Jumat, 15 April 2016

ARTI HIJAB

Kita semakin sering mendengar kata hijab di tengah masyarakat. Wanita yang berhijab disebut hijaber. Sebagian besar anggota masyarakat menganggap hijab berarti sama dengan pakaian wajib wanita beragama islam. Istilah ini sebelumnya tidak banyak terdengar. Penulis termasuk orang yang baru saja mengenal istilah tersebut karena sering disebut di media massa dan toko-toko pakaian. Benarkah hijab adalah pakaian wajib wanita beragama islam? Makalah ini ditulis untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sebenarnya, kata hijab sudah ada dalam kamus besar bahasa Indonesia. Berikut ini adalah kutipannya.

hijab/hi·jab/ n 1 dinding yang membatasi sesuatu dengan yang lain: 2 Isl dinding yang membatasi hati manusia dan Allah; dinding yang menghalangi seseorang dari mendapat harta waris: anak laki-laki adalah -- dari saudara sebapak”

Kutipan di atas memperlihatkan bahwa kata hijab tidak berarti pakaian wajib wanita beragama Islam. Di situ disebutkan pula bahwa dalam islam, hijab berarti dinding yang membatasi hati manusia dan Allah. Walaupun kutipan di atas sudah menjawab pertanyaan makalah ini, pembahasan tentang kata hijab tidak berhenti sampai di sini.

Kata hijab berasal dari kata bahasa Arab hijaab. Kata hijaab memang benar-benar ada dalam Al Qur’an. Ayat-ayat yang mengandung kata hijaab yaitu 7:46, 17:45, 19:17, 33:53, 38:32, 41:5, dan 42:51. Kata tersebut mempunyai akar kata ha-jiim-ba. Berikut ini adalah kutipan arti kata yang berakar kata ha-jiim-ba yang diambil dari project root list yang ada di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm.

Ha-Jiim-Ba =
something which hinders/prevents/precludes/conceals/covers/protects/intervenes,hid, seclude, partition/barrier/divider/separator.

hajaba vb. (1) pcple. pass. 83:15
hijab n.m. 7:46, 17:45, 19:17, 33:53, 38:32, 41:5, 42:51
Lane's Lexicon, Volume 2, page: 151152

Arti akar kata ha-jiim-ba di atas jika diterjemahkan akan menjadi sebagai berikut :
sesuatu yang menghalangi /mencegah/ menghalangi/ menyembunyikan/ menutup/ melindungi/ menengahi/ menyembunyikan/ mengasingkan/ sekat/ penghalang/ pembagi/ pemisah. Tampak dalam arti-arti tersebut bahwa akar kata ha-jiim-ba dapat berfungsi sebagai kata kerja maupun kata benda. Kita akan memfokuskan arti kata sebagai kata benda karena hijab yang dibahas dalam makalah ini, yaitu tentang pakaian wanita, adalah kata benda.

Sebagai kata benda, kata berakar kata ha-jiim-ba bermakna sekat, penghalang, pembagi, dan pemisah. Arti-arti kata tersebut sebenarnya menerangkan hal yang sama, yaitu suatu benda yang berada di antara dua buah benda. Dua buah benda tersebut dapat berupa benda mati dan benda mati atau benda hidup dan benda hidup atau benda hidup dan benda mati. Pemilihan kata yang menerangkan arti kata berakar kata ha-jiim-ba tergantung pada dua benda yang dibahas. Dalam kasus pakaian, dua benda yang dimaksud adalah tubuh manusia dan lingkungannya. Lingkungannya dapat berupa manusia yang lain atau udara di sekitarnya. Dalam hal ini, benda yang berada di antara tubuh manusia dan lingkungannya yang lain adalah pakaian. Dengan demikian, arti kata berakar kata ha-jiim-ba dalam kaitannya dengan pakaian adalah penghalang. Dalam hal ini, pakaian menghalangi seorang manusia melihat tubuh manusia yang lain atau pakaian menghalangi lingkungan di sekitar manusia mempengaruhi tubuh manusia tersebut secara langsung. Jadi, pakaian dapat disebut sebagai suatu hijab.

Setelah mengetahui bahwa pakaian adalah hijab, kita dapat mengatakan bahwa semua pakaian (sesuatu yang dipakai) adalah hijab. Topi adalah hijab yang menghalangi orang melihat rambut orang lain. Masker adalah hijab yang menghalangi orang melihat mulut dan hidung orang lain. Sepatu adalah hijab yang menghalangi orang melihat kaki orang lain. Celana panjang adalah hijab yang menghalangi orang melihat paha dan betis kaki orang lain. Dapat dikatakan bahwa semua orang yang tidak telanjang adalah berhijab. Kita semua adalah berhijab. Orang Amerika berhijab. Orang Jepang berhijab. Kita semua adalah hijaber.

Mengapa orang mengasosiasikan hijab dengan pakaian wajib wanita beragama islam? Adakah ayat Al Qur\an yang menjelaskan bahwa hijab adalah pakaian wajib wanita beragama islam? Marilah kita simak bersama kutipan transliterasi ayat Al Qur’an yang mengandung kata hijaab berikut ini.

007.046 Wabaynahum[a] [h]ij[a]bun waAAal[a] al-aAAr[a]fi rij[a]lun yaAArifoona kullan biseem[a]hum wan[a]daw a[s]-[ha]ba aljannati an sal[a]mun AAalaykum lam yadkhulooh[a] wahum ya[t]maAAoon(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

017.045 Wa-i[tha] qara/ta alqur-[a]na jaAAaln[a] baynaka wabayna alla[th]eena l[a] yu/minoona bi(a)l-[a]khirati [h]ij[a]ban mastoor[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

019.017 Fa(i)ttakha[th]at min doonihim [h]ij[a]ban faarsaln[a] ilayh[a] roo[h]an[a] fatamaththala lah[a] basharan sawiyy[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

033.053 Y[a] ayyuh[a] alla[th]eena [a]manoo l[a] tadkhuloo buyoota a(l)nnabiyyi ill[a] an yu/[th]ana lakum il[a] [t]aAA[a]min ghayra n[a]{th}ireena in[a]hu wal[a]kin i[tha] duAAeetum fa(o)dkhuloo fa-i[tha] [t]aAAimtum fa(i)ntashiroo wal[a] musta/niseena li[h]adeethin inna [tha]likum k[a]na yu/[th]ee a(l)nnabiyya fayasta[h]yee minkum wa(A)ll[a]hu l[a] yasta[h]yee mina al[h]aqqi wa-i[tha] saaltumoohunna mat[a]AAan fa(i)s-aloohunna min war[a]-i [h]ij[a]bin [tha]likum a[t]haru liquloobikum waquloobihinna wam[a] k[a]na lakum an tu/[th]oo rasoola All[a]hi wal[a] an tanki[h]oo azw[a]jahu min baAAdihi abadan inna [tha]likum k[a]na AAinda All[a]hi AAa{th}eem[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

038.032 Faq[a]la innee a[h]babtu [h]ubba alkhayri AAan [th]ikri rabbee [h]att[a] taw[a]rat bi(a)l[h]ij[a]b(i) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

041.005 Waq[a]loo quloobun[a] fee akinnatin mimm[a] tadAAoon[a] ilayhi wafee [atha]nin[a] waqrun wamin baynin[a] wabaynika [h]ij[a]bun fa(i)AAmal innan[a] AA[a]miloon(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

042.051 Wam[a] k[a]na libasharin an yukallimahu All[a]hu ill[a] wa[h]yan aw min war[a]-i [h]ij[a]bin aw yursila rasoolan fayoo[h]iya bi-i[th]nihi m[a] yash[a]o innahu AAaliyyun [h]akeem(un) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Benarkah hijab berarti pakaian wajib wanita beragama islam? Marilah kita cermati ayat-ayat yang transliterasinya disajikan di atas dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI berikut ini.

7:46. Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum." Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). (versi Dep. Agama RI)

17:45. Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup, (versi Dep. Agama RI)

19:17. maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami  kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (versi Dep. Agama RI)

33:53. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. (versi Dep. Agama RI)

38:32. maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan." (versi Dep. Agama RI)

41:5. Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)." (versi Dep. Agama RI)

42:51. Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. (versi Dep. Agama RI)

Kutipan ayat-ayat di atas memperlihatkan bahwa tidak ada satu pun di antara ayat-ayat yang mengandung kata hijaab berhubungan dengan pakaian wajib wanita beragama islam. Jadi, anggapan bahwa hijab adalah pakaian wajib wanita beragama islam adalah tidak berdasarkan pada ayat-ayat Al Qur’an.

Makalah tentang arti hijab dicukupkan sampai di sini. Apabila ada perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.