Jumat, 29 Juli 2016

KEWAJIBAN HAJI

Frasa mengerjakan haji adalah kewajiban manusia dan kewajiban haji dijumpai dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI 3:97. Kutipannya adalah sebagai berikut.

3:97. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (versi Dep. Agama RI)

Benarkah terjemahan tersebut? Pertanyaan tersebut muncul ketika penulis sedang belajar menerjemahkan ayat 3:96. Hasil penerjemahan ayat 3:96 yang sudah dipublikasikan dalam blog ini pada bulan Juni 2016 adalah sebagai berikut.

3:96. Sungguh, kembali, menentukan sebuah rumah untuk manusia yang dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak yang setia dan sebuah petunjuk untuk manusia (versi penulis)

Untuk mengecek kebenaran terjemahan ayat 3:97 versi Dep. Agama RI, penulis kembali akan mencoba untuk menerjemahkannya sendiri. Dalam penerjemahan tersebut, penulis menggunakan bantuan Al Qur’an terjemahan per kata yang ada di http://corpus.quran.com/ dan transliterasi yang ada di DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913. Caranya, terjemahan per kata yang ada di http://corpus.quran.com/ dicek dengan arti kata berdasarkan akar kata yang ada dalam project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm dan kamus bahasa Arab-Inggris. Terjemahan yang dipandang sesuai digunakan, sedangkan yang tidak sesuai diganti dengan yang sesuai menurut penulis. Dengan demikian, terjemahan ini tidak murni hasil kerja penulis. Penjelasan tentang alasan penerjemahan suatu kata diberikan jika dipandang perlu.

Kutipan transliterasi ayat 3:97 yang diambil dari program komputer Qur'an Viewer software v2.913 adalah sebagai berikut.

003.097 Feehi [a]y[a]tun bayyin[a]tun maq[a]mu ibr[a]heema waman dakhalahu k[a]na [a]minan walill[a]hi AAal[a] a(l)nn[a]si [h]ijju albayti mani ista[ta]AAa ilayhi sabeelan waman kafara fa-inna All[a]ha ghaniyyun AAani alAA[a]lameen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Hasil penerjemahannya adalah seperti berikut ini.

Feehi = di dalamnya
[a]y[a]tun = ayat-ayat
bayyin[a]tun = yang jelas
maq[a]mu = tempat kediaman
ibr[a]heema = Ibrahim
waman = dan siapa saja
dakhalahu = memasukinya
k[a]na = adalah
[a]minan = yang percaya pada Allah
walill[a]hi = dan untuk Allah
AAal[a] = pada
a(l)nn[a]si = manusia
[h]ijju = yang bertujuan ke
albayti = rumah tersebut
mani = siapa saja
ista[ta]Aaa = mampu
ilayhi = ke situ
sabeelan = alasan
waman = dan siapa saja
kafara = tidak percaya pada Allah
fa-inna = maka sesungguhnya
All[a]ha = Allah
ghaniyyun = bebas dari kebutuhan
Aaani = dari
alAA[a]lameen(a) = manusia

Terjemahan yang belum diedit adalah seperti berikut ini.

di dalamnya ayat-ayat yang jelas tempat kediaman Ibrahim dan siapa saja memasukinya adalah yang percaya pada Allah dan untuk Allah pada manusia yang bertujuan ke rumah tersebut siapa saja mampu ke situ alasan dan siapa saja tidak percaya pada Allah maka sesungguhnya Allah bebas dari kebutuhan dari manusia

Setelah itu, pengeditan dilakukan untuk menentukan titik dan koma. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Di dalamnya ayat-ayat yang jelas. Tempat kediaman Ibrahim, dan siapa saja memasukinya adalah yang percaya pada Allah. Dan untuk Allah, pada manusia yang bertujuan ke rumah tersebut siapa saja mampu ke situ, alasan. Dan siapa saja tidak percaya pada Allah, maka sesungguhnya Allah bebas dari kebutuhan dari manusia.

Pengeditan dilanjutkan dengan penyesuaian terhadap tata bahasa Indonesia dengan cara menambahkan kata ada, adalah, dan berasal.

Di dalamnya ada ayat-ayat yang jelas. Tempat kediaman Ibrahim, dan siapa saja  memasukinya adalah yang percaya pada Allah. Dan untuk Allah, pada manusia yang bertujuan ke rumah tersebut, siapa saja mampu ke situ, adalah alasan. Dan siapa saja tidak percaya pada Allah, maka sesungguhnya Allah bebas dari kebutuhan berasal dari manusia.

Hasil akhir penerjemahan 3:97 adalah sebagai berikut.

3:97 Di dalamnya ada ayat-ayat yang jelas. Tempat kediaman Ibrahim, dan siapa saja  memasukinya adalah yang percaya pada Allah. Dan untuk Allah, pada manusia yang bertujuan ke rumah tersebut, siapa saja mampu ke situ, adalah alasan. Dan siapa saja tidak percaya pada Allah, maka sesungguhnya Allah bebas dari kebutuhan berasal dari manusia.
 (versi penulis)

Sebelum membahas tentang kandungan informasinya, penjelasan tentang penerjemahan ayat 3:97 perlu dilakukan. Frasa pertama yang perlu dibahas adalah tempat kediaman Ibrahim, yang merupakan terjemahan dari maq[a]mu ibr[a]heema. Menurut kamus An ArabicEnglish Lexicon (Edward William Lane), maqaamun berarti tempat kediaman (a place of residence). Berikut ini adalah kutipannya.

“مَقَامٌ The place of the feet; (K;) a standingplace; (S, Msb;) as also ↓ مُقَامٌ : (S:) or the latter, a place of stationing: (Msb:) and both, a place of continuance, stay, residence, or abode: (K:) [a standing:] and the latter, a place of long continuance, stay, residence, or abode: (Expos. of the Mo'allakát, Calc., p. 138:) and both, continuance, stay, residence, or abode. (S, K.) مُقَامٌ : see مَقَامٌ . مُقِيمٌ Lasting; con􀆟nuing: (Bd, 9:21:) unceasing. (Bd, 9:69.) ―”

Oleh sebab itu, maq[a]mu ibr[a]heema diterjemahkan menjadi tempat kediaman Ibrahim. Ini berarti bahwa maq[a]mu ibr[a]heema tidak berupa cetakan dua kaki manusia seperti yang ada di samping kabah di Mekah.

Kata [a]minan dalam 3:97 adalah kata benda yang mempunyai akar kata alif-meem-nun. Kutipan arti kata yang berakar kata alif-meem-nun yang ada di project root list adalah sebagai berikut.

Alif-Meem-Nun = become/feel safe/secure, state of security/safety, trust, become quiet/tranquil in heart/mind, become free of expectation of evil or free of an object of dislike/hatred, promise/assurance of security/safety, become trustful/faithful/confident, to believe/acknowledge it, manifestation of humility/submission”

Tampak dalam kutipan tersebut bahwa arti kata berakar kata alif-meem-nun yang utama adalah menjadi/merasa aman (become/feel safe). Dalam kaitannya dengan ketuhanan, arti tersebut berkembang menjadi percaya (to believe it). Penjelasan dalam kamus An ArabicEnglish Lexicon (Edward William Lane) menyebutkan bahwa ada hubungan antara arti kata percaya dan menjadi/merasa aman. Misalnya, Tuhan membuat orang-orang yang percaya pada-Nya menjadi/merasa aman dari hukuman-Nya. Kata [a]minan adalah kata benda. Kata benda menjadi/merasa aman adalah yang menjadi/merasa aman atau penjadian/perasaan aman. Kata benda percaya adalah yang percaya atau kepercayaan. Menurut penulis, arti [a]minan yang tepat dalam kasus ini adalah yang percaya. Dalam kaitannya dengan ketuhanan dalam Al Qur’an, [a]minan berarti yang percaya pada Allah.

Kata [h]ijju mempunyai akar kata haa-jim-jim dan merupakan kata benda.  Arti kata [h]ijju yang dipandang cocok adalah bertujuan ke (to intend to a certain target). Hanya saja, kata tersebut adalah kata kerja sehingga perlu diubah menjadi kata benda. Kata bendanya adalah yang bertujuan ke. Oleh karena itu, [h]ijju diterjemahkan menjadi yang bertujuan ke. Kata tersebut tidak diterjemahkan menjadi haji (pilgrimage) karena tidak disertai artikel alif lam. Kutipan arti kata berakar kata haa-jim-jim yang ada di project root list adalah sebagai berikut.

Haa-Jiim-Jiim = to intend to a certain target, aim at, repair, undertake, repaired/betook himself to or towards a person / place / object of veneration/respect/honour, went/visit frequently/repeatedly, pilgrimage.
Overcome another by/in argument/evidences/proofs/testimonies, plead, contend/argue/dispute.
Refrain/abstain.”

Kata sabeelan diterjemahkan menjadi alasan. Kata situ alasan dipandang bukan merupakan satu frasa karena frasa situ alasan tidak mempunyai arti yang jelas. Oleh sebab itu, keduanya dipisahkan oleh koma dan di depan alasan ditambah kata adalah. Kutipan arti kata berakar kata siin-ba-lam dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Siin-Ba-Lam = cause, reason, way/path/road, necessity, means of access, responsibility, method/manner, plea to allege.
fi sabil Allah - in the way of Allah, in the cause of Allah, to carry the message of Allah.
ibn al-sabil - traveller, way farer, forlorn traveller.
salsabil - It is made up of two words: sal (ask, enquire about) & sabil (way), salsala - easy, sweet, rapid flowing water. As if it meant 'Inquiring ask your Lord the way to that sweet, easy palatable and rapid flowing fountain'. It is the name of a fountain of heaven.”

Sebagai konsekuensi dari pengartian [a]minan sama dengan yang percaya pada Allah, kata kafara diterjemahkan menjadi yang tidak percaya pada Allah. Kata kafara berakar kata kaf-fa-ra dan berarti tidak percaya (to disbelieve). Kata tersebut kemudian diterjemahkan menjadi tidak percaya pada Allah. Berikut ini adalah kutipannya dari project root list.

“Kaf-Fa-Ra = to conceal, to cover, to reject, to disbelieve, to be thankless, unthankful, ungrateful, to disown, deny, faithless, black horse, dark night, tiller/farmer.”

Kata ghaniyyun diterjemahkan menjadi bebas dari kebutuhan (free from wants). Kutipan arti berakar kata gh-nun-ya dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Gh-Nun-Ya = free from wants, having no wants, in a state of competence or sufficiency or rich or wealthy; dwelt, abode; sing, chanted; eulogized, satirized”

Kata alAA[a]lameen(a) sesungguhnya berarti makhluk (beings). Dalam makalah ini, makhluk yang dimaksud adalah manusia sehingga AA[a]lameen(a) diartikan sebagai manusia. Kutipan arti kata berakar kata ayn-lam-mim dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Ayn-Lam-Miim = to mark/sign/distinguish, creations/beings, world, science/learning/knowledge/information, aware/know. By means of which one knows a thing, hence it signifies world or creation, because by it the Creator is known. alim (pl. ulama) - one who is learned/wise or knows.”

Untuk menjelaskan kandungan informasinya, hasil terjemahan 3:96 dan 3:97 versi penulis ditampilkan bersama-sama secara berurutan seperti berikut ini.

3:96. Sungguh, kembali, menentukan sebuah rumah untuk manusia yang dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak yang setia dan sebuah petunjuk untuk manusia (versi penulis)

3:97 Di dalamnya ada ayat-ayat yang jelas. Tempat kediaman Ibrahim, dan siapa saja  memasukinya adalah yang percaya pada Allah. Dan untuk Allah, pada manusia yang bertujuan ke rumah tersebut, siapa saja mampu ke situ, adalah alasan. Dan siapa saja tidak percaya pada Allah, maka sesungguhnya Allah bebas dari kebutuhan berasal dari manusia.
 (versi penulis)

Kandungan informasinya adalah sebagai berikut. Allah mengingatkan kembali bahwa Allah telah membuat dua benda, yaitu sebuah rumah dan petunjuk untuk manusia. Rumah tersebut dapat dimasuki orang dalam jumlah banyak. Yang memasukinya adalah yang percaya dan setia pada Allah. Rumah tersebut adalah berupa tempat kediaman Ibrahim. Alasan orang yang mengunjungi rumah tersebut adalah hanya untuk Allah. Allah tidak membutuhkan kunjungan orang-orang yang tidak percaya pada-Nya ke rumah tersebut. Dalam hal ini, kunjungan manusia ke rumah tersebut dianggap sebagai kebutuhan berasal dari manusia. Petunjuk untuk manusia yang dimaksud adalah berupa kitab Allah. Di dalam kitab Allah tersebut terdapat ayat-ayat yang jelas.

Sebagai penutup, dapat disampaikan bahwa kandungan informasi dalam terjemahan 3:96 dan 3:97 versi penulis berbeda dengan versi penerjemah Al Qur’an dari Dep. Agama RI. Apabila ada perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.