Selasa, 09 Februari 2016

AHMAD ATAU MUHAMMAD?

Informasi kehadiran seorang Rasul Allah sesudah Nabi Isa sudah ada pada jaman Nabi Isa. Hal itu tersurat dalam ayat 61:6 Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI. Nama Rasul itu adalah Ahmad.

61:6. Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (versi Dep. Agama RI)

061.006 Wa-i[th] q[a]la AAees[a] ibnu maryama y[a] banee isr[a]-eela innee rasoolu All[a]hi ilaykum mu[s]addiqan lim[a] bayna yadayya mina a(l)ttawr[a]ti wamubashshiran birasoolin ya/tee min baAAdee ismuhu a[h]madu falamm[a] j[a]ahum bi(a)lbayyin[a]ti q[a]loo h[atha] si[h]run mubeen(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Sesudah Nabi Isa, ada seorang Rasul Allah. Namanya adalah Muhammad. Dalam Al Qur’an, kata muhammad dijumpai dalam bentuk mu[h]ammadun atau mu[h]ammadin. Ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut.

003.144 Wam[a] mu[h]ammadun ill[a] rasoolun qad khalat min qablihi a(l)rrusulu afa-in m[a]ta aw qutila inqalabtum AAal[a] aAAq[a]bikum waman yanqalib AAal[a] AAaqibayhi falan ya[d]urra All[a]ha shay-an wasayajzee All[a]hu a(l)shsh[a]kireen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

033.040 M[a] k[a]na mu[h]ammadun ab[a] a[h]adin min rij[a]likum wal[a]kin rasoola All[a]hi wakh[a]tama a(l)nnabiyyeena wak[a]na All[a]hu bikulli shay-in AAaleem[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

047.002 Wa(a)lla[th]eena [a]manoo waAAamiloo a(l)[ssa]li[ha]ti wa[a]manoo bim[a] nuzzila AAal[a] mu[h]ammadin wahuwa al[h]aqqu min rabbihim kaffara AAanhum sayyi-[a]tihim waa[s]la[h]a b[a]lahum (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

048.029 Mu[h]ammadun rasoolu All[a]hi wa(a)lla[th]eena maAAahu ashidd[a]o AAal[a] alkuff[a]ri ru[h]am[a]o baynahum tar[a]hum rukkaAAan sujjadan yabtaghoona fa[d]lan mina All[a]hi wari[d]w[a]nan seem[a]hum fee wujoohihim min athari a(l)ssujoodi [tha]lika mathaluhum fee a(l)ttawr[a]ti wamathaluhum fee al-injeeli kazarAAin akhraja sha[t]-ahu fa[a]zarahu fa(i)staghla{th}a fa(i)staw[a] AAal[a] sooqihi yuAAjibu a(l)zzurr[a]AAa liyaghee{th}a bihimu alkuff[a]ra waAAada All[a]hu alla[th]eena [a]manoo waAAamiloo a(l)[ssa]li[ha]ti minhum maghfiratan waajran AAa{th}eem[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Tampak bahwa ada perbedaan antara nama Rasul Allah yang disebutkan pada jaman Nabi Isa dan yang disebutkan pada jaman sesudah Nabi Isa. Nama yang satu adalah Ahmad, sedangkan nama yang lainnya adalah Muhammad. Benarkah Muhammad dan Ahmad adalah nama untuk orang yang sama? Benarkah Muhammad adalah Ahmad yang disebutkan pada jaman Nabi Isa? Pertanyaan inilah yang akan dijawab dalam makalah ini.

Pertama-tama, kita akan membahasnya dari segi arti kata. Sebenarnya, kata muhammad dan ahmad mempunyai akar kata yang sama yaitu, ha-miim-dal. Kutipan arti kata ha-miim-dal yang ada dalam project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm adalah sebagai berikut. Arti kata ha-miim-dal bersifat unik karena hanya satu, yaitu memuji (to praise).

“Ha-Miim-Dal = To praise.
hamida vb. (1)
impf. pass. 3:188
n.vb. 1:2, 2:30, 6:1, 6:45, 7:43, 10:10, 13:13, 14:39, 15:98, 16:75, 17:44, 17:52, 17:111, 18:1, 20:130, 23:28, 25:58, 27:15, 27:59, 27:93, 28:70, 29:63, 30:18, 31:25, 32:15, 34:1, 34:1, 35:1, 35:34, 37:182, 39:29,  39:74, 39:75, 39:75, 40:7, 40:55, 40:65, 42:5, 45:36, 50:39, 52:48, 64:1, 110:3
pcple. act. 9:112
pcple. pass. 17:79
ahmad n. 61:6
hamid n.m. 2:267, 4:131, 11:73, 14:1, 14:8, 22:24, 22:64, 31:12, 31:26, 34:6, 35:15, 41:42, 42:28, 57:24, 60:6, 64:6, 85:8
muhammad n. 3:144, 33:40, 47:2, 48:29
Lane's Lexicon, Volume 2, page: 274275276

Kata a[h]madu dapat dianggap sebagai nama sesuatu (proper name), yang dalam hal ini adalah nama orang. Sebagai sebuah nama, a[h]madu tidak bisa diterjemahkan. Walaupun demikian, kata a[h]madu dapat juga dipandang sebagai kata biasa sehingga bisa dijelaskan artinya. Arti a[h]madu sebagai kata biasa menurut kamus Wehr-Cowan 1976 halaman 204 adalah lebih terpuji (more laudable). Sebagai kata biasa, arti a[h]madu akan menjadi lebih jelas jika dikaitkan dengan kata ismuhu di depannya dalam ayat 6:61. Arti frasa ismuhu a[h]madu adalah namanya lebih terpuji. Jadi, yang lebih terpuji di sini adalah namanya.

Di pihak lain, kata mu[h]ammadun dan mu[h]ammadin adalah kata partisipel pasif (passive participle) yang terbentuk oleh prefiks mu dan bentuk kata kerja II dengan pola mufa’’alun (“Arabic: An Essential Grammar” karya Faruk Abu Chacra (2007) halaman 162). Dengan demikian, mu[h]ammadun (kasus nominative) atau mu[h]ammadin (kasus genitive) berarti orang yang terpuji atau orang yang dipuji. Menurut penulis, arti mu[h]ammadun atau mu[h]ammadin adalah orang yang terpuji. Jadi, yang terpuji di sini adalah orangnya.

Agar lebih mudah dilihat, arti kata-kata tersebut didampingkan berurutan secara vertikal seperti berikut ini.

ismuhu a[h]madu = namanya lebih terpuji
muhammadun atau muhammadin = orang yang terpuji

Dalam ismuhu a[h]madu, sifat terpuji melekat pada namanya, sedangkan dalam muhammadun atau muhammadin, sifat terpuji melekat pada orangnya. Walaupun demikian, nama berkaitan dengan sifat orangnya. Orang yang namanya mempunyai arti lebih terpuji akan tepat jika dimilki oleh orang yang mempunyai sifat terpuji. Oleh sebab itu, penulis berpendapat bahwa orang yang namanya lebih terpuji dan orang yang terpuji adalah sama.

Sekarang, a[h]madu dan muhammadun atau muhammadin sebagai nama orang dibahas. Sebagai nama orang, a[h]madu adalah Ahmad dan muhammadun atau muhammadin adalah Muhammad. Dapat dikatakan bahwa Muhammad adalah sebuah nama yang lebih terpuji. Artinya, orang yang terpuji mempunyai nama yang lebih terpuji.

Nama bersifat unik. Perbedaan satu huruf saja dalam dua nama akan menunjukkan dua nama berbeda. Oleh karena itu, ada orang yang berpendapat bahwa Ahmad dan Muhammad adalah dua nama yang berbeda sehingga orangnya pun juga dapat berbeda. Pendapat itu tampak beralasan. Barangkali, pendapat tersebut adalah yang menyebabkan ada aliran ahmadiyah.

Pendapat tersebut didasarkan pada asumsi bahwa yang memberi nama adalah manusia. Benarkah Ahmad dan Muhammad adalah nama pemberian manusia? Menurut penulis, Ahmad dan Muhammad adalah nama pemberian Allah, bukan pemberian manusia. Perlu diingat bahwa nama Ahmad sudah ada ratusan tahun sebelum manusia itu dilahirkan sehingga bisa dipastikan bahwa yang membuat nama Ahmad adalah Allah. Artinya, Muhammad adalah Ahmad, nama buatan Allah yang sudah ada pada jaman Nabi Isa. Dengan demikian, Muhammad dan Ahmad adalah nama pemberian Allah. Perlu diingat bahwa Allah pernah memberi nama manusia. Manusia itu adalah Adam (2:31).

2:31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (versi Dep. Agama RI)

002.031 WaAAallama [a]dama al-asm[a]a kullah[a] thumma AAara[d]ahum AAal[a] almal[a]-ikati faq[a]la anbi-oonee bi-asm[a]-i h[a]ol[a]-i in kuntum [sa]diqeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Walaupun demikian, Allah tidak pernah memanggil Rasul Allah dengan nama yang diberikan-Nya. Allah memanggil Rasul Allah dengan “hai Nabi” dan “hai Rasul”. Berikut ini adalah ayat-ayat yang menyebutkannya.

66:1. Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (versi Dep. Agama RI)

33:50. Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (versi Dep. Agama RI)

33:28. Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. (versi Dep. Agama RI)

8:65. Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (versi Dep. Agama RI)

8:64. Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu. (versi Dep. Agama RI)

9:73. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (versi Dep. Agama RI)

66:9. Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. (versi Dep. Agama RI)

33:45. Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan, (versi Dep. Agama RI)

8:70. Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: "Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu." Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (versi Dep. Agama RI)

33:1. Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (versi Dep. Agama RI)

5:67. Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (versi Dep. Agama RI)

Di samping itu, tidak pernah disebutkan ada orang memanggil atau menyebut nama Muhammad dalam Al Qur’an. Kata muhammad disebutkan sebanyak 4 kali dalam Al Qur’an tetapi bukan digunakan orang untuk memanggil Rasul Allah. Kutipan ayat-ayat yang menyebutkannya sudah ditampilkan di depan. Di pihak lain, nama Rasul Allah yang lain pernah dipanggil dengan namanya dalam Al Qur’an. Berikut ini adalah beberapa kutipan ayat-ayatnya.

5:112. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?." Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman." (versi Dep. Agama RI)

17:101. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir." (versi Dep. Agama RI)

20:92. Berkata Musa: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (versi Dep. Agama RI)

38:26. Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (versi Dep. Agama RI)

37:104. Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, (versi Dep. Agama RI)

11:46. Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." (versi Dep. Agama RI)

7:77. Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)." (versi Dep. Agama RI)

Jika Muhammad adalah nama pemberian Allah untuk Rasul Allah, lalu apa nama pemberian orang tua Rasul Allah untuk Rasul Allah? Jawabannya tidak ada dalam Al Qur’an. Menurut penulis, itu tidak penting.

Sebagai penutup, dapat disampaikan bahwa Ahmad dan Muhammad adalah nama pemberian Allah untuk seorang Rasul Allah yang menerima Al Qur’an. Makalah ini telah mengalami revisi sekali. Makalah ini akan direvisi lagi jika terjadi perubahan persepsi pada diri penulis.