dep. Agama RI)

Dalam menjalan tugasnya, Rasul Allah bernama Muhammad hanya menggunakan Al Qur’an saja. Ayat-ayatnya adalah sebagai berikut (19:97, 46:12, 16:102, dan 17:9).

19:97. Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. (versi Dep. Agama RI)

46:12. Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (versi Dep. Agama RI)

16:102. Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (versi Dep. Agama RI)

17:9. Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (versi Dep. Agama RI)

Ayat 19:97, 46:12, 16:102, dan 17:9 menyebutkan dengan tegas bahwa kabar gembra dan peringatan yang disampaikan Rasul Allah ada di Al Qur’an. Ini berarti bahwa dalam menjalankan tugasnya, Rasul Allah hanya menggunakan Al Qur’an saja. Kita semua yang hidup sekarang ini juga sebaiknya bersikap seperti orang-orang yang hidup pada jaman Rasul Allah masih hidup, yaitu hanya menerima kabar gembira dan peringatan dari Rasul Allah yang tertulis di Al Qur’an. Rasul Allah tidak akan melakukan sesuatu yang bukan tugasnya. Rasul Allah juga pasti menjalankan tugasnya. Kita tidak perlu melakukan penelitian untuk mengetahui kabar gembira dan peringatan yang tidak ada di Al Qur’an. Kita tidak perlu melakukan penelitian untuk mengetahui informasi dari Allah yang disampaikan kepada Rasul Allah yang tidak ada di Al Qur’an. Jika kita melakukannya, kita secara tidak langsung telah menuduh Nabi Muhammad tidak menjalankan tugasnya. Jika kita melakukannya, kita akan menjadi golongan orang yang tidak percaya atau tidak beriman kepada Al Qur’an dan Rasul Allah.

Dijelaskan pula dalam ayat-ayat di atas bahwa kabar gembira yang dibawa Rasul Allah ditujukan kepada orang yang bertakwa, berbuat baik, dan berserah diri. Peringatan yang diberikan oleh Rasul Allah ditujukan untuk orang yang zalim dan orang yang membangkang. Dari sini dapat dimengerti pula bahwa bagi orang zalim dan orang yang membangkang, Al Qur’an adalah hanya suatu peringatan, bukan merupakan petunjuk.

Jadi, sangat jelas sekali dijelaskan di dalam Al Qur’an bahwa tugas Rasul Allah di dunia hanyalah membawa kabar gembira dan memberi peringatan. Kata “hanyalah” berarti sangat penting, yaitu bahwa tidak ada tugas Rasul Allah selain dari membawa kabar gembira dan memberi peringatan. Hal ini didasarkan pada bagian terjemahan 25:56 dan 6:48 yang bergarisbawah. Kata tidaklah dan kata melainkan dalam terjemahan tersebut merupakan satu kesatuan yang menegaskan bahwa tugas Rasul Allah di dunia hanya membawa kabar gembira dan memberi peringatan, tidak ada yang lain.

Tugas Rasul Allah tersebut menegaskan bahwa isi Al Qur’an dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu kabar gembira dan peringatan. Isinya disebut kabar gembira karena menjelaskan cara menuju surga. Di sisi lain, isinya disebut sebagai peringatan karena menjelaskan hal-hal yang menyebabkan orang masuk neraka. Dalam menjelaskannya, Allah menggunakan sistematika dan metode seperti yang ada di Al Qur’an. Demikian, pendapat penulis tentang arti kabar gembira dan peringatan.

PERSEPSI SALAH TENTANG TUGAS RASUL ALLAH
Walaupun tugas Rasul Allah sudah disebutkan secara jelas dan terang benderang, ada juga orang yang percaya bahwa Rasul Allah mempunyai tugas selain dari membawa kabar gembira dan memberi peringatan. Contohnya adalah anggapan bahwa Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak. Contoh lainnya adalah anggapan bahwa Nabi Muhammad ditugaskan untuk menjelaskan Al Qur’an. Untuk membuat agar tugas menjelaskan Al Qur’an ada, mereka merekayasa Al Qur’an terjemahan. Hasil rekayasa tersebut kemudian dijadikan dasar untuk membenarkan anggapan mereka. Penulis akan menyajikan rekayasa tersebut dalam alinea-alinea berikut ini.

Berikut ini adalah kutipan terjemahan Al Qur’an beserta transliterasinya. Silakan pembaca mengamati bagian bergarisbawah pada terjemahan dan transliterasi! Transliterasi disajikan untuk menunjukkan rekayasa terjemahan pada alinea berikutnya. Di situ terlihat bahwa Rasul Allah seolah-olah mempunyai tugas menjelaskan.

46:9. Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan." (versi Dep. Agama RI)

046.009 Qul m[a] kuntu bidAAan mina a(l)rrusuli wam[a] adree m[a] yufAAalu bee wal[a] bikum in attabiAAu ill[a] m[a] yoo[ha] ilayya wam[a] an[a] ill[a] na[th]eerun mubeen(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

15:89. Dan katakanlah: "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan." (versi Dep. Agama RI)

015.089 Waqul innee an[a] a(l)nna[th]eeru almubeen(u) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

67:26. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan." (versi Dep. Agama RI)

067.026 Qul innam[a] alAAilmu AAinda All[a]hi wa-innam[a] an[a] na[th]eerun mubeen(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

71:2. Nuh berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (versi Dep. Agama RI)

071.002 Q[a]la y[a] qawmi innee lakum na[th]eerun mubeen(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Benarkah terjemahan yang menyebutkan pemberi peringatan yang menjelaskan? Marilah kita simak ayat-ayat terjemahan beserta transliterasinya berikut ini!

38:70. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata." (versi Dep. Agama RI)

038.070 In yoo[ha] ilayya ill[a] annam[a] an[a] na[th]eerun mubeen(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

22:49. Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu." (versi Dep. Agama RI)

022.049 Qul y[a] ayyuh[a] a(l)nn[a]su innam[a] an[a] lakum na[th]eerun mubeen(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

11:25. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, (versi Dep. Agama RI)

011.025 Walaqad arsaln[a] noo[h]an il[a] qawmihi innee lakum na[th]eerun mubeen(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

29:50. Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat- mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata." (versi Dep. Agama RI)

029.050 Waq[a]loo lawl[a] onzila AAalayhi [a]y[a]tun min rabbihi qul innam[a] al-[a]y[a]tu AAinda All[a]hi wa-innam[a] an[a] na[th]eerun mubeen(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Tampak bahwa walaupun kata-kata yang diterjemahkan sama, hasil terjemahannya berbeda, Dalam terjemahan 38:70, 22:49, 11:25, dan 29:50 disebutkan bahwa Rasul Allah adalah pemberi peringatan yang nyata, bukan pemberi peringatan yang menjelaskan. Padahal, kata-kata bahasa Arab yang diterjemahkan adalah sama (Silakan diperhatikan bagian bergarisbawah pada transliterasi ayat-ayat!).

Terus, mana yang benar? Pemberi peringatan yang menjelaskan atau pemberi peringatan yang nyata?  Marilah kita simak kutipan arti kata berdasarkan akar kata dari project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm  untuk menentukan yang benar, “yang menjelaskan” atau “yang nyata”?. Terjemahan yang dipermasalahkan tersebut berasal dari akar kata ba-ya-nun. Berikut ini adalah kutipannya.

Ba-Ya-Nun =
Becoming separated, severed, disunited, cut off or distinct
Apparent, manifest, plain, clear, known, distinguished from another
Disunion and union
Coming forth
Separation or division between two things (e.g. land)
An evidence, an indication, demonstration, proof, argument that is clear, manifest (intellectual or perceptive/perceived by sense), testimony of a witness
abana vb. (4)
impf. act. 43:52
n.vb. 3:138, 55:4, 75:19
pcple. act. 2:168, 2:208, 3:164, 4:20, 4:50, 4:91, 4:101, 4:112, 4:119, 4:144, 4:153, 4:174, 5:15, 5:92, 5:110, 6:7, 6:16, 6:59, 6:74, 6:142, 7:22, 7:60, 7:107, 7:184, 10:2, 10:61, 10:76, 11:6, 11:7, 11:25, 11:96, 12:1, 12:5, 12:8, 12:30, 14:10, 15:1, 15:18, 15:79, 15:89, 16:4, 16:35, 16:82, 16:103, 17:53, 19:38, 21:54, 22:11, 22:49, 23:45, 24:12, 24:25, 24:54, 26:2, 26:30, 26:32, 26:97, 26:115, 26:195, 27:1, 27:13, 27:16, 27:21, 27:75, 27:79, 28:2, 28:15, 28:18, 28:85, 29:18, 29:50, 31:11, 33:36, 33:58, 34:3, 34:24, 34:43, 36:12, 36:17, 36:24, 36:47, 36:60, 36:69, 36:77, 37:15, 37:106, 37:113, 37:156, 38:70, 39:15, 39:22, 40:23, 43:2, 43:15, 43:18, 43:29, 43:40, 43:62, 44:2, 44:10, 44:13, 44:19, 44:33, 45:30, 46:7, 46:9, 46:32, 48:1, 51:38, 51:50, 51:51, 52:38, 61:6, 62:2, 64:12, 67:26, 67:29, 71:2, 81:23

Tampak bahwa akar kata ba-ya-nun berarti jelas, nyata, atau terang (manifest). Jadi, terjemahan yang benar adalah pemberi peringatan yang jelas, nyata, atau terang. Frasa pemberi peringatan yang menjelaskan adalah salah.

Apakah maksud rekayasa terjemahan tersebut? Penulis pernah mendengat seorang penceramah yang menggunakan terjemahan yang menyebutkan “pemberi peringatan yang menjelaskan” untuk mendukung pendapatnya bahwa Nabi Muhammad diberi tugas untuk menjelaskan Al Qur’an. Atas dasar terjemahan rekayasa itulah penceramah berkeyakinan bahwa menggunakan kitab hadis adalah suatu kewajiban. Barangkali, inilah maksud rekayasa terjemahan tersebut.

PENUTUP
Tugas Rasul Allah di dunia hanya membawa kabar gembira dan memberi peringatan dengan Al Qur’an. Persepsi bahwa Nabi Muhammad ditugaskan untuk memberi penjelasan tentang Al Qur’an dan untuk menyempurnakan akhlak adalah salah. Revisi makalah ini akan dilakukan jika terjadi perubahan persepsi pada diri penulis.