Minggu, 27 Maret 2016

ARTI JILBAB

Kata jilbab sering diasosiasikan dengan pakaian wanita beragama islam. Persepsi orang tentang pengertian jilbab bervariasi tergantung pada informasi yang diterimanya. Kebanyakan orang menerima informasi tersebut dari guru agama islam yang menyampaikannya melalui berbagai media. Apakah arti  jilbab yang sebenarnya? Makalah ini akan menjawab pertanyaan tersebut.

Kata jilbab muncul di Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI dalam ayat 33:59. Berikut ini adalah kutipannya.

33:59. Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (versi Dep. Agama RI)

Kata jilbab dalam terjemahan versi Dep. Agama RI hanyalah hasil penafsiran penerjemah Dep. Agama RI. Sebenarnya, kata jilbab tidak dijumpai dalam Al Qur’an. Yang ada dalam Al Qur’an ayat 33:59 adalah kata jal[a]beebihinna. Berikut ini adalah kutipannya.

033.059 Y[a] ayyuh[a] a(l)nnabiyyu qul li-azw[a]jika waban[a]tika wanis[a]-i almu/mineena yudneena AAalayhinna min jal[a]beebihinna [tha]lika adn[a] an yuAArafna fal[a] yu/[th]ayna wak[a]na All[a]hu ghafooran ra[h]eem[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Kata jal[a]beebihinna tersusun oleh kata jal[a]beeb dan hinna. Menurut informasi yang ada di project root list dalam http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm, kata jal[a]beeb mempunyai akar kata jim-lam-ba-ba. Di pihak lain, menurut informasi yang ada di kamus An ArabicEnglish Lexicon karya Edward William Lane, kata tersebut mempunyai akar kata jim-lam-ba. Kutipan arti akar kata yang diambil dari project root list adalah sebagai berikut.

Jiim-Lam-Ba-Ba = Woman's outer wrapping garment, that which envelopes the whole body, wide garment for a woman, dominion or sovereignty or rule.

jalabib (pl. of jilbab) 33:59

Penulisan kata jal[a]beeb adalah menurut transliterasi dalam bahasa Inggris. Agar lebih memudahkan pembacaan, kata tersebut akan ditulis menjadi jalaabiib. Kata hinna adalah kata ganti kepemilikan ketiga untuk wanita. Oleh sebab itu, kata yang akan dibahas lebih lanjut adalah jalaabiib. Tampak dalam kutipan di atas bahwa jalaabiib (di situ ditulis jalabib) adalah bentuk jamak dari jilbaab (di situ ditulis jilbab). Dengan demikian, jalaabiib dan jilbaab pada dasarnya mempunyai arti yang sama. Barangkali, ini yang menjadi alasan kemunculan kata jilbab dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI. Walaupun kutipan yang diambil dari project root list sudah menyebutkan pengertian jilbaab, penulis akan mencoba untuk membahasnya berdasarkan informasi yang ada dalam kamus bahasa Arab An ArabicEnglish Lexicon agar menjadi lebih meyakinkan. Berikut ini adalah kutipan yang menerangkan arti jilbaab dalam kamus tersebut.

See also 1, first sentence. R. Q. جَلْبَبَهُ جلببه جلببة 1 , (K,) or جلببهُ جِلْبَابًا , (TA,) inf. n. جَلْبَبَةٌ , the second ب not being incorporated into the first because the word is quasicoordinate to the class of دَحْرَجَةٌ , (S,) He put on him a garment of the kind called جِلْبَاب . (S, K.) Accord. to Kh, the first ب in جلبب is [augmentative] like the و in جَھْوَرَ and دَھْوَرَ : accord. to Yoo, the second is [augmentative] like the ى in سَلْ قى and جَعْبَى . (IJ, TA.) R. Q. تَجَلْبَبَ تجلبب 2 , (K,) and تَجَلْبَبَتْ , (A, Msb,) He, and she, put on a garment of the kind called جِلْبَاب ; or clad himself, and herself, therewith. (A, Msb, K.) And تجلبب بِثَوْبَهَ He covered himself with his garment. (Har p.
جُلْبٌ جلب (. 162 : see ―”

Dalam kutipan di atas tampak bahwa jilbaab adalah sejenis pakaian yang dipakai oleh laki-laki dan wanita. Hal ini terungkap dalam kalimat : “He put on him a garment of the kind called جِلْبَاب “ (Ia (laki-laki) memakai pakaian bernama jilbaab) dan “He, and she, put on a garment of the kind called جِلْبَاب” (Ia (laki-laki), dan ia (wanita) memakai pakaian bernama jilbaab). Ini berbeda dengan persepsi kebanyakan orang yang menganggap bahwa jilbaab adalah jenis pakaian khusus untuk wanita. Kutipan dari kamus yang sama yang berkaitan dengan arti jilbaab yang lain adalah sebagai berikut.

“جَلَبَةٌ جلب جلبه جلبة : see جَلَبٌ , in two places. جِلِبَّاتٌ جلبات (S, A, Mgh, Msb, K, &c.) and ↓ جِلْبَابٌ ; (K;) the latter mentioned as an ex. of form by Sb, and thought by Seer to be syn. with the former, but not explained by any one except the author of the K; masc. and fem.; (TA;) A [woman's outer wrapping garment called] مِلْحَفَة : (S:) or this is its primary signification; but it is metaphorically applied to other kinds of garments: (ElKhafájee, TA:) or a shirt, (K, TA,) absolutely: or one that envelopes the whole body: (TA:) and a wide garment for a woman, less than the ملحفة : or one with which a woman covers over her other garments, like the ملحفة : or the [kind of headcovering called], خِمَار : (K:) so in the M: (TA:) or a garment wider than the خمار , but less than the رِدَآء (Mgh, L, Msb,) with which a woman covers her head and bosom: (L:) or a garment shorter, but wider, than the خمار ; the same as the مِقْنَعَة : (EnNadr, TA:) or a woman's headcovering: (TA:) or the [kind of wrapper called] :إِزَار (IAar, TA:) or a garment with which the person is entirely enveloped, so that not even a hand is left exposed, (Har p. 162, and TA,) of the kind called مُلَآءَة , worn by a woman: (TA:) or a garment, or other thing, that one uses as a covering: (IF, Msb:) pl. جَلَابِيبُ . (S, Mgh, Msb.) ― See also ― .جُلْبٌ
(assumed tropical:) Dominion, sovereignty, or rule [with which a person is invested]. (K.)”

Sebelum membahas lebih lanjut perlu disampaikan bahwa kutipan di atas mengandung problem dalam penulisan simbol tertentu dan sejumlah huruf arab sehingga ada beberapa bagian yang berubah dari aslinya. Oleh karena itu, pembaca dapat mengecek sendiri tentang hal tersebut di kamus yang asli melalui link berikut ini.

Disebutkan dalam kamus tersebut bahwa bentuk jamak (plural) jilbaab adalah jalaabiib (di situ tertulis جَلَابِيبُ (jalaabiibu). Arti jilbaab yang ada dalam kamus tersebut, yaitu :
1. pakaian penutup sebelah luar wanita yang disebut dengan milhafat (woman's outer wrapping garment called مِلْحَفَة)
2. kemeja (shirt)
3. pakaian yang menutup seluruh tubuh (one that envelopes the whole body)
4. pakaian longgar wanita, lebih kecil daripada milhafat (a wide garment for a woman, less than the  milhafat)
5. pakaian wanita yang menutup pakaian lain yang dipakainya, seperti milhafat (one with which a woman covers over her other garments, like the milhafat)
6. sejenis penutup kepala yang disebut dengan khimaar (the kind of headcovering called خِمَار)
7. pakaian wanita yang lebih longgar dari khimmar tetapi lebih kecil daripada rida’ yang menutup kepala dan dada (a garment wider than the khimaar, but less than the رِدَآء  with which a woman covers her head and bosom)
8. pakaian lebih pendek tetapi lebih longgar daripada khimaar (a garment shorter, but wider, than the khimaar)
9. pakaian yang sama dengan مِقْنَعَة (the same as the مِقْنَعَة)
10. penutup kepala wanita atau sejenis penutup bernama إِزَار (a woman's headcovering or the [kind of wrapper called] :إِزَار)
11. pakaian yang menutupi seseorang secara keseluruhan sehingga tidak ada bagian tubuh yang tampak termasuk tangan, sejenis pakaian bernama مُلَآءَة, yang dipakai seorang wanita (a garment with which the person is entirely enveloped, so that not even a hand is left exposed, of the kind called مُلَآءَة , worn by a woman)
12. pakaian, atau sesuatu yang digunakan sebagai penutup (a garment, or other thing, that one uses as a covering)
13. Kekuasaan, kedaulatan, atau aturan (yang mengikat seseorang) (dominion, sovereignty, or rule [with which a person is invested].)

Tampak bahwa jilbaab mempunyai arti beragam atau tidak unik. Sebagian besar artinya berkaitan dengan pakaian, sedangkan yang lainnya berkaitan dengan kekuasaan. Dari segi bahasa, pertanyaan yang diajukan dalam makalah ini sudah terjawab. Pertanyaan selanjutnya, arti jilbaab yang manakah yang sesuai dengan Al Qur’an?

Arti jilbaab yang manakah yang sesusai dengan arti dalam 33:59? Untuk menjawabnya, penulis akan mencoba menerjemahkan ayat tersebut secara mandiri, kecuali jalaabiib (jal[a]beeb), secara per kata lebih dahulu. Untuk itu, transliterasi yang diambil dari DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913 digunakan. Hasil terjemahan 33:59 adalah sebagai berikut.

Y[a] ayyuh[a] = Wahai
a(l)nnabiyyu = Nabi
qul = katakanlah
li-azw[a]jika = untuk isteri-isterimu
waban[a]tika = dan anak-anak wanitamu
wanis[a]-i = dan wanita-wanita
almu/mineena = beriman
yudneena = mendekat
AAalayhinna = pada mereka
min = dari
jal[a]beebihinna = jalaabiib mereka
[tha]lika = itu adalah
adn[a] = pendekatan
an = untuk
yuAArafna = diketahui
fal[a] = sehingga tidak
yu/[th]ayna = diganggu
wak[a]na = dan adalah
All[a]hu = Allah
ghafooran = pengampun
ra[h]eem[a](n) = pemurah

Jika disusun hasilnya akan menjadi :
Wahai Nabi katakanlah untuk isteri-isterimu dan anak-anak wanitamu dan wanita-wanita beriman mendekat pada mereka dari jalaabiib mereka itu adalah pendekatan untuk diketahui sehingga tidak diganggu dan adalah Allah pengampun pemurah.

Kemudian, susunan tadi diatur lagi sehingga menjadi kalimat yang lebih mudah dimengerti. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Wahai Nabi! Katakanlah untuk isteri-isterimu dan anak-anak wanitamu dan wanita-wanita beriman, “mendekat pada mereka dari jalaabiib mereka”! Itu adalah pendekatan untuk diketahui sehingga tidak diganggu dan adalah Allah pengampun pemurah.

Menurut terjemahan versi penulis, ayat 33:59 menerangkan bahwa Allah meminta Nabi untuk menyampaikan pesan yang perlu diketahui oleh para wanita di sekitarnya yang beriman kepadanya. Pesan tersebut berbunyi “mendekat pada mereka dari jalaabiib mereka”. Perlu diperhatikan bahwa para wanita tersebut disebut dengan mereka, bukan kamu semua. Ini berarti bahwa Allah tidak menyampaikan pesan tersebut secara langsung kepada para wanita tersebut. Ketika menyampaikannya kepada para wanita tersebut, Nabi tidak merubah frasa tersebut karena tugas Nabi hanya mengatakan yang diperintahkan Allah. Artinya, Nabi tidak merubahnya menjadi “mendekat pada kamu semua dari jalaabiib kamu semua”.

Sekarang, kita akan mencoba membahas arti frasa “mendekat pada mereka dari jalaabiib mereka”. Sudah dibahas di muka bahwa jilbaab dapat berarti tentang berbagai jenis pakaian dan hal-hal yang berkaitan dengan kekuasaan. Kita akan memulai dengan mengartikan jilbaab sebagai jenis pakaian dengan cara mengganti jalaabiib mereka dengan pakaian bernama jilbaab mereka. Hasilnya akan menjadi “mendekat pada mereka dari pakaian bernama jilbaab mereka”.

Frasa “mendekat pada mereka dari pakaian bernama jilbaab mereka” menerangkan suatu peristiwa. Peristiwa tersebut adalah mendekat dari pakaian bernama jilbaab mereka, yang terjadi pada mereka. Jika demikian halnya, apa arti mendekat dari pakaian bernama jilbaab mereka? Jika pakaian bernama jilbaab mereka sudah dipakai, tentu mereka sudah dekat dengan pakaian bernama jilbaab mereka. Dengan demikian, ini tidak berhubungan dengan keadaan ketika mereka sudah berpakaian. Di pihak lain, jika pakaian bernama jilbaab mereka belum dipakai, atau jika mereka tidak berpakaian, arti mendekat dari pakaian bernama jilbaab menjadi semakin tidak jelas Bukankah pakaian dibuat untuk dipakai, bukan untuk didekati? Di samping itu, berada di dekat suatu pakaian saja tidak akan menghindarkan seorang wanita dari gangguan laki-laki. Oleh sebab itu, penulis berpendapat bahwa jilbaab dalam 33:59 tidak berarti suatu jenis pakaian.

Sekarang kita akan mengartikan jilbaab sebagai hal yang berkaitan dengan kekuasaan. Arti yang dipilih adalah kedaulatan (sovereignty). Jika jalaabiib meraka dalam “mendekat pada mereka dari jalaabiib mereka” diganti dengan kedaulatan mereka, frasa “mendekat pada mereka dari kedaulatan mereka” akan diperoleh.  Kedaulatan mereka bermakna bahwa wanita mempunyai kedaulatan. Dalam kasus ini, mendekat dapat diartikan menjadi menjaga. Sesuatu yang berada di dekat seseorang akan lebih terjaga daripada yang jauh. Dengan menjaga kedaulatan yang dimilikinya, para wanita tidak akan diganggu.

Mengapa menjaga kedaulatan dapat menyebabkan para wanita tidak diganggu? Untuk menjaga kedaulatan, para wanita akan berperilaku sedemikian rupa sehingga tidak diganggu. Perilaku menjaga kedaulatan wanita diterangkan dalam 33:32 dan 33:33.

33:32 You, the prophet's women (wives), you are not as anyone from the women, if you feared and obeyed so do not soften/submit/obey with the word/opinion and belief, so wishes/desires who in his heart/mind (is) sickness/disease, and say (F) a kind/generous word/opinion and belief.
(Kamu, para wanita Nabi, kamu tidak seperti siapapun dari wanita-wanita itu, jika kamu takut dan patuh, maka jangan bersikap menyerahkan dengan perkataan, sehingga menimbulkan nafsu laki-laki yang berpikiran tidak waras, dan ucapkanlah perkataan yang baik.) (versi Muhamed dan Samira Ahmed)

33:33 And join/dwell/be respected in your houses/homes, and do not show your beauty/decoration, the first pre-Islamic paganism's/ignorance's showing off (of) beauty/decoration, and stand/keep up (F) the prayers, and give/bring the charity/purification, and obey God and His messenger, truly God wants to eliminate/wipe off from you the filth/torture, people (of) the House/Home, and He purifies you purification. (Dan bergabung/tinggal/menjadi terhormat dalam rumah kamu semua, dan jangan mempertontonkan kecantikan, seperti perilaku mempertotonkan kecantikan pada jaman kebodohan (jahiliyah), dan patuhilah Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya Allah ingin menghilangkan siksaan dari kamu semua, orang-orang rumah, dan Dia menyucikan kamu (dengan) penyucian.) (versi Muhamed dan Samira Ahmed)

Sebelum membahas lebih lanjut, penulis akan membahas frasa join/dwell/be respected lebih dahulu. Frasa tersebut adalah hasil penerjemahan dari kata qarna. Menurut informasi yang ada dalam project root list, kata qarna mempunyai akar kata qaf-ra-ra, yang dapat berarti to be or become cool, remain quiet, be steadfast, be firm, refresh, be stable, be firm, receive satisfy, affirm, agree, settle, last. qarar - stability, a fixed or secure place, depository, place ahead. qurratun - coolness, delight. aqarra (vb. 4) - to confirm, cause to rest or remain. istaqarra (vb. 10) - to remain firm. mustaqirrun - that which remains firmly fixed or confirmed, in hiding, is lasting, which certainly comes to pass, which is settled in its being/goal/purpose. mustaqar - firmly fixed/established, sojourn, abode. qurratun - coolness, refreshment, source of joy and comfort. qawarir (pl. of qaruratun) - glasses, crystals. Menurut penulis, arti qarna yang tepat dalam konteks ini adalah be firm, yang berarti tangguh. Oleh sebab itu, penulis mengganti frasa bergabung/tinggal/menjadi terhormat menjadi bersikap tangguh. Kata tangguh dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti : 1 sukar dikalahkan; kuat; andal; 2 kuat sekali (tt pendirian dsb); tabah dan tahan (menderita dsb); kukuh.  

Selain itu, ayat 33:32 dan 33:33 menerangkan perilaku yang harus dimiliki oleh wanita-wanita Nabi. Menurut penulis, wanita-wanita Nabi yang dimaksud dalam 33:32 mencakup isteri-isterinya, anak-anaknya, dan wanita-wanita yang beriman padanya, sedangkan yang dimaksud dengan siapapun dari wanita-wanita itu dalam ayat tersebut adalah wanita-wanita yang tidak beriman pada waktu itu. Dengan demikian, perilaku yang harus dimiliki oleh isteri-isteri Nabi, anak-anak Nabi, dan wanita-wanita yang beriman sebagai perwujudan dari perilaku mendekat dari kedaulatan mereka meliputi :
1. tidak mengucapkan kata-kata yang mendorong laki-laki berbuat kejahatan seksual,
2. berbicara dengan sopan,
3. bersikap tangguh ketika dalam rumah, dan
4. tidak memamerkan kecantikan tubuhnya seperti orang pada jaman kebodohan.
Perilaku tersebut akan menyebabkan mereka tidak diganggu.

Sampai di sini, dapat disampaikan bahwa jalaabiib (atau jilbaab) dalam 33:59 tidak berarti sama dengan suatu jenis pakaian wanita. Kata tersebut dalam 33:59 berarti kedaulatan. Walaupun demikian, kata tersebut dapat dihubungkan dengan pakaian karena pakaian dapat menjaga kedaulatan wanita. Dalam butir 4 dalam alinea di atas disebutkan bahwa para wanita dilarang memamerkan kecantikan tubuhnya seperti orang pada jaman kebodohan. Agar kecantikannya tidak terpamerkan, para wanita harus berpakaian. Di sinilah letak hubungannya. Penjelasan tentang cara berpakaian wanita dibahas dalam makalah berjudul “Cara Berpakaian Wanita” di blog ini.

Perlu juga dijelaskan di sini bahwa kata yang diterjemahkan menjadi “mendekat”, yaitu yudneena menjadi sangat penting di sini sehingga perlu ditampilkan kutipan kamus yang menerangkannya.  Kata tersebut mempunyai akar kata dal-nun-alif. Kutipan arti kata yang berakar kata dal-nun-alif dalam kamus An ArabicEnglish Lexicon di  http://www.studyquran.org/LaneLexicon/Volume3/00000086.pdf adalah :

“He, or it, was, or became, near; drew near, or approached; (Ia, atau sesuatu, dekat atau menjadi dekat; mendekati, atau mendekati)”

“He, or it, and I, was, or became, near, &c., to him, or it:'”

Tampak dalam kutipan tersebut bahwa akar kata dal-nun-alif berarti tentang hal yang berhubungan dengan “dekat”. Perlu diperhatikan bahwa di depan kata jalaabib terdapat kata depan atau preposisi min (dari). Ini berarti bahwa jalaabib tidak berfungsi sebagai objek langsung sehingga kata kerja di depannya adalah kata kerja intransitif (kata kerja yang tanpa objek langsung). Kata kerja intransitif tersebut adalah menjadi dekat atau mendekat. Sekadar untuk mengingatkan, kata kerja transitif (memerlukan objek langsung) dalam kasus ini adalah mendekati. Oleh sebab itu, penerjemahan yudneena menjadi mendekat adalah tepat.

Penerjemah dari Departemen Agama RI mengabaikan kata depan min (dari) di depan kata jalaabihinna dan kemudian menganggap yudneena sebagai kata kerja transitif. Hal itu tercermin pada frasa mengulurkan jilbabnya dalam terjemahan versinya. Dengan demikian, Dep. Agama RI telah melakukan kesalahan.

Selain itu, penerjemahan yudneena menjadi mengulurkan juga keliru. Kata mengulurkan berarti memanjangkan atau membuat panjang. Dengan demikian, kata mengulurkan berlawanan dengan arti akar kata dal-nun-alif yang bermakna tentang dekat, seperti yang ada dalam kutipan di muka. Dalam kaitannya dengan jarak, panjang berarti sama dengan jauh, sedangkan pendek berarti sama dengan dekat. Artinya, panjang adalah lawan kata dari pendek. Jadi, hal ini semakin menegaskan bahwa terjemahan 33:59 versi Dep. Agama RI dalam kasus ini mengandung kesalahan.

Penulis menutup makalah ini dengan sebuah ringkasan. Kata jilbab adalah kata serapan dari bahasa Arab jilbaab. Dari segi bahasa, jilbaab dapat berarti berbagai jenis pakaian wanita atau laki-laki dan hal yang berhubungan dengan kekuasaan. Yang ada dalam Al Qur’an adalah bentuk jamak dari jilbaab, yaitu jalaabiib, yang berarti kedaulatan. Ayat 33:59 berisi informasi bahwa para isteri Nabi, anak wanita Nabi, dan wanita beriman yang hidup pada waktu Nabi masih hidup diperintahkan oleh Allah agar menjaga kedaulatannya agar tidak diganggu laki-laki. Jika ada perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.