Sabtu, 27 Agustus 2016

RUMAH YANG TUA?

Di dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI dijumpai frasa rumah yang tua. Ditunjukkan pula dalam terjemahan tersebut bahwa yang dimaksud dengan rumah yang tua itu adalah Baitullah atau Rumah Allah. Sudah diketahui secara luas bahwa yang dipersepsikan dengan Baitullah oleh kebanyakan orang beragama islam adalah kabah yang ada di Mekah. Jadi, rumah yang tua dipersepsikan sama dengan kabah.

22:29. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (versi Dep. Agama RI)

Kata Baitullah yang berada dalam kurung tersebut adalah hanya tambahan penerjemah. Artinya, ayat asli yang dalam bahasa Arab sesungguhnya tidak menyebutkan kata tersebut. Kutipan transliterasi ayat 22:29 adalah sebagai berikut.

022.029 Thumma lyaq[d]oo tafathahum walyoofoo nu[th]oorahum walya[tt]awwafoo bi(a)lbayti alAAateeq(i) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Frasa kata yang oleh penerjemah Dep. Agama RI diterjemahkan menjadi rumah yang tua adalah (a)lbayti alAAateeq(i). Benarkah penerjemahan yang seperti itu? Benarkah (a)lbayti alAAateeq(i) berarti rumah yang tua? Makalah ini ditulis untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Kata (a)lbayti adalah kata benda yang berarti rumah. Keberadaan artikel alif lam di depan kata bayti menunjukkan bahwa rumah yang dimaksud adalah suatu rumah tertentu. Kata alAAateeq(i) tersusun oleh artikel alif lam dan AAateeq(i). Dengan demikian, AAateeq(i) adalah kata benda. Kata AAateeq(i) mempunyai akar kata ayn-ta-qaf. Kutipan arti kata berakar kata ayn-ta-qaf dari project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm  adalah sebagai berikut.

“Ayn-Ta-Qaf = to be old, ancient, freed, emancipate, beautiful, excellent, noble.

atiq n.m. sing. act. 22:29, 22:33

Lane's Lexicon, Volume 5, pages: 231, 232, 233

Berdasarkan kutipan di atas, kita bisa mengatakan bahwa penerjemahan alAAateeq(i) menjadi yang tua mempunyai alasan yang kuat karena salah satu arti kata berakar kata ayn-ta-qaf adalah kuno (ancient). Pengertian tua dan kuno kurang lebih sama. Barangkali, atas dasar inilah penerjemah Al Qur’an dari Dep. Agama RI dan para penerjemah Al Qur’an yang lain kemudian menerjemahkan (a)lbayti alAAateeq(i) menjadi rumah yang tua.

Walaupun demikian, penulis berpendapat bahwa alAAateeq(i) tidak tepat jika diterjemahkan menjadi yang tua. Hal tersebut tampak jika kita mempertimbangkan ayat-ayat sebelumnya. Berikut ini adalah kutipan terjemahan ayat 22:26 sampai 22:29.

22:26 And when We established/assigned to Abraham the House/Home's place/position, that do not share/make partners with Me (in) a thing, and purify/clean My House/Home to the circlers/walkers around, and the standing/keeping up, and the bowing, and the prostrating. (Dan ketika Kami menetapkan untuk Ibrahim posisi rumah, bahwa jangan mempersekutukan Aku dengan sesuatu, dan sucikanlah rumah-Ku untuk yang berkeliling, dan yang berdiri, dan yang membungkuk, dan yang bersujud.) (Versi Mohamed Ahmed dan Samira Ahmed)

22:27 And inform/announce in the people with (about) the pilgrimage, they come to you walking and on every lean/thin, they come from every deep/far/long mountain path. (Dan beritahukanlah dalam manusia dengan haji, mereka datang ke kamu dengan berjalan dan pada setiap yang sempit, mereka datang dari setiap jalan gunung yang jauh.) (Versi Mohamed Ahmed dan Samira Ahmed)

22:28 To witness benefits/uses for them, and they mention/remember God's name in known days/times, on (for) what He provided for them from quadrupeds of land and sea excluding felines the camels/livestock, so eat from it, and feed the miserable/fallen in hardship, the poor/needy. (Untuk menyaksikan manfaat bagi mereka, dan mereka mengingat nama Allah dalam hari-hari yang diketahui, pada apa yang Dia berikan dari binatang ternak, maka makanlah darinya, dan beri makanlah yang sengsara, yang miskin.) (Versi Mohamed Ahmed dan Samira Ahmed)

22:29 Then they should carry out/accomplish (remove/cleanse) their filth/dirt, and they should fulfill/complete their duties/vows (on themselves), and they should circle/walk around at the House/Home, the Honoured/Ancient. (Kemudian mereka membersihkan kotoran mereka, dan mereka memenuhi kewajiban mereka sendiri, dan mereka mengelilingi rumah, rumah yang dihormati/kuno.) (Versi Mohamed Ahmed dan Samira Ahmed)

Tampak dengan jelas bahwa ayat 22:26 sampai 22:29 menjelaskan tentang peristiwa pada jaman Nabi Ibrahim. Isinya berkisar tentang penetapan posisi rumah dan aktivitas yang berkaitan dengan rumah tersebut. Dengan demikian, rumah yang dimaksud dalam 22:29 adalah sama dengan rumah yang disebutkan dalam 22:26. Bisa dikatakan bahwa pada jaman Nabi Ibrahim, rumah tersebut adalah rumah yang masih baru karena posisinya baru saja ditetapkan, seperti yang dijelaskan dalam 22:26. Artinya, umur rumah yang disebutkan dalam 22:29 tidak sama dengan umur rumah tersebut pada saat ayat tersebut diturunkan. Jadi, penerjemahan (a)lbayti alAAateeq(i) menjadi rumah yang tua adalah tidak tepat.

Penulis berpendapat bahwa arti kata berakar kata ayn-ta-qaf yang tepat untuk menerangkan alAAateeq(i) adalah dibebaskan (freed). Kata benda dibebaskan adalah yang dibebaskan. Oleh sebab itu, (a)lbayti alAAateeq(i) berarti rumah yang dibebaskan. Artinya, Allah sebagai pemiliknya membebaskan manusia untuk memasukinya.

Ayat 22:26 sampai 22:29 sesungguhnya menjelaskan tentang ibadah haji pada jaman Nabi Ibrahim. Tempat ibadah haji tersebut adalah tempat kediaman Nabi Ibrahim. Hal ini terungkap dari frasa mereka datang ke kamu dalam terjemahan versi bahasa Indonesia ayat 22:26. Kamu yang dimaksud di sini adalah Nabi Ibrahim. Dengan demikian, datang ke kamu berarti datang ke tempat kediaman Ibrahim. Tempat kediaman Ibrahim berupa kawasan yang luas yang dapat menampung orang dalam jumlah banyak. Kawasan tersebut tidak berpintu sehingga orang bisa memasukinya dengan leluasa. Oleh Allah, orang dibebaskan untuk  memasukinya. Jadi, rumah Allah yang dimaksud adalah tempat kediaman Ibrahim.

Sebagai tempat kediaman Ibrahim, kawasan tersebut mempunyai kondisi ekosistem yang mampu mendukung kehidupan Ibrahim dan keluarganya. Di sana ada tumbuhan sebagai penangkap energi matahari. Tumbuhan tersebut kemudian dikonsumsi oleh ternak yang ada dan manusia. Untuk mendukung kehidupan tumbuhan, ternak, dan manusia, kawasan tersebut mempunyai sumber air yang cukup. Sumber air tersebut dapat berupa sungai, sumur, dan atau air hujan. Ibrahim dan keluarganya dapat mengkonsumsi air, buah dan sayuran, dan binatang ternak yang berada di situ. Jadi, kawasan tersebut merupakan kawasan yang dipenuhi tumbuhan dan mempunyai sumber air yang cukup. Barangkali, kawasan tersebut berada di dekat sungai. Dengan demikian, gambaran rumah Allah mungkin seperti itu.

Sebagai catatan, penulis tidak menerjemahkan on every lean/thin menjadi pada setiap yang kurus dalam 22:27 karena ada kata setiap (every). Kata setiap berimplikasi bahwa semua kata benda di belakangnya adalah seragam atau sama. Jika yang dimaksud dengan yang kurus adalah binatang yang kurus, ini tidak tepat karena binatang seperti unta atau kuda dapat kurus dan dapat gemuk. Bukankah binatang yang tidak kurus akan lebih baik daripada yang kurus untuk membawa manusia dan barang? Dengan demikian, maksud dari they come to you walking and on every lean/thin adalah bahwa mereka datang menuju ke tempat kediaman Ibrahim dengan berjalan dan melalui jalan-jalan yang relatif sempit. Barangkali, tempat kediaman Ibrahim dikelilingi oleh pegunungan yang padanya terdapat jalan-jalan yang relatif sempit yang menuju ke sana.

Sampai di sini kita bisa membayangkan bahwa tempat kediaman Ibrahim yang juga merupakan rumah Allah adalah berupa kawasan yang luas berupa lembah yang dikelilingi oleh pegunungan yang padanya terdapat jalan-jalan yang relatif sempit yang mengarah ke sana. Kawasan tersebut ditumbuhi oleh tumbuhan pakan ternak, sayuran, dan penghasil buah-buahan. Di sana juga ada ternak dan sumber air yang cukup. Dalam rumah Allah tersebut, orang dapat berdiri, membungkuk, sujud, menyaksikan manfaat, dan menyembelih binatang ternak, dan menjelajahinya seperti dijelaskan dalam 22:26 sampai 22:29. Perlu ditambahkan bahwa mengelilingi tidak selalu berarti berjalan membentuk pola lingkaran. Mengelilingi dapat pula berarti menjejelajah. Dengan demikian, mengelilingi rumah berarti menjelajah kawasan rumah. Sebelum ditutup, kita alihkan perhatian kita ke kabah di Mekah yang dipersepsikan kebanyakan orang sebagai rumah Allah tempat berhaji. Dapatkah kita berdiri, membungkuk, sujud, menyaksikan manfaat, dan menyembelih binatang ternak, dan berkeliling di dalam kabah di Mekah? Tidak!

Selain itu, perlu diingat bahwa pengertian rumah Allah adalah rumah milik Allah, bukan rumah yang ditempati Allah. Yang tinggal di rumah milik Allah itu adalah Ibrahim.

Penulis menutup makalah ini dengan ringkasan. Arti (a)lbayti alAAateeq(i) adalah rumah yang dibebaskan. Rumah yang dibebaskan adalah rumah milik Allah yang orang bebas memasukinya, berupa tempat kediaman Ibrahim yang posisinya ditentukan Allah. Apabila terjadi perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.