Rabu, 15 November 2017

BULAN TELAH TERBELAH?

Ada yang percaya bahwa Nabi Muhammad mempunyai mukjizat berupa kemampuan membuat bulan terbelah. Kepercayaan tersebut didasarkan pada informasi dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI ayat 54:1. Penjelasan tentang hal tersebut ada dalam catatan kaki (footer) Al Qur\an terjemahan versi Dep. Agama RI. Kutipan terjemahan tersebut adalah sebagai berikut.

54:1 Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. (versi Dep. Agama RI)

Penulis merasa ragu-ragu dengan terjemahan tersebut. Setahu penulis, bulan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh benda-benda langit lainnya. Dengan kalimat lain, bulan dan benda-benda langit lainnya bersifat saling berketergantungan (interdependent). Artinya, perubahan yang terjadi pada bulan akan mempengaruhui benda-benda langit lainnya. Sebagai contoh, gejala pasang-surut air laut berhubungan dengan posisi bulan terhadap bumi. Antara bulan dan benda-benda langit lainnya terdapat gaya tarik-menarik yang kekuatannya dipengaruhi oleh massa masing-masing dan jarak. Jika massa dan posisi bulan berubah karena terbelah, keadaan bumi dan benda-benda langit lainnya juga akan terpengaruh. Akibatnya, keseimbangan alam akan terganggu dan kemudian dapat menimbulkan bencana alam yang dahsyat. Setahu penulis, belum pernah ada bencana alam dahsyat yang terjadi di dunia pada waktu itu. Selain itu, ayat tersebut dapat dianggap menerangkan bahwa keadaan bulan telah dalam keadaan terbelah. Akan tetapi, kenyataannya, bulan masih dalam keadaan utuh sampai sekarang. Jadi, pemulis merasa ragu-ragu dengan terjemahan tersebut.

Untuk menghilangkan keraguan tersebut, penulis  mencoba untuk menerjemahkan ayat tersebut. Untuk itu, transliterasi ayat 54:1 disajikan berikut ini.

054.001 Iqtarabati a(l)ss[a]AAatu wa(i)nshaqqa alqamar(u) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Hasil penerjemahan ayat 54:1 tersebut ditampilkan dalam bentuk tabel seperti berikut ini.

AYAT 54:1
TERJEMAHAN
KETERANGAN
Iqtarabati
(dia) telah datang
come (Wehr-Cowan edisi III hal. 754), perfektif, bentuk VIII, orang ketiga tunggal, feminin, aktif
a(l)ss[a]AAatu
waktu (yang singkat) tersebut
(short) time (Wehr-Cowan edisi III hal. 441), feminin
wa(i)nshaqqa
dan (dia) telah berlalu
to pass (Wehr-Cowan edisi III hal. 479), bentuk VII, aktif,  perfektif
alqamar(u)
bulan tersebut
 moon (Wehr-Cowan edisi III hal. 789)

Setelah disusun seperti apa adanya, hasilnya adalah seperti berikut ini.

54:1 (dia) telah datang waktu (yang singkat) tersebut dan (dia) telah berlalu bulan tersebut

Setelah disusun berdasarkan tata bahasa Indonesia, hasilnya adalah terjemahan versi penulis seperti berikut ini.

54:1 Telah datang waktu yang singkat tersebut dan telah berlalu bulan tersebut. (versi penulis)

Walaupun penjelasan penerjemahan sudah diberikan dalam kolom keterangan, penjelasan tambahan perlu diberikan. Kata wa(i)nshaqqa tersusun oleh preposisi wa (dan) dan kata inshaqqa. Kata inshaqqa adalah kata kerja aktif bersifat perfektif dengan pola bentuk VII yang berakar kata sh-q-q. Kata tersebut menerangkan peristiwa yang sudah terjadi karena bersifat perfektif. Yang melakukan pekerjaan (subjek) dalam hal ini adalah bulan. Jika membelah (to split) dipilih sebagai arti kata berakar kata sh-q-q, yang melakukan pekerjaan membelah adalah bulan. Kita semua tahu bahwa bulan tidak bisa melakukan pekerjaan membelah. Bulan tidak bisa membelah sesuatu atau membelah diri. Perlu diingat pula bahwa inshaqqa adalah kata kerja aktif sehingga penerjemahan kata tersebut menjadi terbelah (kata kerja pasif) adalah keliru. Oleh sebab itu, penggunaan membelah (to split) sebagai arti kata berakar kata sh-q-q dalam kasus ini adalah tidak tepat.

Menurut penulis, ayat tersebut menerangkan keadaan suatu waktu. Waktu tersebut berlangsung singkat dan ditandai oleh bulan yang telah berlalu atau menghilang dari penglihatan. Waktu tersebut ada ketika terjadi pergantian bulan dalam sistem kalender bulan. Perlu diingat bahwa dalam pergantian bulan dalam sistem kalender bulan, bulan terlihat singkat di atas horison pada waktu matahari terbenam. Jadi, menurut penulis, ayat tersebut menerangkan waktu pergantian bulan dalam sistem kalender bulan.

Sebagai penutup dapat disampaikan bahwa ayat 54:1 tidak mengandung informasi tentang peristiwa bulan terbelah. Apabila terjadi perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.

Minggu, 29 Oktober 2017

EMPAT BULAN LARANGAN

Informasi tentang keberadaan empat bulan haram ada dalam Al Qur’an terjemahan ayat 9:36 versi Dep. Agama RI. Kutipannya adalah sebagai berikut.

9:36. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (Versi Dep. Agama RI)

Terjemahan tersebut menimbulkan persepsi bahwa pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi, Allah menetapkan empat bulan haram. Ini berarti bahwa sebelum manusia diciptakan, bulan haram berjumlah empat tersebut sudah ditetapkan. Dengan demikian, empat bulan haram tersebut sudah ada sejak manusia pertama bernama Adam diciptakan. Implikasinya adalah bahwa semua orang perlu mengetahui nama bulan-bulan tersebut dan mengetahui perbuatan-perbuatan yang dilarang atau diharamkan selama bulan-bulan tersebut sejak manusia pertama diciptakan. Jika demikian kasusnya, semua Rasul Allah akan telah menjelaskan hal tersebut. Akan tetapi, menurut pengamatan penulis, tidak ada informasi tentang nama empat bulan tersebut dan perbuatan-perbuatan yang dilarang atau diharamkan selama bulan-bulan tersebut sejak manusia pertama diciptakan dalam Al Qur’an. Oleh sebab itu, penulis menjadi ragu-ragu terhadap terjemahan tersebut. Benarkah terjemahan versi Dep. Agama tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis melakukan penerjemahan ayat 9:36 sendiri.

Penerjemahan ayat 9:36 dimulai dengan menampilkan transliterasinya berikut ini.

009.036 Inna AAiddata a(l)shshuhoori AAinda All[a]hi ithn[a] AAashara shahran fee kit[a]bi All[a]hi yawma khalaqa a(l)ssam[a]w[a]ti wa(a)l-ar[d]a minh[a] arbaAAatun [h]urumun [tha]lika a(l)ddeenu alqayyimu fal[a] ta{th}limoo feehinna anfusakum waq[a]tiloo almushrikeena k[a]ffatan kam[a] yuq[a]tiloonakum k[a]ffatan wa(i)AAlamoo anna All[a]ha maAAa almuttaqeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Dalam melakukan penerjemahan tersebut penulis menggunakan buku tata bahasa Arab Arabic: An Essential Grammar” karya Faruk Abu Chacra (2007) dan dua kamus bahasa Arab-Inggris, yaitu Wehr-Cowan edisi III dan Lane-An Arabic English lexicon.

Hasil penerjemahan tersebut ditampilkan dalam bentuk tabel seperti berikut ini.

AYAT 9:36
TERJEMAHAN
KETERANGAN
inna
sungguh

AAiddata
jumlah
number (Wehr-Cowan edisi III hal. 595)
a(l)shshuhoori
bulan-bulan
month (Wehr-Cowan edisi III hal. 490), jamak dari shahr, collective noun
AAinda
pada
on (Wehr-Cowan edisi III hal. 648)
All[a]hi
Allah

ithn[a] AAashara
dua belas
twelve (Faruk Abu Chacra (2007) hal. 259)
shahran
bulan
month (Wehr-Cowan edisi III hal. 490), tunggal
fee
dalam

kit[a]bi
suatu catatan
record (Wehr-Cowan edisi III hal. 812), tunggal
All[a]hi
Allah

yawma
pada hari ketika
on the day when (Wehr-Cowan edisi III hal. 1110)
khalaqa
Dia telah menciptakan
to create (Wehr-Cowan edisi III hal. 258)
a(l)ssam[a]w[a]ti
(isi) langit
sky (Wehr-Cowan edisi III hal. 432), jamak, collective noun, feminin
wa(a)l-ar[d]a
dan bumi
earth (Wehr-Cowan edisi III hal. 13), feminin
minh[a]
darinya
h[a] = it (kata ganti orang pertama tunggal feminin, (Faruk Abu Chacra (2007 hal.  88)
arbaAAatun
empat
four (Faruk Abu Chacra (2007 hal. 256)
[h]urumun
larangan
something forbidden (Wehr-Cowan edisi III hal. 171), collective noun
[tha]lika
itu
that (Faruk Abu Chacra (2007 hal. 99)
a(l)ddeenu
kepatuhan
obedience (kamus Lane-An Arabic English lexicon hal. 944 (asli) atau hal. 2049 (text version)
alqayyimu
mulia
precious (Wehr-Cowan edisi III hal. 800)
fal[a]
maka jangan

ta{th}limoo
kamu semua berbuat jahat
do evil (Wehr-Cowan edisi III hal. 582), orang kedua jamak, jussive
feehinna
pada mereka (feminin)
fee = at (Faruk Abu Chacra (2007 hal. 53)
anfusakum
diri kamu semua sendiri
nun-fa-siin, self (Wehr-Cowan edisi III hal. 985), feminin
waq[a]tiloo
dan kamu semua bunuhlah
to kill (Wehr-Cowan edisi III hal. 742), imperatif, bentuk III, orang kedua jamak
almushrikeena
orang-orang yang mempersekutukan
to associate (Wehr-Cowan edisi III hal. 468)
k[a]ffatan
secara keseluruhan
altogether (Wehr-Cowan edisi III hal. 832)
kam[a]
sesuai dengan apa
ka = as (sesuai dengan), m[a] = apa
yuq[a]tiloonakum
mereka membunuh kamu semua
to kill (Wehr-Cowan edisi III hal. 742), imperfective verb, bentuk III, orang ketiga jamak
k[a]ffatan
secara keseluruhan

wa(i)AAlamoo
dan kamu semua ketahuilah
mengetahui (Wehr-Cowan edisi III hal. 635), imperatif, orang kedua jamak
anna
bahwa

All[a]ha
Allah

maAAa
dengan

almuttaqeen(a)
orang-orang yang menjaga
to protect (Wehr-Cowan edisi III hal. 1094), waw-qaf-yaactive participle, jamak

Setelah disusun seperti apa adanya, hasilnya adalah seperti berikut ini.

9:36 sungguh jumlah bulan-bulan pada Allah dua belas bulan dalam suatu catatan Allah pada hari ketika Dia telah menciptakan (isi) langit dan bumi darinya empat larangan itu kepatuhan mulia maka jangan kamu semua berbuat jahat pada mereka (feminin) diri kamu semua sendiri dan kamu semua bunuhlah orang-orang yang mempersekutukan secara keseluruhan sesuai dengan apa mereka membunuh kamu semua secara keseluruhan dan mereka telah mengetahui bahwa Allah dengan orang-orang yang menjaga

Setelah disusun berdasarkan tata bahasa Indonesia, hasilnya adalah terjemahan versi penulis seperti berikut ini.

9:36 Sungguh, jumlah bulan pada Allah dua belas bulan dalam suatu catatan Allah pada hari ketika Dia telah menciptakan (isi) langit dan bumi. Empat darinya adalah larangan. Kepatuhan itu mulia. Maka, jangan kamu semua berbuat jahat pada diri kamu semua sendiri! Dan kamu semua bunuhlah orang-orang yang mempersekutukan secara keseluruhan sesuai dengan yang mereka membunuh kamu semua secara keseluruhan! Dan mereka telah mengetahui bahwa Allah dengan orang-orang yang menjaga. (versi penulis)

Penafsiran tentang keberadaan empat bulan haram berasal dari penafsiran bahwa minh[a] arbaAAatun [h]urumun adalah suatu frasa. Terjemahan frasa tersebut adalah darinya empat adalah larangan atau empat darinya adalah larangan.  Maksudnya, dari bulan sebanyak 12, ada 4 yang larangan. Menurut penulis, yang sedang belajar bahasa Arab, ada hal menarik dari segi tata bahasa Arab yang penting untuk dibahas. Kata h[a] adalah kata ganti orang pertama tunggal feminin (it = nya), sedangkan shuhoori (bulan-bulan) adalah jamak. Di sini, seolah-olah ada pertentangan, padahal tidak. Hal ini dikarenakan shuhoori adalah kata benda kolektif (collective noun). Menurut informasi dalam Arabic Online di http://arabic.tripod.com/Verbs01.htm, sifat kata benda kolektif selain manusia adalah diperlakukan seperti bentuk tunggal dan ber-gender feminin. Disebutkan dalam situs tersebut bahwa shuhoor(un) ber-gender feminin. Dengan demikian, yang dimaksud dengan h[a] (it =nya, feminin) adalah (a(l)shshuhoori) (kata benda kolektif, feminin). Selain itu, [h]urumun juga merupakan kata benda kolektif karena merupakan bentuk jamak dari [h]ar[a]m tetapi berakhiran un.

Kata a(l)ssam[a]w[a]ti dengan akhiran berkasus genitif (genitive case) (berkhiran i) juga perlu dibahas. Menurut tata bahasa Arab, objek dalam suatu kalimat berakhiran an atau a (accusastive), contohnya adalah (a)l-ar[d]a. Dengan demikian, a(l)ssam[a]w[a]ti bukan objek dalam suatu kalimat. Menurut penulis, yang menjadi objek dalam kasus ini adalah isi langit. Dengan demikian, Allah menciptakan isi langit, bukan langit. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (kbbI), langit adalah ruang luas yang terbentang di atas bumi, tempat beradanya bulan, bintang, matahari, dan planet yang lain. Dengan demikian, kata a(l)ssam[a]w[a]ti merupakan bagian dari suatu idafah (‘i[d]af[a]h) dengan satu kata di depanya tidak disebutkan. Penulis menyatakan kata di depannya tersebut dengan (isi).

Terjemahan versi penulis tersebut menerangkan bahwa ada empat bulan larangan. Larangan tersebut ada setelah isi langit dan bumi diciptakan, bukan pada waktu diciptakan. Arti empat bulan larangan ada pada waktu isi langit dan bumi diciptakan adalah bahwa bulan-bulan tersebut ditetapkan berbareng dengan penciptaan isi langit dan bumi. Di pihak lain, arti empat bulan larangan ada pada waktu setelah isi langit dan bumi diciptakan adalah  bahwa bulan-bulan larangan tersebut ditetapkan setelah penciptaan isi langit dan bumi selesai atau berhenti. Jadi, empat bulan larangan tersebut ada setelah isi langit dan bumi selesai diciptakan.

Di mana dijumpai penjelasan tentang empat bulan larangan tersebut? Penjelasan tentang hal tersebut ada dalam ayat-ayat sebelumnya dalam surah nomor 9, yaitu 9:1 dan 9:2. Kutipan transliterasinya adalah sebagai berikut.

009.001 Bar[a]atun mina All[a]hi warasoolihi il[a] alla[th]eena AA[a]hadtum mina almushrikeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

009.002 Fasee[h]oo fee al-ar[d]i arbaAAata ashhurin wa(i)AAlamoo annakum ghayru muAAjizee All[a]hi waanna All[a]ha mukhzee alk[a]fireen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Hasil penerjemahan kedua ayat tersebut ditampilkan dalam bentuk tabel seperti berikut ini.

AYAT 9:1
TERJEMAHAN
KETERANGAN
bar[a]atun
kebebasan
being free (Wehr-Cowan edisi III hal. 50), verbal noun
mina
dari

All[a]hi
Allah

warasoolihi
dan Rasul-Nya

il[a]
untuk

alla[th]eena
orang-orang yang

AA[a]hadtum
kamu semua telah membuat suatu perjanjian
to make a covenant, (Wehr-Cowan edisi III hal. 651), bentuk III, perfektif
mina
dari

almushrikeen(a)
orang-orang yang mempersekutukan
to associate (Wehr-Cowan edisi III hal. 468)

AYAT 9:2
TERJEMAHAN
KETERANGAN
Fasee[h]oo
maka bepergianlah kamu semua
to travel (Wehr-Cowan edisi III hal. 446), orang kedua jamak, imperatif
fee al-ar[d]i
di bumi

arbaAAata
empat

ashhurin
bulan

wa(i)AAlamoo
dan kamu semua ketahuilah
mengetahui (Wehr-Cowan edisi III hal. 635), imperatif, orang kedua jamak
annakum
bahwa kamu semua

ghayru
bukan

muAAjizee
orang yang melemahkan
to weaken (Wehr-Cowan edisi III hal. 592), active participle
All[a]hi
Allah

waanna
dan bahwa

All[a]ha
Allah

mukhzee
yang mempermalukan
to disgrace (Wehr-Cowan edisi III hal. 238)
alk[a]fireen(a)
orang-orang yang tidak percaya
not to believe (Wehr-Cowan edisi III hal. 833), active participle, jamak

Setelah disusun seperti apa adanya, hasilnya adalah seperti berikut ini.

9:1 kebebasan dari Allah dan Rasul-Nya untuk orang-orang yang kamu semua telah membuat suatu perjanjian dari orang-orang yang mempersekutukan

9:2 maka bepergianlah kamu semua di bumi empat bulan dan kamu semua ketahuilah bahwa kamu semua bukan orang yang melemahkan Allah dan bahwa Allah yang mempermalukan orang-orang yang tidak percaya

Setelah disusun berdasarkan tata bahasa Indonesia, hasilnya adalah terjemahan versi penulis seperti berikut ini.

9:1 Kebebasan adalah dari Allah dan Rasul-Nya untuk orang-orang yang kamu semua telah membuat suatu perjanjian dari orang-orang yang mempersekutukan. (versi penulis)

9:2 Maka bepergianlah kamu semua di bumi empat bulan! Dan kamu semua ketahuilah! Bahwa kamu semua bukan orang yang melemahkan Allah dan bahwa Allah yang mempermalukan orang-orang yang tidak percaya. (versi penulis)

Kedua ayat tersebut menerangkan bahwa ada suatu perjanjian antara orang-orang yang percaya dan orang-orang yang mempersekutukan. Dalam perjanjian tersebut, pihak Allah dan Rasul-Nya memberi kebebasan kepada orang-orang mempersekutukan selama empat bulan untuk bepergian di bumi. Kata melemahkan dalam terjemahan 9:2 versi penulis mengindikasikan bahwa perjanjian tersebut berkaitan dengan perang. Hal ini terungkap dalam 9:36.. Dalam 9:36, ada frasa berkaitan dengan perang yaitu, Dan kamu semua bunuhlah orang-orang yang mempersekutukan secara keseluruhan sesuai dengan yang mereka membunuh kamu semua secara keseluruhan!. Frasa ini menerangkan bahwa orang-orang yang percaya diperintahkan untuk membunuh orang-orang yang mempersekutukan dengan jumlah yang sama dengan jumlah orang-orang yang percaya yang dibunuh. Artinya, pembunuhan tersebut dilakukan hanya jika ada pihak orang yang percaya yang dibunuh. Jika pada pihak orang-orang percaya tidak ada yang dibunuh, pembunuhan terhadap orang-orang yang mempersekutukan tidak dilakukan. Jika pada pihak orang-orang percaya ada, misalnya 5 orang yang dibunuh, pembunuhan terhadap orang-orang yang mempersekutukan berjumlah 5 orang dilakukan. Perlu disampaikan bahwa frasa secara keseluruhan bermakna dalam jumlah secara keseluruhan. Jadi, perjanjian tersebut berkaitan dengan keadaan perang.

Apa maksud larangan dalam empat bulan larangan? Larangan yang dimaksud adalah larangan melanggar perjanjian. Ayat 9:36 terjemahan versi penulis menyebutkan frasa kepatuhan adalah mulia. Frasa tersebut menerangkan bahwa kedua belah pihak yang terlibat perjanjian agar mematuhi perjanjian. Pelanggaran perjanjian adalah sama dengan perbuatan kejahatan pada diri sendiri. Selain itu, yang dimaksud dengan orang-orang yang menjaga adalah orang-orang yang menjaga atau menghormati isi perjanjian.

Makalah ini ditutup sampai di sini dulu meskipun masih ada hal-hal lain yang berkaitan dengan bulan haram yang mungkin masih perlu dibahas. Ini disebabkan keterbatasan kemampuan penulis dalam menerjemahkan teks bahasa Arab. Dapat disampaikan bahwa empat bulan haram adalah suatu durasi waktu dalam suatu perjanjian tentang perang, yang pihak-pihak yang terlibat dalam perang tersebut tidak boleh melanggarnya. Dengan demikian, empat bulan haram bukan merupakan bulan suci atau keramat. Apabila terjadi perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.