Sabtu, 31 Desember 2016

BERSHALAWAT?



Kata bershalawat muncul dalam Al Qur’an ayat 33:56 terjemahan versi Dep. Agama RI. Berikut ini adalah kutipannya.

33:56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (versi Dep. Agama RI)

Walaupun demikian, tidak ada kata shalawat dalam ayat Al Qur’an 33:56 yang sesungguhnya. Berikut ini adalah kutipan transliterasinya.

033.056 Inna All[a]ha wamal[a]-ikatahu yu[s]alloona AAal[a] a(l)nnabiyyi y[a] ayyuh[a] alla[th]eena [a]manoo [s]alloo AAalayhi wasallimoo tasleem[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Kata shalawat tidak dijumpai dalam kamus besar bahasa Indonesia (kbbI). Ini berarti bahwa shalawat bukan kata dalam bahasa Indonesia. Memang, shalawat berasal dari kata bahasa Arab shalawaat. Dalam hal ini, perbedaannya terletak pada jumlah huruf a setelah huruf w. Kata yang dimaksud dalam bahasa Indonesia adalah selawat. Dengan demikian, kata bershalawat dalam bahasa Indonesia adalah berselawat. Arti berselawat menurut kbbI adalah membaca selawat dan berdoa. Dapat dimengerti bahwa selawat di sini diartikan sebagai suatu bacaan, yaitu bacaan selawat.

Walaupun begitu, menurut penulis, kita akan lebih puas jika mencari tahu arti shalawat dari sumber aslinya, yaitu kamus bahasa Arab. Kamus yang dipakai di sini adalah kamus Arab-Inggris versi Wehr-Cowan. Dalam kamus tersebut, sha ditulis dengan s bertitik di bawahnya, sedangkan a dobel ditulis dengan a bergaris pendek di atasnya. Kutipan arti shalawaat menurut kamus Arab-Inggris versi Wehr-Cowan (halaman 524) disajikan di lampiran, di bagian belakang setelah makalah ini.

Tampak dalam kutipan tersebut bahwa shalaah berarti salat (salat), ritual doa islamik resmi (the official islamic prayer ritual); perantaraan (intercession), doa perantaraan (intercessory prayer), doa (benediction); berkat (blessing), rahmat (Tuhan) (grace (of God)). Kata shalawaat adalah bentuk jamak dari shalaah. Perlu diperhatikan juga bahwa shalawaat adalah kata benda.

Kata bershalawat tersusun oleh awalan atau prefiks ber dan kata benda shalawat. Artinya, arti bershalawat tergantung pada arti awalan ber. Kutipan fungsi awalan ber dalam kbbI adalah sebagai berikut.

“ber-(be-,bel-)  prefiks pembentuk verba 1 mempunyai: beratap; bercita-cita; beristri; 2 menggunakan atau memakai: belayar; bermobil; berbaju; menghasilkan: bertelur; berkokok; dalam jumlah atau kelipatan: bertiga; berjuta-juta; 5 mengakui dan/atau memanggil sebagai: beradik; berbapak; bertuan; 6 bertindak atau bekerja sebagai: bertani; bertinju; berada dalam keadaan: bergembira; bersedih; 8 menyatakan perbuatan timbal-balik: bergulat; bertinju; 9 menyatakan perbuatan mengenai diri sendiri: berhias; bercukur”

Berdasarkan fungsi awalan ber yang digabung dengan kata benda, arti bershalawat mempunyai beberapa kemungkinan sebagai berikut :

1. mempunyai shalawat
2. menggunakan shalawat
3. menghasilkan shalawat
4. mengakui dan atau memanggil shalawat
5. bertindak atau bekerja sebagai shalawat

Barangkali, arti nomor 2 adalah arti yang paling mendekati yang dimaksud oleh penerjemah Dep. Agama RI. Bagaimana hasilnya jika itu digunakan untuk memahami makna bershalawat dalam Al Qur’an terjemahan 33:56? Hasilnya kurang lebih akan seperti berikut ini.

33:56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya menggunakan salat-salat/ritual-ritual doa islamik resmi/perantaraan-perantaraan/doa-doa perantaraan/doa-doa/berkat-berkat/rahmat-rahmat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, kamu gunakanlah salat-salat/ritual-ritual doa islamik resmi/perantaraan-perantaraan/doa-doa perantaraan/doa-doa/berkat-berkat/rahmat-rahmat untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Menurut penulis, hasil substitusi arti bershalawat di atas membingungkan. Masalah dalam terjemahan 33:56 tersebut terjadi karena penerjemah menganggap shalawat adalah kata kerja. Menganggap shawalat sebagai kata kerja adalah suatu kesalahan karena shalawat adalah kata benda. Shalawat adalah bentuk jamak dari salat.

Untuk mendapatkan pemahaman yang jelas, penerjemahan ayat 33:56 perlu dilakukan. Hasil penerjemahan 33:56 versi penulis adalah sebagai berikut.

Inna = sungguh
All[a]ha = Allah
wamal[a]-ikatahu = dan para malaikat-Nya
yu[s]alloona = mengikuti secara dekat
AAal[a] = pada
a(l)nnabiyyi = Nabi
y[a] ayyuh[a] = wahai
alla[th]eena = orang-orang
[a]manoo = yang percaya
[s]alloo = ikutilah secara dekat
AAalayhi = padanya
wasallimoo = dan serahkanlah
tasleem[a](n) = suatu penyerahan

Hasil terjemahan di atas jika disusun akan menjadi seperti berikut.

Sungguh Allah dan para malaikat-Nya mengikuti secara dekat pada Nabi wahai orang-orang yang percaya ikutilah secara dekat padanya dan serahkanlah suatu penyerahan

Selanjutnya, penyesuaian ke tata bahasa Indonesia dilakukan dan hasilnya adalah sebagai berikut.

Sungguh, Allah dan para malaikat-Nya mengikuti secara dekat pada Nabi. Wahai orang-orang yang percaya! Ikutilah secara dekat padanya! Dan, serahkanlah suatu penyerahan! (versi penulis)

Sebelum dibahas makna terjemahan 33:56 versi penulis, pembahasan perlu dilakukan. Sudah barang tentu, kata yu[s]alloona dibahas lebih dahulu karena kata inilah yang diterjemahkan menjadi bershalawat oleh penerjemah Dep. Agama RI. Penjelasan tentang penerjemahan oleh penulis tersebut adalah sebagai berikut.

Kata yu[s]alloona berakar kata sad-lam-wau. Penulis menerjemahkan yu[s]alloona menjadi mengikuti secara dekat (follow closely) berdasarkan informasi yang ada dalam project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm, yang bersumber pada kamus Lane – An Arabic English Lexicon. Kutipan arti kata berakar kata sad-lam-waw dalam project root list tersebut adalah sebagai berikut.

“ص ل و  = Sad-Lam-Waw = prayer, supplication, petition, oration, eulogy, benediction, commendation, blessing, honour, magnifiy, bring forth, follow closely, walk/follow behind closely, to remain attached. In a horse race when the second horse follows the first one so closely that its head always overlaps the first horse’s body that horse is called AL MUSSALLI (i.e. the one who follows closely / remains attached).
Central portion of the back, portion from where the tail of an animal comes out, the rump.”

Penulis menggunakan informasi tentang pelajaran bahasa Arab dalam situs internet Arabic Online di http://arabic.tripod.com. Struktur kata yu[s]alloona menunjukkan bahwa subjek dari pekerjaan yang dimaksud adalah mereka (they) (orang ketiga jamak maskulin). Di samping itu, kata kerja tersebut tergolong imperfect indicative. Arti imperfect adalah bahwa  pada saat itu, pekerjaan masih berjalan. Indicative menerangkan bahwa pekerjaan tersebut adalah suatu fakta. Dengan kalimat lain, kata kerja bersifat imperfect indicative adalah kata kerja yang dalam bahasa Inggris disebut dalam bentuk present tense. Selain itu, struktur kata yang seperti itu juga menunjukkan bahwa kata tersebut dapat bersifat sebagai kata kerja aktif atau kata kerja pasif. Menurut penulis, yu[s]alloona adalah kata kerja aktif.

Kata [s]alloo adalah bentuk imperatif (perintah) yang mempunyai akar kata dan arti kata yang sama dengan yu[s]alloona. Dengan demikian, [s]alloo diterjemahkan menjadi ikutilah secara dekat!.

Sallimoo dan tasleem[a](n) mempunyai akar kata yang sama, yaitu siin-lam-mim. Kata sallimoo adalah bersifat imperatif dan diterjemahkan menjadi serahkanlah!. Salah satu arti kata berakar kata siin-lam-mim dalam project root list yang berupa kata kerja adalah adalah menyerahkan (to submit). Berikut ini adalah kutipannya.

“س ل م = Siin-Lam-Miim = safety/security/freedom/immunity, to escape, salutation/greeting/peace, deliver/acknowledge, pay in advance, submit, sincerity, humility, submission/conformance/obedience, resign/quit/relinquish, to be in sound condition, well without blemish, gentle/tender/soft/elegant. Solomon/Sulaiman.”

Tasleem[a](n) diterjemahkan menjadi suatu penyerahan. Salah satu arti tasleem dalam kamus Wehr-Cowan di halaman 426 adalah penyerahan (submission). Kutipannya ditampilkan di lampiran, di bagian belakang setelah makalah ini.

Untuk membahas makna surat 33:56, terjemahan versi penulis ditampilkan kembali di sini.

Sungguh, Allah dan para malaikat-Nya mengikuti secara dekat pada Nabi. Wahai orang-orang yang percaya! Ikutilah secara dekat padanya! Dan, serahkanlah suatu penyerahan! (versi penulis)

Ayat tersebut menerangkan bahwa Allah dan para malaikat-Nya mengikuti secara dekat pada Nabi. Artinya, Allah dan para malaikat-Nya mendukung Nabi. Orang-orang yang percaya pada Allah diperintahkan untuk mengikuti secara dekat pada Nabi. Artinya, orang-orang yang percaya pada Allah diperintahkan untuk mendukung Nabi. Maksud dari serahkanlah suatu penyerahan adalah bahwa orang-orang yang percaya pada Allah juga diminta untuk berserah diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Dengan kalimat lain, orang-orang yang percaya pada Allah diminta untuk menjadi orang islam yang sebenar-benarnya. Perlu diingat bahwa islam (islaam) berarti penyerahan (submission) (kamus Arab-Inggris versi Wehr-Cowan, halaman 426).

Sampai di sini dapat disampaikan bahwa kata bershalawat dalam terjemahan versi Departemen Agama RI adalah tidak tepat. Padahal, penerjemah Dep. Agama RI sebenarnya sudah mengetahui arti kata shalawat. Itu terbukti dari terjemahan ayat-ayat berikut ini.

002.238 [Ha]fi{th}oo AAal[a] a(l)[ss]alaw[a]ti wa(al)[ss]al[a]ti alwus[ta] waqoomoo lill[a]hi q[a]niteen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

2:238. Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. (versi Dep. Agama RI)

023.009 Wa(a)lla[th]eena hum AAal[a] [s]alaw[a]tihim yu[ha]fi{th}oon(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

23:9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. (versi Dep. Agama RI)

Tampak dalam terjemahan 2:238 bahwa a(l)[ss]alaw[a]ti diterjemahkan menjadi semua shalat(mu) oleh penerjemah Dep. Agama RI. Dalam terjemahan 23:9, [s]alaw[a]tihim diterjemahkan menjadi sembahyangnya. Ini bukti bahwa penerjemah Dep. Agama RI sudah mengetahui arti shalawat.

Demikianlah makalah tentang bershalawat yang dapat ditulis. Apabila terjadi perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.

LAMPIRAN