Sabtu, 27 Agustus 2016

RUMAH YANG TUA?

Di dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI dijumpai frasa rumah yang tua. Ditunjukkan pula dalam terjemahan tersebut bahwa yang dimaksud dengan rumah yang tua itu adalah Baitullah atau Rumah Allah. Sudah diketahui secara luas bahwa yang dipersepsikan dengan Baitullah oleh kebanyakan orang beragama islam adalah kabah yang ada di Mekah. Jadi, rumah yang tua dipersepsikan sama dengan kabah.

22:29. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (versi Dep. Agama RI)

Kata Baitullah yang berada dalam kurung tersebut adalah hanya tambahan penerjemah. Artinya, ayat asli yang dalam bahasa Arab sesungguhnya tidak menyebutkan kata tersebut. Kutipan transliterasi ayat 22:29 adalah sebagai berikut.

022.029 Thumma lyaq[d]oo tafathahum walyoofoo nu[th]oorahum walya[tt]awwafoo bi(a)lbayti alAAateeq(i) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Frasa kata yang oleh penerjemah Dep. Agama RI diterjemahkan menjadi rumah yang tua adalah (a)lbayti alAAateeq(i). Benarkah penerjemahan yang seperti itu? Benarkah (a)lbayti alAAateeq(i) berarti rumah yang tua? Makalah ini ditulis untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Kata (a)lbayti adalah kata benda yang berarti rumah. Keberadaan artikel alif lam di depan kata bayti menunjukkan bahwa rumah yang dimaksud adalah suatu rumah tertentu. Kata alAAateeq(i) tersusun oleh artikel alif lam dan AAateeq(i). Dengan demikian, AAateeq(i) adalah kata benda. Kata AAateeq(i) mempunyai akar kata ayn-ta-qaf. Kutipan arti kata berakar kata ayn-ta-qaf dari project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm  adalah sebagai berikut.

“Ayn-Ta-Qaf = to be old, ancient, freed, emancipate, beautiful, excellent, noble.

atiq n.m. sing. act. 22:29, 22:33

Lane's Lexicon, Volume 5, pages: 231, 232, 233

Berdasarkan kutipan di atas, kita bisa mengatakan bahwa penerjemahan alAAateeq(i) menjadi yang tua mempunyai alasan yang kuat karena salah satu arti kata berakar kata ayn-ta-qaf adalah kuno (ancient). Pengertian tua dan kuno kurang lebih sama. Barangkali, atas dasar inilah penerjemah Al Qur’an dari Dep. Agama RI dan para penerjemah Al Qur’an yang lain kemudian menerjemahkan (a)lbayti alAAateeq(i) menjadi rumah yang tua.

Walaupun demikian, penulis berpendapat bahwa alAAateeq(i) tidak tepat jika diterjemahkan menjadi yang tua. Hal tersebut tampak jika kita mempertimbangkan ayat-ayat sebelumnya. Berikut ini adalah kutipan terjemahan ayat 22:26 sampai 22:29.

22:26 And when We established/assigned to Abraham the House/Home's place/position, that do not share/make partners with Me (in) a thing, and purify/clean My House/Home to the circlers/walkers around, and the standing/keeping up, and the bowing, and the prostrating. (Dan ketika Kami menetapkan untuk Ibrahim posisi rumah, bahwa jangan mempersekutukan Aku dengan sesuatu, dan sucikanlah rumah-Ku untuk yang berkeliling, dan yang berdiri, dan yang membungkuk, dan yang bersujud.) (Versi Mohamed Ahmed dan Samira Ahmed)

22:27 And inform/announce in the people with (about) the pilgrimage, they come to you walking and on every lean/thin, they come from every deep/far/long mountain path. (Dan beritahukanlah dalam manusia dengan haji, mereka datang ke kamu dengan berjalan dan pada setiap yang sempit, mereka datang dari setiap jalan gunung yang jauh.) (Versi Mohamed Ahmed dan Samira Ahmed)

22:28 To witness benefits/uses for them, and they mention/remember God's name in known days/times, on (for) what He provided for them from quadrupeds of land and sea excluding felines the camels/livestock, so eat from it, and feed the miserable/fallen in hardship, the poor/needy. (Untuk menyaksikan manfaat bagi mereka, dan mereka mengingat nama Allah dalam hari-hari yang diketahui, pada apa yang Dia berikan dari binatang ternak, maka makanlah darinya, dan beri makanlah yang sengsara, yang miskin.) (Versi Mohamed Ahmed dan Samira Ahmed)

22:29 Then they should carry out/accomplish (remove/cleanse) their filth/dirt, and they should fulfill/complete their duties/vows (on themselves), and they should circle/walk around at the House/Home, the Honoured/Ancient. (Kemudian mereka membersihkan kotoran mereka, dan mereka memenuhi kewajiban mereka sendiri, dan mereka mengelilingi rumah, rumah yang dihormati/kuno.) (Versi Mohamed Ahmed dan Samira Ahmed)

Tampak dengan jelas bahwa ayat 22:26 sampai 22:29 menjelaskan tentang peristiwa pada jaman Nabi Ibrahim. Isinya berkisar tentang penetapan posisi rumah dan aktivitas yang berkaitan dengan rumah tersebut. Dengan demikian, rumah yang dimaksud dalam 22:29 adalah sama dengan rumah yang disebutkan dalam 22:26. Bisa dikatakan bahwa pada jaman Nabi Ibrahim, rumah tersebut adalah rumah yang masih baru karena posisinya baru saja ditetapkan, seperti yang dijelaskan dalam 22:26. Artinya, umur rumah yang disebutkan dalam 22:29 tidak sama dengan umur rumah tersebut pada saat ayat tersebut diturunkan. Jadi, penerjemahan (a)lbayti alAAateeq(i) menjadi rumah yang tua adalah tidak tepat.

Penulis berpendapat bahwa arti kata berakar kata ayn-ta-qaf yang tepat untuk menerangkan alAAateeq(i) adalah dibebaskan (freed). Kata benda dibebaskan adalah yang dibebaskan. Oleh sebab itu, (a)lbayti alAAateeq(i) berarti rumah yang dibebaskan. Artinya, Allah sebagai pemiliknya membebaskan manusia untuk memasukinya.

Ayat 22:26 sampai 22:29 sesungguhnya menjelaskan tentang ibadah haji pada jaman Nabi Ibrahim. Tempat ibadah haji tersebut adalah tempat kediaman Nabi Ibrahim. Hal ini terungkap dari frasa mereka datang ke kamu dalam terjemahan versi bahasa Indonesia ayat 22:26. Kamu yang dimaksud di sini adalah Nabi Ibrahim. Dengan demikian, datang ke kamu berarti datang ke tempat kediaman Ibrahim. Tempat kediaman Ibrahim berupa kawasan yang luas yang dapat menampung orang dalam jumlah banyak. Kawasan tersebut tidak berpintu sehingga orang bisa memasukinya dengan leluasa. Oleh Allah, orang dibebaskan untuk  memasukinya. Jadi, rumah Allah yang dimaksud adalah tempat kediaman Ibrahim.

Sebagai tempat kediaman Ibrahim, kawasan tersebut mempunyai kondisi ekosistem yang mampu mendukung kehidupan Ibrahim dan keluarganya. Di sana ada tumbuhan sebagai penangkap energi matahari. Tumbuhan tersebut kemudian dikonsumsi oleh ternak yang ada dan manusia. Untuk mendukung kehidupan tumbuhan, ternak, dan manusia, kawasan tersebut mempunyai sumber air yang cukup. Sumber air tersebut dapat berupa sungai, sumur, dan atau air hujan. Ibrahim dan keluarganya dapat mengkonsumsi air, buah dan sayuran, dan binatang ternak yang berada di situ. Jadi, kawasan tersebut merupakan kawasan yang dipenuhi tumbuhan dan mempunyai sumber air yang cukup. Barangkali, kawasan tersebut berada di dekat sungai. Dengan demikian, gambaran rumah Allah mungkin seperti itu.

Sebagai catatan, penulis tidak menerjemahkan on every lean/thin menjadi pada setiap yang kurus dalam 22:27 karena ada kata setiap (every). Kata setiap berimplikasi bahwa semua kata benda di belakangnya adalah seragam atau sama. Jika yang dimaksud dengan yang kurus adalah binatang yang kurus, ini tidak tepat karena binatang seperti unta atau kuda dapat kurus dan dapat gemuk. Bukankah binatang yang tidak kurus akan lebih baik daripada yang kurus untuk membawa manusia dan barang? Dengan demikian, maksud dari they come to you walking and on every lean/thin adalah bahwa mereka datang menuju ke tempat kediaman Ibrahim dengan berjalan dan melalui jalan-jalan yang relatif sempit. Barangkali, tempat kediaman Ibrahim dikelilingi oleh pegunungan yang padanya terdapat jalan-jalan yang relatif sempit yang menuju ke sana.

Sampai di sini kita bisa membayangkan bahwa tempat kediaman Ibrahim yang juga merupakan rumah Allah adalah berupa kawasan yang luas berupa lembah yang dikelilingi oleh pegunungan yang padanya terdapat jalan-jalan yang relatif sempit yang mengarah ke sana. Kawasan tersebut ditumbuhi oleh tumbuhan pakan ternak, sayuran, dan penghasil buah-buahan. Di sana juga ada ternak dan sumber air yang cukup. Dalam rumah Allah tersebut, orang dapat berdiri, membungkuk, sujud, menyaksikan manfaat, dan menyembelih binatang ternak, dan menjelajahinya seperti dijelaskan dalam 22:26 sampai 22:29. Perlu ditambahkan bahwa mengelilingi tidak selalu berarti berjalan membentuk pola lingkaran. Mengelilingi dapat pula berarti menjejelajah. Dengan demikian, mengelilingi rumah berarti menjelajah kawasan rumah. Sebelum ditutup, kita alihkan perhatian kita ke kabah di Mekah yang dipersepsikan kebanyakan orang sebagai rumah Allah tempat berhaji. Dapatkah kita berdiri, membungkuk, sujud, menyaksikan manfaat, dan menyembelih binatang ternak, dan berkeliling di dalam kabah di Mekah? Tidak!

Selain itu, perlu diingat bahwa pengertian rumah Allah adalah rumah milik Allah, bukan rumah yang ditempati Allah. Yang tinggal di rumah milik Allah itu adalah Ibrahim.

Penulis menutup makalah ini dengan ringkasan. Arti (a)lbayti alAAateeq(i) adalah rumah yang dibebaskan. Rumah yang dibebaskan adalah rumah milik Allah yang orang bebas memasukinya, berupa tempat kediaman Ibrahim yang posisinya ditentukan Allah. Apabila terjadi perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi. 

Jumat, 29 Juli 2016

KEWAJIBAN HAJI

Frasa mengerjakan haji adalah kewajiban manusia dan kewajiban haji dijumpai dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI 3:97. Kutipannya adalah sebagai berikut.

3:97. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (versi Dep. Agama RI)

Benarkah terjemahan tersebut? Pertanyaan tersebut muncul ketika penulis sedang belajar menerjemahkan ayat 3:96. Hasil penerjemahan ayat 3:96 yang sudah dipublikasikan dalam blog ini pada bulan Juni 2016 adalah sebagai berikut.

3:96. Sungguh, kembali, menentukan sebuah rumah untuk manusia yang dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak yang setia dan sebuah petunjuk untuk manusia (versi penulis)

Untuk mengecek kebenaran terjemahan ayat 3:97 versi Dep. Agama RI, penulis kembali akan mencoba untuk menerjemahkannya sendiri. Dalam penerjemahan tersebut, penulis menggunakan bantuan Al Qur’an terjemahan per kata yang ada di http://corpus.quran.com/ dan transliterasi yang ada di DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913. Caranya, terjemahan per kata yang ada di http://corpus.quran.com/ dicek dengan arti kata berdasarkan akar kata yang ada dalam project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm dan kamus bahasa Arab-Inggris. Terjemahan yang dipandang sesuai digunakan, sedangkan yang tidak sesuai diganti dengan yang sesuai menurut penulis. Dengan demikian, terjemahan ini tidak murni hasil kerja penulis. Penjelasan tentang alasan penerjemahan suatu kata diberikan jika dipandang perlu.

Kutipan transliterasi ayat 3:97 yang diambil dari program komputer Qur'an Viewer software v2.913 adalah sebagai berikut.

003.097 Feehi [a]y[a]tun bayyin[a]tun maq[a]mu ibr[a]heema waman dakhalahu k[a]na [a]minan walill[a]hi AAal[a] a(l)nn[a]si [h]ijju albayti mani ista[ta]AAa ilayhi sabeelan waman kafara fa-inna All[a]ha ghaniyyun AAani alAA[a]lameen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Hasil penerjemahannya adalah seperti berikut ini.

Feehi = di dalamnya
[a]y[a]tun = ayat-ayat
bayyin[a]tun = yang jelas
maq[a]mu = tempat kediaman
ibr[a]heema = Ibrahim
waman = dan siapa saja
dakhalahu = memasukinya
k[a]na = adalah
[a]minan = yang percaya pada Allah
walill[a]hi = dan untuk Allah
AAal[a] = pada
a(l)nn[a]si = manusia
[h]ijju = yang bertujuan ke
albayti = rumah tersebut
mani = siapa saja
ista[ta]Aaa = mampu
ilayhi = ke situ
sabeelan = alasan
waman = dan siapa saja
kafara = tidak percaya pada Allah
fa-inna = maka sesungguhnya
All[a]ha = Allah
ghaniyyun = bebas dari kebutuhan
Aaani = dari
alAA[a]lameen(a) = manusia

Terjemahan yang belum diedit adalah seperti berikut ini.

di dalamnya ayat-ayat yang jelas tempat kediaman Ibrahim dan siapa saja memasukinya adalah yang percaya pada Allah dan untuk Allah pada manusia yang bertujuan ke rumah tersebut siapa saja mampu ke situ alasan dan siapa saja tidak percaya pada Allah maka sesungguhnya Allah bebas dari kebutuhan dari manusia

Setelah itu, pengeditan dilakukan untuk menentukan titik dan koma. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Di dalamnya ayat-ayat yang jelas. Tempat kediaman Ibrahim, dan siapa saja memasukinya adalah yang percaya pada Allah. Dan untuk Allah, pada manusia yang bertujuan ke rumah tersebut siapa saja mampu ke situ, alasan. Dan siapa saja tidak percaya pada Allah, maka sesungguhnya Allah bebas dari kebutuhan dari manusia.

Pengeditan dilanjutkan dengan penyesuaian terhadap tata bahasa Indonesia dengan cara menambahkan kata ada, adalah, dan berasal.

Di dalamnya ada ayat-ayat yang jelas. Tempat kediaman Ibrahim, dan siapa saja  memasukinya adalah yang percaya pada Allah. Dan untuk Allah, pada manusia yang bertujuan ke rumah tersebut, siapa saja mampu ke situ, adalah alasan. Dan siapa saja tidak percaya pada Allah, maka sesungguhnya Allah bebas dari kebutuhan berasal dari manusia.

Hasil akhir penerjemahan 3:97 adalah sebagai berikut.

3:97 Di dalamnya ada ayat-ayat yang jelas. Tempat kediaman Ibrahim, dan siapa saja  memasukinya adalah yang percaya pada Allah. Dan untuk Allah, pada manusia yang bertujuan ke rumah tersebut, siapa saja mampu ke situ, adalah alasan. Dan siapa saja tidak percaya pada Allah, maka sesungguhnya Allah bebas dari kebutuhan berasal dari manusia.
 (versi penulis)

Sebelum membahas tentang kandungan informasinya, penjelasan tentang penerjemahan ayat 3:97 perlu dilakukan. Frasa pertama yang perlu dibahas adalah tempat kediaman Ibrahim, yang merupakan terjemahan dari maq[a]mu ibr[a]heema. Menurut kamus An ArabicEnglish Lexicon (Edward William Lane), maqaamun berarti tempat kediaman (a place of residence). Berikut ini adalah kutipannya.

“مَقَامٌ The place of the feet; (K;) a standingplace; (S, Msb;) as also ↓ مُقَامٌ : (S:) or the latter, a place of stationing: (Msb:) and both, a place of continuance, stay, residence, or abode: (K:) [a standing:] and the latter, a place of long continuance, stay, residence, or abode: (Expos. of the Mo'allakát, Calc., p. 138:) and both, continuance, stay, residence, or abode. (S, K.) مُقَامٌ : see مَقَامٌ . مُقِيمٌ Lasting; con􀆟nuing: (Bd, 9:21:) unceasing. (Bd, 9:69.) ―”

Oleh sebab itu, maq[a]mu ibr[a]heema diterjemahkan menjadi tempat kediaman Ibrahim. Ini berarti bahwa maq[a]mu ibr[a]heema tidak berupa cetakan dua kaki manusia seperti yang ada di samping kabah di Mekah.

Kata [a]minan dalam 3:97 adalah kata benda yang mempunyai akar kata alif-meem-nun. Kutipan arti kata yang berakar kata alif-meem-nun yang ada di project root list adalah sebagai berikut.

Alif-Meem-Nun = become/feel safe/secure, state of security/safety, trust, become quiet/tranquil in heart/mind, become free of expectation of evil or free of an object of dislike/hatred, promise/assurance of security/safety, become trustful/faithful/confident, to believe/acknowledge it, manifestation of humility/submission”

Tampak dalam kutipan tersebut bahwa arti kata berakar kata alif-meem-nun yang utama adalah menjadi/merasa aman (become/feel safe). Dalam kaitannya dengan ketuhanan, arti tersebut berkembang menjadi percaya (to believe it). Penjelasan dalam kamus An ArabicEnglish Lexicon (Edward William Lane) menyebutkan bahwa ada hubungan antara arti kata percaya dan menjadi/merasa aman. Misalnya, Tuhan membuat orang-orang yang percaya pada-Nya menjadi/merasa aman dari hukuman-Nya. Kata [a]minan adalah kata benda. Kata benda menjadi/merasa aman adalah yang menjadi/merasa aman atau penjadian/perasaan aman. Kata benda percaya adalah yang percaya atau kepercayaan. Menurut penulis, arti [a]minan yang tepat dalam kasus ini adalah yang percaya. Dalam kaitannya dengan ketuhanan dalam Al Qur’an, [a]minan berarti yang percaya pada Allah.

Kata [h]ijju mempunyai akar kata haa-jim-jim dan merupakan kata benda.  Arti kata [h]ijju yang dipandang cocok adalah bertujuan ke (to intend to a certain target). Hanya saja, kata tersebut adalah kata kerja sehingga perlu diubah menjadi kata benda. Kata bendanya adalah yang bertujuan ke. Oleh karena itu, [h]ijju diterjemahkan menjadi yang bertujuan ke. Kata tersebut tidak diterjemahkan menjadi haji (pilgrimage) karena tidak disertai artikel alif lam. Kutipan arti kata berakar kata haa-jim-jim yang ada di project root list adalah sebagai berikut.

Haa-Jiim-Jiim = to intend to a certain target, aim at, repair, undertake, repaired/betook himself to or towards a person / place / object of veneration/respect/honour, went/visit frequently/repeatedly, pilgrimage.
Overcome another by/in argument/evidences/proofs/testimonies, plead, contend/argue/dispute.
Refrain/abstain.”

Kata sabeelan diterjemahkan menjadi alasan. Kata situ alasan dipandang bukan merupakan satu frasa karena frasa situ alasan tidak mempunyai arti yang jelas. Oleh sebab itu, keduanya dipisahkan oleh koma dan di depan alasan ditambah kata adalah. Kutipan arti kata berakar kata siin-ba-lam dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Siin-Ba-Lam = cause, reason, way/path/road, necessity, means of access, responsibility, method/manner, plea to allege.
fi sabil Allah - in the way of Allah, in the cause of Allah, to carry the message of Allah.
ibn al-sabil - traveller, way farer, forlorn traveller.
salsabil - It is made up of two words: sal (ask, enquire about) & sabil (way), salsala - easy, sweet, rapid flowing water. As if it meant 'Inquiring ask your Lord the way to that sweet, easy palatable and rapid flowing fountain'. It is the name of a fountain of heaven.”

Sebagai konsekuensi dari pengartian [a]minan sama dengan yang percaya pada Allah, kata kafara diterjemahkan menjadi yang tidak percaya pada Allah. Kata kafara berakar kata kaf-fa-ra dan berarti tidak percaya (to disbelieve). Kata tersebut kemudian diterjemahkan menjadi tidak percaya pada Allah. Berikut ini adalah kutipannya dari project root list.

“Kaf-Fa-Ra = to conceal, to cover, to reject, to disbelieve, to be thankless, unthankful, ungrateful, to disown, deny, faithless, black horse, dark night, tiller/farmer.”

Kata ghaniyyun diterjemahkan menjadi bebas dari kebutuhan (free from wants). Kutipan arti berakar kata gh-nun-ya dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Gh-Nun-Ya = free from wants, having no wants, in a state of competence or sufficiency or rich or wealthy; dwelt, abode; sing, chanted; eulogized, satirized”

Kata alAA[a]lameen(a) sesungguhnya berarti makhluk (beings). Dalam makalah ini, makhluk yang dimaksud adalah manusia sehingga AA[a]lameen(a) diartikan sebagai manusia. Kutipan arti kata berakar kata ayn-lam-mim dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Ayn-Lam-Miim = to mark/sign/distinguish, creations/beings, world, science/learning/knowledge/information, aware/know. By means of which one knows a thing, hence it signifies world or creation, because by it the Creator is known. alim (pl. ulama) - one who is learned/wise or knows.”

Untuk menjelaskan kandungan informasinya, hasil terjemahan 3:96 dan 3:97 versi penulis ditampilkan bersama-sama secara berurutan seperti berikut ini.

3:96. Sungguh, kembali, menentukan sebuah rumah untuk manusia yang dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak yang setia dan sebuah petunjuk untuk manusia (versi penulis)

3:97 Di dalamnya ada ayat-ayat yang jelas. Tempat kediaman Ibrahim, dan siapa saja  memasukinya adalah yang percaya pada Allah. Dan untuk Allah, pada manusia yang bertujuan ke rumah tersebut, siapa saja mampu ke situ, adalah alasan. Dan siapa saja tidak percaya pada Allah, maka sesungguhnya Allah bebas dari kebutuhan berasal dari manusia.
 (versi penulis)

Kandungan informasinya adalah sebagai berikut. Allah mengingatkan kembali bahwa Allah telah membuat dua benda, yaitu sebuah rumah dan petunjuk untuk manusia. Rumah tersebut dapat dimasuki orang dalam jumlah banyak. Yang memasukinya adalah yang percaya dan setia pada Allah. Rumah tersebut adalah berupa tempat kediaman Ibrahim. Alasan orang yang mengunjungi rumah tersebut adalah hanya untuk Allah. Allah tidak membutuhkan kunjungan orang-orang yang tidak percaya pada-Nya ke rumah tersebut. Dalam hal ini, kunjungan manusia ke rumah tersebut dianggap sebagai kebutuhan berasal dari manusia. Petunjuk untuk manusia yang dimaksud adalah berupa kitab Allah. Di dalam kitab Allah tersebut terdapat ayat-ayat yang jelas.

Sebagai penutup, dapat disampaikan bahwa kandungan informasi dalam terjemahan 3:96 dan 3:97 versi penulis berbeda dengan versi penerjemah Al Qur’an dari Dep. Agama RI. Apabila ada perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.

Selasa, 14 Juni 2016

BAKKAH MAKKAH MEKAH


Kata Bakkah dan Mekah muncul dalam Al Qur’an terjemahan versi Dep. Agama RI. Kutipan ayat yang mengandung kedua kata tersebut adalah sebagai berikut.

48:24. Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (versi Dep. Agama RI)

3:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (versi Dep. Agama RI)

Dalam terjemahan 3:96 di atas terlihat bahwa Bakkah dianggap sama dengan Mekah. Hal ini ditandai dengan keberadaan tanda kurung pada kata Mekah. Pada saat yang sama, dalam 48:24 juga ada kata Mekah.

Bagi penulis, terjemahan 3:96 tersebut membingungkan. Mengapa Bakkah dianggap sama dengan Mekah? Bukankah kata Mekah juga ada dalam 48:24? Jika demikian, pada saat yang sama, sekarang akan telah ada dua Mekah, yaitu yang satu berasal dari Bakkah yang berubah nama dan yang lainnya berasal dari Mekah dalam 48:24. Kenyataannya, seperti kita ketahui, sekarang hanya ada satu Mekah. Di mana satu Mekah yang lain? Di pihak lain, jika keduanya dianggap sama, Mekah dalam 48:24 juga akan sama dengan Bakkah. Dengan demikian, pada saat yang sama, akan telah ada dua Bakkah. Kenyataannya, sekarang, tidak ada tempat bernama Bakkah.

Ada yang berpendapat bahwa Bakkah adalah nama kuno Mekah. Maksudnya, sebelum menjadi Mekah, tempat tersebut bernama Bakkah. Pendapat tersebut menimbulkan pertanyaan. Pertama, apakah pada saat ayat 3:96 diturunkan, Rasul Allah mengetahui tentang perubahan nama dari Bakkah menjadi Mekah? Jika mengetahuinya, Rasul Allah dan pengikutnya tentu akan sudah mengembalikan nama Mekah menjadi Bakkah agar sesuai dengan Al Qur’an.  Perlu diingat bahwa nama tempat yang berkaitan dengan ajaran Allah tidak boleh berubah karena nama tempat tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dari Al Qur’an. Artinya, mengubah nama Bakkah menjadi Mekah berarti sama dengan mengubah ayat Al Qur’an. Kedua, apakah Allah tidak mengetahui bahwa Bakkah sudah berubah menjadi Mekah? Ketiga, mengapa Al Qur’an sebagai petunjuk manusia menimbulkan kebingungan karena manusia tidak bisa menemukan tempat bernama Bakkah?

Walaupun demikian, sebagian orang percaya bahwa tempat yang dimaksud dalam 3:96 adalah memang bernama Bakkah. Kemudian, mereka mencari tahu lokasi yang bernama Bakkah. Sampai sekarang, belum ada yang menemukannya. Jika menemukannya, mungkin mereka akan masih merasa ragu-ragu bahwa tempat itu adalah Bakkah yang dimaksud.

Kebingungan-kebingungan yang bersumber dari Al Qur’an terjemahan di atas mendorong penulis untuk menulis makalah yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan : “Apakah Bakkah sama dengan Mekah?” Satu-satunya cara untuk mengatasi kebingungan-kebingungan tersebut adalah dengan melakukan penerjemahan sendiri. Untuk itu, penulis akan mencoba menerjemahkan sendiri ayat-ayat di atas dengan menggunakan berbagai referensi, terutama tentang bahasa Arab.

Dalam penerjemahan tersebut, penulis menggunakan bantuan Al Qur’an terjemahan per kata yang ada di http://corpus.quran.com/ dan transliterasi yang ada di DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913. Kutipan keduanya adalah seperti berikut ini.

003.096 Inna awwala baytin wu[d]iAAa li(l)nn[a]si lalla[th]ee bibakkata mub[a]rakan wahudan lilAA[a]lameen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Inna = Indeed,
awwala = (the) First
baytin = House
wu[d]iAAa = set up
li(l)nn[a]si = for the mankind
lalla[th]ee = (is) the one which
bibakkata = (is) at Bakkah,
mub[a]rakan = blessed
wahudan = and a guidance
lilAA[a]lameen(a) = for the worlds.

048.024 Wahuwa alla[th]ee kaffa aydiyahum AAankum waaydiyakum AAanhum biba[t]ni makkata min baAAdi an a{th}farakum AAalayhim wak[a]na All[a]hu bim[a] taAAmaloona ba[s]eer[a](n) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Wahuwa = And He
alla[th]ee = is) the One Who
kaffa = withheld
aydiyahum = their hands
AAankum = from you
waaydiyakum = and your hands
AAanhum = from them
biba[t]ni = within
makkata = Makkah,
min = after
baAAdi = after
an = that
a{th}farakum = He gave you victory
AAalayhim = over them.
wak[a]na = And is
All[a]hu = Allah
bim[a] = of what
taAAmaloona = you do
ba[s]eer[a](n) = All-Seer.

Tampak dalam kutipan di atas bahwa Mekah atau Makkah berasal dari kata makkata, sedangkan Bakkah berasal dari kata bakkata. Keduanya dianggap sebagai nama tempat sehingga tidak diterjemahkan oleh para penerjemah. Barangkali, inilah penyebab masalah yang diuraikan di depan. Benarkah bakkata dan makkata tidak bisa diterjemahkan? Untuk menjawabnya, kutipan arti kata yang berakar kata miim-kaf-kaf dan ba-kaf-kaf yang ada di project root list di http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm disajikan berikut ini.

“Miim-Kaf-Kaf = Sucking, Sucking up, Absorbing, drinking up, Destruction/Destroying, diminishing, diminution/failing; failure, to cast, to throw away, to discard, to straighten/tighten or impede/restrict, to beseech/ask/accept, crowding, competition (izdihaam).

makkah n.f. 48:24”

Ba-Kaf-Kaf (e.g. bakka) = pounding or crushing (al-&unuqa: (on) the neck) (daqqul-&unuqa), distinguishing/ranking above others (farraqahu, kharaqahu), jostling, pressing or crowding(crowds:zahm), any crowding(or crowds), competition. (izdihaam) heaping/piling together/amassing (taraakib), super-imposition of things on top of other things (taraakim), a man/male having or the trying to have sex with a female, denial or rejection a thing or person's dignity, to humiliate, cancellation/dissolution/breaking, being in need or being stout, muscular or rough, from activity.

bakkah n. 3:96

Kutipan di atas menunjukkan bahwa makkata dan bakkata mempunyai arti sehingga bisa diterjemahkan. Menurut penulis, arti kata yang sesuai adalah yang bergaris bawah. Alasannya dijelaskan dalam uraian berikut ini.

Pertama-tama, penulis akan membahas ayat 3:96. Kata inna adalah suatu partikel (istilah dalam bahasa) yang berfungsi untuk menekankan kalimat. Dalam hal ini, kata tersebut diterjemahkan menjadi sungguh (indeed).

Kata yang akan dibahas berikutnya adalah baytin. Perlu diketahui bahwa kata baytin juga ada dalam 51:36. Pada saat yang sama, kata albayta ditemukan dalam 2:125. Kata baytin dalam 51:36 tidak diawali dengan artikel alif lam atau al (dalam bahasa Inggris sama dengan the) sehingga tidak menerangkan suatu benda tertentu. Di pihak lain, kata albayta dalam dalam 2:125 diawali dengan artikel alif lam atau al sehingga menerangkan suatu benda tertentu. Kutipan transliterasinya adalah sebagai berikut.

002.125 Wa-i[th] jaAAaln[a] albayta math[a]batan li(l)nn[a]si waamnan wa(i)ttakhi[th]oo min maq[a]mi ibr[a]heema mu[s]allan waAAahidn[a] il[a] ibr[a]heema wa-ism[a]AAeela an [t]ahhir[a] baytiya li(l)[tta]-ifeena wa(a)lAA[a]kifeena wa(al)rrukkaAAi a(l)ssujood(i) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

051.036 Fam[a] wajadn[a] feeh[a] ghayra baytin mina almuslimeen(a) (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Kutipan arti kata berakar kata ba-ya-ta dalam project root list adalah sebagai berikut.

Ba-Ya-Ta =
by/in/at night (excluding sleep), entered upon or passed the night
tent, house, home 
Thinking about something and its end result
Concealed or conceived something in the mind
A structure of clay or any structure signifying a habitation, an abode or dwelling.
Buildings, uninhabited houses, shops, ruins, bazaars, places where the entering is allowed by the owners.
Ark of Noah, Mosques, places of worship, Kaabeh or Jerusalem
A grave
Household or family
Nobility
Sudden attack in the night or a surprise attack in the night
Remaining through the night (e.g. bread or water that stays out and becomes stale)”

Arti kata berakar kata ba-ya-ta yang dipandang tepat oleh penulis adalah rumah (house). Sekarang, apa arti baytin? Arti baytin adalah sebuah rumah (a house atau one house) karena tidak disertai artikel al. Kata albayta berarti rumah tertentu (the house) karena disertai artikel al. Rumah tertentu tersebut tidak dibahas lebih lanjut dalam makalah ini. Untuk mengkonfirmasi hal ini, terjemahan 2:125 dan 51:36 dalam DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913 disajikan berikut ini.

002.125 Remember We made the House a place of assembly for men and a place of safety; and take ye the station of Abraham as a place of prayer; and We covenanted with Abraham and Isma'il, that they should sanctify My House for those who compass it round, or use it as a retreat, or bow, or prostrate themselves (therein in prayer). (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

051.036 But We found not there any just (Muslim) persons except in one house: (Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.913)

Tampak dalam terjemahan 51:36 bahwa baytin diterjemahkan menjadi sebuah rumah (one house). Atas dasar ini, penulis menerjemahkan baytin dalam 3:96 menjadi sebuah rumah.

Kata selanjutnya yang perlu dibahas adalah awwala. Kutipan arti kata berakar kata alif-waw-lam dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Alif-Waw-Lam - To return, be before, come back to. To interpret [by consideration], explain. To contract, withdraw, become. To preside over, hold command or authority. To come to be. To put in a proper state/condition, or to compose [an affair]. To resort to; namely [a thing of any kind; the thing or place whence he or it originated, or came. His or its origin or source; his or its original state, condition, quantity, weight; any place. A former action, saying, or the like]. To return or restore to [ a thing, place, or disposition]. To explain, expound, interpret [collecting the meanings of dubious expressions by such expression as is clear, or plain, without dubiousness]. To explain the meaning of that which is equivocal or ambiguous. To be seen from a distance.”

Kata awwala dalam 3:96 tidak disertai artikel al sehingga diartikan bukan sebagai kata benda tertentu atau sebagai bilangan ordinal (pertama, kedua, ketiga, dst.). Perlu diingat bahwa bahasa Arab dari pertama (the first) adalah alawwala. Oleh sebab itu, penulis memandang bahwa awwala dalam 3:96 tidak berarti pertama (the first) karena tidak diawali dengan artikel al. Menurut penulis, arti awwala dalam project root list yang sesuai dengan 3:96 adalah kembali (to return). Oleh karena itu, penulis menerjemahkan awwala dalam 3:96 menjadi kembali.

Kata wu[d]iAAa dalam makalah ini diterjemahkan menjadi menentukan (to appoint). Kutipan arti kata berakar kata waw-dad-ayn dalam project root list adalah seperti berikut ini.

Waw-Dad-Ayn = he put it or laid it in/on a place, put it or threw it down from his hand, opposite of Ra-Fa-Ayn, put down a thing, brought forth, to appoint, to impose/remit, give over, relinquish, lowered his grade/rank/condition, suffer loss, did not gain in it, lowered/humbled, depository, the proper place of a thing.”

Kata li(l)nn[a]si terdiri dari preposisi li (untuk) dan (l)nn[a]si (mankind(manusia)) sehingga diterjemahkan menjadi untuk manusia. Kutipan arti kata berakar kata nun waw siin dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Nun-Waw-Siin = to swing, halt in a place, move, toss. Mankind, people, others, men.”

Kata alla[th]ee adalah pronomina relatif (relative pronoun) bentuk tunggal yang berarti yang (who, that, which). Sebagai catatan, bentuk jamak pronomina relatif alla[th]ee adalah alla[th]eena.

Kata bakkata diawali dengan preposisi bi (dengan). Penulis mengartikan bakkata sama dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak (crowds). Kutipannya dari project root list sudah ditampilkan di muka. Kata bi diterjemahkan menjadi dengan. Dengan demikian, bibakkata diterjemahkan menjadi dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak.

Kata mub[a]rakan terdiri dari awalan mu dan b[a]rakan. Kata b[a]rakan diterjemahkan menjadi setia (to be steadfast). Dengan demikian, mub[a]rakan diterjemahkan menjadi orang yang setia. Perlu diingat bahwa awalan mu berarti orang atau sesuatu yang. Kutipan arti kata berakar kata ba-ra-kaf dalam project root list adalah seperti berikut ini.

Ba-Ra-Kaf =
Lying down, kneeling or with legs folded making the chest touch the ground, falling upon the chest
To be or to become firm, steady, steadfast, fixed, continue, remain or stay in place
Praying for someone or something, or blessings, felicitations, prospering and abounding in good (e.g. on food, or the saying God bless you)
Keeping or applying constantly or persevering in something (e.g. affairs, commerce etc)
Extolling God and His attributes, exalting God and/or magnifying God
Striving, laboring and/or exerting oneself
An ancient name of the months
A blessing, any good bestowed by God, increase, abundance and/or plenty.”

Kata lilAA[a]lameen(a) terbangun oleh preposisi li (untuk) dan AA[a]lameen(a). Kata AA[a]lameen(a) berarti makhluk (beings). Dalam makalah ini, makhluk yang dimaksud adalah manusia sehingga AA[a]lameen(a) diartikan sebagai manusia. Dengan demikian, lilAA[a]lameen(a) diterjemahkan menjadi untuk manusia. Kutipan arti kata berakar kata ayn-lam-mim dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Ayn-Lam-Miim = to mark/sign/distinguish, creations/beings, world, science/learning/knowledge/information, aware/know. By means of which one knows a thing, hence it signifies world or creation, because by it the Creator is known. alim (pl. ulama) - one who is learned/wise or knows.”

Hasil terjemahan perkata ayat 3:96 versi penulis adalah sebagai berikut.

Inna = sungguh
awwala = kembali
baytin = sebuah rumah
wu[d]iAAa = menentukan
li(l)nn[a]si = untuk manusia
lalla[th]ee = yang
bibakkata = dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak
mub[a]rakan = orang yang setia
wahudan = dan sebuah petunjuk
lilAA[a]lameen(a) = untuk manusia

Jika disusun, terjemahan tersebut akan menjadi seperti berikut ini.

Sungguh kembali sebuah rumah menentukan untuk manusia yang dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak orang yang setia dan sebuah petunjuk untuk manusia

Selanjutnya, hasil terjemahan tersebut ditata ulang untuk mengikuti aturan bahasa Indonesia. Selain itu, kata orang dalam orang yang setia dihapus untuk menghindari pengulangan kata yang tidak perlu. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Sungguh, kembali, menentukan sebuah rumah untuk manusia yang dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak yang setia dan sebuah petunjuk untuk manusia.

Penjelasan terjemahan tersebut adalah sebagai berikut. Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kembali tentang beberapa hal. Hal ini tercermin dari kata kembali. Di sini, ada dua hal yang ditentukan oleh Allah, yaitu sebuah rumah dan petunjuk untuk manusia. Allah menentukan sebuah rumah yang mampu dimasuki orang dalam jumlah banyak sehingga rumah tersebut adalah berupa kawasan yang luas. Orang yang memasuki rumah tersebut adalah orang yang setia. Orang yang setia adalah yang mengabdi hanya kepada Allah semata. Petunjuk untuk manusia yang dimaksud adalah petunjuk Allah yang disampaikan kepada manusia melalui para Rasul Allah.

Sekarang, penulis akan menerjemahahkan ayat 48:24. Pertama, wahuwa tersusun oleh preposisi wa (dan) dan kata ganti ketiga tunggal huwa (dia) sehingga diterjemahkan menjadi dan Dia. Kata kaffa diartikan sama dengan menarik (withdraw). Kutipan arti kata berakar kata kaf-fa-fa dalam project root list adalah seperti berikut ini.

“Kaf-Fa-Fa = To withhold, desist, refrain from, withdraw, keep back, hold out the hand.”

Kata aydiyahum diartikan sama dengan kekuatan mereka. Kata ini terdiri dari aydiya dan kata ganti hum (mereka). Arti yang tepat dari aydiya yang berakar kata ya-dal-ya adalah kekuatan (power). Dengan demikian, aydiyahum diartikan sama dengan kekuatan mereka. Kata waaydiyakum tersusun oleh wa (dan), aydiya (kekuatan), dan kum (kamu semua). Dengan demikian, waaydiyahum diartikan sama dengan dan kekuatan kamu semua. Kutipan arti kata berakar kata ya-dal-ya dalam project root list adalah seperti berikut ini.

Ya-Dal-Ya = to touch, aid, do good, be beneficent, show power and superiority, a hand. By his agency/means.
With a willing hand, out of hand, having financial ability.
In acknowledgement of the superior power, in ready money and not in the form of deferred payment, considering it as a favour, on account of help, (payment should be made by the hand of the parties themselves without the intervention of a third party and without reluctance.
baina yadaihi
 - before him, in his presence hit, between his two hands.
ulill aidi
 - men of power (lit. gifted with hands)
suqaita fi aidihim
 (idiomatic expression) they repented, the idea seems to be that they hit their fingers in grief and contrition.
Handy, Might, Power, Superiority, Benefit, Possession, Favour, Generosity. The idea behind those expressions is that the use of the hand is the real source of the superiority and power. Under his authority, upper hand, arm, foreleg of a beast, handle of a tool, wing of a bird.
ma qaddamat yada
 - that is what thou hast deserved.”

AAankum dan AAanhum terbentuk oleh proposisi AAan (dari) dan kata ganti objek kum (kamu semua) dan hum (mereka). Dengan demikian, AAankum berarti dari kamu semua dan Aaanhum berarti dari mereka.

Kata biba[t]ni tersusun oleh preposisi bi yang di sini diartikan sama dengan dalam (in) dan ba[t]ni yang berakar kata ba-tay-nun. Sebagai catatan, preposisi bi dapat berarti di (at), dengan/demi (by), dalam (in), atau dengan (with) (https://en.wiktionary.org/wiki/%D8%A8#Arabic). Secara harfiah, kata ba[t]ni berarti sama dengan perut (abdomen). Dalam kasus ini, ba[t]ni diterjemahkan menjadi pusat. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, perut adalah bagian yang terdapat di tengah suatu benda dan pusat adalah tempat yang terletak di bagian tengah. Dengan demikian, biba[t]ni diterjemahkan menjadi dalam pusat.

Ba-Tay-Nun =
Becoming fat, 
Midriff, stomach, belly, girth, abdomen
Becoming replete, sated
A belly ache or being disordered digestively
Exulting greatly and/or excessively, behaving insolently and ungratefully
Striking or beating the belly
Disease entering (as though it penetrated through the belly)
Entering into something (e.g. a valley, affair)
Penetrating mentally or knowing something (state, news, circumstances, affair, case)
Something becoming hidden or unapparent, esoteric, concealed or covert
A lining or inner covering, inside or interior of anything, inner story
Particular or special intimate, friend or associate
Going in the middle or midst of something (e.g. meadow, garden, news)
A far extending place of whose parts are remote from the other
Bringing forth of young
Excrement or ejection of
Lower or lowest part of the foundation, low depressed land, soft parts of the land where water stagnates
Palm of the hand, sole of the foot/hoof
Armpit hollow of the arm, hollow of the throat
Apparent, visible part of the sky
Having an inordinate desire or appetite for food
One of the mansions/stations of the moon, the 2nd. Three small stars in the form of an equilateral triangle forming the belly of the Ram/Aries.
Certain vessel made of glass or earthenware (an amphora, jar, vase, and pitcher)
Inward.”

Sekarang, kita akan membahas kata penting dalam kasus ini, yaitu makkata. Kata ini berakar kata miim-kaf-kaf. Kutipan artinya sudah ditampilkan di depan. Menurut penulis, secara harfiah, makkata berarti penghancuran atau pembinasaan (destruction/destroying). Dalam konteks ini, makkata diterjemahkan menjadi pertempuran karena di dalam pertempuran ada peristiwa penghancuran atau pembinasaan.

Preposisi min sesudah kata makkata dianggap sebagai bagian dari frasa min baAAdi. Kata baAAdi mempunyai akar kata ba-ayn-dal. Penulis menerjemahkan frasa min baAAdi menjadi sesudah itu (afterwards). Kutipan arti kata berakar kata ba-ayn-dal dalam kamus Lane – An Arabic English Lexicon yang menyebutkan arti tersebut adalah seperti berikut ini.

“....enunciative. (S.) Sb, however, mentions [as exceptions to this rule] the phrases مِنْ بَعْدٍ [Afterwards] and....”

Kata an adalah kata penghubung (conjunction) yang dalam bahasa Inggris berarti that atau to. Penulis memilih that dan menerjemahkan an menjadi menjadi bahwa.

Kata a{th}farakum mempunyai akar kata th-fa-ra atau za-fa-ra ( ظ ف ر). Kutipan arti kata berakar kata za-fa-ra dalam project root list adalah seperti berikut ini.

ظ ف ر Za-Fa-Ra = gain possession, attain, victorious/succeed, claw/talon/nail.

A{th}farakum tersusun oleh a{th}fara dan kata ganti objek (object pronoun) orang kedua jamak kum (kamu semua).  Dalam makalah ini, a{th}fara diartikan sebagai kata kerja transitif karena diikuti sebuah objek. Di sisi lain, arti a{th}fara yang tepat yang tercantum dalam kutipan dari project root list di atas adalah kata kerja intransitif berhasil (succeed). Oleh karena itu, kata tersebut perlu diubah ke bentuk kata kerja transitif menjadi membuat berhasil. Dalam konteks pertempuran, membuat berhasil berarti membuat menang atau memenangkan. Dengan demikian, a{th}farakum diterjemahkan menjadi memenangkan kamu semua.

Wak[a]na terdiri dari wa (dan) dan k[a]na (adalah) sehingga diterjemahkan dan adalah. Bim[a] terdiri dari bi (dengan) dan m[a] (yang) sehingga diterjemahkan menjadi dengan yang. TaAAmaloona terdiri dari taAAmal (mengerjakan) dan oona (kamu semua) sehingga diterjemahkan menjadi kamu semua mengerjakan. Sebagai catatan, oona adalah kata ganti berupa sufiks/akhiran (suffixed pronoun) yang mengindikasikan bahwa kata kerja yang diikutinya mempunyai subjek orang kedua jamak (kamu semua) atau orang ketiga jamak (mereka). Kata ba[s]eer[a](n) adalah kata benda berakar kata ba-sad-ra yang berarti pengamat (a watcher). Kutipan arti akar kata kaf-waw-nun, ayin-mim-lam, dan ba-sad-ra dari project root list adalah sebagai berikut.

“Kaf-Waw-Nun (Kaf-Alif-Nun) = To be, exist, happen, occur, take place, become, be such or so.”

“Ayn-Miim-Lam = to do/make/act/work/operate/perform/construct/manufacture, practice a handcraft, be active, one who does.”

Ba-Sad-Ra =
Becoming perceptive, mental perception, having belief or knowledge, understanding, intelligence or skill, knowing, giving light, shining, illuminated, making manifest, evident and/or apparent.
To behold/perceive/see/observe/watch.
Opening the eyes and/or seeing (seldom used unless mental perception is conjoined)
Clear sight
Thickness of anything
Sense of sight, making or causing to see and/or have sight, eye-sight, eyes.
Soft stones having some whiteness
Intent or a hard glance
A watcher or guard, a lion.”

Hasil terjemahan per kata versi penulis adalah sebagai berikut.

Wahuwa = Dan Dia
alla[th]ee = yang
kaffa = menarik
aydiyahum = kekuatan mereka
AAankum = dari kamu semua
waaydiyakum = dan kekuatan kamu semua
AAanhum = dari mereka
biba[t]ni = dalam pusat
makkata = pertempuran
min baAAdi = sesudah itu
an = bahwa
a{th}farakum = memenangkan kamu semua
AAalayhim = di atas mereka
wak[a]na = dan adalah
All[a]hu = Allah
bim[a] = dengan yang
taAAmaloona = kamu semua mengerjakan
ba[s]eer[a](n) = pengamat

Jika disusun, terjemahan di atas akan menjadi seperti berikut ini.

Dan Dia yang menarik kekuatan mereka dari kamu semua dan kekuatan kamu semua dari mereka dalam pusat pertempuran sesudah itu bahwa memenangkan kamu semua di atas mereka dan adalah Allah dengan yang kamu semua mengerjakan pengamat

Hasil terjemahan yang sudah disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

Dan, Dia yang menarik kekuatan mereka dari kamu semua dan kekuatan kamu semua dari mereka dalam pusat pertempuran, sesudah itu bahwa memenangkan kamu semua di atas mereka dan Allah adalah pengamat dengan yang kamu semua mengerjakan.

Selanjutnya, kata bahwa dihapus karena tidak akan mengubah makna dan terasa lebih mudah dimengerti. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Dan, Dia yang menarik kekuatan mereka dari kamu semua dan kekuatan kamu semua dari mereka dalam pusat pertempuran, sesudah itu memenangkan kamu semua di atas mereka dan Allah adalah pengamat dengan yang kamu semua mengerjakan.

Ayat di atas menerangkan bahwa Allah mencegah pertempuran dengan cara menarik kekuatan kedua belah pihak yang berperang dalam pusat pertempuran. Sesudah itu, Allah memberikan kemenangan kepada pihak Rasul Allah. Dalam peristiwa tersebut, Allah menjadi pengamat yang dikerjakan semua pihak yang berperang.

Sebagai penutup dapat diutarakan di sini bahwa bakkata dalam 3:96 berarti kumpulan orang dalam jumlah banyak, sedangkan makkata dalam 48:24 berarti pertempuran. Dengan pengartian yang seperti itu, terjemahan yang dihasilkan masuk akal. Oleh karena itu, bakkata dan makkata dalam Al Qur’an adalah bukan nama tempat. Tidak ada nama tempat bernama bakkah/bekka (bakkata) dan makkah/mekah (makkata) dalam Al Qur’an. Apabila ada perubahan persepsi pada diri penulis, makalah ini akan direvisi.