Minggu, 15 Mei 2016

ARTI MUSHOLA

Kata mushola banyak dijumpai di tempat-tempat umum seperti terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan, restoran, hotel, sekolahan, kampus, dan lain-lain. Kata tersebut diartikan sama dengan tempat salat. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (kbbI), mushola ditulis sebagai musala. Kutipan arti musala dalam kbbI adalah sebagai berikut.

“musala/mu·sa·la/ n 1 tempat salat; langgar; surau; 2 tikar salat; sajadah”

Benarkah musala berarti tempat salat? Pertanyaan ini muncul ketika penulis mempelajari arti awalan mu dalam bahasa Arab. Secara umum, awalan mu biasanya berati orang yang. Contohnya adalah muslim (orang yang islam), musyrik (orang yang menyekutukan Allah), mukmin (orang yang beriman), munafik (orang yang tidak beriman tetapi mengaku beriman), mukhlis (orang yang ikhlas), muhajir (orang yang pindah), mushalliina (orang yang salat), muzamil (orang yang berselimut), mutaki (orang yang bertaqwa), musafir (orang yang bepergian), mujahid (orang yang berjuang), muzaki (orang yang berzakat), mufasir (orang yang menafsirkan Al Qur’an), mubalig (orang yang menyiarkan agama islam), mualaf (orang yang baru masuk islam), muazin (orang yang berazan), dan mualim (orang yang ahli agama). Jadi, mengapa musala diartikan sama dengan tempat shalat? Di pihak lain, musala tidak bisa diartikan sama dengan orang yang salat karena istilah untuk orang yang salat adalah mushalliina. Jadi, apa arti musala? Makalah ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Untuk menjawabnya, kutipan arti akar kata sad-lam-waw yang diambil dari project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm ditampilkan di bawah ini.

Sad-Lam-Waw = prayer, supplication, petition, oration, eulogy, benediction, commendation, blessing, honour, magnifiy, bring forth, follow closely, walk/follow behind closely, to remain attached. In a horse race when the second horse follows the first one so closely that its head always overlaps the first horse’s body that horse is called AL-MUSSALLI (i.e. the one who follows closely / remains attached). Central portion of the back, portion from where the tail of an animal comes out, the rump.

musalla (مصلي) n. m. - 2:125
salat (صلاة) n. f. sing. - 2:3, 2:43, 2:45, 2:83, 2:110, 2:153, 2:177, 2:238, 2:277, 4:43, 4:77, 4:101, 4:102, 4:103, 4:103, 4:103, 4:142, 4:162, 5:6, 5:12, 5:55, 5:58, 5:91, 5:106, 6:72, 6:92, 6:162, 7:170, 8:3, 8:35, 9:5, 9:11, 9:18, 9:54, 9:71, 9:103, 10:87, 11:87, 11:114, 13:22, 14:31, 14:37, 14:40, 17:78, 17:110, 19:31, 19:55, 19:59, 20:14, 20:132, 21:73, 22:35, 22:41, 22:78, 23:2, 24:37, 24:41, 24:56, 24:58, 24:58, 27:3, 29:45, 29:45, 30:31, 31:4, 31:17, 33:33, 35:18, 35:29, 42:38, 58:13, 62:9, 62:10, 70:23, 70:34, 73:20, 98:5, 107:5
salawat (
صلوات) nom. gen. n. plu. - 2:157, 2:238, 9:99, 22:40, 23:9
salla (صلي) vb.II m.
perf. act. 75:31, 87:15, 96:10
impf. act. 3:39, plu. neg. 4:102, plu. 4:102, tusalli (
تصل) neg. 9:84, yusallee (يصلي) sing. 33:43, yusalloona(يصلون) plu. 33:56
salli (
صل) impv. 9:103, salloo (صلوا) plu. 33:56, 108:2
musalleena (
مصلين) pcple. act. plu. acc. gen. 70:22, 74:43, 107:4”

Terjemahan arti kata berakar kata sad-lam-waw adalah sebagai berikut :
“shalat (prayer), permohonan (supplication), surat permohonan (petition), pidato (oration), pidato pujian (eulogy), doa (benediction), pujian (commendation), berkat (blessing), kehormatan (honour), kemuliaan (magnifiy), melahirkan (bring forth), mengikuti secara dekat (follow closely), berjalan/mengikuti di belakang secara dekat (walk/follow behind closely), untuk tetap melekat (to remain attached). Dalam sebuah pacuan kuda ketika kuda urutan kedua mengikuti kuda urutan pertama secara dekat sedemikian rupa sehingga kepalanya selalu tumpang-tindih dengan tubuh kuda urutan kedua, kuda tersebut disebut AL-MUSSALLI (dalam hal ini yang mengikuti secara dekat/tetap menempel). (In a horse race when the second horse follows the first one so closely that its head always overlaps the first horse’s body that horse is called AL-MUSSALLI (i.e. the one who follows closely/ remains attached). Bagian tengah tubuh binatang di bagian belakang tempat ekor binatang keluar, pantat. (Central portion of the back, portion from where the tail of an animal comes out, the rump.)”

Tampak dalam terjemahan tersebut bahwa tidak ada frasa tempat salat atau frasa yang berkaitan dengan tempat salat. Ini berarti bahwa kata musala tidak berarti tempat salat.

Walaupun demikian, kata tempat shalat dijumpai di ayat 2:125 dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI. Kutipannya dan transliterasi ayat 2:125 adalah seperti berikut ini.

2:125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". (versi Dep. Agama RI)

002.125 Wa-i[th] jaAAaln[a] albayta math[a]batan li(l)nn[a]si waamnan wa(i)ttakhi[th]oo min maq[a]mi ibr[a]heema mu[s]allan waAAahidn[a] il[a] ibr[a]heema wa-ism[a]AAeela an [t]ahhir[a] baytiya li(l)[tta]-ifeena wa(a)lAA[a]kifeena wa(al)rrukkaAAi a(l)ssujood(i) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Untuk mengetahui arti musala yang sebenarnya, penerjemahan versi penulis perlu dibuat. Untuk itu, penulis menggunakan bantuan terjemahan yang ada di http://corpus.quran.com/wordbyword.jsp?chapter=2&verse=125. Terjemahan tersebut sebenarnya sama dengan yang dibuat oleh Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri. Dalam makalah ini, transliterasi yang digunakan adalah versi DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913, sedangkan arti dalam bahasa Inggris yang digunakan adalah versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri. Terjemahannya adalah seperti berikut ini.

Wa-i[th] = And when
jaAAaln[a] = We made
albayta = The house
math[a]batan = a place of return
li(l)nn[a]si = for mankind
waamnan = and (a place of) security
wa(i)ttakhi[th]oo = and (said), “Take
min = from
maq[a]mi = (the) standing place
ibr[a]heema = (of) Ibrahim,
mu[s]allan = (as) a place of prayer."
waAAahidn[a] = And We made a covenant
il[a] = with
ibr[a]heema = Ibrahim
wa-ism[a]AAeela = and Ishmael
an = [that],
[t]ahhir[a] = "[You both] purify
baytiya = My House
li(l)[tta]-ifeena = for those who circumambulate
wa(a)lAA[a]kifeena = and those who seclude themselves for devotion and prayer
wa(al)rrukkaAAi = and those who bow down
a(l)ssujood(i) = and those who prostrate."

Dalam melakukan penerjemahan, penulis hanya melakukan modifikasi terjemahan Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri, dengan cara menerjemahkan sendiri kata-kata yang bergaris bawah. Menurut penulis, kata math[a]batan lebih tepat jika diartikan sama dengan tempat bertobat. Kata tersebut berakar kata tha-waw-ba yang juga mempunyai arti bertobat (to repent). Berikut ini adalah kutipan sebagian informasi tentang arti kata berakar kata tha-waw-ba yang ada di project root list.

“= Tha-Waw-Ba = to return, turn back to, to restore/recover, to repent, to collect/gather.
to call/summon (repeatedly), rise (dust), to flow, become abundant.
something returned (recompence, reward, compensation), to repay.
a thing which veils/covers/protects, a distinct body or company of people.
mathabatan - place of return, place to which a visit entitles one to thawab/reward, assembly/congregation for people who were dispersed/separated previously, place of alighting, abode, house, tent.
raiments, garments, morals, behaviour, heart, dependents, followers, robes, clothes, pure/good hearted, of good character.”

Kata waamnan dalam makalah ini diartikan sama dengan dan ketentraman. Berikut ini adalah kutipan sebagian informasi arti kata berakar kata alif-meem-nun yang ada di project root list.

Alif-Meem-Nun = become/feel safe/secure, state of security/safety, trust, become quiet/tranquil in heart/mind, become free of expectation of evil or free of an object of dislike/hatred, promise/assurance of security/safety, become trustful/faithful/confident, to believe/acknowledge it, manifestation of humility/submission.

Kata wa(i)ttakhi[th]oo dalam makalah ini diartikan sama dengan dan terimalah. Berikut ini adalah kutipan sebagian informasi arti kata berakar kata alif-kha-dhal yang ada di project root list. (Catatan : Dalam transliterasi versi DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913, dhal (ذ) ditulis sebagai thal).

Alif-Kha-Dhal = to take in one's hand, received/acquired, derived/deduced/admitted, accepted, accept a covenant, affected/influenced, overpowering influence, take captive, gain mastery, slew/destroy, captivate/fascinate.”

Perlu diperhatikan bahwa arti kata dalam kutipan di atas ada dalam bentuk past tense, sedangkan kata (i)ttakhi[th]oo dalam bentuk kata perintah. Penulis berpendapat bahwa arti kata tersebut yang tepat mempunyai kata kerja to receive atau to accept, yang berarti menerima. Bentuk kata perintahnya adalah terimalah.

Kata maq[a]mi dalam makalah ini diartikan sama dengan tempat kediaman (abode). Berikut ini adalah kutipan sebagian informasi arti kata berakar kata qaf-waw-miim yang ada di project root list.

“ Qaf-Waw-Miim = stand still or firm, rose/stand up, managed/conducted/ordered/regulated/superintended, established, made it straight/right, maintain/erect/observe/perform, set up, people/community/company, abode, stature/dignity/rank. aqama - to keep a thing or an affair in a right state.”

Kata mu[s]allan dalam makalah ini diartikan sama dengan mengikuti secara dekat (follow closely). Kutipan arti kata berakar kata sad-lam-waw sudah ditampilkan di depan.

Penulis menghilangkan kata-kata tambahan yang diberikan oleh penerjemah (Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri). Hasil terjemahan versi penulis adalah sebagai berikut.

Wa-i[th] = Dan ketika
jaAAaln[a] = Kami membuat
albayta = Rumah
math[a]batan = tempat bertobat
li(l)nn[a]si = untuk manusia
waamnan = dan ketenteraman
wa(i)ttakhi[th]oo = dan terimalah
min = dari
maq[a]mi = tempat kediaman
ibr[a]heema = Ibrahim
mu[s]allan = orang yang mengikuti secara dekat
waAAahidn[a] = dan kami membuat  perjanjian
il[a] = dengan
ibr[a]heema = Ibrahim
wa-ism[a]AAeela = dan Ismail
an = bahwa
[t]ahhir[a] = sucikanlah
baytiya = Rumahku
li(l)[tta]-ifeena = untuk orang-orang yang mengelilingi
wa(a)lAA[a]kifeena = dan yang mengasingkan diri
wa(al)rrukkaAAi = dan yang rukuk
a(l)ssujood(i) = dan yang sujud

Jika terjemahan dalam bahasa Indonesia di atas dirangkaikan, hasilnya akan menjadi seperti berikut ini.

Dan ketika Kami membuat Rumah tempat bertobat untuk manusia dan ketenteraman dan terimalah dari tempat kediaman Ibrahim orang yang mengikuti secara dekat dan kami membuat  perjanjian dengan Ibrahim dan Ismail bahwa sucikanlah Rumahku untuk orang-orang yang mengelilingi dan yang mengasingkan diri dan yang rukuk dan yang sujud

Susunan yang sudah disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia akan seperti berikut ini.

Dan ketika Kami membuat Rumah tempat bertobat untuk manusia dan ketenteraman, dan “Terimalah dari tempat kediaman Ibrahim orang yang mengikuti secara dekat!”, dan kami membuat  perjanjian dengan Ibrahim dan Ismail bahwa sucikanlah Rumahku untuk orang-orang yang mengelilingi dan yang mengasingkan diri dan yang rukuk dan yang sujud

Sekarang kita akan membahas maksud frasa “Terimalah dari tempat kediaman Ibrahim orang yang mengikuti secara dekat!”. Yang dimaksud dengan orang yang mengikuti secara dekat adalah orang yang mengikuti Ibrahim secara dekat, yaitu anaknya yang bernama Ismail. Dalam hal ini, Ibrahim memohon agar Ismail dijadikan sebagai pendampingnya dalam menjalankan tugas. Permohonannya dikabulkan dan kemudian mereka membuat perjanjian dengan Allah. Perlu disampaikan bahwa dalam ayat sebelumnya, yaitu 2:124, Ibrahim bertanya kepada Allah tentang pemimpin bagi manusia yang berasal dari keturunannya. Dengan demikian, frasa tersebut menerangkan tentang permohonan Ibrahim agar anaknya yang bernama Ismail agar dijadikan sebagai pendampingnya.

2:124 And (remember) when his Lord tried Ibrahim with words (i.e., commandments) and he fulfilled them, He said, “Indeed I will make you a leader for mankind.” He (Ibrahim) said, “And of my offspring?” He said, “My Covenant does not include the wrongdoers.” (Dan (ingatlah) ketika Tuhannya mencoba Ibrahim dengan perkataan (yaitu perintah-perintah) dan ia memenuhinya, Dia berkata, “Sungguh Aku akan membuatmu menjadi seorang pemimpin bagi manusia.” Ia (Ibrahim) berkata, “Dan dari keturunanku?” Dia berkata, “Perjanjianku tidak mencakup orang-orang yang jahat.”) (Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

Implikasi dari terjemahan 2:125 versi penulis sesungguhnya masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut, misalnya tentang Rumah Allah sebagai tempat bertobat dan tempat ketenteraman. Akan tetapi, penulis pada kesempatan ini hanya membahas arti musala saja.

Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa musala berarti orang yang mengikuti secara dekat. Musala tidak berarti tempat salat. Apabila ada perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.