Selasa, 14 Juni 2016

BAKKAH MAKKAH MEKAH


Kata Bakkah dan Mekah muncul dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI. Kutipan ayat yang mengandung kedua kata tersebut adalah sebagai berikut.

48:24. Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (versi Dep. Agama RI)

3:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (versi Dep. Agama RI)

Dalam terjemahan 3:96 di atas terlihat bahwa Bakkah dianggap sama dengan Mekah. Hal ini ditandai dengan keberadaan tanda kurung pada kata Mekah. Pada saat yang sama, dalam 48:24 juga ada kata Mekah.

Bagi penulis, terjemahan 3:96 tersebut membingungkan. Mengapa Bakkah dianggap sama dengan Mekah? Bukankah kata Mekah juga ada dalam 48:24? Jika demikian, pada saat yang sama, sekarang akan telah ada dua Mekah, yaitu yang satu berasal dari Bakkah yang berubah nama dan yang lainnya berasal dari Mekah dalam 48:24. Kenyataannya, seperti kita ketahui, sekarang hanya ada satu Mekah. Di mana satu Mekah yang lain? Di pihak lain, jika keduanya dianggap sama, Mekah dalam 48:24 juga akan sama dengan Bakkah. Dengan demikian, pada saat yang sama, akan telah ada dua Bakkah. Kenyataannya, sekarang, tidak ada tempat bernama Bakkah.

Ada yang berpendapat bahwa Bakkah adalah nama kuno Mekah. Maksudnya, sebelum menjadi Mekah, tempat tersebut bernama Bakkah. Pendapat tersebut menimbulkan pertanyaan. Pertama, apakah pada saat ayat 3:96 diturunkan, Rasul Allah mengetahui tentang perubahan nama dari Bakkah menjadi Mekah? Jika mengetahuinya, Rasul Allah dan pengikutnya tentu akan sudah mengembalikan nama Mekah menjadi Bakkah agar sesuai dengan Al Qur’an.  Perlu diingat bahwa nama tempat yang berkaitan dengan ajaran Allah tidak boleh berubah karena nama tempat tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dari Al Qur’an. Artinya, mengubah nama Bakkah menjadi Mekah berarti sama dengan mengubah ayat Al Qur’an. Kedua, apakah Allah tidak mengetahui bahwa Bakkah sudah berubah menjadi Mekah? Ketiga, mengapa Al Qur’an sebagai petunjuk manusia menimbulkan kebingungan karena manusia tidak bisa menemukan tempat bernama Bakkah?

Walaupun demikian, sebagian orang percaya bahwa tempat yang dimaksud dalam 3:96 adalah memang bernama Bakkah. Kemudian, mereka mencari tahu lokasi yang bernama Bakkah. Sampai sekarang, belum ada yang menemukannya. Jika menemukannya, mungkin mereka akan masih merasa ragu-ragu bahwa tempat itu adalah Bakkah yang dimaksud.

Kebingungan-kebingungan yang bersumber dari Al Qur’an terjemahan di atas mendorong penulis untuk menulis makalah yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan : “Apakah Bakkah sama dengan Mekah?” Satu-satunya cara untuk mengatasi kebingungan-kebingungan tersebut adalah dengan melakukan penerjemahan sendiri. Untuk itu, penulis akan mencoba menerjemahkan sendiri ayat-ayat di atas dengan menggunakan berbagai referensi, terutama tentang bahasa Arab.

Dalam penerjemahan tersebut, penulis menggunakan bantuan Al Qur’an terjemahan per kata yang ada di http://corpus.quran.com/ dan transliterasi yang ada di DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913. Kutipan keduanya adalah seperti berikut ini.

003.096 Inna awwala baytin wu[d]iAAa li(l)nn[a]si lalla[th]ee bibakkata mub[a]rakan wahudan lilAA[a]lameen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Inna = Indeed,
awwala = (the) First
baytin = House
wu[d]iAAa = set up
li(l)nn[a]si = for the mankind
lalla[th]ee = (is) the one which
bibakkata = (is) at Bakkah,
mub[a]rakan = blessed
wahudan = and a guidance
lilAA[a]lameen(a) = for the worlds.

048.024 Wahuwa alla[th]ee kaffa aydiyahum AAankum waaydiyakum AAanhum biba[t]ni makkata min baAAdi an a{th}farakum AAalayhim wak[a]na All[a]hu bim[a] taAAmaloona ba[s]eer[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Wahuwa = And He
alla[th]ee = is) the One Who
kaffa = withheld
aydiyahum = their hands
AAankum = from you
waaydiyakum = and your hands
AAanhum = from them
biba[t]ni = within
makkata = Makkah,
min = after
baAAdi = after
an = that
a{th}farakum = He gave you victory
AAalayhim = over them.
wak[a]na = And is
All[a]hu = Allah
bim[a] = of what
taAAmaloona = you do
ba[s]eer[a](n) = All-Seer.

Tampak dalam kutipan di atas bahwa Mekah atau Makkah berasal dari kata makkata, sedangkan Bakkah berasal dari kata bakkata. Keduanya dianggap sebagai nama tempat sehingga tidak diterjemahkan oleh para penerjemah. Barangkali, inilah penyebab masalah yang diuraikan di depan. Benarkah bakkata dan makkata tidak bisa diterjemahkan? Untuk menjawabnya, kutipan arti kata yang berakar kata miim-kaf-kaf dan ba-kaf-kaf yang ada di project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm disajikan berikut ini.

“Miim-Kaf-Kaf = Sucking, Sucking up, Absorbing, drinking up, Destruction/Destroying, diminishing, diminution/failing; failure, to cast, to throw away, to discard, to straighten/tighten or impede/restrict, to beseech/ask/accept, crowding, competition (izdihaam).

makkah n.f. 48:24”

Ba-Kaf-Kaf (e.g. bakka) = pounding or crushing (al-&unuqa: (on) the neck) (daqqul-&unuqa), distinguishing/ranking above others (farraqahu, kharaqahu), jostling, pressing or crowding(crowds:zahm), any crowding(or crowds), competition. (izdihaam) heaping/piling together/amassing (taraakib), super-imposition of things on top of other things (taraakim), a man/male having or the trying to have sex with a female, denial or rejection a thing or person's dignity, to humiliate, cancellation/dissolution/breaking, being in need or being stout, muscular or rough, from activity.

bakkah n. 3:96

Kutipan di atas menunjukkan bahwa makkata dan bakkata mempunyai arti sehingga bisa diterjemahkan. Menurut penulis, arti kata yang sesuai adalah yang bergaris bawah. Alasannya dijelaskan dalam uraian berikut ini.

Pertama-tama, penulis akan membahas ayat 3:96. Kata inna adalah suatu partikel (istilah dalam bahasa) yang berfungsi untuk menekankan kalimat. Dalam hal ini, kata tersebut diterjemahkan menjadi sungguh (indeed).

Kata yang akan dibahas berikutnya adalah baytin. Perlu diketahui bahwa kata baytin juga ada dalam 51:36. Pada saat yang sama, kata albayta ditemukan dalam 2:125. Kata baytin dalam 51:36 tidak diawali dengan artikel alif lam atau al (dalam bahasa Inggris sama dengan the) sehingga tidak menerangkan suatu benda tertentu. Di pihak lain, kata albayta dalam dalam 2:125 diawali dengan artikel alif lam atau al sehingga menerangkan suatu benda tertentu. Kutipan transliterasinya adalah sebagai berikut.

002.125 Wa-i[th] jaAAaln[a] albayta math[a]batan li(l)nn[a]si waamnan wa(i)ttakhi[th]oo min maq[a]mi ibr[a]heema mu[s]allan waAAahidn[a] il[a] ibr[a]heema wa-ism[a]AAeela an [t]ahhir[a] baytiya li(l)[tta]-ifeena wa(a)lAA[a]kifeena wa(al)rrukkaAAi a(l)ssujood(i) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

051.036 Fam[a] wajadn[a] feeh[a] ghayra baytin mina almuslimeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Kutipan arti kata berakar kata ba-ya-ta dalam project root list adalah sebagai berikut.

Ba-Ya-Ta =
by/in/at night (excluding sleep), entered upon or passed the night
tent, house, home 
Thinking about something and its end result
Concealed or conceived something in the mind
A structure of clay or any structure signifying a habitation, an abode or dwelling.
Buildings, uninhabited houses, shops, ruins, bazaars, places where the entering is allowed by the owners.
Ark of Noah, Mosques, places of worship, Kaabeh or Jerusalem
A grave
Household or family
Nobility
Sudden attack in the night or a surprise attack in the night
Remaining through the night (e.g. bread or water that stays out and becomes stale)”

Arti kata berakar kata ba-ya-ta yang dipandang tepat oleh penulis adalah rumah (house). Sekarang, apa arti baytin? Arti baytin adalah sebuah rumah (a house atau one house) karena tidak disertai artikel al. Kata albayta berarti rumah tertentu (the house) karena disertai artikel al. Rumah tertentu tersebut tidak dibahas lebih lanjut dalam makalah ini. Untuk mengkonfirmasi hal ini, terjemahan 2:125 dan 51:36 dalam DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913 disajikan berikut ini.

002.125 Remember We made the House a place of assembly for men and a place of safety; and take ye the station of Abraham as a place of prayer; and We covenanted with Abraham and Isma'il, that they should sanctify My House for those who compass it round, or use it as a retreat, or bow, or prostrate themselves (therein in prayer). (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

051.036 But We found not there any just (Muslim) persons except in one house: (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Tampak dalam terjemahan 51:36 bahwa baytin diterjemahkan menjadi sebuah rumah (one house). Atas dasar ini, penulis menerjemahkan baytin dalam 3:96 menjadi sebuah rumah.

Kata selanjutnya yang perlu dibahas adalah awwala. Kutipan arti kata berakar kata alif-waw-lam dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Alif-Waw-Lam - To return, be before, come back to. To interpret [by consideration], explain. To contract, withdraw, become. To preside over, hold command or authority. To come to be. To put in a proper state/condition, or to compose [an affair]. To resort to; namely [a thing of any kind; the thing or place whence he or it originated, or came. His or its origin or source; his or its original state, condition, quantity, weight; any place. A former action, saying, or the like]. To return or restore to [ a thing, place, or disposition]. To explain, expound, interpret [collecting the meanings of dubious expressions by such expression as is clear, or plain, without dubiousness]. To explain the meaning of that which is equivocal or ambiguous. To be seen from a distance.”

Kata awwala dalam 3:96 tidak disertai artikel al sehingga diartikan bukan sebagai kata benda tertentu atau sebagai bilangan ordinal (pertama, kedua, ketiga, dst.). Perlu diingat bahwa bahasa Arab dari pertama (the first) adalah alawwala. Oleh sebab itu, penulis memandang bahwa awwala dalam 3:96 tidak berarti pertama (the first) karena tidak diawali dengan artikel al. Menurut penulis, arti awwala dalam project root list yang sesuai dengan 3:96 adalah kembali (to return). Oleh karena itu, penulis menerjemahkan awwala dalam 3:96 menjadi kembali.

Kata wu[d]iAAa dalam makalah ini diterjemahkan menjadi menentukan (to appoint). Kutipan arti kata berakar kata waw-dad-ayn dalam project root list adalah seperti berikut ini.

Waw-Dad-Ayn = he put it or laid it in/on a place, put it or threw it down from his hand, opposite of Ra-Fa-Ayn, put down a thing, brought forth, to appoint, to impose/remit, give over, relinquish, lowered his grade/rank/condition, suffer loss, did not gain in it, lowered/humbled, depository, the proper place of a thing.”

Kata li(l)nn[a]si terdiri dari preposisi li (untuk) dan (l)nn[a]si (mankind(manusia)) sehingga diterjemahkan menjadi untuk manusia. Kutipan arti kata berakar kata nun waw siin dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Nun-Waw-Siin = to swing, halt in a place, move, toss. Mankind, people, others, men.”

Kata alla[th]ee adalah pronomina relatif (relative pronoun) bentuk tunggal yang berarti yang (who, that, which). Sebagai catatan, bentuk jamak pronomina relatif alla[th]ee adalah alla[th]eena.

Kata bakkata diawali dengan preposisi bi (dengan). Penulis mengartikan bakkata sama dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak (crowds). Kutipannya dari project root list sudah ditampilkan di muka. Kata bi diterjemahkan menjadi dengan. Dengan demikian, bibakkata diterjemahkan menjadi dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak.

Kata mub[a]rakan terdiri dari awalan mu dan b[a]rakan. Kata b[a]rakan diterjemahkan menjadi setia (to be steadfast). Dengan demikian, mub[a]rakan diterjemahkan menjadi orang yang setia. Perlu diingat bahwa awalan mu berarti orang atau sesuatu yang. Kutipan arti kata berakar kata ba-ra-kaf dalam project root list adalah seperti berikut ini.

Ba-Ra-Kaf =
Lying down, kneeling or with legs folded making the chest touch the ground, falling upon the chest
To be or to become firm, steady, steadfast, fixed, continue, remain or stay in place
Praying for someone or something, or blessings, felicitations, prospering and abounding in good (e.g. on food, or the saying God bless you)
Keeping or applying constantly or persevering in something (e.g. affairs, commerce etc)
Extolling God and His attributes, exalting God and/or magnifying God
Striving, laboring and/or exerting oneself
An ancient name of the months
A blessing, any good bestowed by God, increase, abundance and/or plenty.”

Kata lilAA[a]lameen(a) terbangun oleh preposisi li (untuk) dan AA[a]lameen(a). Kata AA[a]lameen(a) berarti makhluk (beings). Dalam makalah ini, makhluk yang dimaksud adalah manusia sehingga AA[a]lameen(a) diartikan sebagai manusia. Dengan demikian, lilAA[a]lameen(a) diterjemahkan menjadi untuk manusia. Kutipan arti kata berakar kata ayn-lam-mim dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Ayn-Lam-Miim = to mark/sign/distinguish, creations/beings, world, science/learning/knowledge/information, aware/know. By means of which one knows a thing, hence it signifies world or creation, because by it the Creator is known. alim (pl. ulama) - one who is learned/wise or knows.”

Hasil terjemahan perkata ayat 3:96 versi penulis adalah sebagai berikut.

Inna = sungguh
awwala = kembali
baytin = sebuah rumah
wu[d]iAAa = menentukan
li(l)nn[a]si = untuk manusia
lalla[th]ee = yang
bibakkata = dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak
mub[a]rakan = orang yang setia
wahudan = dan sebuah petunjuk
lilAA[a]lameen(a) = untuk manusia

Jika disusun, terjemahan tersebut akan menjadi seperti berikut ini.

Sungguh kembali sebuah rumah menentukan untuk manusia yang dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak orang yang setia dan sebuah petunjuk untuk manusia

Selanjutnya, hasil terjemahan tersebut ditata ulang untuk mengikuti aturan bahasa Indonesia. Selain itu, kata orang dalam orang yang setia dihapus untuk menghindari pengulangan kata yang tidak perlu. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Sungguh, kembali, menentukan sebuah rumah untuk manusia yang dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak yang setia dan sebuah petunjuk untuk manusia.

Penjelasan terjemahan tersebut adalah sebagai berikut. Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kembali tentang beberapa hal. Hal ini tercermin dari kata kembali. Di sini, ada dua hal yang ditentukan oleh Allah, yaitu sebuah rumah dan petunjuk untuk manusia. Allah menentukan sebuah rumah yang mampu dimasuki orang dalam jumlah banyak sehingga rumah tersebut adalah berupa kawasan yang luas. Orang yang memasuki rumah tersebut adalah orang yang setia. Orang yang setia adalah yang mengabdi hanya kepada Allah semata. Petunjuk untuk manusia yang dimaksud adalah petunjuk Allah yang disampaikan kepada manusia melalui para Rasul Allah.

Sekarang, penulis akan menerjemahahkan ayat 48:24. Pertama, wahuwa tersusun oleh preposisi wa (dan) dan kata ganti ketiga tunggal huwa (dia) sehingga diterjemahkan menjadi dan Dia. Kata kaffa diartikan sama dengan menarik (withdraw). Kutipan arti kata berakar kata kaf-fa-fa dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Kaf-Fa-Fa = To withhold, desist, refrain from, withdraw, keep back, hold out the hand.”

Kata aydiyahum diartikan sama dengan kekuatan mereka. Kata ini terdiri dari aydiya dan kata ganti hum (mereka). Arti yang tepat dari aydiya yang berakar kata ya-dal-ya adalah kekuatan (power). Dengan demikian, aydiyahum diartikan sama dengan kekuatan mereka. Kata waaydiyakum tersusun oleh wa (dan), aydiya (kekuatan), dan kum (kamu semua). Dengan demikian, waaydiyahum diartikan sama dengan dan kekuatan kamu semua. Kutipan arti kata berakar kata ya-dal-ya dalam project root list adalah seperti berikut ini.

Ya-Dal-Ya = to touch, aid, do good, be beneficent, show power and superiority, a hand. By his agency/means.
With a willing hand, out of hand, having financial ability.
In acknowledgement of the superior power, in ready money and not in the form of deferred payment, considering it as a favour, on account of help, (payment should be made by the hand of the parties themselves without the intervention of a third party and without reluctance.
baina yadaihi
 - before him, in his presence hit, between his two hands.
ulill aidi
 - men of power (lit. gifted with hands)
suqaita fi aidihim
 (idiomatic expression) they repented, the idea seems to be that they hit their fingers in grief and contrition.
Handy, Might, Power, Superiority, Benefit, Possession, Favour, Generosity. The idea behind those expressions is that the use of the hand is the real source of the superiority and power. Under his authority, upper hand, arm, foreleg of a beast, handle of a tool, wing of a bird.
ma qaddamat yada
 - that is what thou hast deserved.”

AAankum dan AAanhum terbentuk oleh proposisi AAan (dari) dan kata ganti objek kum (kamu semua) dan hum (mereka). Dengan demikian, AAankum berarti dari kamu semua dan Aaanhum berarti dari mereka.

Kata biba[t]ni tersusun oleh preposisi bi yang di sini diartikan sama dengan dalam (in) dan ba[t]ni yang berakar kata ba-tay-nun. Sebagai catatan, preposisi bi dapat berarti di (at), dengan/demi (by), dalam (in), atau dengan (with) (https://en.wiktionary.org/wiki/%D8%A8#Arabic). Secara harfiah, kata ba[t]ni berarti sama dengan perut (abdomen). Dalam kasus ini, ba[t]ni diterjemahkan menjadi pusat. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, perut adalah bagian yang terdapat di tengah suatu benda dan pusat adalah tempat yang terletak di bagian tengah. Dengan demikian, biba[t]ni diterjemahkan menjadi dalam pusat.

Ba-Tay-Nun =
Becoming fat, 
Midriff, stomach, belly, girth, abdomen
Becoming replete, sated
A belly ache or being disordered digestively
Exulting greatly and/or excessively, behaving insolently and ungratefully
Striking or beating the belly
Disease entering (as though it penetrated through the belly)
Entering into something (e.g. a valley, affair)
Penetrating mentally or knowing something (state, news, circumstances, affair, case)
Something becoming hidden or unapparent, esoteric, concealed or covert
A lining or inner covering, inside or interior of anything, inner story
Particular or special intimate, friend or associate
Going in the middle or midst of something (e.g. meadow, garden, news)
A far extending place of whose parts are remote from the other
Bringing forth of young
Excrement or ejection of
Lower or lowest part of the foundation, low depressed land, soft parts of the land where water stagnates
Palm of the hand, sole of the foot/hoof
Armpit hollow of the arm, hollow of the throat
Apparent, visible part of the sky
Having an inordinate desire or appetite for food
One of the mansions/stations of the moon, the 2nd. Three small stars in the form of an equilateral triangle forming the belly of the Ram/Aries.
Certain vessel made of glass or earthenware (an amphora, jar, vase, and pitcher)
Inward.”

Sekarang, kita akan membahas kata penting dalam kasus ini, yaitu makkata. Kata ini berakar kata miim-kaf-kaf. Kutipan artinya sudah ditampilkan di depan. Menurut penulis, secara harfiah, makkata berarti penghancuran atau pembinasaan (destruction/destroying). Dalam konteks ini, makkata diterjemahkan menjadi pertempuran karena di dalam pertempuran ada peristiwa penghancuran atau pembinasaan.

Preposisi min sesudah kata makkata dianggap sebagai bagian dari frasa min baAAdi. Kata baAAdi mempunyai akar kata ba-ayn-dal. Penulis menerjemahkan frasa min baAAdi menjadi sesudah itu (afterwards). Kutipan arti kata berakar kata ba-ayn-dal dalam kamus Lane – An Arabic English Lexicon yang menyebutkan arti tersebut adalah seperti berikut ini.

“....enunciative. (S.) Sb, however, mentions [as exceptions to this rule] the phrases مِنْ بَعْدٍ [Afterwards] and....”

Kata an adalah kata penghubung (conjunction) yang dalam bahasa Inggris berarti that atau to. Penulis memilih that dan menerjemahkan an menjadi menjadi bahwa.

Kata a{th}farakum mempunyai akar kata th-fa-ra atau za-fa-ra ( ظ ف ر). Kutipan arti kata berakar kata za-fa-ra dalam project root list adalah seperti berikut ini.

ظ ف ر Za-Fa-Ra = gain possession, attain, victorious/succeed, claw/talon/nail.

A{th}farakum tersusun oleh a{th}fara dan kata ganti objek (object pronoun) orang kedua jamak kum (kamu semua).  Dalam makalah ini, a{th}fara diartikan sebagai kata kerja transitif karena diikuti sebuah objek. Di sisi lain, arti a{th}fara yang tepat yang tercantum dalam kutipan dari project root list di atas adalah kata kerja intransitif berhasil (succeed). Oleh karena itu, kata tersebut perlu diubah ke bentuk kata kerja transitif menjadi membuat berhasil. Dalam konteks pertempuran, membuat berhasil berarti membuat menang atau memenangkan. Dengan demikian, a{th}farakum diterjemahkan menjadi memenangkan kamu semua.

Wak[a]na terdiri dari wa (dan) dan k[a]na (adalah) sehingga diterjemahkan dan adalah. Bim[a] terdiri dari bi (dengan) dan m[a] (yang) sehingga diterjemahkan menjadi dengan yang. TaAAmaloona terdiri dari taAAmal (mengerjakan) dan oona (kamu semua) sehingga diterjemahkan menjadi kamu semua mengerjakan. Sebagai catatan, oona adalah kata ganti berupa sufiks/akhiran (suffixed pronoun) yang mengindikasikan bahwa kata kerja yang diikutinya mempunyai subjek orang kedua jamak (kamu semua) atau orang ketiga jamak (mereka). Kata ba[s]eer[a](n) adalah kata benda berakar kata ba-sad-ra yang berarti pengamat (a watcher). Kutipan arti akar kata kaf-waw-nun, ayin-mim-lam, dan ba-sad-ra dari project root list adalah sebagai berikut.

“Kaf-Waw-Nun (Kaf-Alif-Nun) = To be, exist, happen, occur, take place, become, be such or so.”

“Ayn-Miim-Lam = to do/make/act/work/operate/perform/construct/manufacture, practice a handcraft, be active, one who does.”

Ba-Sad-Ra =
Becoming perceptive, mental perception, having belief or knowledge, understanding, intelligence or skill, knowing, giving light, shining, illuminated, making manifest, evident and/or apparent.
To behold/perceive/see/observe/watch.
Opening the eyes and/or seeing (seldom used unless mental perception is conjoined)
Clear sight
Thickness of anything
Sense of sight, making or causing to see and/or have sight, eye-sight, eyes.
Soft stones having some whiteness
Intent or a hard glance
A watcher or guard, a lion.”

Hasil terjemahan per kata versi penulis adalah sebagai berikut.

Wahuwa = Dan Dia
alla[th]ee = yang
kaffa = menarik
aydiyahum = kekuatan mereka
AAankum = dari kamu semua
waaydiyakum = dan kekuatan kamu semua
AAanhum = dari mereka
biba[t]ni = dalam pusat
makkata = pertempuran
min baAAdi = sesudah itu
an = bahwa
a{th}farakum = memenangkan kamu semua
AAalayhim = di atas mereka
wak[a]na = dan adalah
All[a]hu = Allah
bim[a] = dengan yang
taAAmaloona = kamu semua mengerjakan
ba[s]eer[a](n) = pengamat

Jika disusun, terjemahan di atas akan menjadi seperti berikut ini.

Dan Dia yang menarik kekuatan mereka dari kamu semua dan kekuatan kamu semua dari mereka dalam pusat pertempuran sesudah itu bahwa memenangkan kamu semua di atas mereka dan adalah Allah dengan yang kamu semua mengerjakan pengamat

Hasil terjemahan yang sudah disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

Dan, Dia yang menarik kekuatan mereka dari kamu semua dan kekuatan kamu semua dari mereka dalam pusat pertempuran, sesudah itu bahwa memenangkan kamu semua di atas mereka dan Allah adalah pengamat dengan yang kamu semua mengerjakan.

Selanjutnya, kata bahwa dihapus karena tidak akan mengubah makna dan terasa lebih mudah dimengerti. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Dan, Dia yang menarik kekuatan mereka dari kamu semua dan kekuatan kamu semua dari mereka dalam pusat pertempuran, sesudah itu memenangkan kamu semua di atas mereka dan Allah adalah pengamat dengan yang kamu semua mengerjakan.

Ayat di atas menerangkan bahwa Allah mencegah pertempuran dengan cara menarik kekuatan kedua belah pihak yang berperang dalam pusat pertempuran. Sesudah itu, Allah memberikan kemenangan kepada pihak Rasul Allah. Dalam peristiwa tersebut, Allah menjadi pengamat yang dikerjakan semua pihak yang berperang.

Sebagai penutup dapat diutarakan di sini bahwa bakkata dalam 3:96 berarti kumpulan orang dalam jumlah banyak, sedangkan makkata dalam 48:24 berarti pertempuran. Dengan pengartian yang seperti itu, terjemahan yang dihasilkan masuk akal. Oleh karena itu, bakkata dan makkata dalam Al Qur’an adalah bukan nama tempat. Tidak ada nama tempat bernama bakkah/bekka (bakkata) dan makkah/mekah (makkata) dalam Al Qur’an. Apabila ada perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.