Minggu, 25 Oktober 2015

ARTI JUNUB

Pada kesempatan ini penulis ingin mempelajari arti kata junub yang ada di Al Qur’an sambil belajar bahasa Arab. Kata junub muncul di Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI dalam 5:6 dan 4:43.

5:6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (versi Dep. Agama RI)

4:43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun. (versi Dep. Agama RI)

Dapat dimengerti bahwa kata junub tidak diterjemahkan karena kata tersebut sudah terdapat dalam kamus besar bahasa Indonesia. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, junub adalah kata benda yang berarti keadaan kotor karena keluar mani atau bersetubuh yang menyebabkan seseorang mandi dengan membasahi (membersihkan) dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Walaupun demikian, kata tersebut adalah kata serapan yang muncul setelah agama islam masuk Indonesia. Dengan demikian, arti junub tersebut adalah arti yang berlaku setelah agama islam masuk Indonesia sehingga tidak dapat digunakan untuk menjelaskan arti junub ketika Al Qur’an diturunkan.

Arti junub yang sebenarnya adalah arti yang berlaku pada saat kedua ayat tersebut diturunkan. Dengan kalimat lain, arti junub yang sebenarnya adalah yang dipahami oleh orang Arab pada saat kedua ayat tersebut diturunkan. Oleh sebab itu, kita perlu mencari tahu tentang arti junub pada saat Al Qur’an diturunkan. Caranya adalah dengan mencari tahu arti junub dalam kamus bahasa Arab. Untuk melaksanakannya, penulis menggunakan informasi yang ada dalam dalam project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm. Kata junub dalam bahasa Arab mempunyai akar kata jim-nun-ba. Kutipan arti kata berdasarkan akar kata jim-nun-ba dalam project root list adalah sebagai berikut.

“Jiim-Nun-Ba = To break or hit or hurt one's side, to lead one by his side, place or put a thing aside, to remove or send a thing far away or far off, estrange or alienate someone, descend and abode/settle as a stranger among people, to be remote/distant/far off/aloof from someone, shun or avoid someone, alienate or estrange oneself from someone, to be under the obligation of performing a total bath or ablution (by reason of sexual intercourse and semenal discharge), to be lateral or adjacent to someone or to a thing, walk by the side of another, to be gentle/compliant/easy to deal with, to be much of.
janaba vb. (1)
impv. 14:35
janb n.m. (pl. junub) 3:191, 4:36, 4:103, 9:35, 10:12, 22:36, 32:16, 39:56
janib n.m. 17:68, 17:83, 19:52, 20:80, 28:29, 28:44, 28:46, 37:8, 41:51
junub n.m. 4:36, 4:43, 5:6, 28:11
jannaba vb. (2) impf. pass. 92:17
tajannaba vb. (5) impf. act. 87:11
ijtanaba vb. (8)
perf. act. 39:17
impf. act. 4:31, 42:37, 53:32
impv. 5:90, 16:36, 22:30, 22:30, 49:12
Lane's Lexicon, Volume 2, page: 100, 101, 102, 103, 104

Tampak dalam kutipan di atas bahwa referensi yang digunakan project root list adalah kamus bahasa Arab-Inggris Lane’s Lexicon. Dengan demikian, pengertian junub yang disebutkan dalam project root list ada dalam kamus bahasa Arab. Jadi, arti junub yang dipahami oleh orang Arab pada saat Al Qur’an diturunkan ada dalam kutipan di atas. Oleh karena itu, ada baiknya arti kata berdasarkan akar kata jim-nun-ba dalam project root list diterjemahkan ke bahasa Indonesia lebih dahulu. Hasil penerjemahan tersebut adalah sebagai berikut.

1. to break or hit or hurt one's side = memecah atau memukul atau melukai sisi seseorang
2.  to lead one by his side = menuntun seseorang di sampingnya
3. place or put a thing aside = menggeser sesuatu ke samping
4. to remove or send a thing far away or far off = menghilangkan atau mengirimkan sesuatu jauh-jauh
5. estrange or alienate someone = mengasingkan seseorang
6. descend and abode/settle as a stranger among people = berketurunan dan tinggal sebagai orang asing di tengah masyarakat
7. to be remote/distant/far off/aloof from someone = terpencil/jauh dari seseorang
8. shun or avoid someone  = menghindari seseorang
9. alienate or estrange oneself from someone = menjauhkan dirinya dari seseorang
10. to be under the obligation of performing a total bath or ablution (by reason of sexual intercourse and semenal discharge) = menjadi wajib melakukan mandi total atau pembersihan total (karena berhubungan seks dan keluar air mani)
11.  to be lateral or adjacent to someone or to a thing = menjadi berkerabat atau dekat dengan orang atau sesuatu
12. walk by the side of another = berjalan di samping orang lain
13. to be gentle/compliant/easy to deal with = menjadi mudah untuk menghadapi sesuatu
14. to be much of = menjadi jauh dari

Tampak dalam kutipan di atas bahwa kata junub adalah kata benda dan ada dalam 4 ayat, yaitu 4:36, 4:43, 5:6, dan 28:11. Untuk menunjukkan hal tersebut, transliterasinya disajikan berikut ini.

004.036 Wa(o)AAbudoo All[a]ha wal[a] tushrikoo bihi shay-an wabi(a)lw[a]lidayni i[h]s[a]nan wabi[th]ee alqurb[a] wa(a)lyat[a]m[a] wa(a)lmas[a]keeni wa(a)lj[a]ri [th]ee alqurb[a] wa(a)lj[a]ri aljunubi wa(al)[ssah]ibi bi(a)ljanbi wa(i)bni a(l)ssabeeli wam[a] malakat aym[a]nukum inna All[a]ha l[a] yu[h]ibbu man k[a]na mukht[a]lan fakhoor[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

004.043 Y[a] ayyuh[a] alla[th]eena [a]manoo l[a] taqraboo a(l)[ss]al[a]ta waantum suk[a]r[a] [h]att[a] taAAlamoo m[a] taqooloona wal[a] junuban ill[a] AA[a]biree sabeelin [h]att[a] taghtasiloo wa-in kuntum mar[da] aw AAal[a] safarin aw j[a]a a[h]adun minkum mina algh[a]-i[t]i aw l[a]mastumu a(l)nnis[a]a falam tajidoo m[a]an fatayammamoo [s]aAAeedan [t]ayyiban fa(i)msa[h]oo biwujoohikum waaydeekum inna All[a]ha k[a]na AAafuwwan ghafoor[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

005.006 Y[a] ayyuh[a] alla[th]eena [a]manoo i[tha] qumtum il[a] a(l)[ss]al[a]ti fa(i)ghsiloo wujoohakum waaydiyakum il[a] almar[a]fiqi wa(i)msa[h]oo biruoosikum waarjulakum il[a] alkaAAbayni wa-in kuntum junuban fa(i)[tt]ahharoo wa-in kuntum mar[da] aw AAal[a] safarin aw j[a]a a[h]adun minkum mina algh[a]-i[t]i aw l[a]mastumu a(l)nnis[a]a falam tajidoo m[a]an fatayammamoo [s]aAAeedan [t]ayyiban fa(i)msa[h]oo biwujoohikum waaydeekum minhu m[a] yureedu All[a]hu liyajAAala AAalaykum min [h]arajin wal[a]kin yureedu liyu[t]ahhirakum waliyutimma niAAmatahu AAalaykum laAAallakum tashkuroon(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

028.011 Waq[a]lat li-okhtihi qu[ss]eehi faba[s]urat bihi AAan junubin wahum l[a] yashAAuroon(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Di antara 14 arti yang ada dalam kutipan dari project root list di atas, arti manakah yang sesuai dengan arti junub dalam 5:6 dan 4:43? Pertama-tama, arti nomor 10, yaitu dalam kewajiban melakukan mandi total atau pembersihan total (karena berhubungan seks dan keluar air mani) dibahas lebih dahulu. Arti nomor 10 ini dibahas lebih dahulu karena arti yang ini adalah yang paling mirip dengan arti yang ada dalam kamus besar bahasa Indonesia. Seperti apa jadinya jika arti tersebut digunakan untuk mengganti kata junub dalam frasa jika kamu junub maka mandilah dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI ayat 5:6?

Jika hal itu dilakukan, hasilnya adalah sebagai berikut.

“jika kamu menjadi wajib melakukan mandi total atau pembersihan total (karena berhubungan seks dan keluar air mani) maka mandilah”

Jika kita perhatikan dengan seksama, frasa di atas tampak bermasalah. Dalam hal ini, Allah dianggap tidak mengetahui arti junub karena Allah masih memerintahkan mandi. Ditinjau dari artinya saja orang sudah tahu bahwa orang wajib mandi total jika junub. Mengapa Allah masih harus memerintahkan mandi? Di sinilah letak masalahnya. Di samping itu, arti junub tersebut adalah kata kerja, sedangkan junub dalam 5:6 dan 4:43 adalah kata benda.

Di sisi lain, jika memang benar ada perintah mandi, secara logika, kata mandi tidak harus ada dalam definisi junub. Definisi junub kemudian mungkin akan menjadi dalam keadaan sesudah berhubungan seks dan keluar air mani. Jika demikian definisinya, masalah lain akan muncul. Mengapa dalam keadaan sesudah berhubungan seks dan keluar air mani begitu istimewa? Apakah keadaan kotor pada badan karena terkena kotoran seperti kotoran binatang, kotoran manusia, air kencing, lumpur, benda berbau, benda berkuman, sisa makanan, cat, oli, dan kotoran lainnya tidak perlu dibersihkan dengan mandi?

Uraian di atas menunjukkan bahwa definisi junub yang dibahas di atas adalah tidak tepat. Oleh sebab itu, penulis akan mencari definisi junub yang tepat.

Mengapa dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI kata junub hanya muncul dalam ayat 5:6 dan 4:43 saja? Bagaimana dengan dua ayat yang lain, yaitu 28:11 dan 4:36? Berikut ini kutipan terjemahan dua ayat tersebut.

28:11. Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: "Ikutilah dia" Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya, (versi Dep. Agama RI)

4:36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (versi Dep. Agama RI)

Ternyata, ayat 28:11 dan 4:36 tidak menyinggung sama sekali tentang kotoran, hubungan seksual, keluar air mani, atau mandi. Padahal, kata yang diterjemahkan sama yaitu junub. Hal ini menegaskan bahwa kata junub tidak mempunyai arti yang unik. Artinya, maknanya bervariasi. Dari sini, penulis hanya akan membahas kata junub yang ada dalam 5:6 dan 4:43.

Kemudian, frasa wa-in kuntum junuban fa(i)[tt]ahharoo dalam 5:6 akan diterjemahkan sacara perkata. Setelah membaca beberapa referensi tentang bahasa Arab dari berbagai sumber, hasil terjemahan diperloleh. Berikut ini hasil penerjemahannya.

Wa = dan
in = jika
kuntum = kamu semua (you (m,pl) were)
 junuban = orang yang membersihkan (orang pembersih)
fa = maka/kemudian
(i)[tt]ahharoo = membersihkan diri

Dua kata yang akan dijelaskan alasan penerjemahannya adalah junuban dan (i)[tt]ahharoo.  Arti nomor 4, yaitu menghilangkan atau mengirimkan sesuatu jauh-jauh dipandang sebagai arti yang paling dekat dengan arti junub. Frasa menghilangkan atau mengirimkan sesuatu jauh-jauh berarti membersihkan. Hanya saja, kata tersebut masih dalam bentuk kata kerja, sedangkan junub dalam 5:6 dan 4:43 adalah kata benda. Oleh sebab itu, membersihkan perlu dirubah menjadi kata benda. Kata benda dari membersihkan adalah yang membersihkan. Mengingat bahwa yang membersihkan dalam hal ini adalah manusia, kata orang ditambahkan di depannya sehingga menjadi orang yang membersihkan. Selanjutnya, orang yang membersihkan adalah sama dengan orang pembersih. Jadi, junub dalam 5:6 dan 4:43 berarti orang pembersih.

Arti (i)[tt]ahharoo ada dalam arti kata dengan akar kata tay-ha-ra yang terdapat dalam project root list, yang kutipannya adalah sebagai berikut.

“Tay-ha-Ra = to be or become clean/pure or free of dirt, made it or caused it to be distant/remote, cleanse/wash/purify, refrain, remove oneself, to clear/clean, ablution.

tahara vb. (1) - impf. act. 2:222
athar n.m. (comp. adj. of tahir) 2:232, 11:78, 33:53, 58:12
tahur n.m. (adj.) 25:48, 76:21
tahhara vb. (2) - perf. act. 3:42
impf. act. 5:6, 5:41, 8:11, 9:103, 33:33
impv. 2:125, 22:26, 74:4
n. vb. 33:33
pcple. act. 3:55
pcple. pass. 2:25, 3:15, 4:57, 56:79, 80:14, 98:2
tatahhara vb. (5) - perf. act. 2:222
impf. act. 7:82, 9:108, 27:56
impv. 5:6
pcple. act. 2:222, 9:108
Lane's Lexicon, Volume 5, pages: 171, 172, 173

Terjemahan dari arti kata yang mempunyai akar kata tay-ha-ra yang ada dalam kutipan di atas adalah sebagai berikut.

1. to be or become clean/pure or free of dirt = menjadi bersih
2. made it or caused it to be distant/remote = mengusir/membuang
3.  cleanse/wash/purify = membersihkan
4.  refrain = menahan diri
5.  remove oneself = menghilangkan dirinya
6. to clear/clean = membersihkan
7. ablution = pembersihan

Tampak bahwa arti kata yang mempunyai akar kata tay-ha-ra tidak ada yang berarti mandi (take a bath/a shower). Arti kata (i)[tt]ahharoo yang dipandang paling mendekati adalah membersihkan. Hanya saja, (i)[tt]ahharoo adalah kata kerja aktif imperfek/tidak sempurna (imperfect active) sehingga kata tersebut diterjemahkan tanpa mengalami perubahan, yaitu membersihkan. Selanjutnya, kata diri ditambahkan di belakangnya menjadi mmbersihkan diri untuk menekankan bahwa yang dimaksudkan adalah membersihkan dirinya sendiri.

Perlu disampaikan lagi bahwa terjemahan dari frasa wa-in kuntum junuban fa(i)[tt]ahharoo dalam 5:6 adalah dan jika kamu semua orang pembersih maka membersihkan diri. Artinya, jika kita menjadi orang yang membersihkan, kita harus membersihkan diri. Jika kita menjadi orang pembersih, kita harus membersihkan diri. Dapat dikatakan bahwa Allah menghendaki kita menjadi orang pembersih, yaitu orang yang suka membersihkan diri. Atau, Allah menghendaki kita menjadi orang pembersih, yang suka membersihkan diri ketika dalam keadaan kotor. Ini berarti bahwa ketika akan shalat, kita harus dalam keadaan bersih. Ini adalah cara Allah dalam membersihkan kita. Perlu diperhatikan bahwa ada frasa dalam terjemahan 5:6 versi Dep. Agama RI yang berbunyi “tetapi Dia hendak membersihkan kamu “.

Dalam terjemahan 4:43 versi Dep. Agama RI disebut mandi juga. Kata mandi dalam 4:43 adalah hasil penerjemahan kata taghtasiloo, yang mempunyai akar kata gh-siin-lam. Jadi, kata mandi dalam terjemahan 5:6 dan 4:43 versi Dep. Agama RI adalah hasil terjemahan dua kata yang berbeda. Benarkah terjemahan taghtasiloo tersebut? Kutipan arti kata berdasarkan akar kata gh-siin-lam dalam project root list adalah sebagai berikut.

“Gh-Siin-Lam = wash, removing of dirt or filth, cleanse; covered much or often; water with which one washes himself; a certain plant, growing in places that exude water and produce salt; a place in which the dead are washed

ghasala vb. (1) impv. 5:6 (aghsiluu)
ghislin n.m. 69:36 (ghisliinin)
mughtasal n.m. 38:42 (mughtasalun)
ightasala vb. (8) impf. act. 4:43 (taghtasiluu)”

Terjemahan dari arti-arti kata di atas adalah wash (membersihkan dengan air), removing of dirt or filth (menghilangkan kotoran), cleanse (membersihkan/mencuci); covered much or often (menutup secara banyak atau sering); water with which one washes himself (membersihkan dirinya dengan air); a certain plant, growing in places that exude water and produce salt (sejenis tumbuhan yang tumbuh di tempat-tempat yang mengeluarkan air dan menghasilkan garam); a place in which the dead are washed (tempat jenasah dibersihkan dengan air).

Berdasarkan arti-arti kata tersebut, dapat dikatakan bahwa taghtasiloo dalam 4:43 berarti membersihkan diri dengan air. Membersihkan diri dengan air dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara tersebut mencakup semua cara membersihkan kotoran dengan air. Air berfungsi untuk melarutkan dan membawa kotoran pergi dari permukaan tubuh.

Sebagai penutup, dapat disampaikan kembali bahwa junub berarti orang pembersih. Ayat 5:6 dan 4:43 pada dasarnya menerangkan bahwa orang yang akan shalat harus menjadi orang pembersih. Jika sedang tidak akan shalat, orang boleh tidak menjadi orang pembersih. Cara menjadi orang pembersih adalah dengan membersihkan diri dengan air. Menurut penulis, yang dibersihkan dengan air adalah termasuk pakaian yang dipakai untuk shalat karena tubuh yang bersih tidak akan berarti jika pakaiannya kotor dan berbau. Perlu diingat pula bahwa tidak ada istilah mandi junub dalam Al Qur’an. Makalah ini akan direvisi jika terdapat perubahan persepsi pada diri penulis.