Kamis, 26 Maret 2015

KETELADANAN RASUL ALLAH

Banyak orang berusaha meniru segala hal yang dilakuan Rasul Allah. Mereka beralasan bahwa Rasul Allah adalah seorang teladan. Mereka juga mengaku mempunyai landasan untuk berpandangan seperti itu. Landasannya adalah ayat berikut ini.

33:21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (versi Dep. Agama RI)

Makalah ini ditulis untuk membahas maksud keteladanan yang dimaksud dalam ayat 33:21. Ini penting bagi kita untuk menentukan sikap terhadap kandungan ayat tersebut agar tidak terjerumus dalam kesalahan.

Kata “diri’ dalam tanda kurung adalah tambahan penerjemah. Kata tersebut bersifat mengganggu karena memberi kesan seolah-olah yang ada pada tubuh Rasul Allah adalah juga suatu teladan. Misalnya, jenggot yang mungkin ada pada dirinya bisa dianggap sebagai suatu teladan. Oleh sebab itu, dalam makalah ini kata “diri” dianggap tidak ada. Di samping itu, kata “bagimu” juga merupakan bagian yang penting. Siapa “mu” yang dimaksud dalam ayat tersebut? Apakah “mu” di sini adalah orang-orang pada jaman Rasul Allah yang diceritakan dalam surat 33? Atau, orang-orang secara umum, termasuk orang yang hidup sekarang? Agar lebih jelas tentang hal tersebut, kita perlu membahas tentang konteks keteladanan dalam 33:21. Untuk itu, beberapa ayat sebelum dan sesudah ayat 33:21 ditampilkan berikut ini.

33:9. Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan (versi Dep. Agama RI)

33:10. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. (versi Dep. Agama RI)

33:11. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. (versi Dep. Agama RI)

33:12. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata :"Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya." (versi Dep. Agama RI)

33:13. Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mreka berkata: "Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu." Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata : "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)." Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari. (versi Dep. Agama RI)

33:14. Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat. (versi Dep. Agama RI)

33:15. Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: "Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)." Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. (versi Dep. Agama RI)

33:16. Katakanlah: "Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja." (versi Dep. Agama RI)

33:17. Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. (versi Dep. Agama RI)

33:18. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang- halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara- saudaranya: "Marilah kepada kami." Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar. (versi Dep. Agama RI)

33:19. Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (versi Dep. Agama RI)

33:20. Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja. (versi Dep. Agama RI)

33:21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (versi Dep. Agama RI)

33:22. Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita." Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (versi Dep. Agama RI)

33:23. Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya), (versi Dep. Agama RI)

33:24. supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (versi Dep. Agama RI)

33:25. Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (versi Dep. Agama RI)

Ayat-ayat tersebut di atas berisi tentang perang. Jika diperhatikan dengan tenang dan sikap netral, tampak bahwa ada perbedaan antara kandungan sebelum ayat 33:21 dan sesudahnya. Ayat-ayat sebelum 33:21 berisi tentang perilaku orang-orang yang tidak patuh menjalankan perintah perang sedangkan ayat-ayat sesudah 33:21 berisi tentang perilaku orang-orang yang patuh terhadap perintah perang. Ini berarti bahwa orang-orang yang patuh tersebut (orang-orang mukmin atau orang-orang beriman) adalah mereka yang meneladani Rasul Allah. Perlu diingat bahwa Rasul Allah adalah orang yang menjalankan perintah perang dengan patuh dan ikhlas. Jadi, keteladanan yang dimaksud dalam 33:21 adalah berkaitan dengan sikap menjalankan perintah perang.

Walaupun demikian, keteladanan Rasul Allah juga berlaku pula bagi semua orang yang mengaku menjadi orang beriman (mukmin). Bagi kita yang tidak sedang dalam keadaan berperang bersama Rasul Allah, keteladanan Rasul Allah yang bisa dipraktekkan adalah sikap patuh terhadap semua ajaran Allah, baik yang berupa perintah maupun yang berupa larangan. Dengan demikian, cara untuk meneladani Rasul Allah adalah dengan mengamalkan semua ajaran Allah dalam Al Qur’an karena semua ajaran Allah ada di dalam Al Qur’an. Makna ajaran Allah tentang keteladanan Rasul Allah adalah bahwa orang yang tidak ingin tersesat dalam hidupnya sehingga bisa masuk surga hendaknya meneladani Rasul Allah. Agar tidak tersesat, orang harus mengikuti petunjuk Allah. Allah berfirman bahwa orang yang mengikuti petunjuk Allah tidak akan sesat dan tidak akan celaka (20:123). Petunjuk Allah tersebut ada di dalam kitab yang tidak mengandung keragu-raguan, yaitu Al Qur’an (2:2). Jadi, orang yang mengamalkan semua ajaran Allah dalam Al Qur’an sesungguhnya telah meneladani Rasul Allah.

20:123. Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (versi Dep. Agama RI)

2:2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (versi Dep. Agama RI)

Walaupun demikian, ada orang yang meneladani Rasul Allah dengan cara menggunakan informasi tentang Rasul Allah di luar Al Qur’an. Informasi tersebut ada di dalam kitab-kitab hadis. Kitab-kitab tersebut berisi informasi tentang perkataan, perbuatan, dan sikap Rasul Allah yang diperoleh dari penelitian. Metode penelitiannya adalah dengan mengumpulkan informasi dari mulut ke mulut yang berasal dari orang-orang yang dianggap hidup di sekitar Rasul Allah. Hanya saja, setelah informasi tersebut terkumpul, tidak dilakukan konfirmasi kepada Rasul Allah tentang kebenaran informasi yang diperoleh dalam penelitian tersebut karena beliau sudah wafat. Jadi, informasi yang ada dalam kitab hadis masih bersifat sebagai dugaan atau asumsi. Menggunakan informasi yang masih bersifat dugaan atau asumsi tidak diajarkan Allah (10:36). Oleh sebab itu, meneladani Rasul Allah dengan cara menggunakan kitab hadis adalah cara yang salah.

10:36. And most of them follow nothing except assumption. Indeed, assumption does not avail anything against the truth. Indeed, Allah is All-Knower of what they do. (Dan kebanyakan dari mereka tidak mengikuti sesuatu pun kecuali asumsi. Sungguh, asumsi tidak berguna sama sekali melawan kebenaran sejati. Sungguh, Allah adalah Maha Mengetahui yang mereka kerjakan.) (versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Perbedaan praktek dalam meneladani Rasul Allah dengan hanya menggunakan Al Qur’an dari orang ke orang adalah mungkin terjadi karena variasi sifat, kondisi tubuh, kondisi lingkungan, dan kebudayaan yang dimiliki tiap orang. Perbedaan praktek tersebut tidak perlu dipermasalahkan jika yang dipraktekkan adalah sama, yaitu ajaran Allah dalam Al Qur’an. Dengan kalimat lain, persamaan lebih diutamakan daripada perbedaan. Yang sesungguhnya masih menjadi masalah adalah, “Apakah kita telah memahami semua ajaran Allah dalam Al Qur’an dengan benar dan seragam?” Perlu diingat bahwa pemahaman orang tentang ajaran Allah dalam Al Qur’an sampai sekarang masih bervariasi.  Variasi pemahaman orang tentang ajaran Allah dalam Al Qur’an  mungkin karena Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki (16:93).

16:93. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.

Makalah tentang keteladaan Rasul Allah dicukupkan sampai di sini. Apabila ada perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.