Minggu, 13 November 2016

PANCASILA DAN TERJEMAHAN AL MAIDAH 51

Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia adalah suatu perjanjian luhur. Pancasila adalah suatu perjanjian antara para pendiri negara yang meliputi semua komponen bangsa. Komponen bangsa tersebut mencakup semua rakyat Indonesia dengan agama yang berbeda-beda. Jadi, Pancasila adalah perjanjian antara semua rakyat Indonesia yang beragama islam dan yang beragama bukan islam.

Perjanjian yang dibuat oleh orang islam dan orang bukan islam dibenarkan oleh Al Qur’an. Pada waktu itu, ada perjanjian yang dibuat oleh orang islam dan orang musyrik (9:4). Allah memerintahkan agar orang islam memenuhi perjanjian tersebut, dengan syarat orang musyrik memenuhi perjanjian dan tidak membantu pihak yang memusuhi orang islam. Dengan demikian, selama pihak orang musyrik menghormati perjanjian, memenuhi perjanjian adalah kewajiban bagi orang islam. Ayatnya adalah sebagai berikut.

9:4. kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. (versi Dep. Agama RI)

Dalam kaitannya dengan Pancasila, ayat 9:4 menunjukkan bahwa Pancasila sebagai suatu perjanjian antara orang islam dan orang bukan islam wajib diamalkan oleh orang islam dalam kehidupan bernegara, selama orang bukan islam menghormati Pancasila. Dengan demikian, orang islam tidak boleh melanggar Pancasila sebagai perjanjian luhur. Pengamalan Pancasila dalam kehidupan bernegara oleh orang islam adalah implementasi pemenuhan janji orang islam. Sudah barang tentu, orang bukan islam juga wajib mengamalkan Pancasila dalam kehidupan bernegara. Jadi, pengamalan Pancasila adalah sesuai dengan ajaran Al Qur’an.

Fungsi Pancasila di negara kesatuan Republik Indonesia adalah menjadi sumber dari segala sumber hukum. Undang-undang dasar, undang-undang, peraturan pemerintah, dan peraturan perundang-undangan lainnya dibuat berdasarkan Pancasila. Dengan demikian, semua peraturan perundang-undangan harus sesuai dengan Pancasila. Dapat dikatakan bahwa peraturan perundang-undangan adalah perwujudan Pancasila dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Peraturan perundang-undangan itu sendiri pada hakikatnya merupakan bentuk perjanjian seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian, peraturan perundang-undangan adalah suatu bentuk perjanjian yang dibuat oleh rakyat Indonesia yang susuai dengan Pancasila. Artinya, rakyat Indonesia wajib taat pada semua peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, orang Indonesia beragama islam wajib taat pada semua peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan Pancasila. Jadi, bersikap taat pada semua peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan Pancasila adalah sesuai dengan ajaran Al Qur’an.

Pemilihan presiden dan kepala daerah diatur oleh peraturan perundang-undangan. Jadi, bersikap taat pada peraturan perundang-undangan yang mengatur pemilihan presiden dan kepala daerah adalah wujud pemenuhan janji. Dengan demikian, ketaatan tersebut sesuai dengan ajaran Al Qur’an.

Peraturan perundang-undangan pemilu menyebutkan bahwa tidak ada persyaratan yang menyebutkan bahwa presiden atau kepala daerah harus beragama islam. Ini berarti bahwa orang beragama islam, kristen, katolik, budha, hindu, dan lainnya berhak menjadi presiden dan kepala daerah. Selain itu, peraturan perundang-undangan pemilu juga tidak melarang orang islam memilih calon presiden dan calon kepala daerah yang tidak beragama islam. Tugas dan kewenangan presiden dan kepala daerah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. Dalam peraturan tersebut, presiden dan kepala daerah tidak bertugas dan berwenang mengatur pengamalan agama seseorang. Jadi, bagi orang beragama islam, memilih presiden dan kepala daerah yang beragama selain islam adalah tidak melanggar ajaran Al Qur’an.

Pendapat tentang larangan untuk memilih pemimpin yang beragama bukan islam muncul karena orang menggunakan Al Qur’an terjemahan yang salah, yaitu terjemahan 5:51 versi Dep. Agama RI. Kutipannya adalah seperti berikut ini.

5:51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (versi Dep. Agama RI)

Kesalahan terjemahan 5:51 versi Dep. Agama RI secara mudah dapat ditunjukkan dengan membandingkannya dengan terjemahan versi yang lain. Berikut ini adalah kutipannya.

5.51 O ye who believe! take not the Jews and the Christians for your friends and protectors: They are but friends and protectors to each other. And he amongst you that turns to them (for friendship) is of them. Verily Allah guideth not a people unjust. (versi Abdullah Yusuf Ali)

5:51 You, you those who believed, do not take the Jews and the Christians (as) guardians/patrons, some of them (are) guardians/patrons (of) some, and who follows them from you, so that he truly is from them, that God does not guide the nation, the unjust/oppressive. (versi Muhamed dan Samira Ahmed)

5:51. O you who believe! Do not take the Jews and the Christians as allies.They are allies of one other. And whoever among you takes them as allies, then indeed he is of them. Indeed, Allah does not guide the wrongdoing people. (versi Dr. Shehnaz Shaikh dan Ms. Kausar Khatri)

5:51. Wahai orang-orang yang percaya, janganlah mengambil orang-orang Yahudi, dan orang-orang Nasrani, sebagai sahabat; mereka adalah sahabat-sahabat satu sama lain. Barang siapa antara kamu yang menjadikan mereka sahabat-sahabatnya adalah dari mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (Versi Othman Ali)

5:51 Believers, take neither Jews nor the Christians for your friends. They are friends with another. Whoever of you seeks their friendship shall become of their member. God does not guide the wrongdoers. (Versi N. J. Dawood)

5:51 O ye who believe! Take not the Jews and the Christians for friends. They are friends one to another. He among you who taketh them for friends is (one) of them. Lo! Allah guideth not wrongdoing folk. (versi Muhd M.W.Pickthall)

5:51 O you who believe! do not take the Jews and the Christians for friends; they are friends of each other; and whoever amongst you takes them for a friend, then surely he is one of them; surely Allah does not guide the unjust people. (versi M.H.Shakir)

5:51. O you who believe! Take not the Jews and the Christians as Auliya' (friends, protectors, helpers, etc.), they are but Auliya' to one another. And if any amongst you takes them as Auliya', then surely he is one of them. Verily, Allah guides not those people who are the Zalimun (polytheists and wrong-doers and unjust). (Versi Dr. Muhammad Taqi-ud-Din Al-Hilali, Ph.D. & Dr. Muhammad Muhsin Khan)

5:51. O you who believe, do not take certain Jews and Christians as allies; these are allies of one another. Those among you who ally themselves with these belong with them. GOD does not guide the transgressors. (versi Dr. Rashad Khalifa, Ph.D.)

5:51. O ye who believe! take not the Jews and the Christians for your friends and protectors: They are but friends and protectors to each other.And he amongst you that turns to them (for friendship) is of them.Verily Allah guideth not a people unjust. (versi Harun Yahya)

5:51 O you who believe, take not the Jews and the Christians for friends. They are friends of each other. And whoever amongst you takes them for friends he is indeed one of them. Surely Allah guides not the unjust people. (versi  Maulana Muhammad Ali)

5:51. 'O believer! Do not take the Jews and Christians as friends, they are friends of each other among themselves, and whoso of you makes them his friends, then he is one of them. Undoubtedly Allah guides not the people unjust. (versi AalaHazrat Imam Ahmed Raza Khan)

5:51 O believers! Take neither Jews nor Christians as your protecting friends: they are only protecting friends of one another. Whoever of you disobeys this commandment will be counted as one of them. Surely Allah does not guide the wrongdoers. (versi F. Malik)

5:51. O you who believe, do not take the Jews and the Christians for intimate friends. They are friends to each other. Whoever takes them as intimate friends is one of them. Surely, Allah does not take the unjust people to the right path. (versi Taqi Usmani)

Kutipan terjemahan di atas memperlihatkan bahwa tidak ada satu pun yang menyebut kata pemimpin atau leader (pemimpin). Ini menunjukkan bahwa terjemahan 5:51 versi Dep. Agama RI adalah salah.

Cara yang lebih sulit tetapi lebih meyakinkan ialah dengan melakukan penerjemahan sendiri terhadap ayat 5:51. Oleh sebab itu, penulis melakukan penerjemahan sendiri terhadap ayat 5:51. Transliterasi surat Al Maidah 51 adalah sebagai berikut.

005.051 Y[a] ayyuh[a] alla[th]eena [a]manoo l[a] tattakhi[th]oo alyahooda wa(al)nna[sa]r[a] awliy[a]a baAA[d]uhum awliy[a]o baAA[d]in waman yatawallahum minkum fa-innahu minhum inna All[a]ha l[a] yahdee alqawma a(l){thth}[a]limeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Berikut ini adalah hasil penerjemahan 5:51 versi penulis.

Y[a] ayyuh[a] = wahai
alla[th]eena = orang-orang yang
[a]manoo = percaya
l[a] = jangan
tattakhi[th]oo = mengambil
alyahooda = kaum yahudi
wa = dan
(al)nna[sa]r[a] = kaum kristen
awliy[a]a = teman dekat
baAA[d]uhum = satu dari mereka
awliy[a]o = teman dekat
baAA[d]in = satu lainnya
waman = dan siapa saja
yatawallahum = mendekati mereka
minkum = dari kamu semua
fa-innahu = maka sesungguhnya dia
minhum = dari mereka
inna = sesungguhnya
All[a]ha = Allah
l[a] = tidak
yahdee = membimbing
alqawma = kaum
a(l){thth}[a]limeen(a) = jahat

Setelah transliterasi bahasa Arab dihapus dan disusun kembali, hasilnya adalah sebagai berikut.

wahai orang-orang yang percaya jangan mengambil kaum yahudi dan kaum kristen teman dekat satu dari mereka teman dekat satu lainnya dan mendekati mereka dari kamu semua maka sesungguhnya dia dari mereka sesungguhnya Allah tidak membimbing kaum jahat

Setelah disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia, hasilnya adalah sebagai berikut.

Wahai orang-orang yang percaya! Jangan mengambil kaum yahudi dan kaum kristen sebagai teman dekat! Satu dari mereka teman dekat satu lainnya. Dan siapa saja mendekati mereka dari kamu semua, maka sesungguhnya dia dari mereka. Sesungguhnya Allah tidak membimbing kaum jahat.

Jadi, terjemahan versi penulis adalah sebagai berikut.

5:51 Wahai orang-orang yang percaya! Jangan mengambil kaum yahudi dan kaum kristen sebagai teman dekat! Satu dari mereka teman dekat satu lainnya. Dan siapa saja mendekati mereka dari kamu semua, maka sesungguhnya dia dari mereka. Sesungguhnya Allah tidak membimbing kaum jahat. (versi penulis)

Ada beberapa kata yang penerjemahannya perlu penjelasan lebih lanjut. Pertama, kata tersebut adalah awliy[a]a. Kata awliy[a]a adalah bentuk jamak dari waliy, yang berakar kata waw-lam-ya. Arti awliy[a]a dalam kamus Arab-Inggris Wehr-Cowan di halaman 1100 yang dipandang cocok adalah teman dekat (close associate). Penulis memilihnya karena kata waliy berarti dekat (close). Pembaca dapat mengeceknya sendiri kutipan kamus tersebut dalam lampiran yang ditaruh di bagian akhir makalah ini.

Terlihat dalam kutipan tersebut bahwa tidak satu kata pun yang menyebut kata leader (pemimpin) sebagai arti dari awliy[a]a. Ini berarti bahwa awliy[a]a tidak bisa diartikan sama dengan pemimpin. Perlu pula dicermati bahwa kata waliy (bentuk tunggal) mempunyai arti berbeda dengan awliy[a]a (bentuk jamak). Kata waliy adalah kata sifat, sedangkan kata awliy[a]a adalah kata benda.

Ada baiknya disampaikan di sini kata dalam bahasa Arab yang berarti pemimpin. Kata dalam bahasa Arab yang berarti pemimpin dalam kamus Arab-Inggris Wehr-Cowan di halaman 377 dan 378 adalah za’im, yang berakar kata za-ayn-mim. Bentuk jamaknya adalah zu’amaa. (Penulis minta maaf atas ketidakkonsitenan dalam penulisan transliterasi.) Pembaca dapat mengeceknya sendiri kutipan kamus tersebut dalam lampiran yang ditaruh di bagian akhir makalah ini. Ini menegaskan bahwa awliy[a]a memang tidak berarti pemimpin.

Kata-kata yang perlu dibahas selanjutnya adalah baAA[d]uhum dan baAA[d]in. Kata baAA[d] mempunyai akar kata ba-ayn-dad, yang berarti part, portion, one, some, a few, a little of, some of (kamus Arab-Inggris Wehr-Cowan halaman 67). Akhiran hum berarti kata ganti orang ketiga jamak mereka, sedangkan sufiks in menerangkan kata bentuk tunggal. Mereka yang dimaksud di sini adalah kaum yahudi dan kaum kristen. Penulis memilih kata satu (one) sebagai arti yang tepat dari baAA[d]. Perlu diperhatikan juga dalam kamus tersebut bahwa baAA[d] dapat pula berarti satu dari (one of). Dengan demikian, baAA[d]uhum berarti satu dari mereka dan baAA[d]in berarti satu lainnya. Maksudnya, jika satu dari mereka adalah kaum yahudi, satu lainnya adalah kaum kristen, dan demikian juga, jika satu dari mereka adalah kaum kristen, satu lainnya adalah kaum yahudi.

Kata berikutnya yang perlu dibahas adalah yatawallahum. Kata ini mempunyai akar kata yang sama dengan awliy[a]a yaitu, waw-lam-ya. Dalam project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm disebutkan bahwa yatawalla berarti he turns away (ia berpaling). Kata hum (mereka) di sini berfungsi sebagai kata ganti objek orang ketiga jamak. Jika hum diartikan sebagai kata ganti objek, yatawallahum adalah kata kerja transitif (membutuhkan objek). Kata berpaling adalah kata kerja intransitif sehingga kata berpaling tidak tepat untuk mengartikan kata yatawallahum. Oleh sebab itu, penulis perlu mencari kata lain yang tepat. Kata yatawalla mempunyai akar kata waw-lam-ya, yang bentuk tunggalnya (waliy) berarti dekat. Kata kerja transitif yang dapat dibentuk dari kata dekat adalah mendekati. Dengan demikian, yatawallahum berarti mendekati mereka. Artinya kurang lebih sama dengan berpaling ke mereka.

Kata alqawma juga perlu dibahas karena berkaitan dengan penerjemahan alyahooda dan (al)nna[sa]r[a]. Kata alqawma diterjemahkan menjadi kaum (kamus Arab-Inggris Wehr-Cowan halaman 800). Dalam ayat tersebut, kaum yang dimaksud adalah alyahooda atau (al)nna[sa]r[a]. Kata alyahoodu, yang mempunyai sinonim yahoodu dan alhoodu, berarti yahudi (the jews) (kamus Lane – An Arabic English Lexicon). Oleh sebab itu, alyahooda diterjemahkan menjadi kaum yahudi. Kata (al)nna[sa]r[a] berarti kristen (christian) ((kamus Arab-Inggris Wehr-Cowan halaman 970). Kata (al)nna[sa]r[a] diterjemahkan menjadi kaum kristen. Penambahan kata kaum menegaskan bahwa alyahooda dan (al)nna[sa]r[a] adalah kata dalam bentuk jamak. Artinya, dalam satu kaum ada lebih dari satu orang. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kaum berarti suku bangsa dan golongan.

Kata [a]manoo adalah kata kerja yang mempunyai akar kata alif-mim-nun dan diterjemahkan menjadi percaya. Salah satu arti kata yang berakar kata alif-mim-nun adalah to believe (percaya) (kamus Arab-Inggris Wehr-Cowan halaman 28).

Sekarang, informasi dalam terjemahan ayat 5:51 versi penulis dibahas. Ayat 5:51 menerangkan bahwa orang yang percaya kepada Allah atau orang islam, yaitu yang percaya pada ajaran Al Qur’an yang diberikan kepada Nabi Muhammad, dilarang untuk menjadikan kaum yahudi dan kaum kristen sebagai teman dekat. Kaum yahudi dan kaum kristen adalah saling berteman dekat. Jika orang islam mendekati kaum yahudi dan kaum kristen, orang tersebut akan menjadi sama dengan kaum yahudi dan kaum kristen. Allah menilai bahwa kaum yahudi dan kaum kristen termasuk kaum yang jahat. Allah tidak membimbing kaum yang jahat, yaitu kaum yahudi dan kaum kristen.

Dalam konteks kondisi sekarang, maksud larangan berteman dekat dengan kaum yahudi dan kaum kristen adalah seperti berikut ini. Orang islam boleh berteman dekat dengan kaum yahudi dan kaum kristen sepanjang pertemanan tersebut tidak sampai membuat orang islam tersebut berpindah agama ke agama yang dianut kaum yahudi atau kaum kristen. Perlu diketahui bahwa kaum yahudi dan kaum kristen akan berusaha untuk membuat orang islam berpindah ke agama mereka (2:120).

2:120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (versi Dep. Agama RI)

Barangkali, pembaca pernah mendengar kisah orang beragama islam yang pindah ke agama kristen karena berteman dekat dengan orang kristen. Sebagai contoh, orang beragama islam itu mungkin seorang pemuda atau pemudi yang berpacaran dengan orang kristen. Kemudian, orang beragama islam tersebut menjadi orang kristen. Contoh yang lain, orang beragama islam yang miskin atau bermasalah diberi pertolongan dan perlindungan oleh orang kristen untuk mengatasi kesulitannya. Kemudian, orang beragama islam tersebut menjadi orang kristen.

Persahabatan atau pertemanan dekat dengan kaum yahudi dan kaum kristen yang tidak sampai membuat orang islam berpindah agama tidak dilarang. Persahabatan dapat terjadi karena persamaan tempat sekolah, hobi, profesi, tempat tinggal, tempat kerja, dan lain sebagainya.

Sebagai penutup, ada yang perlu diutarakan dalam makalah ini. Terjemahan ayat 5:51 versi Dep. Agama RI adalah salah sehingga perlu direvisi. Pertama, terjemahan 5:51 versi Dep. Agama RI berpotensi mengancam persatuan Indonesia. Kasus demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada tanggal 4 November 2016 merupakan contoh di depan mata yang perlu dijadikan perhatian. Kedua, kata pemimpin dalam terjemahan 5:51 versi Dep. Agama RI menimbulkan masalah-masalah lain. Apakah orang bergama islam tidak boleh naik kereta api yang dipimpin oleh seorang masinis beragama kristen? Apakah orang beragama islam tidak boleh bermain sepak bola yang pertandingannya dipimpin oleh wasit beragama kristen? Apakah orang beragama islam tidak boleh mengikuti seminar yang dipimpin oleh seorang moderator beragama kristen? Apakah orang beragama islam tidak boleh mengikuti upacara bendera yang dipimpin oleh seorang inspektur upacara beragama kristen? Apakah kita harus keluar dari anggota PBB, FIFA, ASEAN, dan organisasi lainnya karena dipimpin oleh orang beragama kristen atau yahudi? Pertanyaan yang serupa masih banyak.

Perlu diingat pula bahwa ayat terjemahan 5:51 versi Dep. Agama RI adalah buatan lembaga pemerintah Indonesia, yaitu Departemen Agama Republik Indonesia. Cukup beralasan untuk mengatakan bahwa yang bertanggungjawab atas segala kasus yang berkaitan dengan terjemahan 5:51 versi Dep. Agama RI adalah pemerintah. Dalam hal ini, yang bertanggungjawab adalah pemerintah yang berkuasa. Oleh karena itu, penulis yang bukan siapa-siapa ini mengusulkan agar pemerintah segera merevisi terjemahan 5:51 versi Departemen Agama RI. Akan lebih baik lagi jika pemerintah melakukan penerjemahan ulang semua ayat-ayat Al Qur’an.

Agar perlu diingat pula bahwa Al Qur’an dan Al Qur’an terjemahan adalah berbeda. Al Qur’an dibuat oleh Allah, sedangkan Al Qur’an terjemahan dibuat oleh manusia. Al Qur’an terjemahan adalah bukan Al Qur’an. Menyalahkan Al Qur’an terjemahan tidak sama dengan menyalahkan Al Qur’an. Merevisi Al Qur’an terjemahan tidak sama dengan merevisi Al Qur’an.

Walaupun demikian, Al Qur’an terjemahan bersifat sebagai petunjuk. Jika benar, ia akan membawa orang ke surga. Jika salah, ia akan membawa orang ke neraka. Hanya itu pilihannya. Jadi, pemerintah wajib merevisi Al Qur’an terjemahan yang salah. Pemerintah RI dipimpin oleh Presiden RI. Penulis berharap semoga ada keajaiban yang membuat makalah ini dibaca Presiden RI.

Makalah ini dicukupkan sampai di sini. Jika ada perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.


LAMPIRAN MAKALAH