Selasa, 14 Juni 2016

BAKKAH MAKKAH MEKAH

(Ini adalah revisi makalah yang diunggah pada bulan Juni tahun 2016 karena telah terjadi perubahan persepsi pada diri penulis. Revisi makalah tersebut diunggah pada bulan November tahun 2017. Berikut ini adalah naskahnya.)

Kata Bakkah dan Mekah muncul dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI. Kutipan ayat yang mengandung kedua kata tersebut adalah sebagai berikut.

48:24. Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (versi Dep. Agama RI)

3:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (versi Dep. Agama RI)

Dalam terjemahan 3:96 di atas terlihat bahwa Bakkah dianggap sama dengan Mekah. Hal ini ditandai dengan keberadaan tanda kurung pada kata Mekah. Pada saat yang sama, dalam 48:24 juga ada kata Mekah.

Bagi penulis, terjemahan 3:96 tersebut masih membingungkan. Dalam terjemahan tersebut, Bakkah adalah nama lokasi keberadaan Baitullah yang dipercaya sebagai lokasi tujuan haji. Perlu dingat bahwa Bakkah di sini harus dipandang sebagai petunjuk tentang lokasi keberadaan Baitullah karena informasi tersebut berada dalam Al Qur’an yang merupakan petunjuk Allah. Sebagai petunjuk lokasi, nama Bakkah akan berlaku sepanjang masa. Artinya, nama tersebut tidak berubah sejak Baitullah ditetapkan. Jika lokasi Baitullah menurut Al Qur’an ada di Bakkah, orang beragama islam yang mempercayai Al Qur’an sebagai petunjuk harus percaya bahwa lokasi Baitullah memang benar-benar ada di Bakkah. Dengan demikian, orang yang akan mengunjungi Baitullah harus menuju ke suatu tempat bernama Bakkah sesuai dengan petunjuk Allah. Akan tetapi, sekarang, orang tidak berkunjung ke Bakkah, tetapi orang justeru berkunjung ke tempat bernama Mekah. Inilah yang membingungkan.

Kebingungan yang lain muncul karena pendapat yang mengatakan bahwa Bakkah adalah nama kuno Makkah. Maksudnya, sebelum menjadi Makkah, tempat tersebut bernama Bakkah. Pendapat tersebut menimbulkan pertanyaan. Pertama, apakah pada saat ayat 3:96 diturunkan, Rasul Allah mengetahui tentang perubahan nama dari Bakkah menjadi Makkah? Jika mengetahuinya, Rasul Allah tentu akan sudah mengembalikan nama Makkah menjadi Bakkah agar sesuai dengan Al Qur’an. Perlu diingat bahwa nama tempat yang berkaitan dengan ajaran Allah tidak boleh berubah karena nama tempat tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dari Al Qur’an. Artinya, mengubah nama Bakkah menjadi Makkah berarti sama dengan mengubah ayat Al Qur’an. Kedua, apakah Allah tidak mengetahui bahwa Bakkah sudah berubah menjadi Makkah? Ketiga, mengapa Al Qur’an sebagai petunjuk umtuk manusia menimbulkan kebingungan karena manusia tidak bisa menemukan tempat bernama Bakkah yang menjadi lokasi rumah pertama?

Kebingungan-kebingungan yang bersumber dari Al Qur’an terjemahan di atas mendorong penulis untuk menulis makalah yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan : “Apakah Bakkah sama dengan Makkah?” Satu-satunya cara untuk mengatasi kebingungan-kebingungan tersebut adalah dengan melakukan penerjemahan sendiri. Untuk itu, penulis akan mencoba menerjemahkan sendiri ayat-ayat di atas dengan menggunakan berbagai referensi, terutama tentang bahasa Arab.

Dalam melakukan penerjemahan ini penulis menggunakan referensi : Arabic: An Essential Grammar” karya Faruk Abu Chacra (2007), kamus bahasa Arab-Inggris Wehr-Cowan edisi III, “Arabic-English Dictionary Quranic Usage” karya Elsaid M. Badawi dan Muhammad Abdel Haleem (2008), dan “Arabian Nights, In 16 Volumes-Volume XIII, Supplemental Nights to the book of  the Thousand Nights and a Night”, karya Romesh C. Dutt, terjemahan Sir Richard F. Burton (2008), terbitan Cosimo Inc, New York.

Kutipan transliterasi ayat 3:96 adalah seperti berikut ini.

003.096 Inna awwala baytin wu[d]iAAa li(l)nn[a]si lalla[th]ee bibakkata mub[a]rakan wahudan lilAA[a]lameen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Hasil penerjemahan 3:96 ditampilkan dalam bentuk tabel seperti berikut ini.

AYAT 3:96
TERJEMAHAN
KETERANGAN
inna
sesungguhnya

awwala
pertama
first
(Wehr-Cowan edisi III hal. 35)
baytin
sebuah rumah
house 
(Wehr-Cowan edisi III hal. 84)
wu[d]iAAa
telah diletakkan
to lay 
(Wehr-Cowan edisi III hal. 1076),
perfective, pasif
li(l)nn[a]si
untuk orang-orang
li = untuk, people 
(Wehr-Cowan edisi III hal. 1010),
collective noun
lalla[th]ee
(benar-benar) yang
lam = benar-benar (truly)
(Wehr-Cowan edisi III hal. 851),
alla[th]ee (relative pronoun) = yang,
tunggal
bibakkata
dalam kerumunan
bi = dalam, crowding 
(Arabic-English 
 Dictionary Quranic Usage hal.109)
mub[a]rakan
(manusia) yang diberkati
to bless
(Wehr-Cowan edisi III hal. 54),
passive participle
wahudan
dan suatu petunjuk yang benar
right guidance
(Wehr-Cowan edisi III hal. 1023)
lilAA[a]lameen(a)
untuk semua manusia
human beings
(Wehr-Cowan edisi III hal. 636)





Setelah disusun seperti apa adanya, hasilnya adalah seperti berikut ini.

3:96 sesungguhnya pertama sebuah rumah telah diletakkan untuk orang-orang (benar-benar) yang dalam kerumunan (manusia) yang diberkati dan suatu petunjuk yang benar untuk semua manusia

Setelah disusun berdasarkan tata bahasa Indonesia, hasilnya adalah terjemahan versi penulis seperti berikut ini.

3:96 Sesungguhnya, sebuah rumah pertama telah diletakkan untuk orang-orang yang benar-benar dalam kerumunan yang diberkati dan suatu petunjuk yang benar untuk semua manusia. (versi penulis)

Kutipan transliterasi ayat 48:24 adalah seperti berikut ini.

048.024 Wahuwa alla[th]ee kaffa aydiyahum AAankum waaydiyakum AAanhum biba[t]ni makkata min baAAdi an a{th}farakum AAalayhim wak[a]na All[a]hu bim[a] taAAmaloona ba[s]eer[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Hasil penerjemahan ayat 48:24 tersebut ditampilkan dalam bentuk tabel seperti berikut ini.

AYAT 48:24
TERJEMAHAN
KETERANGAN
wahuwa
Dan Dia
wa = dan, huwa = dia
alla[th]ee
yang

kaffa
telah menahan
refrain (from) 
(Wehr-Cowan edisi III hal. 831)
aydiyahum
tangan-tangan mereka
hand 
(Wehr-Cowan edisi III hal. 1106),
feminin, plural
AAankum
dari kamu semua
AAan = dari, kum = kamu semua
waaydiyakum
dan tangan-tangan
kamu semua

AAanhum
dari mereka
AAan = dari, hum = mereka
biba[t]ni
di tengah-tengah
in the midst of
(Wehr-Cowan edisi III hal. 64)
makkata
keramaian
crowdedness 
(Arabic-English 
 DictionaryQuranic Usage hal. 890)
min baAAdi an
sesudah itu
after that
(Richard F. Burton (2008) hal. 26)
a{th}farakum
(Dia) telah memberi
kemenangan kamu semua
to grant victory
(Wehr-Cowan edisi III hal. 581),
perfective
AAalayhim
atas mereka
Aaalay = atas, him = mereka
wak[a]na
dan (Dia) adalah telah
wa = dan, k[a]na = He was
All[a]hu
Allah

bim[a]
dengan apa
bi = dengan, m[a]= apa
taAAmaloona
kamu melakukan
to do
(Wehr-Cowan edisi III hal. 644)
ba[s]eer[a](n)
banyak mengetahui
knowledgeable 
(Wehr-Cowan edisi III hal. 61)

Setelah disusun seperti apa adanya, hasilnya adalah seperti berikut ini.

48:24 Dan Dia yang telah menahan tangan-tangan mereka dari kamu semua dan tangan-tangan kamu semua dari mereka di tengah-tengah keramaian sesudah itu (Dia) telah memberi kemenangan kamu semua atas mereka dan (Dia) adalah telah Allah dengan apa kamu melakukan banyak mengetahui

Setelah disusun berdasarkan tata bahasa Indonesia, hasilnya adalah terjemahan versi penulis seperti berikut ini.

48:24 Dan Dia adalah yang telah menahan tangan-tangan mereka dari kamu semua dan tangan-tangan kamu semua dari mereka di tengah-tengah keramaian. Sesudah itu, Dia telah memberi kemenangan kamu semua atas mereka. Dan Allah telah banyak mengetahui dengan yang kamu melakukan. (versi penulis)

Walaupun penjelasan tentang penerjemahan di atas sudah diberikan dalam kolom keterangan, penjelelasan tambahan perllu diberikan. Arti bakkata (berakar kata b-k-k) dan makkata (berakar kata m-k-k) dalam Arabic-English Dictionary Quranic Usage yang digunakan di sini adalah arti berdasarkan akar kata. Dalam kamus tersebut, arti kata berakar kata b-k-k adalah crowding, pressure, breakage, stifling, sedangkan arti kata berakar kata m-k-k adalah to suck the mother\s milk dry, to chew on hard bones; crowdedness, to press a debtor for a debt, dry measure, drinking goblet, to chirp. Penulis memilih crowding sebagai arti kata bakkata dan crowdedness sebagai arti kata makkata.

Menurut penulis, kata makkata dan bakkata tergolong diptotes. Maksudnya, kata-kata diptotes berakhiran u ketika bersifat nominative dan berakhiran a ketika bersifat accusative atau genitive, dan tidak mempunyai nunation (tanwiinun) (akhiran an, in, un). Menurut penulis, kata makkata bersifat genitive. Dalam 48:24, makkata didahului oleh preposisi bi sehingga bersifat genitive. Di samping itu, biba[t]ni makkata dapat dipandang sebagai suatu idafah (’idafaah) sehingga makkata bersifat genitive. Kata bakkata juga bersifat genitive karena didahului oleh preposisi bi.

Frasa li(l)nn[a]si lalla[th]ee juga penting untuk dibahas. Kata alla[th]ee (relative pronoun) didahului oleh li(l)nn[a]si yang bersifat definite (berartikel al). Menurut buku tata bahasa Arab “Arabic: An Essential Grammar” karya Faruk Abu Chacra (2007), relative pronoun didahului oleh kata bersifat definite (berartikel al). Dengan demikian, kata bibakkata menjelaskan li(l)nn[a]si, bukan baytin. Jika bakkata diartikan sama dengan nama tempat bernama Bakkah, yang berada di Bakkah adalah orang-orang, bukan rumah pertama. Perlu diperhatikan bahwa baytin bersifat indefinite (tidak berartikel al). Dengan demikian, rumah pertama diletakkan hanya untuk orang-orang di Bakkah saja. Benarkah demikian? Jadi, anggapan bahwa bakkata adalah nama tempat masih menimbulkan kebingungan.

Bagi penulis, terjemahan versi penulis tersebut sudah bisa menjawab pertanyaan yang diajukan dalam makalah ini. Bakkata (Bakkah) dalam 3:96 berarti kerumunan, sedangkan makkata (Makkah) dalam 48:24 berarti keramaian. Kata bakkata dan makkata dalam Al Qur’an adalah bukan nama tempat. Jadi, Bakkah tidak sama dengan Makkah.

Penjelasan tentang kandungan infromasi dalam kedua ayat di atas diberikan hanya secara singkat saja. Kata kerumunan dalam 3:96 menerangkan keadaan orang-orang dalam jumlah banyak yang mengunjungi rumah pertama. Kata di tengah-tengah keramaian dalam 48:24 menerangkan suasana pada saat dua kelompok yang saling bermusuhan bertemu.

Sebagai penutup dapat diutarakan di sini bahwa tidak ada nama tempat bernama bakkah/bekka (bakkata) dan makkah/mekah (makkata) dalam Al Qur’an. Apabila ada perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.